CINTA TERPAUT 18 TAHUN (2 Musim Yang Berbeza)

CINTA TERPAUT 18 TAHUN (2 Musim Yang Berbeza)
Menualah Bersama Ku


__ADS_3

Edo


Jutaan kecurigaan sejak tahun kemarin kadang lenyap kadang merayap muncul bagaikan virus rayap yang menggerogoti kayu secara berlahan. Ayudia pernah menyakinkan Dirinya jika dia sudah di angkat menjadi anak oleh keluarga Abimayu, Karena itu keluarga konglomerat kaya raya itu meminta dia tinggal di rumah bak istana milik mereka. kecurigaan yang datang menghempas Seketika surut bagai air laut pasang.


Selanjutnya setelah benar-benar habis masa magang, mereka sekolah secara normal seperti biasanya, tapi kebiasaan mereka sejak kelas 1 SMK sudah berubah, tidak ada lagi Ayudia yang sibuk dengan audisi nya, hanya Masih sering naik stage untuk show live saja dan tidak ada lagi kegiatan pulang bersama, bahkan beberapa kali tanpa sengaja dia memergoki Ayudia di jemput pulang dari radius puluhan meter dari sekolah oleh direktur utama Abimayu group itu, ardhan menggunakan mobil yang berbeda-beda Beberapa Waktu.


Dan seperti biasa perasaan curiga naik turun itu selalu mengganggu Dirinya,tapi lagi-lagi dia menepis nya dan ayudia memastikan nya.


Tapi Minggu kemarin saat Beberapa foto ayudia yang masuk keluar hotel tiba-tiba menyebar di group sekolah, belum lagi desas-desus tidak sedap jika ayudia adalah sugar baby dari om om kaya membuat Edo kelabakan, sejuta pertanyaan Kembali menghantam nya. bahkan lucunya direktur Abimayu itu malah datang langsung ke sekolah untuk mengklarifikasi keadaan.


"kamu sama pak Ardhan sebenarnya punya hubungan apa?"


"Edo... pertanyaan kamu bisa nggak dilontarkan pada moment yang pas?"


tampak wajah cemas terpatri diwajah Ayudia, mengintip dari arah kelas yang mengarah ke ruang kepala sekolah


"kamu pacaran sama dia?"


seketika ayudia menoleh ke arahnya, Kemudian tertawa terbahak bahak


"emang aku tertarik sama istilah pacaran? kek nggak kenal aku aja kamu do!"


Edo hanya bisa menarik lega nafasnya, iya kan ayudia nggak pernah tertarik pacaran selama ini seingat nya


********


Ayudia


Beberapa hari ini tubuhnya terasa aneh, kepalanya sering terasa pusing bahkan beberapa kali mengalami mual hebat, temperamental nya acapkali naik turun, dan dia sering merasa kesal sendiri, dan dia benar-benar benci dengan keadaan ini


"Kamu sakit?"


Edo bertanya sambil berusaha mengurut tengkuk lehernya, memberi nya minyak angin.


ahh lega...


gumam ayudia


aroma hangat minyak angin terasa begitu enak di cium,apalagi aroma mint dan coklat, belakangan dia selalu suka aroma-aroma Seperti itu, dan lucunya dia selalu suka aroma parfum coklat milik sang suami, acapkali dia masuk ke dekapan ardhan hanya untuk mencium aroma tubuh sang suami yang khas bahkan dia merasa menjadi lebih manja terus ingin berada didekapan sang suami.


"Sayang, kamu kenapa?"


ardhan bertanya sesaat Ayudia langsung masuk ke dalam dada bidang nya,mengendus tubuhnya beberapa waktu kemudian mendekapnya erat.


yang tadinya dia fokus dengan pekerjaan nya, langsung menggeser posisi laktopnya


"Kenapa?"


"Ngggg"


Ayudia tidak menjawab, ujung-ujungnya malah tertidur diperlukan sang suami, ardhan hanya bisa menggeleng-geleng kepalanya


*******


Ardhan


dia fikir anak ini terus bersikap aneh dalam 1 Minggu ini, sering tiba-tiba main nyosor tanpa aba-aba, kadang masuk ke dalam dada bidangnya cuma untuk mencium aroma parfum nya, bersikap lebih manja dari biasanya dan kadang minta hal menjurus ke arah lebih in..tim dengan sendiri nya,lebih agresif bahkan kadang kala marah-marah dalam keadaan yang tidak jelas.


1 Minggu seakan-akan dia menghadapi orang baru didalam hidupnya


"Abang"

__ADS_1


"hmm"


ardhan hanya menjawab hmm sambil terus merapikan berkas-berkas kerjaannya, dia cukup kaget saat Ayudia tahu-tahu sudah berada di ruangan kerjanya


"kamu nggak sekolah?"


Ayudia menggeleng-geleng kan kepalanya


"Rapat guru soal persiapan perpisahan setelah ujian sekolah"


ardhan membulatkan bibirnya


namun sedetik kemudian Ayudia malah menyambar tubuh nya, mencium dia dengan agresif


"Sayang, hey, sebentar, ini dikantor"


jelas saja ardhan harus protes,sang istri menjadi lebih agresif, ini di kantor, bagaimana jika ada karyawan yang tiba-tiba masuk?


"Sayang"


sedetik kemudian sang istri malah merajuk


Allahuakbar


ardhan bergumam dalam hati


ternyata membahagiakan istri begitu sulit sekali, tidak dituruti 1 kali saja kemauan nya, bisa 2 hari 2 malam tidak di ajak bicara.


hingga satu malam saat Ayudia meminta pelepasan lebih dulu dengan cara yang begitu agresif, di sesi akhir tampak bercak darah mengotori Sprai kasur berwarna putih itu


"Sayang, kamu baik-baik saja?"


