Cinta Tuan Muda Impoten

Cinta Tuan Muda Impoten
Bab 51


__ADS_3

"Lalu dia mau menikah dengan siapa?" tanya Ibunya Nayla.


"Dia akan aku kenalkan dengan keponakanku, Kinan. Oh ya dimana dia sekarang?" tanya Nayla.


"Ada di kamarnya, sebentar ibu panggilkan."


"Kau ini mau ada tamu tapi malah tidak memberitahu kami dulu, jadi kami tidak ada persiapan." Ayah Nayla mengomel karena malu tidak bisa menjamu tamunya.


"Tidak apa-apa Tuan, tidak usah repot-repot." ucap Alex karena merasa sungkan dan takut merepotkan orang rumah.


"Tidak repot Nak, dan jangan panggil saya Tuan. Saya malu, berasa jadi orang kaya saja," Alex tersenyum ke arah mereka. Jujur saja, saat ini jantungnya tengah bertalu-talu. Ia takut dan juga tegang akan mendapatkan calon istri yang satu spesies dengan adik dan juga istri bos nya. Ia tidak akan sanggup jika memiliki istri seperti itu. Mentalnya belum terlalu kuat, jika dulu Alma selalu membuat masalah ia tinggal menjitaknya saja, tapi melakukan hal itu pada orang lain apalagi jika statusnya sudah menjadi istri ia tidak akan sanggup. Alex pria lembut dan penyayang mana mungkin ia mau menyakiti istrinya nanti, astaga bahkan pikirannya sudah sampai menikah saja. Bahkan bertemu calonnya saja belum. Eh tunggu, calon apa, calon pacar atau calon istri. Alex malah dibuat bingung sendiri oleh pikirannya sendiri.


"Nak Ali, lihatlah ini keponakanku Kinanti. Tapi biasa dipanggil Kinan. Dia cantik kan?" ucap Nayla pada Alex sambil menggandeng seorang gadis cantik berparas ayu dan terlihat sangat lembut dan kalem. Oh Tuhan, ternyata kuda poni mengenalkannya pada manusia normal syukurlah. Alex bernapas dengan lega.


"Hallo kenalkan, namaku Alex." sapa Alex sambil mengulurkan tangan pada gadis cantik berambut panjang itu.


"Aku Kinan," jawabnya dengan lembut, Ya Tuhan lutut Alex mendadak lemas mendengar suara yang sangat lembut ini.


"Baiklah, kalau begitu kalian mengobrol dulu ya. Ayah, ibu ayo kalian jangan mengganggu mereka yang akan melakukan pendekatan. Nanti mereka malu pada kita," ucap Nayla sambil memberikan kode pada orang tuanya.


Kini di ruang tamu yang tidak luas itu, hanya ada Alex dan Kinan. Mereka berdua merasa canggung, dan Alex pun merasa bingung harus bertanya apa, karena selama ini ia belum pernah mendekati perempuan.


"Silahkan diminum Kak Alex," ucap Kinan dengan lembut, astaga jika tadi lututnya yang lemas kini hatinya ikut-ikutan lemas karena mendengar suara yang sangat lembut ini. Baru kali ini ia mendengar suara perempuan yang sanga woooww. Karena biasanya ia selalu mendengar suara cempreng dengan kekuatan lima oktaf.


"T-terima kasih," jawab Alex terbata, karena ia merasa gugup saat ini. Apakah ini yang dinamakan jatuh cinta pada pandangan pertama. Ohh indah sekali rasanya, Alex ingin sekali berguling-guling saat ini saking senangnya. Tapi tentu saja ia harus menjaga image nya sebagai pria yang keren.


"Kak Alex bekerja dimana?" Kinan bertanya lagi, sepertinya ia merasa tidak nyaman jika mereka hanya berdiam-diaman saja.


"Aku bekerja di BRAMANA GROUP sebagai asisten dari pemilik dan pewaris tunggal di perusahaan itu yaitu Tuan Jirendra Jupiter." jawab Alex dengan sangat bangga.


"Woooww, hebat sekali," tatapan kagum dari Kinan membuat jantung Alex hampir bergeser menggantikan posisi paru-paru.

__ADS_1


"Kalau kau bekerja dimana?"


