
Lanang bijak kak ni laki Dio nian (Laki-laki bijak ini memang suami nya)
Ardhan
apalah daya, dia hanya manusia biasa bukan nabi bukan pula malaikat yang sempurna. Saat melihat ayudia dengan penampilan begitu, handuk sepaha dengan dada menyembul sempurna, kulit putih bersih yang pasti nya bisa memabukkan semua mata yang memandang, ketika dengan tiba-tiba terjatuh menimpa nya dan spontan bibir mereka menyatu jelas naluri dan hasrat kelaki-lakian nya langsung bangkit.
Bahkan orang lain pun pasti begitu, Bulsyet jika tidak kecuali mereka hidup di negeri dongeng anta berantah atau di film-film yang sudah di setting sedemikian rupa jadi bisa menahan segala hasrat yang melonjak tiba-tiba
come we live in the real world (Kita tinggal di dunia nyata)
I'm just an ordinary human, not a perfect angel
(Saya hanya orang biasa, bukan malaikat yang sempurna)
apalagi otaknya bekerja dengan baik semalam, we are a halal couple (Kami adalah pasangan halal) jadi bukan lagi sebuah dosa ketika menyentuh nya, tidak ada larangan bahkan tidak akan di haram kan.
Kalau kemarin semua terjadi karena sama-sama tidak 💯% dilandasi kesadaran penuh, kali ini semuanya dalam kondisi sadar 💯% serta akal waras yang benar-benar kondusif. dan dia benar-benar menikmati nya, 5 tahun tidak merasakan nya, membuat dia menumpahkan semua hasratnya berkali-kali bahkan entah hingga jam berapa.
Dan percayalah, studi mengatakan
sentuhan fisik melalui s..ek..s akan memunculkan ke inti man dengan pasangan kita. Malah bisa dibilang, perempuan akan merasa jatuh cinta pada pasangan yang pertama berhubungan dengan dirinya.
Ardhan tersenyum menatap bola mata ayudia yang mulai mengantuk, dia tahu anak ini lelah setelah berjam-jam mengikuti alurnya. Setelah Ayudia terlelap pada akhirnya dia ikut memejamkan mata nya.
Yang dia Fikir Asalkan tahu bagaimana mengatur nya, asal Ayudia tidak hamil hingga lulus SMA, semua akan baik-baik saja.
*******
Ayudia
Kulit nya terasa meremang mendingin akibat dari sapuan AC, entah jam berapa ketika dia tersentak bangun dari tidurnya Karena terasa sebuah tangan besar memeluk erat pinggang nya, awalnya kaget berfikir siapa yang ada di belakang nya, siapa yang memeluknya dan Seketika dia sadar itu adalah pak ardhan, dan akhirnya dia ingat jika sekarang dia bukan lagi ayudia yang kemarin, dia sekarang sudah menjadi istri seseorang.
Dengan berlahan dia membuka matanya, melirik ke arah jam weker di samping meja sebelah kiri ranjang yang mereka tiduri.
Masih jam 03.30 pagi
Seketika Ayudia menarik selimutnya, Karena merasa cukup dingin dengan udara AC yang menyentuh tiap bagian tubuhnya, dia tidak terbiasa menggunakan AC sebab dia bukan lahir dari orang-orang kelas menengah ke atas yang dirumahnya punya AC beginian, yang dia tahu cuma kipas angin saja karena Ayudia yang lahir dengan kehidupan yang sangat sederhana.
Dalam fikiran nya dia harus mulai terbiasa mengubah kebiasaan hidupnya tapi bukan berarti dia mesti mengubah karakternya.
Seketika pak Ardan menggeliat saat merasakan pergerakan tubuhnya, dan laki-laki itu semakin erat memeluknya. Tidak tahu kenapa jantungnya berdetak begitu kencang, dan Seketika wajahnya menjadi memerah ketika ingat apa yang telah mereka lakukan tadi.
Dia fikir inikah tugas seorang istri ketika Melayani suami? rasanya begitu aneh dan... membuatnya meremang serta malu luar biasa. dia terus membalikkan tubuhnya tanpa berani menatap wajah itu.
"Kenapa?"
tiba-tiba suara serak pak ardhan terdengar tepat di balik telinganya
Ayudia diam sejenak, Kemudian berkata
"Pak AC nya kecilkan saja , ini benar-benar dingin"
ucapnya pelan
Bukan nya menjawab pak Ardhan merapat kan tubuhnya kemudian malah memeluk tubuh nya semakin erat
*********
__ADS_1
Ardhan
Saat terasa tubuh didepan nya menggeser dan berbalik, Saketika ardhan terbangun sambil bertanya
"Kenapa?"
dia bertanya tepat di balik telinga ayudia
ayudia tampak diam, Kemudian berkata
"Pak AC nya kecilkan saja , ini benar-benar dingin"
ucapnya pelan
seketika ardhan mengulas senyumnya, dia semakin merapat kan tubuhnya ke tubuh Ayudia kemudian memeluk erat tubuh mungil itu untuk beberapa waktu
"Ay"
"hmm"
"Berbalik lah"
ucapnya pelan, Ayudia Tampak ragu kemudian secara berlahan membalikkan tubuhnya
Ardhan menatap dalam bola mata Ayudia, kemudian mulai bicara
"Masih mau tidur?"
