
Ayudia
pagi-pagi sekali setelah ayudia telah siap dengan semua nya, Setelah baru saja mengunci kontrakan nya, dia tampak di kejutkan dengan kehadiran mama Ainun yang berdiri di depan kontrakan nya tersenyum sambil menaikkan sebuah kantong kresek hitam ke arahnya
"Mama?"
Ayudia tampak begitu kaget
"Sudah sarapan?"
wanita itu bertanya cepat
ayudia menggeleng pelan
"Kok mama disini? mama mau kemana?"
dia bertanya sambil melangkah cepat mendekati mama Ainun,menyelami tangan wanita itu kemudian mengambil kantong kresek yang entah apa isinya itu
"Mau ngantar kamu ke kantor"
Ayudia melongok
"Ah?"
mama Ainun malah terkekeh
"Sarapan dulu gih"
ucap wanita itu cepat
Ayudia mengintip sebuah kotak stereopoam bertengger manis didalam kantong kresek itu
"Ay makan di kantor aja yah ma"
ucapnya cepat sambil tersenyum senang,ini terdengar lucu tapi baru kali ini rasanya seseorang mengantar nya sekolah di kota asing ini selain dari pada Mak nya sendiri dulu di kampung
******
mama Ainun
Mungkin karena kepenatan menyelimuti hari-hari nya selama ini, anak-anak yang tidak pernah ada lagi di sekeliling nya dan belum adanya penghibur hati nya yang mulai merasakan kesepian mendalam, suami yang masih sibuk mengurus Beberapa pekerjaan di kantor satunya dan belum di lepas semua kepada Ardhan putra tertuanya, hingga akhirnya memacu perasaan dia untuk mendatangi gadis itu pagi-pagi sekali. tidak tahu kenapa dia meras suka dengan anak itu, mungkin karena gadis kecil itu begitu sopan, punya etika yang baik dan juga masuk dalam kriteria gadis yang cukup dia sukai.
Ditambah lagi setelah pulang mengantar gadis itu malam kemarin, putra bungsu nya berkata sudah beberapa kali melihat gadis itu sebelum nya tapi belum sempat menyapanya. bahkan Jerry terus menanyakan soal gadis itu berkali-kali pada nya,hingga menimbulkan kecurigaan dihatinya, jangan-jangan anak itu menyukai gadis itu.
"hari Minggu ini ada kegiatan ay?"
mama Ainun bertanya cepat sambil fokus menyetir menatap jalanan Jakarta yang masih tampak legang,dia fikir sebentar lagi bakal padat merayap ini
Ayudia tampak berfikir sejenak
"ada, ay dapat job live show di Lippo mall Kemang"
ucapnya cepat
mama Ainun mengangguk pelan
"jam berapa?"
"siang ma"
jawabnya lagi
"Kenapa ma?"
Ayudia mengerutkan dahinya
"Nggak apa-apa"
jawabnya Kemudian
"Bagaimana di tempat magang kamu? ada kesulitan?"
__ADS_1
tanya nya cepat ke arah ayudia
ayudia tampak berfikir sejenak
"Mama tahu? ay baru kali ini ketemu manusia yang badannya besar namun hatinya gampang berubah-ubah?"
tiba-tiba ayudia ingin curhat saja soal keluhan nya soal laki-laki pemilik Abimanyu Angkasa Group itu
"siapa?"
mama Ainun bertanya sambil menaikkan alisnya
"Direktur nya itu Yo ma, hatinya itu kadang baik, kadang tidak baik, terkadang ke kiri terkadang kekanan, mana dari awal ketemu sudah tidak enak, ujung-ujungnya kadang semakin tidak enak"
oceh ayudia cepat
mama ainun malah terkekeh mendengar ayudia mengeluh soal ardhan
"kalau harus ay samakan Dirut itu seperti beruang kutub berkulit bunglon,dengan tubuh besar dan tampang yang gampang berubah-ubah sesuai kemauan nya"
mama ainun malah tertawa terkekeh mendengar curhatan ayudia, dia tidak bisa menghentikan tawanya disepanjang perjalanan ini. oke julukan terbaru putra nya saat ini adalah beruang kutub berkulit bunglon, lucu juga.
"Kamu nggak ngomong soal keluhan kamu?"
tanya nya ke arah ayudia
ayudia tampak merinding
"Nggak ah bisa-bisa ay malah di keluarkan dari kantor nanti, orang hari ke dua magang aja sudah mau di kembali sama Dirutnya"
kenang ayudia
"Kenapa?"
ayudia diam sejenak
"karena nganterin mama ke rumah sakit, jadi telat hingga 2 jam lebih"
nama Ainun tampak terkejut
"Kamu nggak ngomong alasannya?"
Ayudia menggeleng pelan
"Astagfirullah hul'adzim"
mama Ainun tampak kehilangan kata-kata
"Nanti sore mama jemput yah"
mama Ainun bicara cepat saat ayudia turun dari mobilnya
"Tapi ma, apa mama ga repot?"
