
Ardhan
Dia duduk bersandar di kursi sofa ruangan rektor jayus, semua kajur, dekan dan dospem berkumpul jadi satu. Matanya tertuju pada laki-laki yang usianya tidak jauh dari Ayudia, menatap tajam ke arah laki-laki itu kemudian ke rektor universitas.......... yang tidak lain adalah sepupunya sendiri dari sang papa Cakra.
Rahang nya benar-benar mengerat sejak tadi, giginya terus saling beradu tanpa henti, perasaan nya jelas masih bertalu-talu, tapi dia berusaha menahan amarahnya, menjaga wibawanya serta perasaan sang istri ayudia dan tangan kanannya terus menggenggam erat bahu kanan Ayudia sejak tadi, tidak melepaskan genggamannya sama sekali.
"Saya bukan type orang yang suka bertele-tele, Saya menunggu seluruh keputusan nya dalam 30 menit"
"Masih berbaik hati memberi keleluasaan untuk berdiskusi dan merunding kan perihal ini"
suara Ardhan jelas terdengar begitu dingin.
Dekan, lajur dan dospem jelas tidak berani berkutik, jelas mereka tahu siapa ardhan dari keluarga abimanyu, yang paling berpengaruh di universitas itu ditambah lagi ini jelas kasus paling memalukan yang pernah mereka dapati.
"Ini jelas pelanggaran, pelecehan dan juga pengancaman"
seorang pria berseragam polisi berusia 36 tahunan bicara ke arah semua orang,masih sahabat ardhan dan jayus di masa sekolah rupanya.
"Kita tidak melindungi tindak kejahatan seperti itu"
"Kalian punya seorang anak,punya istri,saya juga bahkan memiliki seorang putri juga seorang istri, andai kata satu hari mengalami hal yang sama, saya fikir kita semua tidak akan pernah mentolerir hal tersebut"
"Semua berjalan sesuai jalur, akan diproses sesuai hukum"
"Untuk Hendra akan tetap di proses sesuai jalur nya "
2 polisi di samping pria itu siap bergerak
Hendra laki-laki seusia Ayudia jelas panik, menatap sang rektor yang tidak lain papa nya dengan panik.
"Pa.."
"Ayah yang baik bukan melindungi kejahatan putra nya, tapi dia akan memberi peringatan secara bertahap untuk keburukan keturunan nya"
"Karena pada dasarnya, karakter anak dibentuk oleh orang tua nya"
"Disini anda lah yang telah gagal membentuk karakter anak anda menjadi laki-laki yang layak disebut seorang laki-laki sejati"
ucap ardhan sambil menatap tajam jayus
"ard... di masih punya masa depan"
jayus bicara dengan mengiba
__ADS_1
"Dan korban putra anda juga masih punya masa depan, yus"
sang polisi memotong cepat
"Tidak heran kamu gagal mendidik putra mu yus, pola pengajaran yang begini benar-benar memalukan, memaklumi, mentolerir tanpa memberikan hukuman dengan alasan dia masih punya masa depan"
"Bahkan kamu sejak awal tidak mengajarkan dia untuk meminta maaf saat melakukan kesalahan, seolah-olah ingin membela nya dengan dalih namanya juga anak-anak"
"Ketahuilah, pada umumnya akhlaq yang jelek itu selalu mengikuti syahwat dan hawa nafsu sehingga biasanya anak akan melakukannya tanpa perlu disuruh atau diajari. Sementara
akhlaq yang baik itu membutuhkan latihan, perlu proses yang panjang, membutuhkan usaha dan perjuangan serta pengendalian dari syahwat yang merusak dan merugikan jiwa"
"Dan peran orang tua sangat penting, jelas sekali terlihat kamu adalah orang tua paling gagal dalam mendidik anak mu, yus"
seketika jayus terdiam, menelan salivanya kasar, menunduk malu dihadapan semua orang.
