
Bik Sri
Saat melihat pertengkaran kemarin antara ardhan dan Ayudia yang tidak dapat dia pahami kenapa jelas membuat dia gelisah dan khawatir. apalagi waktu Ayudia yang sudah seperti putri nya sendiri itu menangis sesenggukan selama didalam perjalanan dan ardhan yang sejak kecil bersama dengan nya tiba-tiba diam seribu bahasa di mobil hingga tiba ke rumah membuat dirinya semakin serba salah.
Bahkan saat menyiapkan makan malam hingga menuju ke makan malam pun suasana menjadi begitu mencekam, dia fikir ini pasti gara-gara laki-laki yang ada bersama Ayana tadi. Fikiran buruk nya berkelana kemana-mana, berfikir jangan-jangan hal buruk lagi-lagi terjadi.
Dia ingin sekali bilang pada ardhan untuk jangan membuat perkara baru di hati Ayudia, anak itu sudah hampir 2 bulan tertekan dalam persoalan di tempat kuliahan nya, ingin sekali dia mengadu pada ardhan soal Ayudia dan permasalahannya tapi ayudia melarang nya.
hingga akhirnya pertanyaan ardhan yang terlontar tiba-tiba pagi ini setelah ayudia pergi kuliah akhirnya pecah juga.
"Bik,apa ada sesuatu yang tidak saya ketahui soal ayudia belakangan?"
jelas saja dia gemetaran saat ardhan menanyakan soal hal itu, pura-pura menggendong Hanif yang sebenarnya tidak merengek.
"Nggak ada kok den"
Dia mati-matian menghindari tatapan mata ardhan, takut jika-jika ardhan mengintrogasi dirinya lebih jauh.
"Bik, ini soal masa depan Ayudia, saya mesti tahu semua soal Ayudia bik"
"Nggak ada apa-apa kok den, kenapa tiba-tiba tanya gitu?"
seketika Ardan menarik nafasnya dalam
"Ayudia mau berhenti kuliah dan pulang ke Jakarta"
"Astagfirullah hul'adzim"
akhirnya yang dia Takut kan terjadi juga
"saya tahu bibi bohong, nggak mau cerita sama saya soal kebenarannya"
ardhan menatap dalam bola matanya
"sekarang saya mohon bik, cerita sama saya kenapa tiba-tiba Ayudia minta berhenti kuliah?"
pada akhirnya air matanya tumpah juga
"Demi Allah aden nggak bakal emosi mendengar nya"
Ardhan hanya mengangguk
"Sebenarnya....sejak 2 bulan kemarin.."
*******
Ardhan
Dapat dia lihat bik Sri terus mengelak memandang balik matanya sejak tadi, berusaha menggendong Hanif padahal jelas-jelas Hanif tengah asik bermain dan tidak merengek sama sekali hingga menimbulkan kecurigaan yang semakin besar dihatinya.
Jelas ada yang sengaja di sembunyikan oleh 2 orang ini dari ardhan, hingga akhirnya desakan demi desakan terlontar, Awalnya Sulit sekali memancing bik Sri, hingga akhirnya ardhan bilang kalau Ayudia mau pulang ke Jakarta dan berhenti kuliah.
"Demi Allah aden nggak bakal emosi mendengar nya"
Ardhan hanya mengangguk
__ADS_1
"Sebenarnya....sejak 2 bulan kemarin.."
jelas saja kilatan amarah terpancar dari balik bola mata Ardhan
"Siapa? nama nya siapa?"
Dalam secepat kilat dia melesak keluar dan menyambar mobilnya, tujuan utamanya adalah kampus ayudia, tanpa basa-basi melajukan mobilnya dengan kemarahan paling mendalam.
*******
Ayudia
Dia hanya merasa tidak nyaman terlalu lama berada di kampus, begitu waktu nya pulang pasti langsung kabur tanpa basa-basi, sebab selama 2 semester ini hidup nya cukup terusik karena seseorang, yah karena seseorang.
Berulang kali dia coba mengatakan dia sudah memiliki suami, seperti nya laki-laki itu begitu keukeuh tanpa berniat menyingkir sama sekali.
Dan yang Membuat ayudia bergidik ngeri, laki laki itu secara gencar mengejar nya hingga kemana-mana, bahkan membuat dia nyaris tidak dapat bernafas cukup lama, dan puncak nya adalah saat 2 bulan yang lalu, laki-laki itu hampir berbuat nekad terhadap dirinya. Pada akhirnya kekacauan terjadi, hanya sayang nya semua tidak dapat diproses lebih jauh, karena sang ayah adalah rektor di kampus nya, dan pada akhirnya tekanan terberat nya takut jika semua nilai akan mempengaruhi dirinya.
karena itu dia fikir berhenti kuliah adalah pilihan bijak karena terlalu banyak tekanan yang harus dia hadapi belakangan ini.
