
Ayudia
life ITS so beautiful......
tidak terbayangkan bisa mudik di waktu tidak terduga, dapat tiket gratis luar biasa, bahkan malah di suguhkan oleh-oleh juga.
apa tidak salah?
pekiknya dalam hati
beberapa kantong dan paper bag sudah tersusun rapi didalam koper berwarna pink muda bergambar kan hello Kitty, mama Ainun ternyata menyiapkan semuanya untuk dia bawa sejak 2 hari yang lalu, pak Dion mengantar semua barang-barang itu ke bandara dan baru mengeluarkan nya saat dia sudah ada di ruang tunggu, seperti nya mama Ainun tahu jika dia bakal menolak pemberian nya,maka sengaja membawa oleh-oleh itu diwaktu terjepit
"tapi pak"
pak Dion malah membungkukkan pelan tubuhnya, mengurusi semua keperluan lainnya, mengecek tiket keberangkatan nya hingga hal-hal detail lainnya. Ayudia bersumpah betapa tidak enaknya dirinya saat ini karena diperlakukan seakan-akan seperti tuan putri.
mama ainum tidak bisa mengantarkan dirinya, sebab harus mempersiapkan semua juga dari rumah untuk keberangkatan mereka besok.
kemarin sempat izin pulang sama Mamang Abas bilang mau mudik, bicara dengan jujur kalau tiket nya dibelikan pak ardhan, tapi nanti nyusul ke Palembang untuk ikut acara peresmian kantor baru dengan mama Ainun, apalagi disana ada kak Rudi jadi mang Abas nya malah tanpa basa-basi langsung mengangguk menyetujui.
tapi Edo seakan-akan berat melepaskan dirinya, merasa heran kenapa dia begitu di istimewakan, tapi akhirnya dia membuang semua pemikiran jeleknya. toh di sana ada kak rudinya,dia fikir tidak heran kalau orang perusahaan memberikan tiket gratis untuk dirinya, apalagi Ayudia sempat menyelamatkan mama sang Dirut pagi itu.
"Hati-hati dijalan non"
pak Dion bicara Cepat sambil membungkukkan badannya, diikuti oleh ayudia yang tampak kagok dan kaku
gila kenapa laki-laki tampan satu ini kakunya setengah mati
rutuknya dalam hati
kabarnya masih bujangan, lah kalau kakunya segini cewek-cewek mana berani yah? aku aja yang naksir jadi kepingin kabur
ucap Ayudia dalam hati sambil cekikikan
tapi memang tampan kok, kalau di suruh membandingkan ini kayak oppa song Jong Ki kali ya...
akhhhhh gila duda Song Hye Kyo
seketika wajah nya memerah
song Jong Ki
dia pasti sudah gila
wakakakak
pak Dion malah menaikkan alisnya
"kenapa non?"
"ohhh nggak apa-apa pak, sampai jumpa pakkkk... sarangheyo pakkkkk"
teriak nya sambil membentuk kedua tangan nya menjadi berbentuk hati di atas kepalanya
"Sarangheyo bertubi-tubi pokoknya pakkkkk"
teriaknya lagi
sampai-sampai semua orang memperhatikan dirinya dan oppa song Jong Ki...ehh salah pak Dion dunk
buahahahaha
seketika wajah pak Dion memerah, menoleh kekiri dan kekanan dengan perasaan malu, menunggu diri nya menghilang menuju ke dalam
*******
Dion
"Hati-hati dijalan non"
dia membungkuk kan pelan tubuhnya ke arah gadis kecil itu
__ADS_1
dia heran kenapa mama Ainun begitu menyukai anak ini, bahkan bos nya malah membelikan dia tiket mudik hingga undangan golden untuk peresmian acara pembukaan kantor baru di Palembang
seketika dia menaikkan alisnya saat melihat gadis kecil itu terkekeh sendiri dalam lamunannya
"kenapa non?"
tanyanya heran
"ohhh nggak apa-apa pak, sampai jumpa pakkkk... sarangheyo pakkkkk"
teriak gadis itu sambil membentuk kedua tangan nya menjadi berbentuk hati di atas kepalanya
oh my God, such damn it
seketika rasa malu menyerang nya, oke dia paham kenapa semua orang menyukainya, dia terlalu polos,pandai berbaur,terlalu ramah dan ceria.
