CINTA TERPAUT 18 TAHUN (2 Musim Yang Berbeza)

CINTA TERPAUT 18 TAHUN (2 Musim Yang Berbeza)
Bersabarlah hati dengan segala ujian


__ADS_3

Ayudia


Dua Bulan lebih magang di Abimayu group aman-aman saja, tapi masuk bulan terakhir semua mulai pecah soal ardhan benar-benar sudah menikah, desas-desus senter kalau perempuan nya adalah adik sepupu sang istri arletta.


Awalnya Ayudia sih biasa-biasa saja


Nggak penting


fikirnya


tapi satu ketika tahu-tahu waktu mama Ainun datang kekantor bilang ingin ketemu Ayudia dan ardhan, kejadian besar selanjutnya terjadi begitu saja.membuat kemarahan Ayudia tiba-tiba pecah, memilih minggat dari apartemen mereka.


Belum lagi perlakuan mbak tari Devisi bagian pengendalian perusahaan dan juga asisten manager promosi mbak meta yang selalu bersikap judes serta semena-mena sama dia. Alasannya karena kurang suka sama Ayudia yang anak magang ada diruangan ardhan dan tampak sedikit di istimewakan oleh Dirut mereka, padahal jelas-jelas laki-laki itu sudah punya istri dan mereka menganggap Ayudia kegatalan.


Dan Beberapa jam sebelum kejadian besar pecah


"Kamu nggak apa-apa?"


Sang suami tampak mulai gerah, dari Minggu kemarin benar-benar sudah kehilangan kesabaran,ingin sekali dia umumkan pada orang 1 kantor Abimayu angkasa group kalau ayudia istrinya, tapi apalah daya dia tidak punya kemampuan itu, sang istri jelas-jelas belum siap dan pasti protes besar.


Ayudia menggeleng pelan sambil duduk di tepian ranjang dengan perasaan malas dan masih sedikit mengantuk, menggunakan kamisol berwarna abu-abu sambil menguap pelan


"Nggak apa-apa"


"Kamu jadi kesulitan belakangan gara-gara mereka"


ardhan bicara sambil menatap dalam bola matanya


sejenak Ayudia diam, balik menatap ardhan


"Di mana ada kesulitan di situ ada jalan, di mana ada jalan di situ banyak kendaraan".


ucap nya sambil cekikikan


"Kamu ini bisa serius nggak?'


"jangan serius-serius amat nanti cepat tua"


"ehh malah kemana-mana"


"Kemanapun kamu berada ada aku yang selalu bersama muuu sayanggg kuuuu"


katanya lagi sambil memunyungkan bibirnya


"ayudia....."


ardhan benar-benar geram dibuat nya, dalam secepat kilat menyerbu dan mencubit pipinya


"awhh sakit"


rengeknya pelan


"Kalau orang ngomong di tanggapin serius kenapa?"


"Hidup jangan serius-serius amat bapak ih"


Ayudia bicara sambil memegang tangan ardhan yang ada di wajahnya


ardhan melotot


"Bapak lagi"


Ayudia menggigit pelan bibirnya


"Eh iya salah dink"


"Iya Abang"


Dia berseloroh dengan suara menggoda


"ay..."


"Apa Abang"


"Jangan menggoda"


"Nggak apa-apa sama suami sendiri juga"


Ayudia cekikikan


"Nggak ada undang-undang dan larangannya Abang"


dia kembali bicara dengan suara menggoda, membuat ardhan kehilangan arah, dengan cepat menyambar bibirnya berfikir untuk memulai serangan subuh tapi tiba-tiba ayudia berbisik lembut


"Ay lagi datang bulan, abanggg"


bisiknya dengan suara menggoda

__ADS_1


"ayudiaaa..."


Dan ketika sang suami melesat kekamar mandi dia malah cekikikan tidak jelas


******


Ardhan


Disaat dia sedang serius-serius nya bicara, sang istri terus saja menggoda dengan suara manja nan menggoda


"Iya Abang"


suaranya terdengar begitu menggoda, ditambah kamisol berwarna abu-abu yang jelas menampakkan beberapa bagian tubuhnya dengan jelas, belum lagi dada nya tampak menyembul dengan indah


seketika serangan listrik di kepala menjalar ke bagian paling sensitif di bawah sana


"ay..."


acapkali dia pusing di buat ini anak


"Apa Abang"


"Jangan menggoda"


jelas saja dia mengomel kesal, menatap wajah Ayudia dengan perasaan jengkel


"Nggak apa-apa sama suami sendiri juga"


Tiba-tiba ayudia malah cekikikan


ini sengaja memancing sepertinya


batin ardhan


"Nggak ada undang-undang dan larangannya Abang"


dia kembali bicara dengan suara menggoda, membuat ardhan kehilangan arah, dengan cepat menyambar bibirnya berfikir untuk memulai serangan subuh tapi tiba-tiba ayudia berbisik lembut


"Ay lagi datang bulan, abanggg"


bisiknya dengan suara menggoda


"ayudiaaa..."


Dia benar-benar merasa di kerjai oleh sang istri, menahan hasrat hingga melesat kekamar mandi Beberapa waktu.


