
Edo
Sesaat badannya membeku saat melihat ayudia keluar dari mobil seseorang, otak Edo langsung menjadi buntu dia fikir sejak kapan anak itu berani naik mobil mewah bareng seseorang, dia tahu betul bagaimana ayudia, cewek satu itu paling anti untuk ikut dengan siapapun atau pun duduk didalam mobil mewah seseorang selama ini.
Dan Dirinya kehilangan kata-kata saat sadar siapa pemilik mobil itu
*pak ardhan?*
batin Edo sambil mengerutkan dahinya
dia fikir apa dia tidak salah lihat? ayudia keluar dari mobil direktur utama Abimayu angkasa group tempat dimana mereka magang, dia bisa memaklumi kalau ayudia 1 mobil dengan laki-laki itu di pagi, siang atau sore hari, tapi ini malam hari dan sudah lewat dari jam sepuluh malam bahkan sudah beberapa hari tidak pulang ke kontrakan nya terhitung sejak Minggu kemarin.
Edo benar-benar mulai kehilangan kata-kata
"Ay?"
dia bicara Cepat menghampiri ayudia sambil membawa pakaian gadis itu didalam kantong kresek berwarna hitam
yang dipanggil tampak melonjak kaget, Sedang kan pak ardhan lewat begitu saja mendahului mereka seakan-akan tidak saling mengenal
"eh astagfirullah hul'adzim"
Ayudia melonjak kaget, hampir melompat ke belakang tapi tangannya buru-buru ditahan oleh Edo
"kok lama benar? sudah hampir waktunya"
kata Edo sambil menyerahkan kantong kresek itu pada ayudia
"oh hahaha ada sedikit masalah dijalan"
Ayudia bicara sambil tertawa sedikit menggantung
"kenapa belum pulang? apa ini juga termasuk sedikit masalah ay?"
*come tidak lucu gua nanyain hal ini, tapi anggaplah otak gua lagi nggak waras ini*
ucap Edo dalam hati
Ayudia malah menggigit bibirnya
"hmm anggap saja begitu"
setelah memberikan jawaban yang terlalu singkat padat dan jelas namun tidak dapat dipahami oleh Edo, ayudia dengan gerakan cepat masuk ke dalam, Edo dengan gerakan cepat mengejar langkah ayudia
"lu nggak mau jelasin apa yang terjadi?"
"apaan sih do? nggak ada apa-apa Yo"
Edo tampak kesal
"lu nggak mau jelasin kenapa bisa satu mobil sama pak ardhan?"
seketika ayudia menghentikan langkah kakinya
"Dia duda ay, lu nggak pura-pura lupa kan? jangan bilang lu jadi sugar baby nya dia yah"
Edo berusaha untuk bicara dengan nada bercanda, membuat ekspresi nya jadi selucu mungkin
*maksa*
itu fikir nya
seketika ekspresi wajah ayudia terlihat aneh, seakan-akan berfikir untuk sesuatu yang agak tidak masuk akal
"sembarangan"
ucap nya cepat kemudian kembali melangkahkan kakinya cepat kedalam, melesat menuju ke kamar mandi untuk mengganti pakaian nya.
Dan kecurigaan Edo seperti nya memang tidak beralasan, saat dia melihat pak Ardhan duduk dengan seorang perempuan cantik yang usianya mungkin lebih muda Beberapa tahun dari pak Ardhan seketika Edo menarik nafasnya lega
*oh tuhan, pemikiran ku terlalu berlebihan*
batinnya
******
Ayudia
sejenak ketegangan terjadi, saat Edo tiba-tiba datang sambil memberikan beberapa pertanyaan yang membuat dirinya gelisah
*ya Tuhan*
Ayudia tampak beberapa kali tercekat, berusaha untuk tidak menggubris pertanyaan Edo, dia tahu temannya satu ini pasti begitu kepo, dan kesalahan nya memang kenapa tidak intip kiri kanan dulu waktu mau keluar dari mobil tadi.
"Dia duda ay, lu nggak pura-pura lupa kan? jangan bilang lu jadi sugar baby nya dia yah"
damn it, pertanyaan itu seketika membuat ayudia menelan Saliva nya
*ya Allah ampunilah hamba mu ini*
pekik ayudia dalam hati
"sembarangan"
dia hanya bisa menjawab begitu, dengan gerakan cepat melesat menjahui Edo menuju arah kamar mandi
"sudah waktunya ay"
sang manager kafe bicara cepat waktu ayudia datang ke depan
"lagu apa sayang?"
__ADS_1
seorang laki-laki bertanya sambil mengacak-acak poni ayudia, ayudia tertawa
"aih kacau semua rambut ku"
protes nya sambil berusaha merapikan kembali poninya
"come come, song please honey"
laki-laki itu bicara sambil mengedipkan sebelah matanya
"bertaut kak, Nadine Amizah"
ucapnya ayudia cepat
seakan lupa dengan semua hal yang di alaminya Beberapa hari ini, berbaur dengan semua orang membuat dia lupa dia tadi pergi dengan siapa
"diganti bung yah tiap kata Bun"
ucap laki-laki itu cepat
Ayudia mengangguk
"ada kejutan buat lu di akhir acara"
tiba-tiba laki-laki itu berbisik lembut di balik telinga ayudia
seketika ayudia mengerutkan keningnya
"aigooo dari siapa? kakak?"
