
Bik Sri
Ini agak bikin khawatir, pergi pagi pulang malam untuk mengantar semua undangan pernikahan Ayudia dan ardhan, sebenarnya takut juga Ayudia curiga karena dia dan sang suami Agus mesti pergi tiap hari dalam Minggu ini, tapi karena ardhan bilang jangan khawatir akhirnya dia menurut.
Tugas utama menyebarkan undangan pernikahan Ayudia dan ardhan yang direncanakan ardhan secara suprise untuk Ayudia.
"Seprais gitu den?"
"Suprais buk"
suaminya menyela cepat
Ardhan malah Tersenyum
"Suprise bik, mang"
"Oh iya den"
"Jadi nanti semua teman kuliah nya di undang itu bik, pesankan jangan sampai pecah berita karena ini kejutan hadiah ulang tahun pernikahan dan ulang tahun ayudia yah mang,bik"
"Nggeh den"
"Untuk keluarga besar di Bandung nggak keberatan mamang sama bibik yang handle undangan nya? nanti saya tinggal nambahin undangan lewat telepon dan group keluarga "
"Baik den"
"Pokoknya khusus dibandung saya percayakan sama bik Sri, mang Agus dan pak imam sepupu papa"
"Siap den"
Dan akhirnya mereka benar-benar mengitari Bandung untuk mengurus Dan menyebarkan semua undangan.
*******
Wulan
"Serius kamu ambil libur nggak jadi masalah? nanti malah ketinggalan banyak mata kuliah"
"Aman bang, nanti Wulan urus semua, nggak ngaruh InsyaAllah sama mata kuliah Wulan"
"Berangkatnya sama siapa dek? bingung juga Abang kamu pulang ke Lubuklinggau sama siapa"
"Abang nggak usah khawatir, InsyaAllah bisa jaga diri bang, kan dari bandara langsung ke bandara itu bang lantas menuju ke rumah,sampai rumah langsung step by step nyebar undangan pernikahannya"
"Nanti tinggal di mana? rumah di Lubuklinggau sudah di sewakan"
Kak eta langsung ikut nanya dengan perasaan khawatir
"Kan keluarga lain banyak kak "
"Cari keluarga yang kamar tidurnya khusus yah Wulan, jangan campur atau tidur di luaran, kalau nggak nginap di hotel saja, aduh anak cewek pergi sendirian bikin panik juga ini"
kak eta bicara tampak khawatir
"Iya kak"
"Biar nginap di hotel saja, kan cuma beberapa hari itu, lebih nyaman fasilitas nya"
mama Ainun datang menyahut
"Iya ma"
Wulan mengembangkan senyum termanisnya, dia selalu bersyukur karena keluarga abimanyu selalu penuh cinta dan kekhawatiran, selalu pasang jaring antisipasi untuk masa depannya, jangan sampai sesuatu yang buruk terjadi, memperlakukan dia, Mak dan aidil seakan-akan memang keluarga kandung mereka.
Kak ayudia sangat beruntung.
Yah sang kakak kebanggaan memang pantas mendapatkan semua nya, Karena sejak kecil kak ayudia nya hidup penuh dengan kesusahan, bahkan dulu kalau mau makan acapkali kakak nya itu harus berfikir keras bagaimana cara mendapatkan sejumput beras, membantu Mak dan bapak secara ikhlas agar besok dan lusa bisa makan sesuatu yang bisa bikin kenyang perut 1 rumah, bahkan sambil sekolah sambil cari uang bagaimana pun caranya, hingga SMA pun tidak pernah minta ini itu sekalipun sama Mak bapak, hidupnya mandiri, sangat mandiri, jadi kalau Allah kasih bonus sebanyak ini sama kak ayudia, maka wulan pasti bilang.
Allah memang adil dan pantas memberikan kakak nya bonus kebahagian sebanyak ini dalam hidup nya.
suami yang tampan, kaya raya, lembut dan romantis, kakak ipar yang baik, adik ipar yang penuh hormat dan mertua yang luar biasa.
Karena nasib manusia siapa yang tahu? sebab hidup, mati, sehat, sakit, jodoh dan rejeki itu Allah yang mengatur nya, jadi kenapa kita acapkali resah dengan hidup ketika kita berada di titik paling bawah, Siapa tahu ads bonus luar biasa yang sedang menanti kita tanpa pernah kita duga.
"Maaf mbak"
suara seseorang mengagetkan lamunan nya Wulan mendongak dari duduknya di kursi pesawat, seorang laki-laki Bertubuh besar tinggi dengan aksen wajah oriental dan sangat.....
rem rem subhanallah makhluk tuhan paling seksi sedunia
Wulan tertawa didalam hati
Dasar lihat yang jidad nya klimis dikit langsung kemana-mana fikirannya.
yang usianya beberapa tahun di atasnya.
"Ya?"
__ADS_1
Wulan bertanya spontan
laki-laki itu tersenyum sambil menunjuk kursi di samping nya, bermaksud untuk lewat didepannya.
"Ah, maaf"
Wulan langsung menggeser posisi tubuhnya agar laki-laki itu bisa melewati tubuhnya. hingga akhirnya laki-laki itu mendapatkan posisi pas nya.
Wulan menggelengkan kepalanya, dia fikir bukankah hal lumrah kamu naik suatu alat transportasi, akan bertemu orang-orang baru, bahkan bisa bertemu orang-orang luar biasa cantik dan tampan, kemudian ngobrol lantas turun dan saling melupakan.
