
Ardhan
memboyong keluarga besar Ayudia lumanyan juga dia fikir, jalan satu-satunya booking pesawat untuk mereka, tapi siapa sangka keluarga azzura company malah menawarkan jet pribadi nya, karena urusan proyek di Palembang berujung obrolan panjang cerita soal pernikahan, mengundang mereka dan keluarga besar mereka dan pada akhirnya zuu sang pemilik azzura company menawarkan fasilitas jet pribadi mereka.
Awalnya ardhan menolak, tapi sang papa Cakra dengan sigap menerima tawaran nya.
"Alhamdulillah bisa boyong banyak keluarga Bim"
Akhirnya clear soal itu.
sekarang yang jadi permasalahan bagaimana semua rencana terlaksana dengan sempurna tanpa menciptakan kecurigaan di hati Ayudia. Benar-benar ingin membuat kejutan untuk sang istri sekaligus sebagai kado ulang tahun nya di tahun ini.
"Nanti malah bakal pingsan kak ay saking shok nya Abang?"
Wulan bicara Cepat sambil membantu Fitting baju buat Mak, sudah 2 tahun tinggal di Jakarta sejak lulus SMA, kuliah di universitas........... dan tinggal di rumah kemanyoran sama Mak dan Aidil.
"Yah InsyaAllah nggak dek, paling nanti bingung sendiri kak ay mu"
Ardhan mengulum senyum membayangkan ekspresi sang istri biasanya terkejut dan bingung bagaimana, sambil duduk di atas kursi sofa, menunggu Mak selesai Fitting baju sambil nunggu Aidil keluar dari arah dalam. Sejak pagi rumah keluarga besar Abimanyu sudah terasa sibuk dan ramai, dari urusan fitting baju, keluarga besar sudah mulai bermunculan, mengepak banyak sekali buket dan kado ulang tahun buat sang istri yang isi nya apa.
"Abang tahu ga? Mak sampai siap kado istimewa"
ucap Wulan sambil terkekeh
"Jangan di omongke Samo Abang kau la (jangan bilang sama Abang kamu lah)"
Mak bicara sedikit malu
"Wah kado apa Mak? jadi curiga ni?"
goda ardhan
"Kado mama yang patut kamu curigai"
tiba-tiba eta muncul dari arah pintu depan,membawa banyak sekali tumpukan pernak-pernik souvernir didalam kardus.
"Kompakan ini sepertinya mau kasih kado mencurigakan"
ucap ardhan langsung berdiri sambil membantu eta membawakan kardus yang kelihatan lumanyan berat.
"Nanti Wulan sama Aidil bantu kakak dan Kaka byby merapikan souvernir nya yah"
ucap eta cepat
"Iya kak"
Wulan mengangguk
"Oke kak"
Aidil muncul dari arah dalam, menyembulkan kepalanya malu-malu.
Eta menaikkan alisnya
"Kok malu?"
__ADS_1
seketika Aidil keluar secara berlahan
"Ini kak mahal sekali, terlalu mewah"
ucap Aidil sambil bergerak ke arah mereka
"Aih ganteng banget"
alih-alih menjawab eta malah mendekati Aidil, memperhatikan pakaiannya dari ujung kaki sampai ujung kepala, jas berwarna silver dengan gaya modern bertengger lengkap di tubuh Aidil, memang sesuai kata eta anak ini kelihatan ganteng.
"Ganteng sekali, ini kalau besar ngalahin Abang deh"
kekeh eta
"Masa nanti mau saingan sama Aidil di usia ku yang entah kepala berapa"
seketika 1 ruangan tertawa
"tapi celana nya mesti di pendek kan kaki nya, agak kepanjangan itu"
ardhan bicara sambil memperhatikan celana yang aidil gunakan.
"Bang "
tahu-tahu Jerry muncul di depan pintu
"Kenapa?"
"Mana kak eta?"
"Kak byby tanya pakaian Mikhayla sama perlengkapan Hanif mau diletakkan dimana?"
