CINTA TERPAUT 18 TAHUN (2 Musim Yang Berbeza)

CINTA TERPAUT 18 TAHUN (2 Musim Yang Berbeza)
Membawanya terbang melintasi waktu


__ADS_3

Ayudia


Permintaan dia sama keluarga abimanyu, jangan bilang orang-orang dulu kalau mereka sudah menikah hingga dia lulus SMA.


kan nggak lucu banget kalau teman-teman tau kalau aku sudah nikah


pekik ayudia dalam hati


"Maksudnya jangan bilang-bilang dulu ay sudah nikah"


obrolan itu terjadi 1 hari sebelum akad nikah di rumah keluarga abimanyu, di kamar pak Ardhan


pak ardhan mengangguk sambil sibuk tangan dan matanya bekerja di depan laktopnya


"Rencana nya memang begitu, usahakan kalau ketemu jangan terlalu mencolok, nanti pas magang di kantor juga usahakan biasa-biasa saja"


ucap pak ardhan pelan


"Kalau saya nggak masalah orang-orang tahu, cepat lambat juga bakal di umum kan kalau kamu istri saya, tapi kalau kamu mungkin harus nunggu siap 100% dulu"


Ayudia memunyungkan bibirnya


ishhh kan aku masih sekolah oon, masa harus di umumkan sekarang


omel ayudia dalam hati


ehhh oon, salah dink


dia cekikikan dalam hati


pak ardhan tiba-tiba mengerutkan dahinya, menatap Ayudia heran


"Kenapa?"


Ayudia langsung melebarkan senyumnya


"Nggak apa-apa"


"Begitu boleh"


Ayudia mengangguk


"Tiap pergi kekantor nanti saya minta dion ngantar kamu sampai persimpangan, nanti pak Ujang yang jemput kamu hingga ke kantor"


ayudia mengerutkan dahinya


"Kan terlalu repot pak, saya naik ojek aja nggak apa-apa dari rumah"


pak ardhan kembali menatap nya, Kemudian menarik nafasnya pelan


"Sampai persimpangan di antar Dion"


"Tapi pak"


"khusus yang ini fasilitas buat kamu, tidak boleh dibantah. Saya nggak mau kamu duduk sama laki-laki lain di atas motor, bukan mahram nya"


"ah?"


Ayudia jadi sedikit bingung


"Kan pak Dion bukan mahram saya?"


"Di mobil ada saya di samping kamu, Dion didepan"


setelah berkata begitu pak ardhan kembali fokus pada pekerjaan nya


sejenak Ayudia mematung, kemudian tiba-tiba dia tersenyum, diam lagi,tersenyum lagi sambil terus menatap pak ardhan


Dia lucu juga


batin Ayudia dalam hati, tidak tahu kenapa dia malah senang mendengar ocehan pak ardhan tadi.


tapi yang bikin ayudia agak singkuh, Setelah menikah semua keluarga menyarankan dia ikut pak Ardhan tinggal di apartemen nya, tidak diizinkan tinggal di kontrakan lagi, mang Abasnya pun bilang begitu


"Jangan tinggal di kontrakan lagi, ikut Bima ke apartemen nya, hidup kamu lebih baik dan sehat disana"


"Tapi mang"


"Nanti biar bima yang ngatur bagaimana baiknya"


ucap mama Ainun Cepat


"Kamu cari orang kerja buat beres-beres apartemen kalian Bim"


kak eta bicara cepat


Seketika Ayudia menggelen


"Nggak usah, biar ay yang ngurus"

__ADS_1


"Loh jangan, karena Bima bakal sibuk mondar-mandir kerja, kami juga mesti magang, selesai magang mesti sekolah, butuh orang buat kerja beres-beres dan masak"


papa Cakra bicara Cepat


ayudia kembali menggeleng


"Nggak usah pa, biar ay saja, ay bisa kok ngatur semuanya"


jelas Ayudia nolak, dia tidak suka kalau urusan perut orang lain yang mengatur.


