CINTA TERPAUT 18 TAHUN (2 Musim Yang Berbeza)

CINTA TERPAUT 18 TAHUN (2 Musim Yang Berbeza)
Rencana Allah lebih indah dari rencana kita


__ADS_3

Abas


Dia kehilangan kata-kata saat Bima berkata ingin melamar Ayudia, apalagi dari kalimat nya seperti nya anak ini dan keponakan nya itu telah melakukan kesalahan besar yang paling di benci oleh Allah


*Apa terjadi sesuatu saat dipalembang?*


batinnya, saat dia menoleh ke arah Rudi, terlihat jelas wajah anak laki-laki nya seolah berkata


Maaf kan aku Pa karena sudah lalai menjaga ayudia


kekhawatiran terdalamnya adalah, apa mungkin Ayudia merayu Bima? apa mungkin Ayudia begitu tidak punya harga diri? apa mungkin Ayudia menyerahkan dirinya kepada laki-laki yang usianya bahkan sudah 33 tahunan itu, kalau dia tidak salah ingat bima dan Rudi tumbuh di usia yang hampir bersamaan, dan dia merasa malu, malu dengan keluarga abimanyu, bagaimana pandangan mereka terhadap keponakannya itu? jangan-jangan mereka bakal menganggap keponakannya itu sebagai sosok gadis nakal yang menggoda seorang penerus Abimanyu Angkasa Group, demi untuk bisa naik level menjadi orang kaya.


karena itu tiba-tiba otak nya menjadi buntu, memanggil Ayudia dengan emosi yang tinggi seakan-akan tensi darah tingginya sudah naik ke ubun-ubun, dia bertanya dengan nada tinggi dan pertanyaan gamblang itu keluar begitu saja dari mulut nya


"mamang tanya, kamu merayu Bima?


Ayudia menggelang pelan


"kamu nyerahin diri kamu sama dia biar bisa nikah sama Bima dan jadi orang kaya?"


seketika Ayudia menangis didepan nya, dia marah...sangat marah sekali... karena itu tanpa fikir panjang mengambil rotan di atas lemari dengan niat hati memukul anak itu dengan sekuat tenaga nya


tapi... tidak disangka Bima menghalanginya, anak itu tampak marah, menatapnya dengan pandangan yang tidak dia pahami bagaimana


"Om saya yang salah karena sudah menghancurkan masa depan Ayudia, demi Allah saya khilaf, dia sama sekali tidak pernah menggoda saya, demi Allah dia sedikit pun tidak pernah berlaku serendah itu untuk menggoda saya"


"Saya akan pastikan semua bakal baik-baik saja, saya akan menjamin semua masa depan Ayudia, dia akan tetap melakukan apapun sesuai kemauan dia, dia akan tetap mengejar semua cita-cita nya hingga tuntas"

__ADS_1


"Saya akan bertanggung jawab penuh atas semua perbuatan saya, saya benar-benar hanya meminta restu dari oom, saya pastikan semua masa depannya akan tetap berjalan sesuai kemauan dia, kemauan oom dan juga kemauan orang tuanya"


"Saya bersumpah tidak akan pernah menyakiti dia, tidan akan membuat dirinya menangis bahkan karena hal sekecil apapun itu, saya akan membahagiakan dia dan akan terus berada disisinya hingga akhir hayat saya"


setelah berkata begitu bima semakin dalam memeluk ayudia, membiarkan anak itu menangis sesenggukan di dalam pelukannya sambil terus menatap bola mata dirinya sedalam mungkin untuk memastikan pada dirinya jika bima bersungguh-sungguh dengan ucapannya bahkan sama sekali tidak berniat membohongi dirinya.


Seketika dia kehilangan kata-kata, dia cukup bersyukur bukan Ayudia yang merayunya, tapi anak itu yang khilaf.


Abas menatap Rudi dan Cakra bergantian, dia kemudian memejamkan matanya pelan, memegang pelipis nya sambil terduduk di atas kursi, dia tidak menyangka memasukkan anak itu magang ke Abimanyu group malah membuat nya mendapatkan masalah yang berat, ini salah dia, harusnya dia memenuhi permintaan Ayudia untuk magang di bank favorit nya bukan malah melempar nya ke Abimayu group. perkiraan nya soal masa depan Ayudia yang bagus setelah lulus bisa di rekomendasikan masuk ke perusahaan itu, malah membuat anak itu benar-benar masuk kekeluarga Abimanyu group sebagai menantu Cakra Angkasa.