"Aku hanya seorang guru di taman kanak-kanak saja,"


'Wahh benar -benar istri idaman. Jika nanti kami punya anak ia akan menjadi orang yang penyayang.' gumam Alex dalam hati, karena menurutnya guru sekolah taman kanak-kanak itu mempunyai kesabaran yang luar biasa.


"Pekerjaanmu sangat luar biasa," ucap Alex.


"Pekerjaan Kak Alex lebih luar biasa lagi, benar - benar sangat hebat," ucapnya. Setelah itu mereka melanjutkan mengobrol tanpa rasa canggung lagi, hingga akhirnya mereka pun bertukar nomor ponsel. Nayla pun pulang duluan karena sudah waktunya kudanil minum susu, jika ia terlambat bisa - bisa kudanil itu merajuk dan akan lama membujuknya. Alex pun tak keberatan karena ia juga membawa mobil sendiri.


*


*


*


Di kediaman Bramana kini keadaan Alma sudah mulai membaik, ia sudah tidak muntah - muntah lagi. Awalnya ia pikir kalau ia sedang hamil, tapi dokter bilang jika ia hanya masuk angin saja. Mungkin karena setiap hari ia tidur di sofa hingga ia kedinginan dan masuk angin.


"Kau ini masih kecil, malah berharap ingin punya anak." jawab Venus, kini ia sedang berada di samping Alma dan mengecek pekerjaannya di laptop. Sejak Alma sakit, ia sangat perhatian pada istrinya ini. Entah kenapa ia merasa khawatir dan juga takut jika Salma menyerang istrinya di saat Alma sedang lemah.


"Tapi aku mau hamil," rengek Alma. Oh astaga enak sekali Alma bicara jika ia ingin hamil. Tak tahukah ia jika sebuah kehamilan itu memerlukan sebuah proses, yaitu proses menunggang kuda.


"kau pikir hamil itu mudah?" Venus berdecak sebal padahal seluruh organ tubuhnya kini sedang bergetar membayangkan, main kuda-kudaan bersama Alma.


"Kau lihat saja Moza, dia bisa hamil dengan mudah."


"Hamil itu perlu sebuah proses, apa kau tidak tahu itu!"


"Aku tahu! Kau pikir aku anak kecil yang tidak tahu apa-apa! Lagi pula kau pikir karena apa aku ada di sini, bukankah aku menikah denganmu karena harus mempertanggungjawabkan perbuatanku yang sudah menodai gagang sapumu!" Astaga Venus jadi malu sendiri membayangkan hal itu, karena sebenarnya semua itu hanyalah kebohongan, karena jika sampai Venus memberitahukan Alma kebenarannya sudah pasti jika ia akan dinodai betulan oleh gadis bar-bar yang ada dihadapannya kini.


Venus tidak sanggup membayangkan bagaimana kalau benda pusaka miliknya akan di kunyah habis oleh Alma. Oh tidak, itu sangat mengerikan.

__ADS_1


"Kenapa kau diam saja?" tanya Alma pada Venus yang mendadak banyak pikiran saat ini.


"Aku sedang bingung bagaimana caranya agar kau hamil," jawab Venus asal karena saat ini ia sama sekali tidak bisa berkonsentrasi.


"Oh ya ampun kau ini bodoh atau apa, baiklah aku akan mengajarimu caranya membuat seorang bayi," ucap Alma, Venus langsung membulatkan matanya, ia takut sungguh takut apa malam ini ia akan benar-benar kehilangan kesucian gagang sapunya yang selama ini ia jaga.


"Tidak aku tidak mau, kau tidak usah mengajariku! Aku sedang ada halangan," ucap Venus yang gugup hingga ia tidak sadar dengan apa yang ia ucapkan.


"Halangan apa, kau pria tulen kan!" sentak Alma


"Tentu saja, aku ini pria sejati! jawab Venus tidak terima ia merasa harga dirinya ternoda karena Alma meragukan kejantanannya.


"Kalau begitu ayo buktikan!" Alma mulai naik ke atas tubuh Venus.


"Hei bocah, minggir kau!"


"Tidak mau!"


"Aaaaaarrggghhhh... tolong!!!"


"Diam dan jangan berisik!"


' Tuhan kenapa aku mendapatkan istri seperti dia,'


****


Jangan lupa besok Vote ya 🤗 vote yang kenceng biar up nya juga kenceng 😚😚😚


Bonus visual Alex lagi 😘😘😘


__ADS_1


__ADS_2