
Edo
Segalau-galau nya manusia saat ini mungkin adalah dia
waktu melintasi persimpangan lampu merah, hampir mau berbelok ke kantor Abimayu group Seketika bola matanya membulat waktu ayudia tau-tau turun dari sebuah mobil mewah yang dia ketahui itu milik...
Itu mobil milik direktur Abimayu, pak ardhan?!
batin nya
dia menelan Saliva nya, menatap sosok ayudia yang sempat tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya pada... entah sosok siapa didalam nya.
Hati Edo serasa bergemuruh, dengan cepat melajukan motornya untuk segera ke Abimayu group dengan gerakan cepat.
Dia menunggu di pintu masuk sesaat setelah memarkirkan motornya di parkiran gedung belakang, dengan sejuta tanda tanya terus menatap wajah ayudia yang berjalan melangkah semakin dekat ke arah nya. sedangkan Dirut ardhan tampak keluar dari mobil berwarna hitam pekat yang dia lihat di persimpangan lampu merah tadi.
Tapi seakan tidak saling tahu dua sosok itu berjalan seolah-olah tidak saling mengenal antara satu dengan yang lainnya. Ayudia langsung melambaikan tangan ke arahnya, sedangkan dirutnya langsung berjalan masuk begitu saja tanpa menoleh ke arah mereka.
"kamu kenapa nggak masuk-masuk ay?"
alih-alih Bertanya soal kecurigaan nya yang memuncak pada akhirnya Edo mempertanya kan kemana ayudia Beberapa Minggu ini.
Sial benar kan kalau aku tanya sekarang, nggak lucu banget
umpat Edo dalam hati
"Balik kampung Karena ada urusan keluarga"
Ayudia menjawab cepat, tidak mau melihat matanya seperti biasa, langsung melengos masuk ke dalam gedung.
"Ada yang sakit ay? bapak kamu?"
Edo mencoba mengejar langkahnya
"Alhamdulillah sudah sehat"
jawabnya Cepat
"ay gua serius ini, kamu kemana hampir 2minggu lebih ini ay?"
Edo dengan cepat menarik tangan ayudia, sejenak melewati jemari nya.
Tiba-tiba matanya terpaku pada sebuah cincin....
Berlian?
Edo mengerutkan dahinya
he's not stupid, itu adalah berlian dan bukan cincin mainan
Buru-buru Ayudia menarik tangannya,gerakan refleks seakan-akan mencoba menghindari Dirinya.
dari depan tampak sang dirut berada di dalam kamar lift yang pintu nya baru akan ditutup menatap Mereka sambil mengerutkan keningnya.
Edo terpaku kehilangan kata-kata, khawatir kalau-kalau gosip yang kemarin Benar ada nya. jika direktur nya Abimayu benar-benar sudah menikah dan gadis itu adalah Ayudia.
******
Ayudia
Sejak pagi Edo tampak terus memandanginya dnegan tatapan rumit yang sulit dia mengerti, yah mungkin karena efek 2 Minggu lebih menghilang membuat temannya itu gelisah dan kesal sendiri padanya, padahal sudah dia usahakan bilang kalau dia baik-baik saja, cuma pulang ke kampung halaman Beberapa waktu.
Tapi dapat dilihat wajah nya sama sekali tidak menunjukkan kepercayaan,hingga akhirnya berusaha bersikap segalak mungkin agar edo tidak lagi bertanya
Galak
adalah jurus ampuh untuk dia membungkam siapa saja yang membuat dirinya bingung
seketika dia tersenyum sendiri
Saat lewat jam makan siang, Ayudia masih berkutat mengurus beberapa berkas yang di minta oleh mbak tari bagian pengendalian biaya perusahaan untuk memeriksa ulang angka-angka keuangan nya, juga memperbaiki tulisan notulen hasil rapat kemarin.
Ayudia tersenyum, dia fikir mungkin kak Rudi nya yang memberikan tugas itu karena kak Rudi merupakan manager keuangan perusahaan, tapi mungkin kak Rudi nya enggan terlihat mencolok memberikan tugas Secara langsung untuk dirinya.
"Nggak mau makan siang?"
tiba-tiba pak ardhan mengagetkan dia dari arah samping
"Eh... nanti pak, tanggung"
__ADS_1
seketika pak ardhan melirik ke arah jam tangan nya
"istirahat dulu, kita makan"
"ah?"
jelas saja ayudia kaget
"Kita? mau makan dimana?"
"Nanti pak Agus yang Jemput kamu, sepertinya sudah ada dijalan"
setelah berkata begitu pak Ardhan langsung pergi meninggalkan dirinya
"Tapi pak"
ayudia bahkan belum sempat menjawab
Aku kan belum bilang mau apa nggak, juga belum ngomong mau makan dimana
seketika Ayudia mengerutkan bibirnya
ishhh dah
Dan pada akhirnya pak Ardhan membawa dia ke Restoran Salt Grill-Altitude
Pemandangan nya sih cantik buat ayudia tapi menunya bikin ayudia pusing kepala, ke barat an semua 😱😱😱🙄🙄🙄😒😒😒
makanan macam apa ini?
pusing sendiri milih nya

De bartall sacret,carte giarra
amphuuu.... apaan sih
keserimpet dah lidah ayudia baca nya
Tau ah pusing aku
seketika matanya membulat, dengan ekspresi kaget langsung meletakkan telapak tangan nya di pipi kiri kanannya
"Pak ini 1 menu harga nya segitu?ditambah 3 zeroo dibelakang nya?"
