
Ardhan
Dia cukup lelah karena seharian harus mengurusi banyak hal, berfikir untuk tidur saat ini juga di atas kasurnya. Dia butuh istirahat ekstra apalagi ini sudah lewat lewat magrib, dia fikir bakal bangun entah di jam berapa baru menunaikan sholat isya.tapi tiba-tiba sang adik Jerry masuk ke dalam kamar menatap dirinya Beberapa Waktu tanpa mengeluarkan suara apapun tanpa dia sadari
"Kenapa jer?"
tiba-tiba suara sang mama mengagetkan Dirinya,masih dalam kondisi mata terpejam ardhan mengerutkan dahinya
"Mau bicara sama Abang sebentar"
ucap Jerry pelan
"Capek Abang mu, baru pulang itu"
sang mama bicara mencoba mengingatkan
seketika ardhan membuka matanya, mencoba duduk dari tidurnya nya
"Nggak apa-apa ma"
ardhan menyahut cepat
"Mama turun ya, bentar lagi Ayudia mau pulang"
"he em"
seketika bola matanya menatap Jerry
"Ada apa jer?"
Jerry duduk di atas kursi Yang ada dihadapan abangnya itu
"Jadi nikahin ayudia?"
Jerry bertanya tanpa basa-basi lagi, menatap abangnya dengan sejuta pertanyaan
ardhan diam beberapa waktu
"Abang akan menemui keluarganya besok di Palembang"
"jangan bilang Abang melakukan semua nya kemarin karena desakan mama sebelumnya untuk meminta Abang mencari seorang perempuan sebagai calon istri untuk menggantikan kak arletta"
"pernikahan ini bukan main-main"
ardhan mengangkat alisnya
"Jangan berfikir hanya sekedar ingin memenuhi permintaan mama hingga mengorbankan gadis kecil yang tidak berdosa"
"Abang tidak sedang membuat rencana untuk melakukan nikah kontrak dengan Ayudia?"
tiba-tiba pertanyaan Jerry membuat ardhan Seketika membeku
"Kamu ngomong apa?"
Jerry melempar kan sesuatu ke atas kasur
__ADS_1
"Ini apa ?"
Jerry bertanya dengan perasaan marah
ardhan menoleh ke arah berkas yang di lemparkan sang adik pada nya
astagfirullah hul'adzim batin ardhan,ini adalah berkas yang pernah di buat Dion tempo hari sebelum Ayudia masuk ke Abimanyu group, fikiran kalutnya atas permintaan mama nya membuat dia dan Dion punya inisiatif untuk mencari seorang perempuan guna menikah kontrak dengan nya, tidak tahu kenapa terfikir kan ide gila itu, karena Dion punya saudara yang usia nya masih muda sering menonton drama-drama entah dari negeri anta berantah mana juga membaca novel-novel anak jaman now yang katanya ada istilah nikah kontrak maka tercetuslah ide gila itu, Dion membuat ide gila kemudian mencoba mencari beberapa kandidat yang dianggap sempurnah. hingga malam kejadian itu tiba dan semua ide konyol itu musnah Seketika.
"Ini tidak seperti yang kamu fikirkan"
ucap ardhan cepat kemudian menyingkirkan berkas itu dari hadapannya
"Lalu apa? ini sudah tidak lucu lagi bang"
"Jer ini bukan seperti yang kamu fikirkan, ini sama sekali tidak ada dalam daftar hidup Abang soal Ayudia"
ardhan berusaha menjelaskan
"tidak ada dalam daftar? lalu surat perjanjian kontrak ini? Abang berniat menjalani pernikahan kontrak berapa lama dengan Ayudia? sampai punya anak? cuma sekedar butuh perempuan untuk memberi Abang keturunan?Abang menawarkan Ayudia uang berapa banyak?berapa milyar? mau di cerai kan kapan?"
Jerry benar-benar termakan emosi saat ini, menatap penuh amarah ke arah Abang nya
"nikah kontak? anak?"
terdengar suara bergetar dari arah balik pintu kamar
Ardham dan Jerry secepat kilat menoleh
Ayudia tampak berdiri di ambang pintu dengan mata memerah, menatap tidak percaya obrolan 2 bersaudara itu
Oh suck
kesalahpahaman besar telah terjadi, dia fikir kenapa Dion tidak memusnahkan surat-surat konyol ini sebelumnya? dan Jerry kenapa mulutnya langsung saja nyerocos Tanpa bertanya baik-baik lebih dulu
seketika terlihat air mata Ayudia tumpah, anak itu melesat pergi meninggalkan mereka
ardhan benar-benar marah dengan Jerry
"kamu bisa nggak mikir pakai logika dulu, lihat tanggal di surat nya, di ajukan buat siapa"
ardhan bicara dengan nada tinggi kemudian melesat pergi meninggalkan Jerry dan mencoba mengejar langkah ayudia
seketika Jerry terdiam, kembali mengambil berkas yang ada di atas kasur itu kemudian membacanya
*******
Ayudia
Setelah perjalanan berliku yang cukup panjang demi menyakinkan sang mamang pada akhirnya pak ardhan berhasil juga membuat mang Abas nya berkata iya,Ayudia hanya menarik nafas lega, cukup kasihan saat merasakan panas nya punggung laki-laki itu di pecut dengan rotan panjang. papa Cakra bilang akan mengantar Ayudia pulang selepas sholat isya jadi membawa nya pulang dulu untuk makan malam.
