
"Tanggung jawab apa maksudmu?" tanya Alma pada Venus.
"Kau jangan pura-pura tidak mengerti, kau sudah mengambil kesucianku semalam. Itu artinya aku kau mempertanggungjawabkan semuanya, kau harus menikahiku!" ucap Venus. Jupiter benar-benar geli melihat kelakuan Venus yang katanya sudah ternoda itu. Seluruh tubuhnya merinding sampai -sampai rambutnya pun ikut berdiri karena melihat kelakuan adik satu ayahnya itu.
"Menikahimu? Kau sedang bermimpi enak saja! Aku tidak mau menikah dengan pria sepertimu!" sentak Alma.
"Tapi kau sudah menodaiku, kau harus bertanggung jawab!"
"Aku tidak mungkin melakukan hal itu. Kau pasti bermimpi, lagi pula dari mana kau tahu kalau aku menodaimu!" Alma mulai frustasi ia sungguh tidak mau menikah dengan pria yang selama ini menjadi rivalnya itu.
"Karena gagang sapuku terasa lecet," bohong Venus, ia bahkan bicara sambil memalingkan wajahnya seperti seorang gadis yang sedang merajuk pada pacarnya. Benar-benar menggelikan, seorang Venus pria tampan dan mapan yang banyak dikejar wanita cantik, kini tengah merajuk meminta untuk dinikahi gara-gara gagang sapunya yang lecet. Astaga itu sangat memalukan, untuk pertama kalinya Jupiter merasa jika gagang sapunya lebih jantan, meskipun dulu ia selalu tidur tampan, tapi setidaknya ia tidak pernah ternoda oleh tangan nakal hingga membuatnya lecet.
"Mana mungkin bisa lecet, memangnya aku apakan!" sentak Alma lagi.
"Mungkin semalaman kau mencekiknya atau mungkin kau juga menggigitnya," jawab Venus masih dengan mode ngambek, sumpah Jupiter semakin merinding melihat kelakuan Venus. sedangkan Salma dan Brama dibuat shock oleh ucapan - ucapan yang keluar dari kedua tersangka di pagi hari. Dan Moza, dia terus saja mengusap perutnya dan berkata amit-amit ... amit-amit, ia juga shock melihat sahabatnya dan juga adik iparnya telah melakukan hal yang tidak - tidak. Bahkan selama ia main jungkat-jungkit dengan Jupiter tak pernah sekalipun Moza membuat senjata suaminya terluka.
"Kalau benar begitu, kenapa semalam aku tidak mengunyahnya saja. Agar pagi makhluk peliharaanmu itu tidak bertingkah?"
"Kau!" tunjuk Venus
"Sudah kalian berdua! Rapikan pakaian kalian, dan ikut aku ke bawah sekarang!" sentak Brama ia benar-benar dibuat kesal pagi - pagi. Ia merasa kesal dan juga marah pada putra keduanya itu. Kenapa ia bisa melakukan hal seperti itu pada perempuan. Bahkan ia dan Jupiter saja selalu menghormati perempuan dan tidak pernah melakukan hal yang tidak-tidak.
"Jangan lupa panggil Alex sekarang!" perintahnya pada Jupiter, Jupiter pun hanya mengangguk saja mengiyakan. Ia masih belum bisa buka suara dengan apa yang terjadi. Sungguh ia pun kini merasa sangat bingung. Dan bagaimana ia menjelaskan pada Alex jika adiknya telah menodai adiknya. Belum bicara saja Venus sudah mual. Apalagi jika mengatakannya pada Alex, ia pasti akan muntah-muntah dibuatnya. Untuk itu ia meminta Moza saja yang berbicara dengan Alex, karena Jupiter tidak mau berbicara dengan tentang hal yang mengelikan.
__ADS_1
Mereka semua pun kini mengikuti Brama keluar, Venus dan Alma pun segera merapikan pakaian mereka yang berantakan. Dan kemudian mereka pun menyusul Brama dan yang lainnya keluar. Alma memandang Venus dengan sangat tajam, ingin sekali ia mencekik gagang sapunya yang katanya lecet itu. Sedangkan Venus, kini ia sedang menahan tawanya karena sudah berhasil mengerjai Alma, dan sedikit lagi usahanya akan berhasil.