Dia bertanya sambil terpekik pelan saat melihat harga makanan nya
paka ardhan malah mengangguk enteng
"Oh my"
seketika Ayudia berdiri
"Cari makanan Padang aja deh"
seketika pak ardhan menatap ke arahnya, menaikkan sedikit alisnya Karena bingung
"Saya lagi pengen makanan Padang"
Tanpa basa-basi langsung narik tangan pak Ardhan buat kabur dari sana.
gila 1 menu 800.000? hello dunia... ??!!!
yah jelas dia kaget 800 ribu buat 1 menu? ada yang jutaan lagi 1 menunya, makan berdua berapa juta abis duit? orang paling kencang biaya makan nya sehari 20 ribu.....mau nangis darah aja dia kalau makan itu makanan Dengan harga segitu
Nggak sudiii....!!!
anggaplah fikiran nya kolot sih, tapi ada waktu kapan mesti menghambur kan uang yang tidak penting
"Ay..?"
pak Ardhan sepertinya keberatan dengan sikap Ayudia karena tahu-tahu tangan nya sudah di tarik sampai parkiran depan
seketika Ayudia membalikkan badannya, menatap sang suami sambil menarik panjang nafasnya
"Pak...saya suka kehidupan yang sederhana"
"Makan ditempat biasa, yang lidah nya khas orang Indonesia"
__ADS_1
"nggak mesti yang mewah-mewah asalkan bisa bikin perut kenyang"
"Mulai hari ini biar ay saja pilih menu nya untuk jadwal makan diluar sebelum pulang ke apartemen"
seketika pak ardhan mengembangkan senyumnya
"as you wish, I will follow everything (seperti yang kamu inginkan, saya akan mengikuti semuanya)"
******
Ardhan
Dia menghela nafas Beberapa kali, melihat ayudia malah Bekerja lembur hingga malam, padahal dia cuma anak magang. Tapi patut dia acungkan jempol anak itu memang otak nya encer soal hitung menghitung jurnal akuntansi.
"Ay ini udah jam 9 malam "
waktu dia mengingatkan anak itu, ayudia cuma menganggukkan kepalanya, tapi sama sekali tidak berhenti dari pekerjaannya.
seketika ardhan menutup pelan-pelan semua pekerjaan nya, menutup Beberapa buku tebal yang ada dihadapannya, menutup laktop nya, mengembalikan barang-barang ATK yang berserakan ke tempat nya kemudian langsung mengambil tas anak itu, memberikan pada ayudia sambil berkata
"Ini adalah waktu rehat, bekerja boleh tapi tahu kapan waktunya berhenti"
seketika Ayudia menggigit lidahnya, Kemudian menepuk pelan jidad nya
"Saya kebablasan pak"
ardhan cuma menggeleng pelan
Mereka akhirnya pulang paling akhir, Hanya sersisa Rudi dan Dion saja serta pak security Indra.
"Baru mau pulang pak?"
ardhan mengangguk cepat sambil berjalan menggenggam erat tangan Ayudia, sang security cuma nyengir-nyengir kuda sebab sempat ikut juga ke acara akad nikah sang pak bos dan seperti pesan sang Dirut kemarin
"Tolong jangan dibocorkan dulu sama pegawai kantor ya pak sampai istri saya menyelesaikan sekolah SMK nya"
pada akhirnya pria itu cuma bisa senyam-senyum tanpa bisa bercerita
"makan diluar lagi pak?"
Ayudia bertanya cepat sambil menatap ke arah Dirinya yang tengah fokus menyetir
"He em"
Ardhan cuma ber dehem
Ayudia hanya menarik berat nafasnya
"Kenapa?"
ardhan bertanya pelan masih terus fokus menyetir
"Saya rasa terlalu sering makan diluar tidak cukup baik"
protes ayudia
"Saya terpaksa makan diluar tiap hari karena bukan orang yang pandai masak dan tidak memilih seseorang untuk bekerja di apartemen selama ini"
jawab ardhan sambil melirik ke arah ayudia sejenak
Ayudia tampak mengangguk-angguk kan kepalanya
"Setelah pulang ke apartemen kita biasa kan makan di rumah bukan diluar"
ardhan tersenyum
"Hmm boleh juga, jadi maksudnya Ikat perut suami dengan makanan,bukan dengan tali"
goda ardhan
Damn it
tiba-tiba kata-kata itu keluar sendiri dari bibir nya, dia fikir sejak kapan dia jadi segombal ini?
Dia menoleh sejenak ke arah ayudia, anak itu malah tertawa sendiri
"Bapak lagi ngegombal ini?"
ucapnya sambil tersenyum geli
__ADS_1