
you deserve it, coz I'm not that bastard
(kamu pantas mendapatkannya, karena aku bukan bajingan)
Ayudia
Tidak tahu kapan semua persiapan nya di buat yang jelas isi hantar-hantaran nya mewah juga banyak benar, dia sampai bingung melihat nya, belum lagi mahar yang diterima bikin keluarga mereka shok berat. Mas kawin nya uang tunai 500juta, pakai ada kalung berlian nya segala yang entah kok menjuntai-juntai begitu bentuk nya yang harganya ayudia nggak ngerti itu berapa, belum lagi cincin yang terlihat terlalu mewah dan sebuah kalung imut yang sejak awal bikin ayudia jatuh cinta melihatnya, dan untuk ukuran keluarga mereka yang dari kelas terlalu biasa mas kawin segitu benar-benar luar biasa kan fikir ayudia.
"Pak apa nggak terlalu berlebihan?"
Ayudia bertanya sambil menatap wajah pak ardhan dengan perasaan bingung dan tidak enak
coba bayangkan, dia yang di lamar, mau nikah di kasih seserahan semewah itu malah jadi gelisah
"Itu nggak banyak ay, malah mungkin terlalu sederhana"
Aihhh?? sederhana palak mu peyang
pekik ayudia dalam hati
itu berapa duit habis coba?
fikirnya
"Itu terlalu banyak bapak.."
pak Dirut nya malah mengerutkan dahi
"Itu nggak seberapa ay, sudah pantas jadi hak kamu"
"Tapi kemewahan bapak"
Pak ardhan malah memijat kepalanya
"Kalau bapak jatuh bangkrut gara-gara nikahin saya bagaimana?"
seketika pak ardhan menatap bola matanya dalam, tau-tau laki-laki itu tersenyum lebar
Ayudia langsung terkesima
Nahhh dia tersenyum....manis banget...beruang kutub berkulit bunglon semyummmm....
pekik ayudia dalam hati
"Saya nggak bakal bangkrut ngasih itu sama kamu"
pak Ardhan berkata sambil memegang ke dua bahunya
"Itu malah tidak seberapa, dibandingkan apa yang kemarin,hari ini atau bahkan besok yang bakal kamu berikan Sama saya"
"Itu juga untuk rasa terima kasih kepada mama dan papa kamu yang sudah melahirkan dan membesarkan kamu hingga Seperti ini, kalau tanpa mereka bagaimana saya bisa ketemu kamu kemarin dan hari ini"
"Juga tidak mengurangi rasa hormat saya sama kamu karena saya murni mendapatkan kamu,bukan Setelah dapat tidak di hargai dengan nilai yang pantas, main lamar saja dan nikah begitu saja"
Seketika ayudia menelan Saliva nya, matanya tampak berkaca-kaca, dia menggigit pelan bibir bawahnya.
Mendengar ucapan pak Ardhan, dia merasa menjadi perempuan paling beruntung di dunia.
__ADS_1
dia mengangguk-anggukkan pelan kepala nya.
Iya juga, dia fikir ada banyak kasus yang terjadi di luaran sana, Setelah pacaran sekian lama bahkan hubungan nya telah dibawah kemana, bahkan mungkin sudah melewati jutaan batasan nya, mereka main lamar aja Kemudian menikah, tanpa ingat bagaimana menghargai orang tua sang perempuan atau bahkan menghargai pasangan nya sendiri dengan nilai yang pantas,sepantas-pantasnya.
********
Ardhan
pertanyaan konyol ayudia yang tiba-tiba Setelah mereka menyerahkan mahar hantar-hantaran nya bikin ardhan sakit kepala
"Pak apa nggak terlalu berlebihan?"
anak itu bertanya dengan wajah bingung
Bayangkan saja kalau orang lain pasti sudah meminta ini dan itu, anak ini malah nanya apa tidak berlebihan??
Dia malah merasa apa yang di beri mungkin masih belum sebanding dengan pengorbanan orang tua ayudia dalam membesarkan anaknya, mungkin tidak sebanding dengan apa yang telah dia ambil dari ayudia kemarin, bahkan mungkin tidak sebanding dengan pengorbanan ayudia kedepan nya saat harus mengabdi jadi istrinya, memenuhi semua kebutuhan nya, mengurus dia dan InsyaAllah anak-anak mereka kelak meskipun dia masih belum tahu bagaimana cerita mereka dan masa depan mereka nanti.
"Itu nggak banyak ay, malah mungkin terlalu sederhana"
Ayudia malah Tampak berfikir lama
"Itu terlalu banyak bapak.."
protesnya lagi
ardhan mengerutkan dahinya, tidak paham dengan sudut pandang ini anak
"Itu nggak seberapa ay, sudah pantas jadi hak kamu"
"Tapi kemewahan bapak"
Pak ardhan malah memijat kepalanya Seketika, dia fikir memang harus penuh kesabaran kalau ngadapin dan menjelaskan segala sesuatu dengan ini anak kecil.
"Kalau bapak jatuh bangkrut gara-gara nikahin saya bagaimana?"
Ya Allah subhanallah
seketika dia merasa geli, mengulum senyum dan entah lah dia malah benar-benar tersenyum lebar karena merasa geli dan... beruntung karena mendapat kan seseorang yang mungkin tidak neko-neko seperti kebanyakan perempuan atau keluarga yang mungkin bakal menuntut banyak di waktu pernikahan nya
dia menatap bola mata ayudia dalam
"Saya nggak bakal bangkrut ngasih itu sama kamu"
Dia berkata sambil memegang ke dua bahu ayudia
"Itu malah tidak seberapa, dibandingkan apa yang kemarin,hari ini atau bahkan besok yang bakal kamu berikan Sama saya"
tentu saja tidak seberapa, Setelah dia mengambil apa yang seharusnya dijaga sama ini anak hingga waktu nya kemarin,juga Setelah semua berkata SAH nanti ayudia akan melewati banyak masa bersama nya baik di saat suka maupun duka, mungkin demi mengabdi menjadi seorang istri kelak harus mengesampingkan semua nya, baik diri sendiri atau keluarga nya.