"Yakin?"


mama Ainun menaikkan alisnya


"Yakin mama"


"yah mama percayakan soal Perut Bima sama kamu"


Ayudia tersenyum lebar lantas mengangguk


"Aman mama"


Dan untungnya Setelah acara nikahan tinggal di rumah mama Ainun dulu beberapa hari, jadi nggak singkuh kan karena mesti langsung tinggal di apartemen berdua.


Dia fikir mandi merupakan pilihan terbaik setelah seharian berkutat dengan banyak orang tadi setelah menyelesaikan akad nikah.


sejenak dia melirik ke arah jam dinding


pukul 22.50 pm


Busyet udah malam benar ini babang


batinnya


Pak Ardhan sudah melesat lebih dulu ke kamar mandi sejak tadi, Sedang kan ayudia merasa kesal karena sejak tadi tangannya mencoba meraih resleting belakang kebayanya tapi tidak berhasil di buka karena susah dan tangannya susah di gerakkan


Aihh apa tidak bisa bikin kancing di depan saja, jadi tidak mesti repot di buatnya


pekik ayudia dalam hati sambil melompat-lompat untuk membuka resleting nya


seketika pak ardhan keluar dari dalam kamar mandi, Ayudia melirik dari arah kaca


Wuih ototnya sokot


pekik ayudia dalam hati


itu kotak-kotak kayak di drama-drama itu


"Aigoooo bapak kok nggak pakai baju?"


niat nya ngejek tapi urung karena kesal dengan resleting yang tidak kunjung dapat di turunkan dari tadi


"he em"


Pak Ardhan hanya berdehem


Laki-laki itu berjalan santai mendekati lemari pakaian yang entah kenapa ukuran nya besar sekali dan mewah fikir ayudia


"Bapak... bantu ay dulu"


ucapnya kesal, berjalan mendekati pak ardhan sambil memberikan punggungnya


"resleting nya tidak bisa dibuka"


"ah?"


Pak Ardhan malah bengong


"kok bengong sih pak, bantu bukain resleting nya"


ucap ayudia lagi


kemudian pak ardhan membuka cepat resleting nya, lantas meninggalkan Ayudia dengan cepat menuju ke lemari pakaiannya


Dalam hitungan detik Ayudia melesat menuju ke kamar mandi untuk menyegarkan diri


Ohhhh segarnyaa....


kepala yang terasa pening dan berat akhirnya menjadi dingin dan ringan, riasan make up pun benar-benar terlepas


tapi... waittt


setelah aksi bersih-bersih dan sabun-sabunan belum kelar 💯%, air nya yang tadi hidup tahu-tahu mati, mata nya perih dan


Ayudia berkali-kali mencoba memutar keran air, shower dan .....


mati...benaran mati....


"Bapakkkkk"

__ADS_1


jelas saja dia teriak panik, matanya perih air nya nggak mau hidup


"Bapakkkkk"


dia berusaha mencari handuk mandi


*********


Ardhan


Dia bersiap untuk tidur awalnya, memeriksa handphone nya sejenak kemudian dengan cepat membaringkan tubuhnya yang lelah. baru ingin memejamkan mata, Ayudia malah berteriak panik didalam kamar mandi.


jelas saja ardhan langsung membuka matanya, bangun dari tidurnya dan melesat kekamar mandi


"kenapa?"


"Airnya mati, mata ay perih"


anak itu tampak panik, mencoba mengucek-ngucek matanya, kemudian memutar keran dengan perasaan panik, matanya tidak terbuka dengan sempurna karena perih


Oh brengsek


umpat ardhan Seketika saat sadar ayudia cuma menggunakan handuk sebatas paha, dada nya yang berisi terlihat begitu jelas dimatanya.Dia berusaha menelan salivanya.


baru juga dia ber fikir mencari air minum atau apa untuk membersihkan mata Ayudia lebih dulu, baru nanti turun untuk memeriksa kenapa PAM nya tiba-tiba mati, tau-tau Ayudia mendekati nya dan meraba tubuh ya


wait wait wait


ardhan berteriak dalam hati


apa lagi saat tubuh anak itu menempel ke tubuhnya


otak ardhan Seketika membeku, tiba-tiba serangan batin menyerang nya, sesuatu dibawah sana bergejolak


damn dengan cepat dia mendorong tubuh Ayudia


"Tunggu saya ambilkan air minum"


dia melesat keluar mengambil air minum di dalam teko, membawanya dan membiarkan Ayudia membersihkan matanya lebih dulu.


