CINTA TERPAUT 18 TAHUN (2 Musim Yang Berbeza)

CINTA TERPAUT 18 TAHUN (2 Musim Yang Berbeza)
Istri kesayangan sang direktur utama


__ADS_3

Ardhan


Pagi-pagi sekali ketika baru tiba di kantor tau-tau ayudia kena semprot tari dan meta, entah apa alasan nya ardhan belum tahu dan itu cukup membuat dirinya gerah.


Saat sudah masuk ke ruangan nya,Dengan gerakan cepat ardhan mengendur kan dasi nya, tampak kesal, rahangnya mengeras dan dia benar-benar berada di luar batas kesabaran nya. Tapi lagi-lagi dia ingat pemintaan ayudia


Bertahan lah cuma 1 tahun lebih sedikit, nanti juga semua akan indah pada waktunya, pada akhirnya dia membuang pelan nafasnya.


Tapi siapa tahu rencana Allah, 2 hari kemudian semua berada di luar keinginan ardhan. Tari harus nya memberikan dokumen keuangan malam itu dari Rudi pada ardhan, tapi sudah keburu ardhan pulang karena kebetulan sang mama mau ke apartemen mereka, rencana nya tari mau menitipkan dokumen itu pada pak Agus tapi sang sopir kepercayaan lagi pulang kampung Karena menjenguk orang tua nya yang tengah sakit, pilihan nya menghubungi Dion tapi sejak 1 jam yang lalu ponsel Dion tidak bisa dihubungi. pada akhirnya tari memutuskan mengantar kan langsung berkas itu ke apartemen ardhan, hitung-hitung perempuan itu berfikir untuk mencoba mencari perhatian, mengajak meta untuk pergi bersama dengan nya.


Ting tong


Ting tong


terdengar suara bell berbunyi sejak tadi, ardhan baru saja selesai mandi, hanya menggunakan kimono mandi dengan wajah segar juga rambut yang masih basah mencoba berjalan kedepan, Ayudia juga baru selesai mandi, masih mondar-mandir disepanjang ruangan entah mencari apa Kemudian melesat masuk ke kamar mereka.


"Mungkin itu mama"


Ardhan bicara cepat sambil terus melangkah kedepan, tapi begitu dia membuka lebar-lebar pintu apartemen jelas saja matanya langsung membulat kaget


2 sosok perempuan itu berdiri dihadapannya dengan pandangan terkejut juga, mungkin karena melihat penampilan ardhan yang terlihat... entahlah. mereka melesat masuk ke dalam tanpa basa-basi, bermaksud menyerahkan dokumen keuangan itu pada ardhan


tapi


"Sayang... mama sudah datang?"


Ayudia bertanya cepat dari arah kamar


jelas saja 2 sosok perempuan itu terbelalak kaget saat mendengar suara perempuan dari arah dalam, belum lagi seperti nya mereka kenal betul suara siapa yang barusan keluar.


mereka mungkin sudah ingin menuduh yang tidak-tidak,namun sejenak bola mata mereka tiba-tiba tertuju pada foto besar di dinding sebelah kiri serta beberapa foto lainnya, itu adalah foto Ardhan dan ayudia ketika akad nikah kemarin.


jelas saja 2 sosok perempuan itu shok berat, tidak menyangka mungkin, belum lagi tiba-tiba mama ardhan datang dengan suara berisik setelan mengucapkan salam


"Assalamualaikum"


"Mantu mama mana? udah mandi belum?"


"Sudah mama, ay sudah mandi"


dan Ayudia melesat keluar dari kamar dengan senyum lebarnya masih menggunakan kimono mandi yang warnanya senada Seperti milik ardhan dengan rambut yang masih sangat basah.


seketika Ayudia terkejut, sang istri kehilangan kata-kata


"Mbak tari, mbak meta"


Ayudia membeku


"Loh kenapa Bim?"


mama bertanya bingung saat menyadari ada sosok lain di apartemen ardhan


"Ngantarin berkas ma, katanya Dion nggak bisa dihubungi , jadi terpaksa langsung ke apartemen sendiri"


"Oh..."


