Cinta Tuan Muda Impoten

Cinta Tuan Muda Impoten
Bab 88


__ADS_3

Dari sejak siang, Alma merasa tidak nyaman dibagian perutnya. Perutnya terasa kencang dan agak mulas. Tapi, Alma berpikir memang sejak memasuki trimester ketiga, ia sering mengalami mulas seperti ini. Jadi, ia tidak terlalu mempermasalahkannya. Hanya saja, kali ini agak lain karena perutnya terasa kencang. Dan gerakan bayinya juga pasif, tidak seperti biasanya yang selalu aktif bergerak.


Alma ingin mengatakan apa yang ia rasakan pada Venus, tapi melihat Venus terlelap ia menjadi tidak tega dan mengurungkan niatnya untuk mengatakan apa yang ia rasakan pada suaminya itu. Dan Alma pun akhirnya mencoba untuk tidur saja, karena ia juga sudah mengantuk. Namun, setelah beberapa jam ia terbangun karena ia merasa tidak nyaman. Ia merasa pakaian yang ia pakai basah, seperti habis mengompol. Alma kaget sekaligus malu karena ia bisa sampai mengompol seperti ini Apa yang akan dikatakan oleh Venus nanti, jika ia tahu kalau ia telah mengompol. Planet itu pasti tidak akan berhenti untuk mengejeknya, dan itu tak bisa Alma biarkan. Ia harus segera mengganti pakaiannya dan membersihkan kasur yang basah karenanya.


Akan tetapi, saat Alma terbangun dan berdiri rembesan cairan hangat dan agak lengket itu tak berhenti mengalir dah membasahi pakaian serta mengalir ke bawah kakinya. Alma panik karena ia yakin jika yang keluar saat ini bukanlah air seninya, tetapi ini adalah hal lain membuat ia semakin takut dan tiba-tiba memeluk Venus dan menangis.


"Huwaaaaa .... Venus tolong aku ....Venuuuusssss!!!" Alma tiba-tiba menangis histeris membuat planet Pluto kelimpungan karena terkejut. Nyawanya belum terkumpul dan ia mendengar Alma yang tiba-tiba menangis, itu adalah hal yang tidak mungkin Alma lakukan selama ini.


"Venususss ..." ia terus memeluk Venus dan menangis, hingga kesadaran planet ini mulai berkumpul. Dan kemudian ia bertanya kenapa Alma sampai menangis. Orang hebat mana yang sudah mampu membuat istri bar-barnya menangis seperti ini.


"Ada apa? Kenapa kau menangis, siapa yang sudah membuatmu menangis?" tanya Venus yang juga ikut panik mendengar suara tangisan Alma yang merusak gendang telinganya.


"Venus antar aku ke rumah sakit, lihatlah aku basah ... aku basah," ucap Alma yang juga bingung bagaimana caranya ia mengatakan hal itu pada Venus.


"Basah?" tanya Venus dan melepaskan pelukan Alma.


"Apanya yang basah?" tanya Venus pada Alma, jujur ia belum paham. Apa barusan Alma mimpi basah pikirnya. Hingga ia menangis terharu, padahal mimpi basah itu enak lalu kenapa Alma menangis pikirnya.

__ADS_1


"Semuanya basah, sepertinya aku akan melahirkan," ucap Alma di sela-sela tangisnya.


"Apa!" Venus kaget bukan main mendengar Alma akan melahirkan. Apalagi saat Alma tiba-tiba memekik kesakitan.


"Aaaaarkhhhh ... sakiiiittt." Alma menangis sambil memegang perutnya, membuat Venus semakin panik saja.


"Ya Tuhan, tunggu aku akan memanggil dulu pertolongan," ucap Venus dan kemudian berlari keluar kamar untuk membangunkan Salma. Ia bingung harus berbuat apa sekarang. Karena ia belum pernah melahirkan.


Suara gedoran pintu kamar yang kencang, membuat Bramana dan Salma terbangun. Begitu juga Jupiter yang keluar kamar karena ingin memarahi Venus yang sudah berisik malam-malam. Padahal Jizzy baru saja tidur, dan Jupiter hendak bertugas malam ini untuk menyiram lahan Moza. Akan tetapi, di luar Venus malah berisik dan ritual aye-aye akan terancam gagal jika planet itu dibiarkan berisik.


"Venus ada apa?" tanya Bramana.


"Tolong aku, Alma akan melahirkan!"


"Apa!" ucap mereka bertiga serempak, hingga mereka pun langsung berlari ke kamar Alma untuk melihatnya serta akan segera membawanya ke rumah sakit. Di sana, ia melihat Alma terduduk di lantai sambil menangis dan meringis kesakitan.


"Alma ..." panggil Salma.

__ADS_1


"Tolong bantu aku mengantar Alma ke rumah sakit," ucap Venus,


"Bawa Alma ke mobil, biar aku yang menyetir," jawab Jupiter.


Jupiter yang sadar jika saat ini ia harus menolong Alma pun langsung bergegas kembali ke kamarnya untuk memakai jaket dan mengambil ponselnya. Karena nanti ia akan menghubungi Alex, jika adiknya akan melahirkan.


"Baiklah," Venus pun langsung menggendong Alma dan segera membawanya keluar untuk masuk kedalam mobil dibantu Bramana, sedangkan Salma, ia membereskan perlengkapan apa saja yang akan ia bawa ke rumah sakit.


"Ayo cepat!" seru Jupiter.


"Hati-hati sayang, bertahanlah." Venus mengusap perut Alma.


"Kami berangkat dulu Pah," Pamit Jupiter pada Bramana.


"Hati-hati ..."


Jupiter pun kemudian pergi meninggalkan rumah dan menembus jalanan malam ini, karena ia akan mengantar Venus dan Alma ke rumah sakit. Tak lupa ia juga menghubungi Alex dan memberi tahukan kabar ini padanya.

__ADS_1


****


Hari ini Mimin bakal Crazy up Jupi-jupi ya, dan buat cerita Aliana juga trio Bbc. Bakal aktif up lagi mulai bulan depan ❤️


__ADS_2