CINTA TERPAUT 18 TAHUN (2 Musim Yang Berbeza)

CINTA TERPAUT 18 TAHUN (2 Musim Yang Berbeza)
Mata yang terlihat jelas cemburu


__ADS_3

eta


saat ayudia selesai menyanyikan lagu nya tidak tahu kenapa suasana kafe jadi tampak aneh, lampu-lampunya tiba-tiba menjadi begitu temaram, Ayudia tampak bingung di atas panggung


"kenapa ini bang?"


eta bertanya ke arah abangnya sambil mengerutkan dahinya


ardhan tampak tidak bergeming, cuma menjawab seadanya


"mungkin pergantian lagu"


ucap Abang nya sambil memainkan hape ditangannya


"lah wong Ayudia nya itu tampak bingung kok"


terlihat jelas ekspresi bingung dari wajah Ayudia, dan tiba-tiba saja sebuah lampu tembak dihidupkan mengarah ke arah sudut kiri mereka, terdengar alunan musik mulai di dendangkan dan seketika terdengar suara cowok yang tengah bernyanyi, lantas satu lampu tembak juga mengarah ke Ayudia.


"nah?"


eta tampak kaget


dia berusaha melihat siapa yang bernyanyi, seorang laki-laki yang usianya mungkin nggak jauh berbeda dari Jerry, mungkin lebih muda lagi, seperti nya masih 24-25 an dengan kulit putih bersih dan wajah yang begitu tampan, bernyanyi sambil bola matanya terus menatap Ayudia dengan penuh cinta


eta fikir wah jangan-jangan ini acara tembak-tembakan, secara dia pernah muda, pernah di usia itu, pernah di begitu kan cowok, jadi kalau tidak salah menebak pasti itu yang bakal terjadi nanti


seketika dia menepuk jidatnya


alamak mati dah


dia melirik kearah Abang Ardhan nya, mata laki-laki itu menatap tajam ke arah depan, seketika rahangnya tampak mengeras.


"bang"


eta bicara pelan mencoba memegang erat tangan abangnya


"ini anak lagi main apa coba?"


yah tembak-tembakan lah


jerit eta dalam hati


masa main kucing-kucingan


dia ingin terkekeh tapi takut dosa, takut sang Abang malah merasa di komporin


"kayak nggak pernah muda aja"


ucap eta pelan sambil menepuk punggung abangnya


seketika bola mata eta membulat,saat laki-laki yang tengah bernyanyi itu mendekati ayudia kemudian tiba-tiba bunga bertebaran dari atas kepala Ayudia, tidak lama kemudian laki-laki itu memberikan ayudia sebuket bunga


alamakkk macam mana ini?


eta menatap cepat wajah Abang ardhan nya, dan bisa ditebak bagaimana ekspresi nya sekarang? abangnya dengan cepat ingin melangkah kan kakinya ke depan


"no..no..bang, nggak bang"


eta mencoba menahan abangnya, menarik tangan Ardhan dengan cepat


"Ini di tengah keramaian"


mata abangnya Seketika menatap tajam ke arah eta


"Ini sudah melewati batasan"


ucap abangnya dengan suara yang terdengar mengerikan


kan kalian belum nikah Abang, jangan jadi gila pleaseee pekik eta dalam hati, masih berusaha menahan lengan abangnya.


dia menggeleng pelan


"bang"


******


Ardhan


ardhan sibuk mengetik sesuatu di hape nya, dia fikir meminta Dion datang ke rumah sakit lebih dulu untuk menjaga mamanya, mungkin mereka akan kembali lewat tengah malam karena takut keburu Jerry cabut lebih dulu dari sana.


saat suara musiknya sudah berhenti dan Ayudia telah selesai bernyanyi,tiba-tiba eta bertanya padanya


"kenapa ini bang?"


dia melirik sejenak kedepan Kemudian mulai menikmati minumannya


"mungkin pergantian lagu"


ucapnya masih sibuk memperhatikan hape nya, mencoba terus mengetik sesuatu disana.