Dan sejenak kepalanya terasa mau pecah, memandangi Bima dan Ayudia bergantian, dia menggeleng-geleng kan kepalanya Beberapa waktu, berapa selisih usia mereka? Ayudia 16 tahun dan Bima 33 tahun, bahkan keponakan nya itu belum menyelesaikan bangku SMA nya. Seketika dia menarik nafasnya berat, dia benar-benar kehilangan kata-kata


******


Ima


Dia terkejut, bahkan terlalu terkejut saat mendapati kenyataan kalau bima mau melamar ayudia, dan yang lebih mengejutkan jika ditangkap dari omongan bima, seperti nya anak itu sudah melakukan kesalahan besar terhadap keponakan mereka itu.


dan benar saja, putra nya Rudi berkata dipalembang kemarin kesalahan besar benar-benar terjadi, versi cerita Rudi cukup membuat terkejut dirinya.


Ima menggeleng-geleng kan kepalanya, memang bima memiliki wajah yang begitu rupawan di atas rata-rata, dibanding Rudi jelas wajah Bima masuk kategori 90 sekian,bahkan sejak kecil kalau main kerumah lama mereka dulu di daerah Kemayoran, para tetangga berebut untuk mendekatkan anak mereka dengan bima, tapi bagaimana bisa keponakan nya itu bisa-bisanya menyerahkan dirinya sama Bima, tidak bisa dibayangkan bagaimana bisa itu terjadi, yang Ayudia badannya masih sekecil itu suka sama Bima yang sedewasa itu.


belum lagi keluarga Bima merupakan keluarga konglomerat kaya raya tentu saja ibu-ibu tambah stress dibuat nya, bahkan keluarga mereka dari Bandung atau dari bogor kalau ketemu Bima waktu anak itu kuliah dulu lagi main kerumah pasti sibuk minta dijodohkan.


Hingga akhirnya Bima jadi duda pun pesona nya masih terang benderang, muka anak itu tetap terlihat tampan dan semakin berkharisma karena itu Beberapa keluarga yang anaknya perempuan nya punya pekerjaan mapan terus sibuk minta di dekat kan, contoh nya itu anak mbak Widya nya yang dari Bandung si intan yang kerja jadi pramugari Garuda, sejak tahun Kemarin ngebet minta dikenalkan sama Bima lewat mereka, tapi siapa sangka malah diluar ekspektasi mereka Bima malah kecantol sama Ayudia, keponakan mereka, anak adik suami nya yang tinggal di Lubuklinggau itu.


tapi yang bikin dia stress bukan apa, Ayudia belum tamat SMA masih kelas dua, dan.... dia tidak habis fikir itu anak kok bisa nyerahin dirinya sama Bima? selisih usia mereka berapa tahun coba?

__ADS_1


"Aku merasa begitu bersalah sama Wati, ma"


suaminya bicara cepat ke arahnya Setelah menyelesaikan sholat isya nya


Ima mencium punggung tangan suaminya, kemudian melepas mukenah nya secara berlahan


"Kita tidak benar-benar menjaganya hingga dia tamat SMA sesuai janji kita"


lanjut suaminya lagi, Seketika air matanya menetes pelan, terlihat dengan jelas rona penyesalan mendalam dari wajah sang suami


Ima menyentuh pelan tangan suaminya itu


"Ayah sebaik-baiknya pengatur alam dan seisinya Allah, kita berencana, tapi rencana Allah lebih indah dari rencana kita"


"ingat anak pak Agus sepupu ima di Bandung kan? anak nya pacaran sama anak satu kuliahan nya, lama... ternyata hubungan nya sudah dalam... baru semester 3... hamil... malah tidak mau tanggung jawab, maksa untuk aborsi , Sampai anak nya pendarahan hebat.."


"ingat Jenar anak pak de iman? pacaran sama anak orang kaya?hamil....tidak mau tanggung jawab sampai ngomong bayi dikandungan Jenar bukan anak dia... sampai buat laporan ke polisi, nunggu anaknya lahir hingga pakai tes DNA segala?"


"Bima... dia orang kaya... konglomerat....punya banyak duit ayah.... bahkan bisa saja memanipulasi keadaan dengan kuasa Abimanyu....tapi dia tidak begitu kan? dia milih mengemban tanggung jawab atas kesalahan nya, bahkan datang kekita secara gentleman kan? malah mau kerumah orang tua ay dalam beberapa hari ini kan?"


"Bima bahkan berjanji tetap menuntaskan semua urusan ay, membiarkan ay terus menggapai cita-cita nya kan?'


"bibit,bebet, bobot nya juga bagus kan?"


"maka nikmat manalagi yang kita dustakan? itu artinya Rizki ay kan? dapat suami orang berada, bisa ngangkat derajat orang tuanya...."


Setelah mendengar kan ucapa nya, sang suami tampak diam tidak berkata apa-apa lagi.

__ADS_1


__ADS_2