CINTA TERPAUT 18 TAHUN (2 Musim Yang Berbeza)

CINTA TERPAUT 18 TAHUN (2 Musim Yang Berbeza)
Berkat Kamu "Abadilah cinta Andrei Aksana"


__ADS_3

Jerry


Setelah melakukan penyergapan pada para pengedar narkoba di kampung...... Jakarta Utara, Jerry langsung melesat pulang ke rumah pribadi nya. Sudah hampir 3 bulan berkutat di luar tanpa ada istilah istirahat yang cukup dan benar, bahkan mungkin dia lupa kapan terakhir mandi dirumah sendiri saking sibuknya.


Sejak tadi dia terus menguap sambil mengendarai mobilnya, perasaan ngantuk benar-benar tidak dapat dia kendalikan, suara music dimobil nya terus mengalun, lagu milik BCL antara aku dan dia terus memenuhi ruangan mobil.


seketika ponselnya berdering, dia mengangkat nya lewat bluetooth headset


"Kenapa bro?"


sang rekan sejawat menghubungi dia tiba-tiba


"Acara apa? amal?"


dia mengerutkan dahinya


"Oh ayolah, aku capek bro, tidak bisakah diwakilkan saja?


dia menolak malas saat sang teman berkata jika atasannya meminta agar dia mengantarkan sang istri untuk ikut ke acara amal malam ini di hotel ....... jakarta, dia tahu ini hanya akal-akalan saja, istri atasan nya punya niat untuk menjodohkan dia dengan putri nya.


Bukan dia menolak nya, putri Kapolres Jakarta.....memang cantik, bahkan Beberapa teman nya mengagumi Gadis itu, tapi entahlah Jerry yang biasa playboy Tengah enggan berurusan dengan perempuan sejak kena karma soal ayudia


damn it


sang Abang menyambar lebih dulu apa yang dia mau


jelas saja dia meringis didalam hati, bahkan cara yang dibuat Abang nya benar-benar ada diluar logika dirinya. Tidak bisa dia bayangkan bagaimana Abang nya bisa meniduri ayudia yang masih polos dikala kondisi anak itu mabuk.


sesaat dia memijat pelipisnya


"Ini tugas negara"


ucap temannya


cih...


dia mengejek


sejak kapan hal begini masuk ke dalam tugas negara?


"yeah baiklah"


dia menjawab dengan begitu enggan


konsepnya tidur dari pagi ini hingga malam, tapi akhirnya berubah menjadi tidur agak siang hingga petang. sebab dia baru ingat punya janji dengan kak eta untuk membeli buku titipan nya buat Mikhayla, akhirnya dia mau tidak mau terpaksa mampir ke Gramedia sejenak untuk mencari buku titipan itu.


"kak judul nya apa kemarin? sama penulisnya? wah lupa Jerry kak, coba kirim lewat WA saja"


Jerry bicara melalui hapenya, tangan kanannya memegang hape bicara dengan kak eta nya sedangkan tangan kirinya sibuk memeriksa semua rak buku yang ada didepannya.


seketika bola matanya tidak sengaja menangkap seorang gadis yang pernah dia lihat sebelumnya, beberapa bulan yang lalu, mungkin hampir 1/2 tahun yang lalu, disaat sebelum sang Abang nya dan Ayudia menikah.


Gadis itu terus fokus mencari beberapa buku tepat di rak dihadapannya, tidak tahu kenapa matanya mengikuti gerakan gadis itu, terus menatap wajahnya tanpa berkedip.


Cantik, indah, sedap dipandang, apalagi ketika gadis itu tiba-tiba bicara dengan beberapa anak di sebelah nya sambil tersenyum lebar kemudian tertawa sumringan, barisan gigi putih nya tampak tersusun rapi, bola matanya beberapa kali berkedip-kedip membuat dirinya cukup terpesona.

__ADS_1


Dan mungkin ini adalah trik paling konyol yang Harus dia lakukan untuk bisa bicara langsung dengan gadis itu kembali, dia pasti sudah gila...