"saya serahkan semua nya pada pihak berwajib, untuk istri saya akan terus berada di bawah pantauan saya hingga selesai wisuda"
"Beliau ingin berhenti kuliah sejak lama karena terganggu dengan putra anda, memendam beban sendirian karena takut membuat permasalahan di antara kita, tapi insting seorang suami begitu tajam, jadi berikut nya tolong semua yang tahu, hargai istri saya"
"Baik pak"
"Baik pak"
"Mengerti pak"
Jelas 1 kampus terjadi kehebohan, berita pecah dimana-mana, soal ayudia, suami tampan dan pengusaha kaya, kehidupan ayudia yang realistis nya kaya raya.
Dan dalam 3 hari yang membuat semakin pecah keadaan, korban yang melaporkan perihal tindakan pelecehan terhadap siswi di kampus..........oleh Hendra menanjak hebat, ada lebih dari 12 korban yang melaporkan kenyataan yang terus dipendam oleh para mahasiswi karena takut melapor sebelumnya kepada pihak yang berwajib karena kurangnya bukti dan ketakutan mendalam akan mendapatkan permasalahan di kampus.
Jayus ternyata terus menerus melindungi hendra selama ini, hingga akhirnya membuat sang putra menjadi sosok paling mengerikan karena rasa maklum nya. Pada akhirnya jayus ikut terseret menjadi tersangka karena dianggap telah melindungi tersangka berulang kali ditiap aksi nya.
*******
Ayudia
Saat melihat ardhan memukuli Hendra tanpa rasa kasihan ditengah kerumunan orang-orang, jelas ayudia menangis terisak-isak. Bukan karena dia malu, melainkan karena dia takut ardhan bisa bertindak kebablasan dan juga tidak menyangka pada akhirnya sang suami tahu juga apa yang terjadi, tahu juga kegelisahan hatinya.
"Abang"
Dan tanpa diduga ardhan secepat kilat menyambar tubuhnya, memeluknya didepan seluruh isi kampus sambil berkata
"Maafkan aku karena terlambat tahu"
__ADS_1
Dan Ayudia tidak menyangka sama sekali kalau kepala rektor dikampus nya ternyata masih keluarga sang suami dari pihak mertua laki-lakinya, papa Cakra.
Bahkan baru kali ini terlihat begitu jelas perbedaan ardhan ketika menyelesaikan suatu perkara secara serius, tidak lagi menjadi lembut atau mentolerir segala sesuatu, sang suami tidak suka bertele-tele, tidak peduli kenal ataupun tidak, bahkan keluarga ataupun bukan ardhan langsung bicara pada poin pentingnya, terus mendekap nya, memeluk lengan nya dengan tangan kokoh itu, membuat peringatan dan perhitungan yang cukup membuat orang-orang takut pada kewibawaan nya.
"Baik pak"
"Baik pak"
"Mengerti pak"
pada akhirnya Hendra, laki-laki mengerikan bagi ayudia itu digelandang oleh pihak berwajib.
Dan yang paling tidak ayudia duga adalah, korban Hendra bukan hanya sekedar dirinya sendiri tapi ada cukup banyak korban lainnya yang membuat laporan soal kelakuan Hendra.
"Bang"
ayudia hanya bisa menatap dalam bola mata ardhan ketika mereka sudah berada di dalam mobil, bola mata ayudia menyiratkan kesedihan mendalam.
"Sayang"
Ardhan bicara sambil menyentuh lembut wajahnya
"ay maafkan Abang yang selalu terlambat menyadari segala kegelisahan kamu, maafkan Abang karena belum bisa jadi suami terbaik kamu"
ucapnya sambil menautkan kening mereka.
Ayudia menggelang cepat, dan air matanya kembali tumpah.
"Abang adalah sebaik-baik suami, bahkan jika terlahir kembali mungkin Ayudia tidak akan lagi pernah mendapat kan suami seluar biasa Abang"
Ucapnya sambil terus berderai air mata
"Terima kasih bang, terima kasih banyak"
ucap Ayudia sambil memeluk erat tubuh sang suami.
Yah andaikan dia lahir sekali lagi, dia takut tidak akan menemu sosok seperti ini lagi dalam kehidupan nya, sosok luar biasa yang tiada 2 nya.
Suami paling hebat dan bijaksana didalam hidupnya.
"I love you bang, i love you so much"
ucap nya sambil terus memeluk erat ardhan, sambil menatap cakrawala yang membentang luas, mulai menggelap di telan malam.
__ADS_1