
Jerry
Dan....ternyata dia salah paham, Jerry berusaha mengejar langkah ardhan yang menyusul ayudia tapi tiba-tiba sang mama bertanya heran di depan dia
"Ada apa jer? Abang kamu mau kemana?"
oh sial
umpat Jerry dalam hati
"Ngantar Ayudia itu"
"Lah sama pak Ali nggak jadi?"
mama nya mengerutkan dahinya
"Nggak jadi kayak nya"
nggak mungkin dia bilang soal kenyataan nya sama mama fikirnya
"Kamu pegang apa?"
seketika Jerry meremas kertas surat perjanjian yang ada di tangannya
"Nggak apa-apa, biasa ma kasus"
Jerry bicara cepat, mendekati sang mama pamit untuk balik ke kantor
"Jerry pergi dulu"
dia bicara kemudian mencium hangat kening mamanya
Dia berusaha mencari 2 sosok itu di sepanjang perjalanan, mencoba meluruskan kesalahpahaman yang barusan dia ciptakan tapi sial nya mata nya harus menangkap adegan yang cukup menyakitkan hati Jerry
seketika dia menarik kasar nafasnya, memmbuang pandangan nya kemudian melesat membawa mobil nya ke arah jantung kota Jakarta.
"Nggak tugas?"
teman nya hanif bertanya cepat, mengaduk 2gelas kopi kemudian memberikan 1 gelas kepada Jerry, lantas si teman nya menyeruput gelas kopi satu nya lagi
"besok pagi"
ucap Jerry Kemudian
Jerry Fikir yang berjaga di pos hanya 2 orang malam ini, Hanif dan pak endang yang usianya hampir seusia papanya.
laki-laki itu cuma membulat kan bibirnya berbentuk O
Brakkk
tiba-tiba terdengar suara benturan keras dari arah persimpangan sisi kanan, Seketika mereka melonjak kaget.bergerak cepat melihat ke samping
sebuah mobil Honda Civic seperti nya bersenggolan dengan motor beat hitam. sang pemilik motor tampak panik, seorang bapak-bapak yang usianya mungkin sekitar 46 tahunan,dia mengumpat dan memaki sang pemilik mobil yang baru saja keluar dari dalam mobil nya
"Busyet bening jer"
bisik Hanif Kemudian langsung melesat cepat mendekati sang pengendara bersamaan dengan pak endang.
seorang gadis yang mungkin usianya masih 22 tahunan, berwajah oriental dan Cantik , bisa ditebak dia pasti keturunan china berdiri didepan hanif tampak agak bingung sambil mencari.... Jerry bisa menebak dompetnya tapi sepertinya gadis itu tidak mendapatkan nya
sang pengendara motor terus ngotot menyalahkan, pak endang buru-buru meminta 2 orang itu masuk ke dalam pos
__ADS_1
"bawa mobil kok nggak bawa SIM dan STNK, dijalan mobil sembarangan "
bapak itu terus mengoceh mencoba menyudutkan Gadis itu
"Mentang-mentang orang kaya"
tapi ternyata gadis itu bukan type gadis yang banyak bacot yang mau membela diri seperti kebanyakan anak seusia nya, gadis itu menjawab dengan begitu penuh kesabaran dan terus melirik ke arah jam tangan nya dengan perasaan khawatirkan
kemudian dia mencoba menghubungi seseorang
"Div, dompet ku ada di mobil yang dipake om sama Tante nggak?ini nggak ada di mobil ku"
gadis itu bicara cepat dari balik hape nya
"Ada SIM sama STNK mobil disana"
katanya sejurus kemudian
"Coba cek"
"oh.. iya sudah nggak apa-apa"
kemudian dia menutup panggilan nya
"Saya itu sudah nyalain lampu sen, dasar Cici nya saja yang nggak lihat"
sang bapak terus bicara ngotot pakai urat ke gadis itu
Jerry hanya mencoba mengamati, karena dia fikir ini bukan tugasnya, jadi dia cukup memperhatikan saja. Menurut pengalaman nya di bagian buru sergap saat dia menciduk tersangka, terlihat jelas kalau sang bapak mencoba untuk membela diri,matanya Beberapa kali menampakkan kegelisahan mendalam seakan Takut dia disalahkan, mencoba menekan gadis dihadapan nya itu agar menjadi tersangka utama.
berbeda dengan ekspresi gadis itu, dia tahu tidak salah, tapi mencoba agar bapak itu tidak ikut terlibat masalah, membuat suasana menjadi setenang mungkin dan berusaha untuk mencari solusi terbaik saat ini.
ucap nya pelan
ekspresi bapak itu sedikit berubah
''maksud saya begini, nanti kerusakan motor bapak saya ganti yah.... ini kira-kira kena biaya berapa mas?"
dia tiba-tiba bertanya pada Jerry
"dan pak..."
dia menoleh kembali ke arah pak endang
"Tilang saya sesuai kesalahan saya, bapak ini nggak salah kok biar balik saja, bapak tahan mobil saya nggak apa-apa sampai nanti sopir saya ke sini membawa SIM dan STNK saya"
"Hanya saja saya benar-benar dalam keadaan terjepit pak, acaranya sudah mau selesai ini, di mobil itu ada banyak menu makanan untuk anak-anak yatim dalam acara..................... yang menunggu kehadiran saya pak"
"Saya butuh seseorang yang bisa mengantar saya dan semua isi didalam mobil itu, Setelah itu bapak bisa membawa mobil ini kembali dan menilang nya"
dia terus melirik ke arah jam tangan nya
seketika pak endang mencoba mengintip isi mobilnya, hanif juga mengintip, awalnya mereka fikir biar Gadis itu pindah ke taxi saja, namun saat melihat isi mobil nya yang padat memanjat, sesak bahkan sulit bergerak akhirnya mereka tidak punya pilihan lain.
