
Ayudia
ok acaranya menggelegar bangettt
pekik ayudia dalam hati, dia memakan beberapa cake dan makanan ringan lainnya selama acara berlangsung, Kemudian mama ainun dengan cepat mengajak nya untuk berkenalan dengan beberapa relasi nya
"anak buk?"
"iya, bungsu di rumah"
eee...muka Ayudia langsung memerah
"cantik gini, waktu ngidam makan apa?"
"banyak-banyakin nonton film India sama film China"
canda mama Ainun
"jarak nya jauh juga yah sama yang tua"
"Kebablasan jeng"
canda nya lagi
ala mak jangggg
mama ainun mah pandai banget bercanda nya
ayudia mencoba menahan tawanya
setelah lepas dari obrolan Mak Mak rempong mereka akhirnya keluar menuju ke kumpulan bapak-bapak, papa nya ardhan langsung memeluk ayudia cepat
"nah jagoan catur saya ini, kapan main catur lagi sama papa?"
tanya papa ardhan cepat
"pulang dari sini boleh, tapi harus malam Minggu yah pa takut mata nggak kuat,nanti ..."
Ayudia menunjuk ke arah panggung, ketika Ardhan masih sibuk bicara dengan beberapa orang di atas stage setelah selesai memberi kan kata sambutan
"wah itu mah nggak bakal berani sama papa, aman biar papa yang urus kalo marah kamu ketiduran di kantor"
mereka tertawa bersama
setelah ditinggal oleh mama dan papa pak dirutnya, tenggorokan ayudia diliputi rasa haus yang mendalam, terasa kering dan benar-benar butuh sesuatu untuk melepaskan dahaga
sejak tadi dia bingung dengan seluruh minuman nya,dia cium aroma nya tampak aneh, dia fikir mungkin ini Coca cola atau sprit Made in luar sana. saat di cicipi pun
rasanya pahit dan aneh
Aqua... mana aquaa....
jerit nya
ok fix coba yang satu ini, rasanya lebih baik dari pada yang lainnya.setelah bertarung perasaan dia coba habiskan satu gelas bertungkai dalam beberapa tegukan
haiyoooo
apapun ini
tapi tidak tahu kenapa dalam beberapa menit kemudian tubuhnya tiba-tiba menjadi panas Seketika, tenggorokan nya terasa tidak enak, dia menjadi sedikit pusing dan dingin
__ADS_1
masa sih kena serangan demam tiba-tiba??
rutuknya dalam hati
dia coba lagi minum gelas ke 2 minuman nya
bukannya meredam malah tampak pusing kepala nya
pada akhirnya pak Dion menghampiri nya dengan kening berkerut
"nona minum?"
tanya nya panik
"bapak.... nggak ada Aqua... saya minum itu...tu...tu... kenapa rasanya kek minum racun rumput pak buat bunuh diri karena putus cinta?"
Ayudia tertawa pelan
gila memang gua pernah mau bunuh diri karena putus cinta
tanya nya dalam hati
"kunci kamar nona mana? saya antar pulang"
begitu mendengar kunci kamar Ayudia langsung melotot
"ini gara-gara bapak, kunci saya tertinggal didalam, saya harus masuk ke kamar pak ardhan dan ganti baju disana"
omelnya cepat
"Aduh...."
Dannnn terserah mau kemana,kepala ayudia rasanya pusing tujuh keliling, yang dia ingat pak Dion dengan bersusah payah membawanya pulang sambil mengomel sepanjang jalan kenanga.... kau peluk diri ku mesraaa.....akhhhh anggap saya itu bapak nyanyi begitu dah kira-kira.
Lantas menyuruh nya istirahat di atas kasur empuk yang terasa begituuu nyaman untuk nya, itu laki-laki entah menghilang kemana dengan perasaan penuh emosi karena keringat nya tergesur habis cuma demi membopong tubuhnya naik dari bawah ke atas
biar mampus sekalian itu song Jong Ki KW gara-gara dia sore ini gua jadi ketiban sial
ucapnya lagi sambil cekikikan
Dia mulai terlelap di kasur empuknya, sesekali menggeliat, cahaya lampu yang temaram menambah enggan untuk dirinya bangun, apalagi efek minuman apa yang dia tidak paham apa itu tadi membuat kepalanya berdenyut kencang hingga sulit sekali mengendalikan diri.
Sangat lama...Hingga akhirnya tiba-tiba terasa sebuah tubuh besar naik ke atas kasur nya,tidak ada gerakan terdiam cukup lama namun saat dia bergerak sedikit mengubah posisi tidurnya selang beberapa waktu tubuh itu kemudian mendekati dirinya
"Ay"
suaranya terdengar begitu lembut dibalik telinga nya
itu suara siapa?
Dirut nya?
yah seperti suara laki-laki itu
ini mimpi, just dream
gumam ayudia tidak jelas
sedetik kemudian bibir nya terasa basah karena di sentuh seseorang,di sentuh oleh tubuh itu yang entah siapa, otaknya tidak bekerja sempurna, dia malah menikmati nya,bahkan membalasnya dengan nakal.
apalagi ketika orang itu mulai menyesap lehernya bahkan turun hingga ke dadanya,bahkan orang itu dengan sangat lembut menyentuh tiap bagian tubuhnya yang paling sensitif,membawanya menuju ke arah yang entah kemana, dia dibuat tidak berdaya, dia malah mengerang nikmat, kadang melenguh,kadang memekik pelan, Beberapa kali berteriak kecil bahkan sempat menangis karena rasa sakit dan perih yang menghantam bagian paling sensitif miliknya dibawah sana, Kemudian entah kenapa malah berganti nikmat tiada Tara.