mama nya melengos


"papa tadi nganterin mama langsung pergi, nanti biar mama sama istri kamu pergi duluan yah bawa mobil kalian"


lah mama nya malah bicara seperti tanpa dosa, nyebut kata istri dengan suara di tekan lagi


"nanti Jerry biar jemput kamu"


Ayudia bingung mau menjawab apa, dia masih kehilangan kata-kata karena terkejut kalau ada orang kantor yang akhirnya tahu hubungan nyata mereka

__ADS_1


"loh kenapa jadi misah?"


spontan ardhan bertanya seakan lupa ada 2 sosok lain dihadapannya


"kamu itu Pisah sama ay dikit saja berisik, nggak mama bawa kemana-mana istri kamu, mama cuma pinjam dulu buat nemenin mama kebutik, nanti langsung nyusul kalian ke sana"


Ardhan mengangguk pelan


"Sayang jangan pakai mobil yang hitam"


ardhan bicara Cepat, Kemudian mengulurkan tangannya untuk mengambil berkas yang akan diberikan oleh tari dan meta


"Iya"


Ayudia menjawab pelan


dan Seketika suasana menjadi cukup canggung untuk mereka, ardhan meminta mereka duduk dulu hingga dia berganti pakaian


"Ada yang ingin saya bicarakan, tunggu hingga saya selesai berganti pakaian"


tari dan meta hanya bisa mengangguk sambil menelan saliva mereka.


"Seperti yang kalian lihat, dia istri saya"


"Tolong jangan bilang siapa-siapa dulu, istri saya butuh privasi hingga dia menyelesaikan bangku SMA nya, Setelah itu baru kita umumkan hubungan kita"


"Bersikaplah seperti biasa, seakan-akan kalian tidak pernah tahu soal hubungan kami"


"Saya takut kalau keadaan pecah Sekarang, akan mempengaruhi sekolah istri saya"


"Apa kalian mengerti maksud saya?"


2 sosok perempuan itu hanya bisa mengangguk pelan dan pasrah, tergurat dengan jelas kekecewaan didalam wajah mereka, serta sejuta rasa bersalah seakan tidak menyangka siapa sosok sebenarnya istri sang Dirut.


"Dan tolong bersikap lebih sopan sama istri saya, Karena sebenarnya saya sudah cukup gerah dengan cara kalian memperlakukan istri saya beberapa waktu belakangan"


dan tari serta meta lagi-lagi hanya bisa menelan kasar Saliva mereka.


*******


Tari


Oh ya Tuhan


Saat mendengar suara seorang perempuan dari balik pintu kamar, melihat penampilan sang dirut yang seksi sehabis mandi dengan kimono serta rambutnya yang masih basah jelas dia dan meta saling menoleh, mereka kenal betul suara itu.


awalnya mereka sering bergosip jika Ayudia mungkin seorang sugar baby, gadis berwajah cantik berkulit putih itu acapkali membawa barang mewah dan naik turun mobil mewah dari hotel ke hotel, mereka Beberapa kali tanpa sengaja melihat gadis muda itu di beberapa kesempatan ada di hotel-hotel mewah Jakarta, bahkan dia dan meta berfikir bisa jadi gadis itu perayu ulung untuk type laki-laki seperti ardhan sang duda kaya dengan sejuta pesona, tidak heran ardhan seakan meng istimewanya. bisa jadi Ayudia sudah pernah tidur dengan sang dirut.


kadang ingin sekali dia memaki gadis itu yang tiap kali stay di ruangan sang Dirut seperti tanpa dosa.tapi siapa sangka kejadian tidak disengaja ini memecah semua pemikiran buruk mereka, Ayudia keluar dari kamar menggunakan kimono mandi dengan warna yang sama dengan sang direktur, rambut basah tergerai dengan wajah yang... cantik iya cantik... mereka terlalu iri dengan wajah gadis bau kencur itu yang selalu terlihat cantik alami


apa lagi saat melihat foto dengan rona bahagia yang terpampang didinding apartemen sang direktur utama Abimanyu Angkasa Group itu, foto saat sang dirut dan Ayudia mengembangkan tawa yang lebar ketika saling menukar cincin di jari manis mereka, foto saat sang direktur memegang tangan seorang pria tua mungkin tengah mengucap janji suci, bahkan foto pasangan itu tengah saling menautkan bibir dengan ekspresi yang


yah sudahlah penuh rasa bahagia


keyakinan semakin bertambah ketika Bu Ainun sang mama Dirut datang sambil bertanya dimana sang menantu kesayangan, belum lagi saat sang Dirut berkata


"Sayang jangan pakai mobil yang hitam"


oh tuhan!