"lah wong Ayudia nya itu tampak bingung kok"


eta bicara cepat sambil terus memperhatikan ke arah depan


pada akhirnya karena penasaran dia ikut menatap ke depan,bisa dia lihat ekspresi bingung dari wajah Ayudia, dan tiba-tiba saja sebuah lampu tembak dihidupkan mengarah ke arah sudut kiri mereka, terdengar alunan musik mulai di dendangkan dan seketika terdengar suara cowok yang tengah bernyanyi, lantas satu lampu tembak juga mengarah ke Ayudia.


"nah?"

__ADS_1


eta kembali bicara


seorang laki-laki berusia sekitar 25 tahunan, berkulit putih dan dengan wajah cukup tampan tiba-tiba bernyanyi, bola mata laki-laki itu terus menatap Ayudia dengan penuh cinta


what? penuh cinta?


tentu saja terlihat jelas laki-laki itu menatap anak itu dengan penuh cinta, laki-laki itu menyanyikan lagu yang liriknya bisa bikin sakit Kepala.


I like your shirt, I like your fingers, love the way that you smell


Aku menyukai baju mu, jari mu, bau mu


To be your favorite jacket, just so I could always be near


(ingin) menjadi jaket favoritmu, supaya bisa selalu dekat kamu


I loved you for so long, sometimes it’s hard to bear


Aku telah mencintaimu sejak lama, terkadang sulit menahan perasaan itu


But after all this time, I hope you wait and see


Tapi setelah sekian lama ini, aku harap kamu akan menunggu dan melihat (bukti cintaku)


lirik itu benar-benar membuat dirinya menjadi ... apa ?? liriknya membuat dia kehilangan kata-kata.


tidak tahu kenapa seketika sang adik menepuk jidatnya sendiri, ardhan tampak tidak peduli, mata nya terus menatap tajam ke arah depan, dan seketika rahangnya tampak mengeras, perasaan nya menjadi sedikit tidak karuanan.


"bang"


eta bicara pelan mencoba memegang erat tangan nya, seakan-akan adiknya itu tahu apa yang akan dia lakukan


"ini anak lagi main apa coba?"


ardhan bertanya kearah eta, kemudian lanjut menatap kedepan sambil mengeratkan giginya


"kayak nggak pernah muda aja"


Jawab eta pelan sambil menepuk punggung nya


seketika jawaban eta membuat dirinya frustasi, dia menoleh ke arah eta, tapi sang adik malah sibuk menatap ke depan.dia ikut menoleh dan dalam hitungan detik rasanya dia benar-benar ingin menggebrak meja beserta isinya itu.


Laki-laki yang tengah bernyanyi itu mendekati ayudia kemudian tiba-tiba bunga bertebaran dari atas kepala Ayudia, dia akui ekspresi ayudia begitu mempesona, gadis itu menatap dengan pandangan yang begitu polos dengan ekspresi begitu imut, dan tidak lama kemudian laki-laki itu memberikan ayudia sebuket bunga


apa-apaan ini?


batin ardhan kesal, seketika pandangan Ayudia bertemu langsung dengan pandangan nya, gadis itu kelihatan bingung, menggigit bibinya sambil terus menatapi wajahnya


dan dia tanpa berfikir dua atau tiga kali mencoba melangkah ke depan


"no..no..bang, nggak bang"


"Ini di tengah keramaian"


ucap eta pelan sambil menoleh ke kiri dan kanan


mata ardhan Seketika menatap tajam ke arah eta


"Ini sudah melewati batasan"


ucap nya dengan suara yang terdengar sedikit dingin dan dengan intonasi yang cukup ditekan


eta kembali menggeleng pelan


"bang"


suara eta tercekat, terus berusaha menahan dirinya agar tidak beranjak ke depan


tapi tidak tahu kenapa otak nya seketika menjadi buntu, dia hanya merasa kesal dan marah, apalagi setelah terdengar teriakan menjijikkan dari semua orang didalam kafe ini


"terima..."


"Terima..."


"Cium..."