Dia memilih diam dan tidak buka mulut karena takut sang suami khawatir, takut juga akan mengganggu semua aktifitas nya. beberapa teman baik cukup dapat melindungi dia beberapa waktu setelah kejadian itu, tapi tetap saja ayudia sudah merasa tidak nyaman dengan keadaan.
Ditambah lagi Berpisah adalah hal paling berat yang harus dia jalani, semua cita-cita nya seakan-akan tidak penting lagi saat ini, dia hanya ingin pulang.
"Kamu tahu? katanya ada pengusaha muda yang datang ke kampus"
"Ganteng banget"
"bikin perhitungan sama seseorang"
"Di ruangan rektor"
"Kan beliau banyak mensuport tiap kegiatan kampus"
"Orang cukup berpengaruh "
"kenapa?
"Katanya karena anak rektor"
Seketika kehebohan terjadi dimana-mana, seluruh mahasiswa mahasiswi berlarian di sepanjang kampus.
"Ada apa is?"
"Nggak tahu, katanya sih orang berpengaruh, istri nya kuliah disini"
"Bikin perhitungan sama pak Jayusman "
"anaknya pasti bikin ulah lagi selain sama kamu'
"Gila ganteng banget"
"Ganteng banget laki nya ay, itu bini nya yang mana dikampus?"
"Hendra cari masalah"
__ADS_1
"Dipukul bet"
"Allahuakbar"
teriakan kiri dan kanan memekakkan telinga ayudia, dia cukup tidak peduli tapi insting nya menuntun untuk mencari tahu, memaksa langkah menuju ke samping.
Seketika bola mata Ayudia membulat saat menyadari siapa yang ada di sana, memukul seseorang yang sangat dia kenal.
"Abang"
Dia tercekat tanpa tahu harus bagaimana
"Abang"
pekiknya lagi saat sebuah bogem kembali melesat ke wajah seorang laki-laki.
dan apa yang dikhawatirkan kembali terjadi
*******
Ardhan
Ada laki-laki nekat yang terus ngejar neng ayudia, awalnya biasa saja lama-lama jadi semakin gila
2 bulan yang lalu hampir melecehkan neng
sempat terjadi keributan di kampus den, pak Agus datang mengurus
tidak bisa dilaporkan karena anak rektor nya
mau diceritakan sama Aden tapi neng ayudia bilang nggak usah, takut Aden khawatir.
namanya Hendra, anak pak Jayusman dari ......
penjelasan bik Sri bagi nya sudah cukup jelas
Dan dia kenal baik siapa Jayusman, keluarga dari sang papanya, juga lama tinggal di Jakarta di rumah utama Abimanyu ketika menyelesaikan kuliahnya dulu, mereka satu kampus beda jurusan, saat itu Jayusman kuliah sambil memboyong istri dan anak nya yang baru berumur 3 tahun, nikah juga disaat jayus masih berstatus pelajar SMA, karena kebijakan sang mama Ainun membuat jayus harus menyelesaikan seluruh pendidikan nya bagaimanapun caranya. Dan Anak nya Hendra lebih pantas memanggil dirinya dan ayudia oom dan Tante.
"Saya memilih menuntut Hendra atas kasus pelecehan terhadap istri saya"
"Bim saya nggak tahu itu istri kamu"
"Nunggu tahu baru tidak melakukan nya? siswi lain bisa? bagaimana cara kamu mengajari anak hah?"
Dengan sejuta kemarahan langsung melesat kan bogem nya pada wajah sang anak.
"Kamu tahu yang kamu sentuh siapa? Tante kamu,istri saya"
Sekali lagi ardhan melesakan Bogeman nya,tapi sejurus kemudian amarah nya mereda saat mendengar teriakan dari seseorang yang sangat dia hapal suaranya.
Ayudia
"Abang"
Matanya menelusuri Semua orang, sejenak dia terpaku saat melihat satu sosok rapuh yang menangis menatap dirinya. Dalam secepat kilat dia meringsek masuk ke kerumunan Orang-orang dan meraih tubuh kecil itu begitu saja, memeluknya erat dengan berjuta rasa bersalah.
__ADS_1
"maafkan aku karena terlambat tahu"
Tangis sang istri pecah berkeping-keping, memeluk nya erat diantara semua orang.