"Jerry, bantu saya"
"ah?"
Jerry jelas saja kaget atas perintah pak endang
"Bantu antar Cici nya, nanti bawa kembali mobilnya"
__ADS_1
Dia fikir ini sebenarnya diluar tugasnya, dia bukan polantas tapi seorang buruh sergap, kenapa jadi harus ngantar warga yang kena tilang?
Dan pada akhirnya Jerry mau tidak mau mengangguk, mengantar gadis itu ketujuannya Setelah menyelesaikan urusan dengan bapak pemilik motor tadi.
Sesaat Jerry menatap wajah gadis itu, menatap penampilan nya dari ujung kaki hingga ujung kepala.
*Busyet Yang di pakai edisi limited edition semua*
batin Jerry
dilihat dari seluruh pakaian yang di pakai gadis itu,dari ujung kaki hingga ujung kepalanya jelas kalau gadis itu bukan orang kaya biasa, setidaknya hidupnya pasti high class sekali bahkan bisa jadi gaya hidupnya benar-benar diluar jangkauan jika diliat dari semua barang-barang nya. mungkin orang tua nya pengusaha kaya yang bahkan bisa memenuhi apapun yang gadis ini butuhkan atau... otak sengklek Jerry tiba-tiba berputar bisa jadi dia simpanan salah satu pengusaha tajir di Jakarta.
Laki-laki yang menikahi type gadis begini dia fikir bisa bangkrut mendadak, untuk level Abang ardhan nya yang seorang pengusaha mungkin bisa memenuhi gaya hidupnya, tapi mendapatkan orang seperti dirinya
brrhhh....
Jerry menggeleng-geleng kan kepalanya
bisa habis semua gaji dan seseran nya cuma untuk memenuhi semua kebutuhan gadis ini
"Maaf nama nya siapa mas?"
gadis itu bertanya cepat ke arah Jerry saat mereka sudah melesat menembus jalanan Jakarta menuju ke tujuannya
"Jerry"
gadis itu mengangguk pelan
"Dan anda, ci?"
Jerry iseng bertanya
"Byby"
jawabnya singkat
"Maaf yah mas, jangan tersinggung"
ucapnya tiba-tiba, kemudian tiba-tiba gadis itu membuka semua barang-barang yang melekat di tubuhnya
jam tangan, aksesoris, melepas Hells nya,
tiba-tiba meraih sepatu kets yang ada dibawah kaki nya. dia mengikat rambut indah nya yang tergerai, kemudian mengambil sesuatu didalam tas nya, sebuah selendang lantas dengan cepat dia menggunakan nya, dan seakan seperti sulap gadis itu menjadi gadis Cantik yang begitu sederhana dengan berkerudung merah
Jerry mengerutkan keningnya sejenak
"belok ke kanan yah mas"
ucap gadis itu kemudian
Jerry secara berlahan membelokkan mobilnya ke kanan, didepan mereka terlihat sebuah rumah sederhana yang telah ramai di penuhi banyak anak-anak disana, seakan-akan menunggi seseorang dengan perasaan cemas dan berdebar-debar.
"Ini mungkin sedikit merepotkan mas nya"
ucap gadis itu kemudian
setelah mobil berhenti gadis itu turun dengan cepat, sejuta senyuman terpancar dari wajah nya. anak-anak yang melihat gadis itu langsung berhamburan memeluk gadis itu dengan suka cita, Beberapa perempuan dan laki-laki dari usia muda hingga tua menyambut gadis itu ramah, kemudian membuka pintu mobil itu lantas mulai mengeluarkan semua isinya, Jerry ikut membantu mengeluarkan barang-barang, dia fikir isi nya tadi hanya makanan rupanya dia salah, isi nya malah beraneka macam dari makanan, pakaian, beberapa keperluan sekeolah dan lainnya.
Dan setelah itu dia baru tahu saat beberapa orang mencoba mengobrol bersama nya, mereka adalah pengurus tempat itu yang dipercaya gadis itu. rupanya gadis itu anak pengusaha ternama di Jakarta, dia punya klinik kecantikan dan salon juga di Jakarta pusat,dan tempat ini di bangun oleh gadis itu 2 1/2 tahun yang lalu,gadis itu mengumpulkan anak-anak yatim yang tidak punya kehidupan, membantu mereka, membiayai hidup mereka bahkan membiarkan mereka bersekolah selayaknya anak-anak normal lainnya, tiap Minggu biasanya mengirimi santunan disini, kalau ada acara-acara pasti gadis itu yang bertanggung jawab soal makanan nya. kadang Beberapa teman atau relasi papa gadis itu memberikan sumbangan langsung untuk membantu mereka, menciptakan lapangan kerja sendiri dengan membuat kerajinan tangan juga beberapa macam bentuk makanan ringan untuk di jual ke situs-situs online yang dibuat gadis itu yang uangnya akan digunakan untuk kelayakan hidup anak-anak disana yang jumlah nya semakin meningkat.
sesaat Jerry terdiam, persepsi nya soal gadis high class yang gaya hidup di luar jangkauan dan juga mungkin simpanan salah satu pengusaha kaya di Jakarta itu langsung sirna seketika, tepat nya Gadis itu pantas dijuluki gadis high class yang berjiwa sosial tinggi, dia tidak menyangka gadis itu bahkan mampu membangun rumah untuk anak-anak yatim seperti ini.Saat gadis seusia nya sibuk dengan dunia nya sendiri, mencoba mencari kesenangan nya sendiri, gadis ini malah sibuk berkutat bersama dunia orang-orang kecil, dan sibuk memikirkan kehidupan orang lain.
__ADS_1