Ayudia merasa sedikit tidak enak hati
wanita itu menggeleng
"sarapan nya jangan lupa"
ayudia mengangguk pelan
seketika mama Ainun memutar mobil nya, menjahui gadis itu secara berlahan
"Bima... kalau ketemu mama benar-benar yah, nyusahin anak sekecil itu"
rutuk dia dalam hati
*****
Ayudia
__ADS_1
Siang ini terdengar bisik-bisik dari arah lobby hingga ke tangga lift yang ada di kantor Abimayu group, mereka berkata pria tua Abimayu datang berkunjung dengan sejuta keruwetan nya. pria itu pasti akan memilih naik melalui tangga seperti biasanya dan tidak akan mau naik melalui lift. pria tua itu selalu berfikir lift bisa membuat dirinya akan mati mendadak.padahal semua karyawan malah lebih takut jika pria tua itu malah terjatuh saat menaiki tangga dengan tubuh rentahnya itu.
Pria itu selalu tampak ribet dan keras kepala, memaksa jalan sendiri tanpa mau dibantu oleh orang lain,kadang beberapa karyawan ingin membantu memapah nya tapi selalu saja ditolak olehnya.bahkan acapkali dia menolak dengan cara yang sedikit kasar.
"Tidak bisakah kamu berjalan lebih cepat?"
ocehan di balik hape Ayudia terdengar memekakkan telinga nya, laki-laki itu selalu saja meminta segala sesuatu dengan terburu-buru
"sebentar pak"
Ayudia dengan cepat menutup hape nya
awalnya dia ingin naik menuju ke arah tangga lift,tapi desas-desus tadi membuat dia memilih memutar arah berjalan menuju ke arah tangga. benar saja dia melihat seorang pria tua yang berjalan menggunakan tongkat , tertatih-tatih dengan kaki rentahnya menaiki tangga. beberapa karyawan tampaknya sudah tidak bisa membujuk pria tua itu, Beberapa orang tampak mengintip dari arah atas tangga dann ujung bawah tangga dengan perasaan was-was,takut jika-jika pria tua itu terjatuh karena langkah nya.
Ayudia naik berlahan ke arah tangga secara berlahan, berjalan mengikuti langkah pria tua itu tepat 2 langkah di belakang nya, pura-pura berkonsentrasi pada hapenya sambil menjawa panggilan mendadak dari dirutnya
*Ini orang nggak sabaran benar yah, dasar beruang kurub berkulit bunglon*
umpat ayudia kesal
"Iya bapak, ini sudah mau ke atas"
"saya sedang terburu-buru, kamu dimana sekarang?"
laki-laki itu tampak bertanya kesal
"ditangga bawah pak"
*******
itu anak magang kadang-kadang membuat darahnya naik beberapa kali lipat, diminta cepat malah lelet setengah mati
umpat ardhan dalam hati
"saya sedang terburu-buru, kamu dimana sekarang?"
laki-laki itu tampak bertanya kesal dari balik ponselnya
"ditangga bawah pak"
setelah itu terdengar panggilannya dimatikan oleh ayudia
what?
ardhan melotot kesal memandangi hape nya
berani sekali anak itu mematikan hapenya sebelum dia selesai bicara, bahkan dengan enteng nya anak itu berkata dia ada di tangga bawah.
bukannya naik menggunakan tangga lift, anak itu malah naik lewat tangga
ardhan berjalan cepat keluar dari ruangan nya, menuju ke arah tangga berniat untuk menyusul Anak itu,tapi dia lihat beberapa karyawan tampak berdiri melongok ke arah bawah seakan-akan melihat pemandangan luar biasa, Ardhan dengan gerakan cepat ikut menoleh ke arah bawah
Dia terkejut melihat kakeknya berada di bawah sana berjalan berlahan menaiki tangga disudut kiri tangga sambil berpegangan pada sisi tangga. terlihat ayudia berjalan dengan berlahan dalam jarak 2 anak tangga di belakang kakeknya, sedikit bergeser ke arah kanan terus menjaga jarak agar kakek nya tidak merasa terganggu dengan gerakan nya. Ayudia tampak tidak menoleh ke arah kakeknya saat kakeknya menatap ke arah ayudia, gadis kecil itu pura-pura memainkan hapenya tapi terlihat jelas jika gadis itu terus mengawasi langkah kakeknya itu.
beberapa waktu gadis itu pura-pura melempar pulpennya karena merasa langkahnya menjadi lebih cepat,agar bisa terus mengawasi langkah kakeknya dan tetap berada di belakang gadis itu pura-pura mengambil pulpen nya yang terjatuh.
kakeknya tampak diam, tampak tidak keberatan dengan adanya gadis itu, dia tetap berjalan maju secara berlahan hingga ke ujung tangga atas
"kek?"
ardhan bicara pelan saat melihat kakeknya sudah tiba dengan baik ke atas tangga
Ayudia yang sadar dengan kehadiran direktur Abimayu itu langsung menundukkan pelan kepalanya, Kemudian dengan cepat melesat pergi dari hadapan mereka
"siapa bocah kecil itu?"
tanya kakeknya tiba-tiba
"Itu anak magang kek"
"Oh.. dia bocah yang pandai menarik perhatian orang"
__ADS_1
ucap kakeknya pelan sambil memegang tangan ardhan pelan