
Ayudia
Setelah moment kejutan tadi, kemudian ardhan mengajak nya ke sebuah meja yang sudah ditata rapi dengan berbagai macam hidangan, dan jelas ini adalah makan malam romantis.
"Ini rumah siapa bang?
jelas ayudia bertanya bingung setelah acara makan malam mereka
ardhan tersenyum lebar
"Rumah buat kamu,rumah kita"
"Ah?"
Ayudia spontan membulat kan matanya
"rumah kamu, hadiah ulang tahun dari ku"
dan jelas saja Ayudia kehilangan kata-kata
Mana tahu bakal dapat kejutan begitu besar dari seorang ardhan Abimayu, Seketika matanya kembali berkaca-kaca
"sayang, malah menangis?"
ardhan bicara sambil kembali mendekap tubuh Ayudia ke dalam pelukannya
"Sekarang mari bicara soal audisinya"
tiba-tiba sang suami bicara mengejutkan Dirinya
"Bang"
Ayudia melepaskan pelukan Ardhan secara berlahan
********
Ardhan
Terlihat dan pasti terdengar lucu, dia yang sebenarnya cuek harus rela menguras tenaga, waktu dan fikiran demi untuk sebuah kejutan ulang tahun ayudia.
Aku pasti sudah gila
dia mengumpat dalam hati sambil mengulum senyum
2 hari in mengurus semua berkas surat menyurat rumah, tidak tahu kenapa dia jatuh cinta dengan rumah ini sejak awal, dia fikir tinggal di apartemen memang nyaman, tapi entahlah rumah seakan-akan menandakan sesuatu yang lebih nyaman.
"Sudah semua surat-surat nya?"
ardhan bertanya Cepat ke arah dion sambil memperhatikan beberapa pekerja yang memindahkan posisi piano ke dalam ruangan
Dion mengangguk cepat
"Nanti jangan lupa sisa lainnya di siapkan, aku harus kembali mengikuti rapat"
Dion mengangguk tanda mengerti
Dia sebenarnya takut acara ini gagal, apa lagi mood Ayudia tidak dalam keadaan yang baik, tapi sejak kemarin dia terus berharap semoga semua sesuai dengan ekspektasi nya.
Dan malam ini Seketika senyuman nya mengembang saat dia sudah benar-benar melihat sosok sang istri didepan mata, dia bahkan membuat kejutan dengan menyanyikan lagu love you to beloved by you sambil memainkan piano yang sudah dipersiapkan sejak siang tadi.
saat anak itu masuk kedalam pelukannya, secara spontan dia mendekapnya dan ketika Ayudia bertanya ini rumah siapa, Seketika dia menjawab tentu saja ini milik Ayudia, rumah milik mereka yang InsyaAllah dalam waktu dekat akan mereka tempati secepatnya.
Dia menarik dalam nafasnya, kemudian berkata dengan sangat lembut
"Sekarang mari bicara soal audisinya"
seketika sang istri diam, mendongakkan kepalanya lantas melepaskan pelukan nya
"Bang?"
__ADS_1
"Kenapa tidak berkata jujur soal keinginan kamu?"
ardhan bertanya sambil menatap dalam wajah Ayudia, mereka duduk di sebuah kursi sofa, saling berhadapan satu sama lainnya
Ayudia menundukkan kepalanya
"Maafkan aku Abang"
"Kamu boleh menyampaikan keinginan, bicara jujur soal perasaan kamu, tidak ada batasan, tetap seperti ayudia yang aku kenal sebelum nya"
"Ay hanya takut, Abang tidak setuju"
"Kalau belum dicoba, siapa tahu soal setuju tidak setuju?"
"Bukankah saat pertama menikah Abang sudah bilang, ini soal kamu, masa depan kamu, kemauan kamu"
Ayudia menelan Saliva nya, ini lah kenapa dia berfikir selama 2 hari untuk menyampaikan nya, karena baginya suami nya lupa pada perasaannya sendiri, dia selalu memikirkan perasaan ayudia tanpa mempertimbangkan bagaimana hatinya sendiri.
"Berjalan seperti air, lakukan apapun yang menurut kamu nyaman tapi masih dalam konteks nya"
"Tidak melewati batasan"
ayudia menggeleng pelan
"Ini bisa jadi melewati batasan"
ucap ayudia cepat sambil menatap dalam bola mata ardhan
"Ay dan Edo mungkin tidak sekedar berpegangan tangan, dalam dance semua menyatu, mungkin bukan sekedar tangan yang disentuh, bisa jadi pinggang, leher bahkan wajah ay"
mendengar itu ardhan Seketika menelan salivanya
"Ay mencoba tidak menciptakan kebohongan disini, mempertimbangkan semuanya selama beberapa hari, ingin sekali sejak 2 hari kemarin ikut acaranya, tapi hati selalu bertentangan"
"Ingin sekali menyampaikan semua nya dengan Abang, Jika ay ingin ikut event nya, tapi... rasanya egois jika ay masih maju, ternyata setelah menikah ay tahu, tiap kali ingin bertindak jauh, rupanya ada hati yang harus dijaga"
"Mungkin ay bisa saja berbohong, lalu bagaimana kalau satu hari ketahuan? ini akan mempengaruhi hubungan kita bukan? semua nya malah akan jadi rumit dan kacau"
ardhan terdiam
"Tapi ini adalah persoalan tentang apa yang menjadi harapan kamu"
"Ada banyak hal yang ingin kamu kejar kan?"