"Cium..."


belum lagi siulan terdengar di beberapa tempat dan sang pemain keyboard menambah suasana menjadi semakin riuh, otaknya mungkin tidak bisa bekerja dengan waras saat ini, hatinya bertalu-talu, dia tampak kesal dan marah, dia tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya namun rasanya dia tidak bisa menerima jika seandainya gadis kecil itu menerima Laki-laki itu.jelas saja dia fikir dia akan kehilangan harga dirinya.


Yang benar saja


dan dia benar-benar melangkah maju ke arah ayudia dengan langkah yang cukup lebar, tidak dia dengarkan lagi teriakan panik eta di belakang nya, Sedang kan ayudia tampak tidak bergeming, menatap dirinya dari atas stage dengan ekspresi yang sulit di artikan.


saat langkah kakinya sudah sampai pada titik batas akhir panggung stage, ketika dia sudah berada di atas tepat dihadapan Ayudia, Seketika suasana berubah menjadi cukup menegang kan, teriakan-teriakan geru dan memekakkan telinga berubah menjadi bisik-bisik yang berbeda, pertanyaan-pertanyaan aneh keluar dari mana-mana, sedangkan sang laki-laki menatap bingung ke arah dirinya. Edo si anak magang tampak bingung dengan kehadiran nya,Ayudia diam mematung tanpa suara ,menatap wajahnya cukup lama.


******


Ayudia


Ayudia menoleh ke arah ardhan Kemudian menoleh ke arah kak Abdullah, wajah nya kelihatan begitu panik dan bingung


*Alamakkkk Doraemon.... i really need your help"


teriaknya seketika dalam hati


apalagi saat pak Ardhan tau-tau sudah berada di atas panggung, suasana riuh tiba-tiba berubah menjadi menegangkan, beberapa bisik-bisik terdengar dari beberapa orang, belum lagi para perempuan-perempuan genit yang menatap sang Dirut sambil mencuri perhatian

__ADS_1


"Siapa yah?"


"ya Allah itu ganteng banget"


"kakaknya? ganteng banget itu, pasti marah karena adiknya di tembak"


"oom nya itu kayaknya"


"masa oom nya?keren banget itu"


"eh bukannya itu direktur Abimanyu?"


"itu si duda Abimanyu sayang"


"akkhhh"


ok cukupppp jijik banget Ayudia mendengar bisikan-bisik tidak mengenakkan itu, dia kembali menoleh ke arah pak ardhan, laki-laki itu menatap tajam wajahnya.sedangkan kak Abdullah nya menatap bingung ke arah pak ardhan Kemudian ke arah Dirinya, belum lagi Edo yang seolah bertanya-tanya kenapa sang Dirut tiba-tiba naik ke stage dengan wajah yang begitu marah.


"pulang"


laki-laki itu bicara cepat sambil menatap ke arahnya, tangannya dengan cepat mengarah ke Ayudia


oh God help me please


dapat dilihat kan tindakan pak ardhan semakin menambah suasana menjadi ricuh, bisik-bisik semakin terdengar siru dan menghangat, Edo membelalakkan matanya semakin tidak mengerti dengan keadaan.


Ayudia menarik nafasnya pelan, dia bukannya sudah biasa menghadapi situasi yang seperti ini? ditambah lagi ingatan nya soal malam itu membuatnya sadar, diri nya bukan lagi Ayudia yang kemarin, sedikit banyak Dirinya sudah terikat pada pak ardhan, mereka belum menyelesaikan urusan mereka yang masih menggantung, bukankah dia sudah tidak punya pilihan lain? sambil menggigit pelan bibir nya dia menatap wajah kak Abdullah, menggeleng pelan nyaris tidak terlihat oleh orang-orang, tapi kak Abdullah seperti nya mengerti maksud Ayudia, menatap nya dengan wajah kecewa dan malu, dia sadar seperti nya dia baru saja di tolak di depan semua orang.