dan sialnya, tiba-tiba airnya kembali hidup, shower itu membasahi tubuh Ayudia dalam hitungan detik, Seketika Ayudia terkejut melonjak kaget dan


Buggg


anak itu terpeleset dan menimpa tubuhnya


Ya Tuhan ujian apa lagi ini


bibir Ayudia malah menyatu di bibirnya dan


Ardhan semakin merasa pusing saat tubuh anak itu menimpanya, menimpa bagian.... dan


oh such


sekarang katakan siapa yang salah? ardhan atau keadaannya? maka dalam hitungan detik dia malah dengan lembut menciumi bibir anak itu, menahan lehernya dengan tangan kanannya. dan bukannya menolak ayudia malah membeku dan membiarkan dirinya membawa anak itu kemana pun dia mau


********


Ayudia


Setelah teriakan panik yang dia lakukan pak ardhan melesat masuk kekamar mandi, dia bingung masih mencoba memutar keran dan shower, tahu-tahu malah mepet ke tubuh pak ardhan dan.... tidak tahu kenapa hatinya jadi tidak karuanan


kemudian laki-laki menghilang beberapa waktu lantas membawa teko air minum, meminta dirinya membersih kan matanya yang perih. dan setelah itu tahu-tahu air shower nya hidup, karena tiba-tiba sesuatu menyentuh kulit nya dia melonjak kaget, melompat dan tanpa sengaja terpeleset


buggg..


Ayudia tahu-tahu menimpa pak ardhan, dan


aihhh


bibirnya malah bersentuhan dengan laki-laki itu, Jantung nya terasa ingin lepas, dia gemetaran. dan panik. namun tahu-tahu pak ardhan malah menyentuh lehernya, semakin menautkan bibir mereka. Ayudia kaget setengah mati, dia membeku.


kalau kemarin dalam keadaan tidak sadar, kali ini dia dalam keadaan sadar 💯% dan rasanya jiwanya meledak-ledak entah kemana.Dia merasa dibawah ke angan-angan. entah berapa lama bibir mereka bertaut, malah rasanya lidah itu masuk ke dalam mu lutnya dengan lembut, bermain nakal disana, bukannya marah atau menolak Ayudia malah memejamkan matanya karena malu


dan tidak tahu sejak kapan dia berada di atas kasur, tahu-tahu mereka sudah berada disana saling menautkan diri, laki-laki itu bahkan sudah tidak menggunakan apapun, juga kapan pak ardhan membuka seluruh pakaiannya dia tidak tahu. Ayudia merasa pening, laki-laki itu tahu-tahu berada di ceruk lehernya, bermain disana hingga membuat Ayudia Beberapa kali mengeluarkan suara-suara aneh yang membuat dirinya sendiri merasa malu,apalagi saat tangan pak ardhan bergerak kemana-mana isi perutnya terasa di Gelitik dan sesuatu terasa akan tum pah. dan saat tiba-tiba dibawah sana sesuatu yang besar menerobos masuk


"Akkhh pak"


Ayudia terpekik pelan


laki-laki itu malah mencium lembut kedua kelopak matanya


"Saya akan pelan-pelan"


bisiknya kemudian


dan sesuatu terasa sangat menyiksa, menyeruak masuk dengan paksa, Ayudia kembali berteriak kecil kemudian meremas punggung pak ardhan dengan keras.


Dann entah berapa lama, laki-laki itu menggayuh dan me mompa diri nya terbang ke awang-awang, menciptakan sesuatu yang belum pernah dia rasakan, memperlakukan dirinya dengan lembut dan indah, Beberapa kali mencium lembut bibir, leher, mata, kening dan pipi nya.

__ADS_1


membawanya terbang melintasi waktu Beberapa kali hingga pagi


__ADS_2