ardhan menyentuh hangat wajahnya
"Mungkin untuk Edo masih dapat dipertimbangkan, selebihnya untuk orang lain TIDAK, karena aku hanya tahu Edo, dia cukup baik dan cukup bisa menjaga diri"
"Hingga semua keinginan terkabulkan, hingga kamu lulus dan menyelesaikan kuliah, hingga cita-cita kamu dapat digapai, Aku akan sabar menunggu"
"Bukankah hanya 5 tahun? aku dengan sabar menunggu"
"Seperti janji ku sama Mak bapak kami di Lubuklinggau, akan menuntaskan semua cita-cita serta harapan kamu hingga titik akhir"
********
Ayudia
Tidak tahu kenapa waktu ardhan bilang tidak apa-apa, dia bisa melihat dari balik Bola mata itu, jika sang suami sebenarnya keberatan, tapi demi menjaga perasaan nya, demi menuntaskan semua janjinya seakan-akan sang suami sedang berbohong dengan perasaan nya sendiri.
ardhan tidak pernah bilang tidak untuk apapun yang dia lakukan selama ini, selalu ada toleransi, selalu sabar mengikuti kemauan dia, menjaga perasaan nya, bersifat baik dan begitu lembut bahkan penuh cinta. Hingga membuat dirinya takut, takut jika-jika suami nya terluka, takut jika-jika suami nya memendam beban selama menikah dengannya.
Dia takut sang suami tidak bahagia selama menikah dengan dirinya
"Abang"
dia mencelos, menangis menatap ardhan
laki-laki itu malah memeluk nya erat
__ADS_1
"Aku akan sabar menunggu 5 tahun kedepan, lakukan semua yang kamu anggap dapat membahagiakan kamu, kejar semua impian kamu hingga akhir. Setelah selesai,berjanjilah menggenggam tangan ku, tidak melepaskan nya hingga akhir"
*******
Ardhan
Dia sejak awal tahu konsekuensi nya saat menikahi Ayudia,dia fikir kesabaran pasti membuahkan hasil, dia pasti sabar menunggu hingga watu itu tiba nanti.
Dia tahu akan ada banyak halangan dan rintangan yang terjadi kedepan nya, menikahi Ayudia bukan seperti menikahi perempuan seumuran nya, yang sudah matang dan pasti nya mungkin sudah punya kedudukan sendiri dalam kehidupan nya seperri pendidikan serta karirnya.
menikahi Ayudia adalah jalan panjang yang sangat berliku dan terjal yang suka tidak suka harus dia hadapi dan dia ikuti alurnya, tidak bisa egois mementingkan dirinya sendiri atau bahkan memaksa anak itu mengikuti jalan miliknya.
bahkan masalah baru akan terus berdatangan hingga anak itu benar-benar menjadi dewasa nantinya
*********
Dan benar saja, beberapa minggu menjelang ujian sebuah problema juga kasus baru benar-benar mencuat
Ayudia adalah sugar baby nya sang pengusaha-pengusaha Indonesia kaya raya
mungkin karena beberapa kali keluar masuk hotel bersama ardhan, tanpa di sadari ada temannya yang melihat langsung, maka Beberapa pagi ini berita itu pecah disekolah tanpa bisa dikendalikan, bahkan group WA terus bergulir mengumpat dan mengatai siap sang istri, ardhan pada akhirnya berjuang habis-habisan mengatasi permasalahan itu, bagaimana caranya agar semua clear dan tidak menggangu ujian Ayudia, belum lagi Ayudia menjadi stress karena keadaan, menangis berhari-hari karena gosip sugar baby.
Dan Pada akhirnya saat kasus mereka clear dan ujian benar-benar akan tiba besok terdengar sambungan telepon yang di buat om Abas, mengatakan jika Ayudia tiba-tiba pingsan disekolah
"Ayudia pingsan Bim, cepat susul kami kerumah sakit"
jelas saja secepat kilat Ardhan melesat menuju ke rumah sakit, otaknya mulai buntu, kecemasan mendalam menghantui dirinya.
Setiap kali hal seperti ini terjadi, ingatannya soal arletta pasti muncul tiba-tiba
"Om?"
dia bertanya khawatir dengan nafas ngos-ngosan karena berlarian tadi, l menatap om Abas dan om Haris bergantian. ternyata sang mama dan eta juga sudah ada disana.Wajah Ayudia tampak pucat pasi, tubuhnya tampak begitu lemas sekali
sang mama tampak melotot kesal ke arah ardhan
"Kamu ini jadi suami bagaimana?"
ardhan jelas mengerutkan dahinya, bingung
"Kan tunggu sampai tamat SMK, cuma tinggal nunggu ujian lagi terus pengumuman kelulusan"
"Ini kenapa malah kebablasan?"
mama nya tampak mengomel Sambil marah-marah
"Maksud nya gimana ma?"
ardhan tampak bingung, semakin tidak paham dengan keadaan
eta menarik tubuh ardhan, menatap tajam ke arah bola mata nya
"Berharap itu perut jangan sampai besar belum waktunya, Abang ini gimana ? kan sudah di bilang pintar-pintar Abang menjaga ayudia! kok bisa hamil coba?"
"ya?"
seketika dia membeku, menatap wajah eta, kemudian menatap wajah mamanya, lantas Kemudian menatap wajah Ayudia
"Hamil?"
eta mengangguk cepat
dia kembali menatap wajah Ayudia, wajah itu sama bingung nya dengan dirinya.
Ya Allah apa karena malam ulang tahun itu?
pekik Ardhan dalam hati
Kenapa semua kadang tidak sejalan dengan rencana???
__ADS_1