laki-laki itu tertawa terbahak-bahak
"pengagum rahasia lu lah, kalau gua kan sudah gak punya harapan"
"hehehe"
Ayudia tertawa kembali
"sory"
kemudian dia bicara sambil kedua tangannya pura-pura menjewer kedua belah telinga nya dengan ekspresi yang begitu imut
laki-laki itu memencet hidung ayudia dengan perasaan geram
"kalau masih di kasih kesempatan, gua singkirkan itu semua orang"
seketika ayudia memunyungkan bibirnya
"ngarepppp"
laki-laki itu tertawa terbahak-bahak
"ayoooo mulai naik"
ayudia dengan cepat menaikkan jari jempol nya
"OKI dokki"
Dan dalam hitungan detik dia sudah siap untuk melantunkan lagu pilihan nya, diikuti laki-laki tadi sambil memainkan musik orgennya
Bung, hidup berjalan seperti bajingan
Seperti landak yang tak punya teman
dia mulai bernyanyi sambil melirik sejenak ke arah depan, tidak tahu dimana sang Dirut dan kak eta duduk di sebelah mana, karena kondisi kafe cukup ramai malam ini
Ia menggonggong bak suara hujan
Dan kau pangeranku mengambil peran
*******
Ardhan
apa-apaan coba
seketika ekspresi wajah nya menjadi tidak suka, seorang laki-laki bicara dengan santai nya dengan ayudia, mereka tampak tertawa terbahak-bahak bersama, belum lagi sang adik tiba-tiba jadi kompor paling panas didunia, terus bicara disamping nya dengan perasaan geram
"itu cowok sialan banget, pakai bisik-bisik segala"
pekik eta tertahan
"eee pencet hidung nya lagi"
"apaan sih ta, sudah kayak anak kecil aja"
eta sejenak menoleh ke arahnya
"Abang nggak marah? nggak cemburu gitu?"
eta menatap nya sambil mendengus pelan
"ckckck pantas kata arletta, sampai mati nggak bakal bilang aku cinta kamu, cueknya segini"
eta menghela nafas nya kesal sambil meninju pelan lengan Ardhan, kembali menatap lurus ke depan
Ardhan menelan Saliva nya sejenak
*brengsek*
dia cuma bisa mengumpat begitu
__ADS_1
saat ayudia mulai bernyanyi makanan yang mereka pesan mulai datang, dia berlahan melahap makanannya sambil sesekali melirik ke arah ayudia, seperti nya gadis itu belum menyadari dimana posisi duduk mereka
Bung, kalau saat hancur ku disayang
Apalagi saat ku jadi juara
Saat tak tahu arah kau di sana Menjadi gagah
saat ku tak bisa Sedikit kujelaskan tentangku
dan kamu
"mama sudah baikan, kata om Haris sudah bisa pulang besok"
eta bicara sambil menyesap minuman miliknya
ardhan cuma mengangguk pelan
Agar seisi dunia tahu
Keras kepalaku sama denganmu
Caraku marah, caraku tersenyum
"Jerry bilang dia harus pulang dari rumah sakit Lewat Tengah malam seperti biasa panggilan negara, dari sini kita langsung ke rumah sakit ya"
ardhan kembali mengangguk
Seperti detak jantung yang bertaut
Nyawaku nyala kar'na denganmu
Aku masih ada sampai di sini
Melihatmu kuat setengah mati
eta sejenak melirik ke arah ayudia, menatap anak itu cukup lama
Seperti detak jantung yang bertaut
Nyawaku nyala kar'na denganmu
"Ternyata dia cantik yah bang"
ucapnya Kemudian, lantas menoleh ke arah Ardhan
"di usia 22-25 tahunan dia pasti bersinar benar, itu usia terindah seorang perempuan"
bisik era Kemudian
Bung, aku masih tak mengerti banyak hal
Semua nya berenang di kepala
Dan kau dan semua yang kau tau
tentangnya Menjadi jawab saat ku bertanya
tidak tahu kenapa Ardhan jadi terdiam, mencoba menatap wajah ayudia dari posisinya duduk, seketika bola mata mereka bertemu, ayudia masih terus menyenandungkan lagunya
Sedikit ku jelaskan tentang ku dan kamu
Agar seisi dunia tau Keras kepala ku sama denganmu
"gua sudah menghancurkan masa depan nya ta"
ucap dia pelan
sang adik menatap wajah nya dalam
Cara ku marah cara ku tersenyum
"Dan gua pasti sudah menyakiti hatinya"
Seperti detak jantung yang bertaut
Nyawaku nyala karna denganmu
"di usia segitu, dia bebas memilih pasangan yang dia sukai, dia bisa jalan dengan siapapun yang dia mau dan bisa menikah dengan laki-laki pilihan hatinya"
kata-kata Ardhan hampir tenggelam bersama dengan suara indah ayudia, namun eta seperti nya bisa mendengar kan ucapan nya dengan sangat jelas, adiknya itu menggenggam erat tangan nya
Aku masih ada sampai di sini
Melihatmu kuat setengah mati
Seperti detak jantung yang bertaut
Nyawaku nyala karna denganmu
"Hidup mati jodoh itu sudah ketentuan Allah bang, percayalah Allah mencatat takdir setiap makhluk 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR. Muslim)
ucap eta sambil terus menggenggam tangan Ardhan
Semoga lama hidupmu di sini Melihatku
berjuang sampai akhir Seperti detak jantung yang bertaut
Nyawaku nyala karna denganmu
" Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik (QS. An Nur:26)”
__ADS_1
lanjut eta, sejenak mereka saling menatap satu dengan yang lainnya, eta tersenyum lembut ke arah Ardhan seakan-akan menyakinkan diri nya jika mereka pantas untuk bersama dan mereka pasti bisa melewati semua nya