Dan ingin sekali dia mengutuk dirinya sendiri saat tahu soal kenyataan siapa istri direktur utama PT Abimayu angkasa group itu, yang ternyata gadis cantik bau kencur yang selalu ada di ruangan sang Dirut mereka itu.


tidak heran kecurigaan yang berjalan beberapa bulan yang lalu ketika sang Dirut menghilang beberapa Minggu dan anak itu juga ikut menghilang. Belum lagi cincin berlian di tangannya yang membuat curiga mata yang memandang. bisa jadi saat itu adalah hari bahagia pasangan ini.


Bahkan tidak heran juga acapkali mereka memarahi ayudia, laki-laki itu sering kali tampak kesal, belum lagi kadang tanpa sadar memperlakukan anak magang itu secara istimewa.

__ADS_1


orang gadis itu istri kesayangan sang direktur utama, jadi mereka bisa ngomong apa coba?


******


Ayudia


Ya Allah


dia langsung menatap kaget 2 sosok yang tengah yg berdiri dihadapan suaminya, dia kehilangan kata-kata, belum lagi waktu malam Cakra menyebut kata istri, jelas saja 2 wajah perempuan itu memerah. Belum lagi saat ardhan bilang


"Sayang jangan pakai mobil yang hitam"


dia fikir itu kata sayang nya keluar secara spontan atau sengaja dibuat untuk menekan beban 2 sosok itu agar tahu kalau ayudia adalah milik seorang ardhan Abimayu.


Ayudia benar-benar serba salah, tidak enak hati dan merasa...


ya Allah ini belum waktunya, kok jadi tiba-tiba begini?


Belum lagi wanti-wanti sang suami pada mbak tari dan mbak meta soal diri nya, 2 perempuan itu cuma bisa mengangguk kan kepala mereka tanda mengerti.


"Bang"


"Hmm"


Ayudia bicara pelan Setelah mereka melesat menuju ke arah perjalanan pulang


"Apa tidak masalah mereka tahu?"


tampak ardhan mengerutkan dahinya


"Kenapa memangnya?"


"Kalau gosipnya pecah gimana? Abang nggak merasa dirugikan?"


"Ngomong kok kemana-mana, kamu istri aku yah nggak dirugikan ay"


"Kan rencananya memang mau di umumkan kalau kamu lulus SMK? tapi rupanya semua di luar rencana"


ayudia tampak diam


"Aku fikir tari dan meta bukan type orang yang ember, InsyaAllah mereka tidak akan menyebarkan gosip di kantor"


ayudia hanya diam, dia sebenarnya tidak begitu khawatir soal orang-orang kantor, dia hanya khawatir Edo tau dan beritanya pecah di sekolah


"Minggu ini terakhir kamu magang kan? setelah ini sekolah balik normal"


Ayudia mengangguk


"Percayalah semua baik-baik saja, ikuti saja alurnya, kita tahu rencaa Allah lebih indah dari rencana kita"


ardhan bicara sambil mengelus lembut rambut Ayudia, Kemudian menyentuh hangat wajahnya


"hmm"


Ayudia mengangguk pelan


sejenak tangan ardhan sebelah kiri menggenggam erat tangan ayudia


"Mungkin ujian yang akan kita hadapi ke depan nya lebih dari ini"


ucap sang suami pelan


"Semua akan terlewati dengan baik selagi kita sama-sama berpegangan tangan"


"All it's well sayang, jangan terlalu khawatir soal kedepan nya"

__ADS_1


Ayudia menatap wajah ardhan untuk waktu yang lama, entahlah dia hanya merasa gelisah, seakan-akan sesuatu yang buruk akan terjadi pada mereka


__ADS_2