Ayudia tampak bingung


seketika ardhan mengerutkan dahinya, pemikirannya melayang entah kemana, dia jadi sedikit curiga.


jangan-jangan?!


dia sudah pernah berumah tangga, tentu saja pernah melewati masa ini.


kemudian saat mendapati kabar jika sang istri pingsan tiba-tiba, dia melesat kerumah sakit tanpa aba-aba, akhirnya kecurigaan nya benar-benar terjawab, istrinya benar-benar tengah hamil 5 Minggu.


"Jadi karena Dedek yang diperut, mama nya jadi nakal dan lebih agresif yah"


goda ardhan sambil menyentuh pelan perut Ayudia


Ayudia tengah duduk selonjoran di kursi sofa, sedangkan ardhan tidur dipangkuan paha Ayudia, bicara menghadap ke arah perut sang istri.


tidak tahu kenapa perasaan nya begitu bahagia


"Mana ada"


sang istri malah menjawab dengan wajah memerah


ardhan terkekeh


"Sebenarnya ini disebut ngidam atau memang mama nya sudah mulai berani yah sama papa?"


lagi-lagi ardhan menggoda, mengelus perut Ayudia kembali kemudian mencium nya hangat


"ish"

__ADS_1


Ayudia menjewer telinga ardhan


"aduuu..dduuuu.. sayang"


ardhan pura-pura meringis, tahu jeweran istrinya tidak sakit, tapi akal-akalan nya saja agar dikasihani oleh ayudia.


"sakit?"


"sakit lah"


ardhan pura-pura mengadu"


"maaf"


Ayudia bicara sambil sedikit menundukkan kepalanya, mencoba memperhatikan telinga sang suami yang di jewer nya


tapi dalam hitungan detik, tangan kanan ardhan menahan tengkuk Ayudia, membiarkan bibir mereka menyatu dengan sempurna cukup lama.


"sayang"


Ayudia merengek, Seperti nya dia kehilangan nafasnya karena saling bertaut dengan posisi tidak menguntungkan


secepat kilat Ardhan berdiri kemudian Meraih tubuh ayudia, menggendong nya ala bride style kemudian berbisik dengan nakal


"kali ini aku minta"


"Abang"


Ardhan terkekeh, kemudian secepat kilat menutup pintu kamar, meletakkan tubuh sang istri di atas kasur dengan lembut, kembali menautkan bibir mereka dengan gerakan cepat, saling bertaut lidah bahkan menyesapnya beberapa kali hingga membuat ayudia mengeluarkan suara yang sangat menggoda, membuatnya semakin merasakan gejolak gas..rat yang membara.


tangan kanannya dengan lembut menyentuh tengkuk Ayudia, sedangkan tangan kirinya mulai bergerak nakal ke bawah,beberapa waktu bibirnya turun ke ceruk leher Ayudia, lantas turun ke atas dada membuat tanda berwarna disana, sesekali terdengar suara manja Ayudia, meringis sambil mencoba menjambak halus rambut ardhan.


"Kita akan pelan-pelan"


bisik nya kemudian, karena ingat ini kehamilan trimester pertama dia fikir tidak akan bertindak seperti biasanya


lantas dia berlahan membawa sang istri mendayung di lautan luas, dengan begitu lembut dan berlahan, memompa nya berkali-kali sambil terus menautkan bibir mereka, membiarkan sang istri kadangkala menjerit kecil atau bahkan me..leguh karena nik..mat tiada Tara, membuat istri tarus menyebutkan nama nya dengan indah bahkan acapkali kembali ikut menautkan bibirnya hingga ke sesi akhir Pele..Pasan dan mencapai pun..cak kenik..matan akhir.


"Sayang"


bisiknya lembut setelah mereka sampai pada pun..cak nya, memeluk erat Ayudia dari belakang sambil beberapa kali mencium kepala Ayudia


"Hmmm"


"Menua lah bersama ku"


ayudia dengan cepat membalikkan tubuhnya, dapat dia lihat mata sang istri Tampak berkaca-kaca


"Perjalan hidup dan skenario cinta kita masih sangat panjang, maukah terus berada disamping ku hingga akhir?"


"Menua bersama ku, meski apapun yang terjadi"


ayudia mengangguk cepat


ardhan memeluk erat tubuh sang istri


"Sayang i love you, terima kasih untuk banyak hal yang telah kamu berikan"


entahlah mungkin benar aku tidak bisa melupakan yang pertama, karena dia tertanam indah bersama kenangan tersendiri didalam hati ini. tapi kamu adalah seseorang yang lain, yang masuk kehidupan ku secara tidak sengaja, mengajarkan banyak hal baru, dan membuat aku terus merasa dicintai.


Terdengar ambigu, tapi kamu membuat ku terus menggantung diri bersama mu, takut melepas kan mu dan membuat ku memiliki kehidupan baru, tidak tahu cinta yang bagaimana, tapi ini bukan cinta karena dalam tanda kurung hanya sekedar kebutuhan seksualitas saja.

__ADS_1


Tapi cinta ini berbeda, dimana kamu menjadi alasan ku untuk menatap dunia, membuat sebuah kenyamanan tersendiri ketika saling bicara dan menatap antara satu dengan lainnya, membuat ku selalu ingin melindungi mu, selalu menghormati kamu, selalu mengharap kan kamu terus berada di ruang hati ku.


Dan nama mu tersimpan di sudut berbeda dimana nama arletta tersimpan, di satu tempat namun di hati yang sama, kamu spesial , begitu spesial hingga membuat ku takut kehilangan kamu, berharap menua bersama mu hingga akhir hayat.


__ADS_2