Bola mata gadis itu Seketika menatap kaget ke arahnya, saat tiba-tiba buku yang ingin dia raih juga di raih oleh Jerry


"Oh..maaf"


gadis itu bicara cepat, tapi tidak mau melepaskan pegangan nya pada buku itu


oh God, tuhan adalah sosok yang paling adil didunia ini, bak cerita di drama-drama, hanya tersisa 1 buku saja.


so what can i do?????


Andrei aksana abdilah cinta


buku novel yang pernah aku baca hingga berderai air mata


batin nya


tiba-tiba mengingat dirinya pada sosok ayudia


"Bang titip calon ipar yah"


terpatri ingatan soal ucapan di mall Kemang saat Ayudia naik stage, dan dari sanalah awal Semua nya terjadi, tiket terbeli, pergi ke Palembang dan pecah lah semua hingga kejadian itu benar-benar terjadi melampaui batasan fikirannya.


Dia fikir benar-benar bak cerita novel Andrei aksana, satu sipnosis dalam kutipan skenario nya


"Aku hanya memintamu untuk menjaganya, Er!" pekik Revan kecewa, sesaat setelah bebas dari penjara.


"Tapi aku tidak pernah menyuruhmu untuk mencintainya!"


seperti itulah


ah bukankah perasaan itu aneh? sesuka itukah aku kepada Ayudia? entahlah!


batinnya


"Ah"


gadis itu mengerutkan dahinya, tiba-tiba dia seolah-olah ingat siapa dirinya


"mas-mas yang... aduh siapa yah nama nya? yang ngantar saya ke anak-anak itu kan?"


seulas senyum menghiasi bibir Jerry, bersyukur dirinya masih cukup bisa di ingat


"Ya?"


pura-pura bodoh saja kalau dia lupa


"saya fikir saya yang terlalu pengingat"


gadis itu tertawa kecil


"Ternyata mas nya ngga ingat sama sekali kepada saya"


dia kembali tertawa

__ADS_1


"oh.. iya iya saya ingat, mbak yang...."


Jerry mempraktekkan tangannya ketika duli gadis itu membuka Hells, perhiasan serta aksesoris mewah lainnya, menggunakan selendang di kepalanya


seketika tawa lebat menghiasi wajahnya, susunan gigi putih itu tampak berjejer indah menghiasi bibirnya


"Iya"


angguk nya cepat


"Jadi bagaiman"


Jerry bicara sambil melirik ke arah buku yang ada ditangan gadis itu


gadis itu menghel lembut nafasnya sambil mengerutkan wajahnya, bibirnya sedikit melengkung kebawa Kemudian dia mengembung kan pipi nya.


"Saya sudah mencari buku ini hampir 1 bulan'


ucapnya pelan


Jerry pura-pura membuang nafasnya


"Konsumsi pribadi?"


dia bertanya sambil mengangkat sebelah alisnya


gadis itu mengangguk


"memang nya mas buat apa buku nya"


gadis itu bertanya bingung


"Konsumsi pribadi juga"


Jerry menjawab Cepat


'Begini saja, karena mendapatkan buku ini cukup sulit, kita bisa membacanya bergantian, saya yang bayar bon nya, anda bisa membawa nya pulang lebih dulu, setelah selesai baru saya gantian membacakan"


ucap Jerry cepat memberi saran


sejenak gadis itu menggigit bibir bawahnya


" Hmmm baiklah"


seketika senyuman manis mengambang di balik bibir Jerry, dengan cepat dia mengeluarkan handphone nya, menunggu gadis itu memberikan nomornya


08xxxxxxxxxxx


Oh nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan????


Jerry ingin sekali melompat sekarang juga saking senangnya atas keberhasilan trik tipu dayanya, namun dia mencoba menahannya.


bahkan gara-gara hal ini membuat rasa kantuk nya yang panjang tadi benar-benar menghilang.


"Ok saya bayar sekarang,tunggu di sini dan saya akan kembali"

__ADS_1


Jerry bicara sambil mengedipkan sebelah matanya


seketika gadis itu diam mematung, Tampak wajah nya memerah karena malu sambil menatap punggung Jerry yang mulai menjauh.


__ADS_2