"Ke Lubuklinggau?"
tiba-tiba laki-laki disamping nya bertanya, aksen China terdengar jelas di telinga Wulan meskipun bahasa Indonesia nya cukup baik.
Wulan mengembangkan senyum lantas mengangguk
"iya ko"
dia bingung mau jawab pakai bahasa Indonesia atau Inggris
"Speak English? Indonesian ko?"
"Indonesia, cukup lancar"
"ah"
Wulan mengangguk tanda mengerti
"Kerja? kuliah?"
"Kuliah"
"Asli Lubuklinggau?"
Wulan mengangguk
"Kuliah di Lubuklinggau atau luar kota?"
"Jakarta"
laki-laki itu mengangguk
"ini pertama kalinya saya ke Lubuklinggau"
Wulan membulat kan bola matanya
"ah, kerja ko?"
"insyaallah orang Lubuklinggau ramah-ramah"
sahut Wulan sambil terus melebarkan senyumannya
Laki-laki itu ikut melebarkan senyumannya
Dan seperti biasa 2 orang yang bertemu tanpa sengaja bukan kah akan mengobrol panjang lebar, kemudian berpisah dan saling lupa.
Tapi...
"Saya sudah booking di Traveloka mbak, kok bisa salah ini kamar nya?"
Wulan menaikkan 2 alisnya, menatap bingung ke arah sang resepsionis, dia fikir bisa-bisa nya booking online sampai salah, belum pernah ini kejadian beginian seumur-umur.
"Maaf mbak sepertinya ada kesalahan teknis disini, kamar ini sudah di booking lebih dulu sama mister W dari china jauh sebelumnya, lupa di lock di sistem Traveloka"
salah satu karyawan Mencoba untuk menjelaskan sambil menunjuk laki-laki disamping Wulan.
Wulan hanya menarik panjang nafasnya
laki-laki di pesawat tadi, kok bisa kebetulan sih?
"Tidak apa-apa kalau Mbak nya mau minta tukar"
laki-laki itu bicara tetap dengan aksen China yang kental
Sang resepsionis dan beberapa karyawan lain tampak bingung
"nggak apa-apa beda kamar cuma dengan fasilitas yang sama sesuai pesanan awal saya"
beberapa orang didepan mengangguk tanda mengerti.
pada akhirnya mereka mengantar Wulan dan laki-laki itu menuju ke lantai atas hotel........ dan yang membagongkan
kenapa kamar nya bersebelahan sih?
Wulan menyentuh tengkuk nya beberapa waktu
laki-laki itu malah tertawa renyah, terlihat begitu manis dan tampan
__ADS_1
Allahuakbar
seketika wajah Wulan memerah
"Berikan saya nomor telepon anda"
"Ya?"
Wulan agak terkejut, waktu laki-laki itu tahu-tahu duduk didepannya saat mereka melakukan sesi sarapan pagi di kafe restoran bawah.
Laki-laki itu menyodorkan handphone nya, dengan perasaan ragu Wulan meraih handphone laki-laki itu.
Gila ini handphone harga nya selangit tahu, Koko nya orang kaya ye?
pekik Wulan dalam hati sambil mengetik tiap digit angka nomor hape nya.
"Bukan type orang yang suka gonta-ganti nomor kan?"
tanya laki-laki itu kemudian setelah menerima kembali handphone nya
Wulan menggeleng pelan
"It's good"
kemudian laki-laki itu menerima beberapa menu sarapan pagi dari 2 pelayanan hotel.
"Terima kasih"
Wulan pada akhirnya terus melanjutkan sarapannya, sambil Vidio call dengan kak eta, sedikit mengabaikan Koko tampan dihadapannya.
"Mikhayla....."
Wulan melambaikan tangannya pada sang keponakan sambil tertawa senang dengan ekspresi geregetan.
"Tanteee Wulan"
rengekan kecil diseberang sana terdengar jelas
"Sudah sarapan?"
kak eta bertanya cepat
"Alhamdulillah sudah kak, ni"
Wulan mengangkat piring makanan nya
"Star bagi undangan kapan?"
Wulan melirik ke arah jam tangan nya
"Sebentar lagi kak"
"Caranya kamu pinjam fasilitas hotel untuk kendaraan, jangan naik ojek sembarangan atau naik taxi sembarangan"
"Iya kakak"
Wulan terus bicara sambil meraih undangan pernikahan yang di letakkan di bawah kakinya didalam paper bag, lantas meletakkan undangan itu di atas meja, tanpa sengaja sang laki-laki melirik sejenak kemudian membuang pandangannya.
"Kalau sudah pulang telpon kakak yah"
Wulan mengangguk
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsallam"
Wulan tersenyum sambil mematikan panggilannya, berniat berdiri dan kabur dari sana, tapi laki-laki China itu tiba-tiba bertanya.
"Kamu mau menikah?"
"Ya?"
Wulan agak kaget mendengar pertanyaan laki-laki itu, kemudian menyadari soal sesuatu.
"Oh... ini undangan pernikahan kakak saya ko"
Seulas senyuman lebar menghiasi wajah laki-laki itu.
"Saya akan menghubungi anda setelah jam makan malam, Wulan"
"Ah?"
Setelah berkata begitu dia langsung berlalu meninggalkan Wulan yang masih terbengong-bengong disana.
tunggu dulu, maksud nya gimana?
*******
__ADS_1
Catatan \=
Season Wulan dan mister W akan ada novel nya sendiri