tanya nya lembut
Ayudia menggeleng pelan
Ayudia tampak diam, menggeleng pelan
"Bahtera rumah tangga"
ucapnya lagi
"Kedepan tidak tahu bagaimana mari hadapi bersama-sama, mungkin hidup dengan saya tidak akan seindah drama-drama Korea yang sering kamu tonton, akan ada pasang surut yang kita lewati, mungkin kecemburuan yang bertalu atau kemarahan yang mungkin tidak kamu sukai"
"Tapi setiap kali menghadapi sesuatu yang sulit, tiap Kali masuk ke waktu surut atau bahkan terpuruk, mari bicara dari hati ke hati di waktu yang tepat, saling belajar memahami"
"Mungkin nanti kamu akan tahu karakter saya yang keras dan sulit, tapi selalu ada waktu untuk komplain atau bilang kamu tidak cocok dengan jalan pemikiran saya Namun di waktu yang tepat"
Ayudia tampak masih diam, mencoba mendengar kan ucapan ardhan dengan baik
"Kamu tahu bagaimana waktu yang tepat?"
Ayudia kembali menggeleng
"disaat seperti ini, disaat waktu tidur terasa cukup dan lelah serta penat telah menghilang, kita bisa bicara dari hati ke hati atau bahkan kepala ke kepala dengan santai dan secara terbuka, bukan di saat amarah masih menggebu, atau disaat lapar tengah melanda, atau bahkan di saat lelah usai bekerja"
"Itu nama nya timing atau momentum yang tepat"
"Acapkali satu keluarga bisa hancur karena lupa bagaimana cara bicara dengan pasangan saat ingin menyampaikan komplain atau ke tidak sukaan mereka, mengambil timing atau momentum yang salah hingga mengakibatkan pertengkaran yang luar biasa"
Ayudia mengangguk pelan tanda mengerti sambil tersenyum begitu lebar
__ADS_1
tampak cantik dan entahlah
"Saya orang yang mungkin begitu simple dan tidak mau ambil pusing soal banyak hal, mungkin bukan tipe romantis seperti laki-laki pada umumnya, tapi percayalah saya bukan orang yang jahat yang tidak punya hati"
"Dan... mari sama-sama mengarungi bahtera ini, apapun yang terjadi mari tidak saling meninggalkan antara satu dengan yang lainnya"
******
Ayudia
Mungkin dia banyak belum paham soal banyak hal, karena usia kadang mempengaruhi pola Fikir seseorang. apalagi menikah di usia se muda dia bukan lah impiannya, tapi Mak nya selalu berpesan
"Tau cak Mano hubungan laki bini biso harmonis?waktu Ado keluhan ngomong lah dengan Dio disaat laki kau lah blek begawe, selesai mandi, selesai makan, lah istirahat jugo otak nyo lah tenang, kalo pacak ngobrol lah lagi santai beduo di pucuk kasur, jangan nian ngomong diwaktu perut lagi lapo,capek balek gawe,lagi banyak pikiran bahkan belum mandi atau lom sempat istirahat (Kamu tahu bagaimana hubungan suami istri bisa harmonis? ketika ada keluhan bicaralah dengan pasangan mu ketika dia sudah pulang kerja, selesai mandi, selesai makan, sudah istirahat dan kepalanya dalam keadaan tenang, kalau bisa dikala kalian di atas kasur lagi dalam keadaan bersantai dan jangan sesekali bicara disaat perut dia lapar, lelah sepulang kerja, penat karena fikiran, belum mandi bahkan belum mendapati istirahat yang baik)"
Dan Seketika dia tersenyum waktu pak ardhan juga bilang begitu, itu artinya keluarga besar mereka menggenggam prinsip yang sama.
"Katakan pada saya, Setelah lulus mau kuliah kemana?"
pak ardhan bertanya pelan
Ayudia sejenak berfikiru
"Saya suka akuntansi sejak dulu, mungkin di Padjajaran, Widyatama atau Trisakti"
jawabnya pelan takut jika-jika pak ardhan tidak setuju dengan pilihan awal karena di Bandung
"jadi mau di Bandung?"
laki-laki itu bertanya sambil menaikkan alisnya
Ayudia mengangguk
"Itu berarti kita harus berjauhan"
"Cuma 4 tahun"
Ayudia terkekeh
"Keburu tua saya menunggu"
pak ardhan tampak cemberut
Ayudia fikir Setelah sekian lama dia baru tahu kalau laki-laki dihadapan nya ini bisa mengeluarkan ekspresi seperti itu, dia tekekeh.
"Bapak bisa sering-sering ke Bandung"
"Hmm akan saya fikirkan, yang penting sudah tahu kemana mau nya kamu Setelah lulus. yang terpenting besok kita ketemu sama eta dulu, cek kondisi kamu"
"Lewati masa SMK kamu setelah itu baru oiih universitas mana yang terbaik buat kamu"
"Asal kamu suka, saya sama sekali tidak melarang nya, ini semua tentang kamu,untuk masa depan kamu, cita-cita kamu"
seketika bola mata ayudia berkaca-kaca, dia mencelos dan terharu dengan ucapan laki-laki itu, ini semua tentang dia, masa depan dia dan cita-cita dia.
Ahhhhh
dia menarik nafasnya dalam
__ADS_1
bukankah pria bijak ini suaminya? kelak mereka akan sama-sama saling menggenggam tangan melewati banyak hal yang dia juga belum tahu apa.
kemudian pak ardhan menyentuh lembut wajahnya, Seketika wajahnya terasa memanas dan memerah, apalagi ketika tau-tau laki-laki itu kembali mencium bibir nya Dalam dan begitu lama, terasa lembut dan hangat.