"Sarangheyo bertubi-tubi pokoknya pakkkkk"
teriaknya lagi
sampai-sampai semua orang memperhatikan dirinya dan gadis itu bergantian
Ya Tuhan
Dion memijat pelipisnya sejenak, baiklah dia fikir terlalu lama bergaul dengan anak itu, bisa membuat mata yang memandang jatuh cinta, tidak heran jika Jerry tergila-gila pada gadis itu fikirnya.
cantik dan unik
2 definisi itu bukan hanya sekedar cantik luar,tapi luar dalam.
*******
Wulan
"makkk...... makkkkk "
"Bapakkkkk...."
"Assalamualaikum"
tidak salah lagi, itu suara khas dolor nyo (saudaranya)
"wa'alaikumsallam"
saat kakaknya melepas kan koper nya,seketika dia berhamburan dipelukan kakak perempuan nya
Mak nya yang masih didapur keluar dengan langkah tergesa-gesa, kaget dengan teriakan dirinya yang tidak tahu kenapa
"Subhanallah, Alhamdulillah..."
Mak tampak kaget melihat Ayudia si sulung sudah ada di depan pintu rumah
"assalamualaikum Mak"
katanya kakaknya sambil melepaskan pelukan dirinya
"Wa'alaikumsallam"
air mata maknya tumpah seketika
kakaknya memeluk Mak nya dengan cepat
"Rindu nian samo Mak(rindu sekali dengan mama)"
kakaknya bicara sambil mencium kedua belah pipi maknya secara bergantian
"bapak Mano Mak? (papa mana mama?)"
"ke kebon, mano Aidil? biar dio jemput bak dai ( ke kebun/ladang, mana Aidil? biar dia jemput papa dulu)"
Wulan menganguk cepat
__ADS_1
"Aku cari ke dulu, lalu dak Ado gek biara ku dewek yang jemput bak ( aku cari kan dulu aidl, kalau nggak ada biar aku sendiri yang langsung jemput bapak"
******
Mak
tidak tahu mimpi apa semalam, bagaimana tahu-tahu anak gadis kesayangan sudah ada didepan pintu rumah.jelas segurat bahagia mengepul menjadi satu saat menyadari kepulangan si sulung
saat sang suami pulang tergopoh-gopoh dari kebun begitu mendengar kabar si sulung kembali ke rumah, terlihat jutaan air mata berlinang Karena menahan kerinduan panjang.
hampir 2 tahun tidak bertemu, terakhir bertemu waktu pamit mau masuk sekolah ke SMK..... Jakarta, sang suami sempat mengantar hingga ke Jakarta,tapi dirinya hanya menatap kepergian sang buah hati dari pintu depan rumah.
tidak ada biaya, itu kenyataan nya, untung ada Abas adiknya yang membeli kan tiket pulang pergi sang suami, kalau dia juga ikut minta dibelikan alangkah egoisnya diri nya, apalagi tidak mungkin meninggalkan 2 anak mereka di sini tanpa orang lain.
"kakak balek dibelike siapo tiketnyo ? (kakak pulang Tiketnya di belikan siapa)?"
Mak bertanya penasaran
"Mang Abas yang belike kakak?(om Abas yang belikan kakak tiket)?"
si sulung Yang aSik mengeluarkan oleh-oleh sambil tertawa bahagia langsung menjawab
"wong kantor tempat ay magang Mak, kan kak Rudi kerjo disano juga, cak bonus cak itu Mak untuk karyawan nyo mungkin(orang kantor tempat ay magang mama, kak Rudi kan kerja disana juga, mungkin bonus buat karyawan nya gitu ma)"
Mak cuma manggut-manggut tanda mengerti
"Berapo hari libur?(berapa hari libur)?"