Oh bersabarlah hati


omelnya setelah selesai sarapan, menunggu ayudia memasang dasinya hingga selesai


bisa ditebak dia masih kesal dengan kelakuan Ayudia subuh-subuh tadi


Ayudia malah terkekeh, Setelah selesai memasang kan dasinya, dengan cepat menjinjit dan meraih lehernya, karena tubuh ardhan jauh lebih tinggi dari dia, jelas sang istri acapkali kesulitan menyeimbangkan tinggi badan mereka


sebuah ciuman hangat mendarat di bibirnya


"Anggaplah ay bayar dulu bunga nya, kalau selesai baru bayar pokok nya"


ucapnya sambil mengedipkan nakal matanya, kemudian berlarian ke arah kamar menyambar tas sekolah nya


"Hmmm"


ardhan hanya bisa menarik nafasnya panjang untuk beberapa waktu


Dan seperti biasa Ayudia akan turun di persimpangan lampu merah, jalan kaki hingga ke gedung Abimayu group, sedang kan dia melaju pelan dengan mobilnya menuju ke Abimayu. Belakangan dia putuskan bawa mobil sendiri tanpa Dion, laki-laki itu dia berikan kebebasan bergerak sendiri, ditambah lagi serasa tidak ada privasi jika Dion ikut bersama mereka kecuali didalam keadaan terdesak.


Dia menghela nafasnya pelan berfikir kapan waktu nya dia mengumumkan soal hubungan mereka, beban terberat baginya saat ini ketika melihat sang istri menjadi orang asing dihadapannya sendiri didepan orang-orang disekitarnya terutama para karyawan Abimayu group. Hanya segelintir orang yang tahu, itu pun benar-benar orang penting yang berada di posisi teratas.


******


Ayudia


Waktu sampai di Abimayu group dia memang tidak langsung masuk ke dalam ruangan ardhan seperti biasanya, sebab ada beberapa pekerjaan yang diberikan mbak tari kemarin untuk mengcopy Beberapa dokumen di lantai bawah yang sudah dia bawa sejak semalam.


"Nanti malam lu masuk show live?"


tanya edo tiba-tiba di samping nya


"Ehh monyet melompat dipinggir kali..."


nah kumat latahnya


Edo cekikikan


"Bikin kaget aja"


omel ayudia

__ADS_1


"Lu show live ga nanti malam?"


Ayudia Tampak berfikir, belakangan suaminya seperti keberatan dengan kegiatan nya, tapi.. herannya laki-laki itu sama sekali tidak pernah menyampaikan perasaan nya hingga hari ini.


"Belum tau"


jawabnya pelan dengan pandangan menerawang kedepan.


"kok tumben sih ay?"


jelas saja Edo tampak bingung melihat ekspresi ayudia yang tidak pernah seperti itu sebelumnya


"Nanti aku kabarin kamu, aku naik ke atas dulu"


Ayudia bicara sambil mengambil semua tumpukan foto copy'an yang ada didepan nya, dia fikir akan menyusun semuanya di ruangan sang Dirut kesayangan.


"Ay"


terdengar suara seseorang dari arah belakang, saat dia menoleh jelas saja dia melonjak senang


"Mama Ainun"


pekik ayudy senang sambil mendekati sang mertua, mencium nya penuh kerinduan.


hmm 2 Minggu mereka belum pulang ke rumah utama.


mama Ainun memeluk dia erat sambil berbisik


"Mantu mama tambah cantik"


"Aiyoooo"


Ayudia tersipu-sipu malu


Dan jelas saja kedekatan mereka ujung-ujungnya jadi perdebatan panjang di Abimayu group


"Mama di antar siapa kesini?"


Ayudia mulai bertanya sambil terus melangkah bersama mama ainun kelantai atas menuju ke ruangan ardhan


"Sama papa kamu, muter dulu ada urusan dikit ke hillatop company"


jawab mamanya cepat


"Kenapa?"


ayudia mengerutkan dahinya


"Ada penawaran kerja sama baru sama mereka"


Ayudia cuma menganggukkan kepalanya Cepat


dia fikir perusahaan sebesar itu pun menggandeng Abimanyu Angkasa Group, siapa yang tidak tahu sepak terjangnya hillatop konstruksi, perusahaan raksasa dari uni emirat Arab itu benar-benar memegang rekor dunia dalam jutaan proyek pembangunan nya. Kabar berhembus kalau istri penerus hillatop itu warga Indonesia berasal dari Palembang, provinsi Sumatera Selatan sama seperti dirinya.


"Bima didalam?"


mama ainun Bertanya sesaat ketika tangan ayudia mulai akan membukakan pintu ruangan kerja ardhan, dia mengangguk sambil tersenyum lebar.


klekk


seketika dia membuka pintu ruangan sang suami, tiba-tiba matanya membulat,sebuah pemandangan yang membuat senyuman indahnya dengan tiba-tiba menghilang. seorang perempuan memeluk erat tubuh sang suami, lantas mencium hangat pipi sebelah kanan laki-laki itu, dan sang suami sama sekali tidak menolak atau mendorong nya, tampak seorang perempuan seumuran mama Ainun berdiri sambil tersenyum ke arah ardhan


bola mata Ayudia Seketika memanas, hatinya bagai di remas, dan dia jelas benar-benar marah


Mama Ainun juga kaget melihat pemandangan itu, menoleh ke arah ayudia Kemudian menoleh ke arah ardhan kembali


"Bima"


mama Ainun bicara dengan suara yang sedikit ditinggikan


sesaat ardhan menoleh, ekspresi terkejut juga terlihat dari sudut matanya, dia ingin melangkah mengejar Ayudia tapi tangan nya coba dihentikan oleh perempuan dihadapannya itu


Dan ayudia dalam hitungan detik langsung melesat kabur dari sana


*******


Mama ainun


melihat pemandangan seperti itu jelas saja hati istri mana yang tidak terluka?


Mama Ainun Seketika marah, sangat marah, kemudian berteriak kesal.


"Kejar istri kamu sekarang juga"


sontak 2 sosok didepan ardhan melonjak kaget, menoleh ke arah mama Ainun dengan tatapan tidak percaya.


"mama?"

__ADS_1


sang perempuan bertanya kaget


"mbak ngomong apa? ardhan sudah menikah lagi? tanpa mengabari aku dan keluarga? aku mama nya arletta mbak"


__ADS_2