"Aduh sampai lupa"
eta langsung berlarian keluar ke arah Jerry
"Anak-anak asuh nya sudah di bilangin kan?"
Ardhan bertanya Cepat sebelum 2 orang itu kabur ke bawah.
"sudah"
Ardhan tersenyum lebar, dia fikir persiapan pernikahan kali ini begitu berat dan panjang, cukup berbeda waktu nikah sama arletta, semua keluarga arletta yang mengurusi segala sesuatu hingga hari H,karena acara pihak arletta yang menghandle, kali ini keluarga Ardhan yang menghandle semuanya dan Alhamdulillah nya keluarga mereka begitu kompak, apalagi ditambah ada Wulan dan byby sang calon adik ipar yang selalu siaga 1*24 jam, dua anak itu benar-benar luar biasa bisa di andalkan.
Maka nikmat mana lagi yang engkau dustai? semua berjalan teratur sesuai jadwal nya. tinggal urusan Ayudia, membawa nya ke Jakarta dengan sejuta trik yang dia miliki agar acara ini jadi kejutan luar biasa untuk sang istri tercinta.
*****
Ayudia
Sang suami selama hampir 2 bulan ini selalu saja bikin dia bingung, dari fitting gaun dan kebaya, tarus tanya dia suka konsep bagaimana kalau byby menikah?
Yah kok byby yang nikah sama Jerry,dia yang ditanya coba
"Kan beda orang beda selera Abang"
__ADS_1
"Mama yang minta tanya pendapat ay"
pada akhirnya yah dia sebut saja konsep ala princess, itu pernikahan impian nya, yang ada kurcaci gitu, pakaian ala princess, pangeran berkuda, konsep istana negeri dongeng,ada kereta kencana nya
"Wuih baru tahu kalau istri Abang suka negeri dongeng, ini kebanyakan ngehalu nonton drama Korea"
lah malah di goda
"Ih Abang ah, kata nya tanya konsep impian Ayudia, gimana sih"
jelas saja dia merengut kesal
"Kan sudah Tanya, eeee dijawab malah ngejek, ketawa lagi"
bisa lihat itu bibir jadi nya berapa centi? muka nya langsung merengut berubah ekspresi.
"Oh sayang... ini merajok nya gampang banget yah"
Sang suami malah menggoda,muka kiri kanan di pencet sebegitu nya lantas di cium tanpa henti.
"Abang...nggak bisa nafas"
ayudia bicara sambil menahan nafasnya, terus dicium tanpa henti sama suami.
Sepersekian detik malah di peluk begitu erat
"Ay"
"Hm?"
Ardhan bicara sambil terus memeluk tubuh mungilnya.
"InsyaAllah semua baik-baik saja, bagaimana pun ujian kedepan nya Mari saling menguatkan, karena pada dasar nya kisah kita masih sangat panjang"
"Seluruh waktu akan datang silih berganti, acapkali godaan dan ujian menerpa nantinya, tetaplah memegang erat tangan ku meski apapun yang terjadi, InsyaAllah abang akan jadi suami yang dapat kamu andalkan di kala susah maupun senang"
"He em"
ayudia mengangguk-angguk pelan
"Kamu tahu ay?"
Ardhan melepaskan pelukannya, sedikit menjongkok menatap wajah Ayudia yang sedikit mendongak balik menatap wajahnya
"bagaimana mengatakannya? kita sudah 4 tahun bersama, perasaan aku sama kamu masih tetap sama, bahkan malah semakin menggila"
ucap ardhan dengan mata berkaca-kaca
"I love you, i love you... I love you ay"
setelah itu secara berlahan sang suami menyatukan bibir mereka, melebur kan perasaan menjadi satu, membuat jantung ayudia acapkali ingin keluar karena merasa begitu besar cinta yang dia dapatkan dari laki-laki ini, lalu coba katakan pada nya, bagaimana mungkin dia menyakiti laki-laki sebaik ini?
Sayangg....i love you too....
Maka nikmat Allah mana lagi yang kamu dustakan?
__ADS_1