
Ardhan
Duk Duk Duk
tingg...
tingg...
Ting....
tingg....
oh suck siapa itu yang terlalu rese memencet bell kamar hotel ??
ardhan tampak kesal
dia terburu-buru menyelesaikan mandinya, Kemudian menarik jubah mandinya, memakainya dengan cepat lantas keluar kedepan menuju pintu depan
"ya?"
"pakk koper saya mana?"
dia membulat kan matanya seketika, saat melihat ayudia sudah berdandan begitu cantik sempurna, tapi yang lebih mengejutkan lagi gadis itu hanya menggunakan handuk mini yang cukup menutupi dada hingga pahanya.
bahkan itu terlalu pendek untuk dia gunakan
batin ardhan
"bapak pintu kamar saya terkunci, kuncinya didalam,semua didalam,koper saya kata pak Dion di dalam kamar bapak"
tampak gadis itu bicara dengan panik,mencoba menarik tangannya untuk melihat ke arah pintu kamarnya, ardhan mencoba mengganjal pintu kamarnya dengan sandal hotel lantas pergi menuju ke pintu kamar yang ditempati gadis itu
ardhan mencoba mendorong pintu kamar nya
"kamu tinggalkan Card ID nya didalam?"
Ayudia mengangguk cepat
"Saya panik, karena pak Dion bilang koper saja di kamar bapak, saya langsung keluar dengan buru-buru, pintunya malah terkunci"
terus saya gimana pak?
"masuk ke dalam dulu"
ucapnya cepat
menoleh ke arah jam dinding
"ini sudah sangat telat, kita sudah tidak mungkin menunggu pihak hotel datang membawa kunci serap, kamu ganti pakaian di dalam, koper mu..."
ardhan tampak mencoba mencari koper Ayudia
brengsek, cobaan apa ini
Kepalanya tiba-tiba menjadi pusing melihat penampilan gadis itu. yah tidak dipungkiri, meskipun usia gadis itu masih tergolong kecil tapi tubuh sudah tampak dewasa, terlihat seluruh nya Tumbuh dengan sempurna layaknya gadis matang ketika dia hanya menggunakan handuk seperti itu,bahkan bagian tubuh atas nya menonjol dengan sempurna,bagian belakang pantat nya pun terlihat penuh, perpaduan kata molek, ranum, berisi dan penuh terpadu sempurna menjadi satu dalam tubuh gadis itu,sangat berbeda saat dia hanya menggunakan pakaian sekolah nya yang mampu menutupi kedewasaan nya itu
ardhan mencoba menahan hasratnya yang sedikit menggila, dia fikir setan pasti telah berbisik di balik telinga sejak tadi hingga membuat nya mesti mengucapkan istighfar berkali-kali.
"Dimana pak?"
Ayudia malah Tampak panik, mendekati ardhan sambil mencoba mencari ke dalam lemari yanh tengah di geledah ardhan barusan
aroma shampo dan wangi tubuh gadis itu memenuhi seluruh Indra penciuman nya, seperti awal pertemuan nya, dia kembali mencium nya dengan perasaan yang menggelanyar aneh, gadis itu bahkan benar-benar mampu membuat tingkat seksualitas nya yang tenggelam selama lima tahun ini menjadi muncul secara tiba-tiba
"pak ini dia"
pekik gadis itu senang, menarik kopernya dengan cepat kemudian membuka nya serta mencari pakaiannya
ardhan memijat-mijat kepalanya yang tiba-tiba merasa sakit, dia mencoba menepis semua kegilaannya
__ADS_1
"tunggu disini, saya akan berganti pakaian lebih dulu di kamar mandi,setelah itu saya tunggu kamu didepan pintu kamar, kita akan pergi bersama ke acaranya"
gadis itu mengangguk-anggukkan kepalanya dengan cepat
*******
Ayudia
ingin ku maki om om tampan satu itu, kalau ketemu nanti pingin ku bejek-bejek aja itu muka
batin ayudia kesal
pada akhirnya dengan berat hati dia memencet bel kamar pak ardhan, dia sempat menggedor pintu nya Beberapa kali juga
lama amat sihhhh
omelnya
hingga akhirnya pintu kamarnya terbuka juga
"ya?"
aiyoooo
Hipicida.... oh my God... hidup gua penuh cinta dah
mimpi apa gua semalam lihat beginian didepan pintu
oppa-oppa pakai handuk jubah, rambut basah-basahan gitu yang netes sempurna dengan wajah mendomisili seluruh makhluk sempurna yang ada di muka bumi ini
eitttasss
lamunan buyarkan sekarang juga
kembali ke kenyataan
"pakk koper saya mana?"
ngamuk ini pasti gara-gara lihat penampilan dia
"bapak pintu kamar saya terkunci, kuncinya didalam,semua didalam,koper saya kata pak Dion di dalam kamar bapak"
ayudia bicara dengan panik,mencoba menarik tangan ardhan untuk melihat ke arah pintu kamarnya, laki-laki itu mencoba mengganjal pintu kamarnya dengan sandal hotel lantas pergi menuju ke pintu kamar yang ditempati ayudia
ardhan mencoba mendorong pintu kamar nya
"kamu tinggalkan Card ID nya didalam?"
dia mengangguk cepat
"Saya panik, karena pak Dion bilang koper saja di kamar bapak, saya langsung keluar dengan buru-buru, pintunya malah terkunci"
terus saya gimana pak?