"Itu juga untuk rasa terima kasih kepada mama dan papa kamu yang sudah melahirkan dan membesarkan kamu hingga Seperti ini, kalau tanpa mereka bagaimana saya bisa ketemu kamu kemarin dan hari ini"
Yah rasa terima kasih pada mama dan papanya, yang pantas menerima itu, terutama mamanya yang sudah dengan luar biasa mengandung, melahirkan, merawat bahkan membesarkannya hingga hari ini, hingga sesehat ini dan
secantik ini
Damn it, dia memang cantik dan.. imut batin ardhan
"Juga tidak mengurangi rasa hormat saya sama kamu karena saya murni mendapatkan kamu,bukan Setelah dapat tidak di hargai dengan nilai yang pantas, main lamar saja dan nikah begitu saja"
iya tidak mengurangi rasa hormat dan begitu berusaha menghargai dirinya, karena ada banyak kasus duluan sana setelah pacaran bertahun-tahun, melewati hubungan naik turun, bahkan mungkin sudah melewati hubungan lebih dari seperti suami istri, begitu ke bablas an atau bahkan sang perempuan hamil banyak laki-laki tidak lagi mampu menghargai, melamar ala kadarnya berfikir mahar atau sesuatu yang diberikan tidak lagi penting, toh alasan nya mereka sudah tidak lagi begitu berharga, tidak juga merasa pantas diberi lebih.
Come Im not like' it, I'm not that bastard
Setelah mendengar kan penjelasan nya, ayudia tampak menatap nya dengan pandangan berkaca-kaca, Kemudian tersenyum begitu manis lantas mengangguk-anggukkan kepala nya
********
Dan hari bersejarah itu tiba, suasana ramai dan dipenuhi keluarga besar di rumah utama Abimayu, mama dan papa ayudia Tampak terbalut pakaian indah yang di siapkan sang eta adik Ardhan sejak jauh-jauh hari menatap ayudia dengan mata berkaca-kaca, merek fikir inilah waktunya meng ikhlaskan sang anak sulung kepada ardhan.
Awalnya mereka minder dan ragu, Karena kehidupan mereka yang bagaikan langit dan bumi, tapi keluarga abimanyu yang begitu Wellcome, Sifat papa Abimayu Cakra yang begitu terbuka dan mama ardhan yang sangat ramah dan lembut serta tidak pernah menyinggung soal kelas ekonomi mereka, ditambah hubungan baik Abas dan keluarga abimanyu membuat mereka menyakinkan diri kalau ayudia berada di tangan yang memang pantas mengambilnya
__ADS_1
"Saya nikahkan engkau Ardhan Cakra Abimanyu Bin Herdinan Cakra Abimayu dengan Ayudia Dewi Senyawa Binti Hendra Hermansyah dengan mas kawin…........ dibayar tunai."
"Saya terima nikahnya Ayudia Dewi Senyawa Binti Hendra Hermansyah dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."
"Sah?"
"Sah"
"Sah"
"Alhamdulillah"
Mereka saling bersalaman antara satu dengan yang lainnya, Kemudian sang besan dan menantu saling memeluk erat tubuh masing-masing, berbisik menitipkan sang anak disana agar dijaga dengan baik.
Tangisan terdengar beberapa waktu diiringi keharuan mendalam Kemudian lama-kelamaan berubah menjadi kebahagiaan.
******
Ardhan
Rasa lelah Beberapa hari baru terasa setelah akad nikah mereka selesai, bergegas mandi adalah pilihan paling bijak Kemudian beranjak tidur, dan saat keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk sebatas pinggang
dia baru ingat kini dia tidak sendirian
Ayudia tampak melompat-lompat kesal menarik belakang kebaya cream yang dihiasi butiran Swarovski indah menambah kesan cantik dan elegan nya, sejak awal sebelum akad ardhan terus menatap wajah itu berkali-kali
entahlah dia juga tidak tahu kenapa
seketika ayudia menoleh ke arah nya
"Aigoooo bapak kok nggak pakai baju?"
itu anak kalau ngomong nyeplos aja fikir ardhan
"he em"
Ardhan hanya berdehem, mendekati walk in closed untuk mencari pakaian nya
"Bapak... bantu ay dulu"
Ayudia Tampak kesal, berjalan mendekati dirinya sambil memberikan punggungnya
"resleting nya tidak bisa dibuka"
"ah?"
Ardhan bertanya kaget
"kok bengong sih pak, bantu bukain resleting nya"
ucap ayudia lagi
ardhan dengan ragu-ragu mencoba membuka resleting belakang kebaya itu
punggung seputih susu itu terlihat
menggoda
Damn it
dia mengumpat dalam hati dan Seketika kepala nya menjadi pening
Berhenti berfikir yang tidak-tidak hingga menemui eta, ingin tahu hasil yang kemarin, kemudian fokus membuat anak ini melanjutkan pendidikan nya.
batin ardhan dalam hati
setelah menarik turun resleting itu, dengan gerakan cepat menjahui ayudia
Oh God
Dan Dia tahu, kemarin merupakan proses paling berat menuju di halalkan, dan mulai hari ini ujian sesungguhnya nya baru saja akan di mulai
__ADS_1