__ADS_1
******
ardhan
Entah kemana Dion membawa gadis itu, dia fikir harusnya gadis itu sudah kembali ke kamarnya
saat Dion sudah mengembalikan card ID dia ingin bertanya, lagi-lagi tidak ada waktu untuk menggelar pertanyaan semacam itu, panggilan papa dan mamanya memecah konsentrasi nya
apalagi dia harus Beberapa kali bersulang pada beberapa relasi bisnis papa nya sejak tadi, dia type orang yang cukup kuat minum tapi dia fikir hari ini bukan waktu yang baik, otak nya sedang dipenuhi oleh hal-hal yang membuat nya sakit kepala setengah mati.
apalagi dia lihat teman nya Rudi juga terpaksa minum mengganti kan papa nya berapa kali, akhirnya laki-laki itu memilih pulang lebih dulu karena merasa pusing.
pada akhirnya dia pun merasa tidak kuat lagi,dengan cepat segera berpamitan pada papa dan mamanya, meminta undur diri lebih dulu
"Nanti lihat ay dulu ya"
kata mama nya cepat
ardhan hanya mengangguk-angguk pelan
Dia masuk ke dalam kamar dengan sedikit sempoyongan, merasa lelah, pusing dan juga sakit kepala. merebahkan tubuhnya dengan kasar di atas kasur, mencoba memejamkan matanya. namun tiba-tiba terasa sebuah gerakan mengejutkan dirinya, dia melonjak kaget, menoleh spontan
**** you Dion,what the hell? kenapa dia meletakkan gadis itu ke dalam kamar gua coba
umpatnya dalam hati
Alih-alih menenangkan diri dan mengusir rasa pusing yang semakin mendera, melihat sosok gadis ini semakin membuat kepalanya terasa mau pecah. apalagi tiba-tiba belahan gaunnya naik hingga ke pahanya
dia mencoba mengendalikan dirinya, tapi seakan-akan setan terus berbisik dikepalanya, apalagi saat Ayudia bergumam tidak jelas
mungkin ini kegilaannya, anggaplah dia kehilangan akal warasnya, dia mencoba naik ke atas tubuh gadis itu, memandangi wajahnya yang indah itu sejenak
"Ay"
bisiknya pelan
kemudian bibir nya secara berlahan menciumi bibir gadis itu secara berlahan. awalnya dia fikir jika gadis itu terbangun dan merontah maka dia akan melepaskan nya, tapi siapa sangka gadis kecil itu malah merespon nya dengan sangat baik. membalas ciumannya dengan begitu indah.
pada akhirnya membuat dia semakin kehilangan kendali atas seluruh tubuhnya, terus menautkan bibir mereka dalam waktu yang cukup lama,turun ke ceruk lehernya membuat beberapa tanda indah disana,bahkan turun ke dadanya juga melakukan hal yang serupa. dia frustasi karena bukannya menolak gadis itu malah mengeluarkan suara erangan yang menggoba, membuat dirinya semakin menggila dan memanas.
5 tahun waktu yang sangat lama untuk menahan semuanya, bahkan 5 tahun untuk ukuran seorang pria merupakan pencapaian yang luar biasa, dia seakan lupa siapa yang dia tangisi selama ini, malam ini gadis kecil ini mampu membuat dirinya menutup luka lama yang terus terpatri di hatinya.
saat tangannya dengan nakal turun ke bagia paling sensitif dibawah sana, gadis itu menekan kasar kukunya ke punggung ardhan sambil menjerit kecil,dia terkekeh dia fikir dia baru mencoba memainkan jarinya,lalu bagaimana jika dia benar-benar memasukinya. dia kembali menautkan bibir mereka, sambil tangannya dengan cekatan membuka gaun indah yang digunakan gadis kecil itu tadi, setelah itu dia juga melepaskan seluruh kain yang menutupi tubuhnya satu persatu.
damn it
bahkan kini mereka benar-benar tidak menggunakan apapun, ardhan awalnya masih ragu, tapi Ayudia seakan terus memancing nya agar meneruskan semua kegiatannya
tanpa berfikir 2 hingga 3 kali, dia mencoba membuka kedua belah kaki gadis itu, membuat gadis itu merasakan sensasi baru yang pasti nya belum pernah dia rasakan sebelumnya, membiarkan gadis itu menikmati sesuatu yang akan membawanya terbang tinggi hingga ke nirwana
akhhhh....
Ayudia tampak berteriak panik, menggigit pelan bahunya
ini gila fikir nya,tapi dia masih terus berusaha
akkhh....
gadis itu kembali berteriak,kali ini gadis itu memeluk erat diri nya menggigit kembali bahunya sedikit lebih kencang, pertahanan itu hancur seketika
terlihat air mata gadis itu tumpah, ardhan menghapus nya pelan,mencium bibir gadis itu agar meredam teriakannya kemudian secara berlahan membawa nya ke alam bebas, memompanya dan menerbangkan nya menggunakan sayap yang paling indah untuk menembus semua lapisan cakrawala, melambung kan semu angan-angan nya menuju ke mimpi paling sempurna hingga beberapa babak sampai pagi tiba
__ADS_1