"masuk ke dalam dulu"
ucapnya cepat
"ini sudah sangat telat, kita sudah tidak mungkin menunggu pihak hotel datang membawa kunci serap, kamu ganti pakaian di dalam, koper mu..."
si dirut dengan sukarela membantu mencoba mencari koper nya, ayudia menggeram kesal ini gara-gara song Jong Ki KW semua jadi sekacau ini ni yah.
grrrrrhhh sing Jong Ki KW......
umpatnya penuh kekesalan
gua nggak jadi jatuh cinta sama situ, gua sumpahin nggak laku selama nya karena bisa nya nyusahin hidup gua
"Dimana pak?"
__ADS_1
dia malah mulai Tampak panik, mendekati ardhan sambil mencoba mencari ke dalam lemari yang tengah di geledah ardhan barusan
tidak sengaja malah kulit nya bergesekan dengan handuk yang digunakan si dirut, tanpa mau berfikir terlalu panjang,dia dengan cepat mencari koper nya ke seluruh penjuru Lemari
"pak ini dia"
pekik gadis itu senang, menarik kopernya dengan cepat kemudian membuka nya serta mencari pakaiannya
dia lihat ardhan memijat-mijat kepalanya tiba-tiba
"tunggu disini, saya akan berganti pakaian lebih dulu di kamar mandi,setelah itu saya tunggu kamu didepan pintu kamar, kita akan pergi bersama ke acaranya"
Ayudia mengangguk-anggukkan kepalanya dengan cepat
*****"
Ardhan
oh God,ok i know mama never lies
mama nya tidak pernah salah kalau soal urusan pakaian, gaunnya memang tampak sempurna di gunakan gadis kecil itu. bahkan dia malah terlihat seperti gadis dewasa berwajah Barbie, itu membuat kepalanya semakin pusing memikirkan nya
"hati-hati dengan minumannya"
ucap nya pada ayudia
dia takut jika gadis itu malah meminum sembarangan minuman, di pesta seperti ini biasanya hanya akan ada minuman yang sedikit berat, wine,anggur dan lainnya, mungkin akan sangat sulit sekali menemukan air putih disana.
Dia yang biasa minum saja sering tumbang, apalagi anak kecil seusia gadis itu fikir nya.
dia mungkin tidak akan bisa mengawasi gadis itu selama acara berlangsung, karena itu dia minta dion untuk bantu mengawasi nya selama acara.
Dia sempat melirik ke arah gadis itu beberapa kali, mamanya sempat mengajak nya mengobrol, mengenalkan nya pada beberapa relasi, bahkan papa dan mama nya terlihat sangat gampang berbaur dengan Ayudia. dia bisa melihat betapa mama nya menyukai gadis kecil itu. papa nya terlihat Wellcome saja, karena sejak dulu papa nya type pria yang begitu enjoy dan hangat, apalagi kalau anak nya cocok di ajak ngobrol dan main catur, wah bisa selesai itu di ajak begadang hingga pagi
Dia sempat kehilangan pengawasan, sesaat Dion mendekati dirinya dan berkata jika gadis itu sedikit sempoyongan karena minum 1 gelas anggur
ardhan tampak melotot marah
"Aku minta kamu mengawasi dia, jangan sampai salah minum"
"maaf pak"
"antarkan dia ke hotel"
"Bukan nya pintu kamarnya terkunci tuan?"
ardhan tampak bingung
"minta ke bagian resepsionis card ID yang baru"
"sebaiknya saya bawa kartu bapak,kalau seandainya dalam keadaan darurat bisa tidur di kamar bapak sementara waktu"
"Bim kemari nak, rud kamu kemari"
belum sempat dia menjawab, papa nya memanggil dengan cepat, dia dengan buru-buru menyerahkan Card ID kamarnya pada Dion
Rudi tampak datang dari arah sebelah kanannya
"Ayudia mana? "
tanya Rudi setengah berbisik pada nya
"diantar Dion pulang"
jawabnya cepat
"Aku lihat dia salah ambil minuman, usahakan jangan terlalu malam balik, takut mabuk itu anak"
ardhan mengangguk-angguk pelan
__ADS_1
******