Ayudia fikir dia harus pamit sekarang saja setelah tadi selesai sholat magrib di jalan Kemudian kembali ke rumah untuk makan malam, sebab tubuhnya sudah terasa lelah dia fikir pulang lebih cepat bukan masalah.
Tapi waktu melangkah kan kakinya mendekati kamar yang sering ditempati Dirut kata bil Sri, telinga Ayudia menangkap pembicaraan soal nikah kontrak, anak, keturunan dan surat perjanjian. Seketika hatinya menjadi sakit, dia fikir apa itu benar?
dengan cepat dia berdiri di ambang pintu sambil bertanya
__ADS_1
"nikah kontak? anak?"
saat Abang Jerry dan pak Ardhan menoleh dengan keterkejutan, Ayudia langsung menangis melesat turun ke bawah untuk melangkah pergi secepat nya dari sana.
dia menangis sambil berlarian entah ke arah mana, lupa pakai sendal pakai acara nyeker segala, dia fikir harus kemana malam-malam begini? pulang ke rumah Mamang Abas nya dalam keadaan begini? setelah acara menyakinkan mamangnya pagi, siang hingga sore tadi? jelas saja dia cari mati.
Seketika petir menggelegar dan gerimis mulai mengguyur kota Jakarta, dan Ayudia merass menjadi manusia paling sial didunia.
Sial, sial,dasar oppa-oppa Korea KW sialan, jadi cerita drama Korea soal kawin sama CEO dengan sistem kontrak benaran ada di dunia nyata, dia suka ngehalu kemarin ketemu orang ganteng terus kawin kontrak gara-gara beberapa novel yang dibaca, malah benaran bakal terjadi sama dia
sepanjang perjalanan kaki Ayudia mengumlat sambil menagis tidak karuanan, hingga akhirnya sebuah tangan kekar menyambar tubuh nya
seketika Ayudia melonjak kaget, dia fikir preman jalanan atau orang jahat yang mencoba menarik dirinya, tapi Seketika bola matanya membulat saat sadar siapa yang ada didepan nya
"Ay"
pak ardhan dengan cepat meraih tangannya
sial kan ini hujan jadi kayak di drama-drama gitu
umpat ayudia dalam hati, dia dengan cepat berniat lari tapi apalah daya badan oak dirutnya kan besar, dia kecil jelas kalah kuat
"Ini nggak seperti yang kamu bayangkan"
pak ardhan bicara cepat
Ayudia yang terlanjur emosi dengan obrolan 2 manusia dikamar tadi soal kawin kontrak. Seketika mencoba meluapkan emosi nya yang menggebu-gebu karena merasa sudah kena tipu
"Bapak meniduri saya disengaja begitu? karena desakan mama Ainun buat cari istri? karena membodohi perempuan dewasa pasti lebih sulit, bapak fikir membodohi anak kecil seperti saya pasti lebih mudah kan"
pertanyaan Ayudia di tengah hujan deras yang mengguyur kota Jakarta terdengar tolol
"Ay itu tidak seperti yang kamu fikirkan, kamu salah paham"
pak ardhan berusaha bicara dengan lembut pada ayudia
tapi otak buntu Ayudia tidak bersiap menerima nya
"bapak tega yah, saya masih kecil belum juga tamat SMA, masih punya banyak cita-cita yang belum tercapai"
tangisan Ayudia benar-benar pecah
Raut wajah pak ardhan penuh rasa bersalah, mencoba memeluk dirinya tapi dengan cepat Ayudia memberontak
"Oke kita nikah saja pak, bapak butuh orang buat jadi istri bapak kan? bapak butuh saya buat melahirkan anak-anak bapak kan? bapak tidak butuh cinta kan? kalau begitu saya butuh bapak sebagai ATM berjalan saya, jadi kita nikah buat surat perjanjian nya sesuai kemauan bapak"
Ayudia marah, sangat marah, otak nya tidak berfungsi dengan baik, omongan semacam itu meluncur begitu saja dari bibir mungil nya, tangisnya terus terdengar bersamaan dengan guyuran air hujan di jalanan sepi yang mencekam
"Astagfirullah hul'adzim ay, ini tidak seperti yang kamu bayangkan, saya bisa menjelaskan semuanya, ini kesalah pahaman, saya nggak pernah mikir begitu demi Allah"
pak ardhan tampak kalang kabut
"Kita pulang dulu, lihat dulu apa yang ada di dalam surat, itu bukan buat kamu, itu sebelum ketemu kamu ay"
pak ardhan terlihat marah, terus mencoba meraih tubuh Ayudia dan memeluknya dengan begitu erat
__ADS_1
"Saya nggak pernah kepikiran buat nikah kontrak sama kamu ay"
ucap nya lagi sambil terus memeluk erat tubuh mungil ayudia