"Sabtu lagi dem harus balek Mak, tiket nyo sudah di belike, dak apa-apo Mak yo? ( Sabtu ini sudah harus pulang, tiketnya sudah dibeli kan, nggak apa-apa yah ma?)"
tampak segurat kesedihan meluncur dari wajah Ayudia
Mak menggeleng cepat
"Ini lebih dari ay, biso ketemu kumpol lah nak 2 tahun bukan nyo muda, apolagi bapak Samo Mak dak punyo duit untuk kesano atau kirim ay duit untuk balek kesini ( ini lebih dari cukup ay, bisa ketemu kumpul sudah hampir 2 tahun ini bukannya mudah, apalagi papa dan mama nggak punya uang untuk kesana atau bahkan kirim kamu uang buat ongkos balik ke sini"
"wong kasih jajan Kakak be jarang, apolagi nak belike tiket yang Hargo nyo selangit (orang kasih duit jajan kakak saja jarang, apalagi mau belikan tiket yang harga nya selangit"
"Seandainyo bapak sekolah tinggi, kerjo yang benar atau punyo keluargo yang Kayo (seandai nya bapak sekolah tinggi, kerja yang benar atau punya keluarga yang kaya)"
seketika air mata sang suami terjatuh, bicara dengan kesedihan mendalam
"bakkk..."
sang sulung langsung mencelos
dengan cepat memeluk bapak nya, Mak nya cuma bisa menangis sambil menghapus air matanya dengan ujung daster nya yang mulai usang termakan usia
******
Ayudia
"Kak kalo sampe Palembang jangan lupo fotoke jembatan Ampera Yo (kak kalau sampai Palembang jangan lupa fotokan jembatan Ampera yah)"
"kapal keteknyo juga (perahu sampan juga)"
"kapal selam nyo Pulo kak(kapal selamnya juga "pempek kapal selam")
banyak sekali pesanan si Aidil ,adik bungsu nya itu yang baru duduk di bangku SD kelas 6 itu, ini waktu dia kembali ke Palembang, Mak sama bapak tampak menangis memeluk dirinya, Wulan ikut menangis sambil berbisik
"Agek adek nak kuliah disano, sudah Ado rencano cari beasiswa disano kak, biar biso samo kakak, jago kakak (nanti adek mau kuliah disana, sudah ada ancang-ancang cari beasiswa disana kak,biar bisa sama kakak,jaga kakak juga)"
dia hanya mengangguk pelan
Tidak tahu kenapa perpisahan kali ini terasa berbeda, yah Berbeda dari yang sebelumnya-sebelumnya. seakan-akan suatu babak baru akan segera dimulai, dia merasa gelisah sejak kemarin tapi membuang segala macam kegalauan dan perasaan kacau yang ada didalam hatinya.
bahkan Mak nya kemarin bilang, jaga diri baik-baik, Mak nya bermimpi seakan-akan seekor ular kecil ingin memangsa Ayudia, tapi ular raksasa tampak marah, membuang ular kecil itu kemudian membelenggu Ayudia ke dalam lingkaran tubuhnya, terus menahannya agar tidak keluar, mau menerkam nya tapi masih dengan perasaan ragu antara maju atau tidak.
Ditengah-tengah Ayudia bagaikan terbelenggu kaca, Kemudian kaca itu pecah berkeping-keping, Ayudia terlihat menangis tapi sepertinya tertawa,sebenarnya terluka tapi dia tampak bahagia.
"Ulo itu Tando nyo kurang baik ,biso jadi jahat, biso jugo bagus, jago diri baik-baik Yo (ular itu tandanya kurang baik, bisa jadi jahat bisa jadi baik, jaga diri baik-baik yah)"
__ADS_1