*
*
*
Dan di sinilah kini mereka berada, berkumpul untuk menyelesaikan masalah yang entah seperti apa. Alex yang baru sampai dan kemudian diberitahu tentang adiknya yang telah menodai Venus pun langsung terkena serangan lambung dan mendadak mual-mual. Ia tidak bisa membayangkan kelakuan adiknya yang ternyata ganas pada musuhnya. Ahhh kepala Alex dibuat pusing oleh kelakuan adiknya. Antara percaya dan juga tidak kalau Alma berhasil mengambil kesucian Venus. Jika dilihat dari sikapnya Alma memang cukup kuat untuk melakukan itu. Namun, kenapa harus Venus. Kenapa planet menyebalkan yang menjadi korban keganasan adiknya itu.
"Kakak, apa kau tidak percaya padaku?" tanya Alma. Ia berharap kakaknya bisa membela dirinya yang pasti tidak akan melakukan itu. Namun, Alex hanya diam saja ia bingung harus melakukan apa, karena pada kenyataannya Alma tengah tidur berdua dengan Venus. Bukan masalah percaya atau tidak, tapi ia mempertimbangkan nasib adiknya ke depan jika ia sudah pernah tidur dengan laki-laki. Bagaimana jika tidak ada pria yang mau dengannya, membayangkan Alma harus hidup tanpa pendamping selamanya membuat tubuh Alex terasa lemas. Akan tetapi yang Alex sayangkan adalah kenapa harus Venus. Kenapa adiknya harus menjalin hubungan dengan Venus, astaga Alma memang tidak jadi menikah dengan ayahnya tapi kini Alma malah harus menikah dengan anaknya, sial memang. Alex bahkan tidak pernah membayangkan jika ia akan memiliki adik ipar Venus.
"Kakak ..." rengek Alma sambil menarik - narik jaket Alex.
"Ya ... "
"Kau harus menikah dengan planet bodoh itu,"
"Apa!" ucapan Alex membuat dunia Alma seakan mau runtuh. Kenapa kakaknya harus meminta ia menikah dengan Venus. Kenapa tidak memintanya pria ini babak belur, seperti yang selalu ia perintahkan setiap saat.
"Yesss.... aku sangat berhutang padamu kakak ipar," gumam Venus sambil tersenyum senang. Akhirnya rencananya berhasil dan ia bisa menikah dengan Alma. Ternyata ini lebih mudah dari yang ia bayangkan. Venus tidak tahu saja jika saat ini Alex tengah menahan semua amarahnya yang kian membuncah. ingin sekali Alex menggoreng Venus dan menjadikannya teman makan. Akan tetapi pria yang betah dengan status jomblonya ini masih memandang Brama yang sangat ia hormati. Tidak sekarang tapi mungkin nanti ia akan menghajar Venus habis - habisan.
Alma terdiam dengan wajah kesalnya, ia bahkan tidak bisa mengucapkan apa-apa lagi. Karena kakaknya pun tidak bisa membantu, akhirnya ia pun hanya bisa pasrah dengan semua keadaan.
__ADS_1
Sedangkan Salma ia sedang mencoba menenangkan hatinya, karena ternyata putra kesayangannya harus menikah dengan gadis yang sangat ia benci. Ia tidak bisa membayangkan jika Alma menjadi menantunya. Bisa -bisa Salma terkena serangan jantung setiap hari.
*
*
*
"Sah ... "
Terdengar semua orang mengucapkannya di acara ijab kabul di sebuah pernikahan yang tak diinginkan oleh beberapa orang yang ada di sana, Alma dan Venus baru saja menjadi pasangan halal. Hal yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya.
Jangankan untuk menikah, bahkan untuk berteman pun mereka tidak pernah sampai berpikir kearah sana. Karena mereka berdua adalah kedua makhluk yang tidak pernah akur. Jika Alma merasa kesal lain halnya dengan Venus yang merasa sangat senang. Entah kenapa ia merasa bahagia karena bisa menikah dengan Alma. Padahal ia tidak mencintai Alma. Setidaknya itulah yang terus ia lafalkan didalam hatinya.
"Aku tidak percaya aku bisa menikah dengan planet gila, tolong bangunkan aku dari mimpi buruk ini,"
"Sayangnya kau sedang tidak bermimpi bocah," bisik Venus.
"Oh ya ampun ..."
*****
Jangan lupa like dan komentarnya ya 😘😘😘
__ADS_1