Ayudia menundukkan pelan kepalanya didepan semua orang


Dan dalam hitungan detik sebelum pak ardhan kembali maju mendekati nya, atau dia fikir Laki-laki itu akan berbuat yang aneh-aneh, atau entah apa itu, Ayudia dengan cepat meraih tangan sang Dirut, menggenggam nya erat lantas mereka melesat turun dengan cepat ke arah depan, keluar dari kafe itu dengan cepat, kak eta terlihat langsung memutar kembali ke meja mereka tadi, seperti nya mengambil tas miliknya


"Bapak kenapa tidak tunggu di bawah? saya bisa kok menyelesaikan semuanya"


ucap ayudia pelan sambil terus menggenggam erat tangan laki-laki itu seketika mereka sudah berada di depan


"nunggu sampai kamu bilang terima atau menunggu sampai kamu dicium sama dia? "


suara laki-laki itu terdengar ketus, tampak bicara kesal sambil teris berjalan di depan Ayudia


sesaat Ayudia terdiam, Kemudian tiba-tiba dia mengambangkan senyuman manisnya, dia mencoba mensejajarkan langkahnya pada laki-laki itu.


"bapak cemburu?"


bisik nya kemudian sambil berusaha berjalan menjinjit agar bisa menyamakan tingginya dengan sang Dirut


untung tadi pakai Hells


ucapnya dalam hati


seketika ardhan menghentikan langkahnya, karena terkejut Ayudia langsung ikut berhenti melangkah karena tangan laki-laki itu dengan tiba-tiba menarik tangannya dan dalam hitungan detik tubuh Ayudia langsung bertabrakan dengan dada bidang Laki-laki itu


*eh*


Ayudia spontan kaget, langsung mendongak ke atas menatap sang Dirut, Seketika wajahnya memerah, daun telinga nya terasa menghangat


******


Ardhan


"Bapak kenapa tidak tunggu di bawah? saya bisa kok menyelesaikan semuanya"


anak itu bicara dengan ardhan seakan-akan semua baik-baik saja, wajahnya tampak biasa-biasa saja


mendengar kata-kata Ayudia seketika ardhan menjadi dongkol


"nunggu sampai kamu bilang terima atau menunggu sampai kamu dicium sama dia? "


tanyanya ketus


dan yang benar saja fikirnya, kenapa dia tiba-tiba bicara seperti itu didepan anak ini


Ayudia terlihat diam, Kemudian tiba-tiba anak itu mengambangkan senyuman manisnya, ayudia mencoba mensejajarkan langkahnya pada dirinya.


"bapak cemburu?"


bisik ayudia kemudian sambil berusaha berjalan menjinjit agar bisa menyamakan tingginya dengan ardhan


seketika ardhan menghentikan langkahnya, tanpa bisa di elak Ayudia terkejut, ardhan menarik tangan ayudia dengan tiba-tiba dan dalam hitungan detik tubuh anak itu langsung bertabrakan dengan dada bidang nya


"siapa yang cemburu?"


jelas saja dia menampik, tapi ekspresi ayudia terlihat lucu, anak itu terlihat malu saat tiba-tiba menabrak dada nya dan tampak seolah-olah mereka saling berpelukan. dan dia baru sadar Ayudia punya postur tubuh yang jauh lebih kecil dari tubuhnya, saat anak itu mendongak menatap diri nya, dapat dia lihat wajah itu tampak terlihat begitu imut.


Ayudia menatap wajahnya cukup lama,Kemudian tiba-tiba anak itu mulai terkekeh


"mata bapak tidak bisa berbohong, tampak jelas kalau bapak cemburu sama laki-laki tadi"


Ayudia bicara kemudian kembali tertawa terkekeh-kekeh


jelas saja dia melotot, menatap Ayudia dengan perasaan kesal dan entahlah mungkin sedikit malu


sialan..


umpatnya dalam hati, dia seakan-akan merasa sedang dikerjai oleh seorang anak kecil


tapi dia juga bingung kenapa bertindak se ambigu tadi, jangan bilang kalau dia benar-benar cemburu

__ADS_1


arggghhhh


umpat nya kesal sambil menatap dalam wajah Ayudia yang masih menertawai Dirinya


__ADS_2