Cinta Tuan Muda Impoten

Cinta Tuan Muda Impoten
Bab 73


__ADS_3

Alma terus memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, berharap bisa segera sampai di rumah sakit. Ia tak mempedulikan Salma yang terlihat panik dan juga takut, karena prioritas utamanya saat ini adalah Moza. Salma pun ikut khawatir melihat keadaan Moza, ia takut terjadi hal yang tidak-tidak padanya. Melihat Moza yang terus berteriak kesakitan membuat ia sangat khawatir dibuatnya. Bagaimana reaksi dari Jupiter nanti jika anak dan istrinya tidak baik-baik saja. Ia pasti akan marah besar padanya. Saat ini saja tubuhnya gemetaran, karena secara tidak langsung perbuatan Cindy masih ada hubungannya dengan dirinya di masa lalu. Yang sudah menariknya untuk ikut andil masuk kedalam kehidupan Moza dan juga Jupiter. Bodoh ... kini ia sangat menyesal karena telah menarik Cindy dan menempatkannya dalam lingkaran rumit kehidupannya. Kerumitan yang sebenarnya Salma buat sendiri, padahal jika ia bisa menerima Moza saat itu. Mungkin kejadian ini tidak akan pernah terjadi. Menyesal pun tidak ada gunanya, ia hanya berharap jika saat ini mereka semua selamat dan segera sampai di rumah sakit.


Setelah melakukan perjalanan yang begitu menegangkan akhirnya mereka semua sampai di rumah sakit. Alma benar-benar gila dalam menjalankan mobilnya. Karena ia mengendarai mobil dengan kecepatan yang tinggi, belum lagi ia menyalib sana sini. Hingga seluruh organ tubuh Salma dibuat shock olehnya. Salma benar - benar heran dengan menantunya ini, terbuat dari apa sebenarnya dia. Tak sedikit pun ia merasa takut saat di jalan, justru ia tak henti berkata untuk menenangkan Moza yang terlihat panik dan juga kesakitan. Ada rasa kagum dalam hatinya, tapi ia mencoba menepisnya. Karena entah kenapa mulut menantunya ini sangat nakal, dan suka sekali membuat jantungnya sesak napas. Alma dengan cepat keluar dari mobilnya dan berlari kedalam berharap para dokter segera membantunya, untuk menyelamatkan Moza dan juga Salma.


"Dokter tolong cepat!" teriaknya, Salma masih menunggu di dalam mobil menunggu perawat untuk membawa Moza. Ia bahkan tak mempedulikan tangan dan tubuhnya yang terluka, darah juga terus mengucur dari tangannya akibat sayatan pisau yang dilakukan oleh Cindy. Rasa sakit dan perihnya tergantikan dengan rasa panik dan juga rasa takut. Takut .... ya ia sangat takut saat ini, takut dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Sakiiiittt ... Kak Jupi ....!!!" Moza terus berteriak memanggil Jupiter. Moza dengan segera dilarikan ke ruang gawat darurat untuk segera diperiksa.


"Nyonya, anda juga harus diperiksa!" ucap salah satu perawat yang ada di sana karena melihat Salma terluka di beberapa bagian tubuhnya. Salma hanya mampu mematung melihat kepergian Moza.


"I-ya baiklah," jawabnya. Alma pun langsung menghubungi kakaknya, untung saja ia membawa ponselnya tadi. Karena Venus yang selalu mengidam wajah cantiknya, membuat Alma tak pernah jauh dari ponselnya. Karena ia tidak mau saat anaknya lahir nanti mengeces karena keinginannya tidak terpenuhi.


*


*


*


"Apa! Bagaimana ini bisa terjadi!" sentak Jupiter, setelah ia mendapatkan kabar dari rumah tadi.

__ADS_1


"Saya belum tahu kronologis nya Tuan, tetapi di rumah sakit Nona Moza terus menangis dan memanggil nama Anda," jelas Alex karena barusan ia mendapatkan kabar baru dari adiknya. Tadi ia mendapatkan kabar dari kepala pelayan di rumah jika terjadi sesuatu di sana dan membuat Moza harus dibawa ke rumah sakit. Tapi bodohnya, mereka tidak tahu Alma membawanya ke rumah sakit mana, mungkin karena panik melihat Moza dan Salma terluka. Hingga akhirnya mereka menunggu kabar dari Alma, dan kini mereka berdua bergegas menuju rumah sakit, dimana Moza berada.


"Dasar wanita sialan! Seharusnya aku habisi saja waktu itu!" geram Jupiter, kini mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit, untuk melihat Moza. Ia mengepalkan tangannya tatapannya tajam dan penuh dengan kemarahan.


"Sepertinya motifnya balas dendam, nanti saya akan memeriksa cctv di rumah untuk melihat lebih jelas bagaimana kejadian di rumah tadi. Jupiter sama sekali tidak menjawab ucapan Alex, yang ada dalam pikirannya saat ini hanya bagaimana keadaan anak dan istrinya. Semoga tidak terjadi sesuatu pada mereka berdua, jika sampai anak dan istrinya terluka Jupiter berjanji akan menghabisi Cindy dengan tangannya sendiri.


Jupiter dan Alex langsung menuju ke tempat dimana Moza diperiksa, mereka berdua berlari tanpa mempedulikan orang-orang yang berada di sekitar mereka.


"Alma!" panggil Jupiter. Alma yang sedang berdiri di sana sendirian pun melihat kakak dan juga kakak iparnya yang menuju ke arahnya.


"Bagaimana keadaan Moza?" tanya Jupiter panik.


"Baiklah," Jupiter pun langsung masuk ke dalam dan melihat jika Moza sedang diperiksa dan ia terus menangis sambil memanggil namanya. Hati Jupiter terasa teriris mendengar suara Moza yang terus menyebutkan namanya. Ia pun langsung menghampiri Moza di sana.


"Moza ... Moza sayang, ini aku ... Jupiter mu ada di sini," ucapnya sambil membelai wajah Moza yang sudah pucat dan berkeringat. Jupiter tahu jika saat ini Moza sedang tidak baik-baik saja.


"Kak Jupi ... "


"Iya sayang ... jangan takut ada aku yang akan menjagamu," Jupiter tidak tega melihat istri Kesayangannya dalam keadaan tidak baik-baik saja.

__ADS_1


"Sakit sekali hiks ... " air mata terus mengalir di pipi mulusnya.


"Tuan bisa saya bicara?" pinta dokter, untuk sejenak Jupiter melihat Moza yang sedang kesakitan dan memegang tangannya dengan erat.


"Boleh aku bicara dengan dokter sebentar?" tanya Jupiter hati-hati dan kemudian mencium kening Moza dengan sayang. Moza pun akhirnya mengangguk, walaupun sebenarnya ia tak mau jauh dari Jupiter. Dokter pun langsung berbicara pada Jupiter dan menjauh dari sana.


"Ada apa? Jangan katakan hal buruk tentangnya, aku tidak akan sanggup untuk mendengarnya," ucap Jupiter, terlihat dokter itu menghela napas kasar, ia pun bingung harus mengatakan apa. Karena Moza memang tidak baik-baik saja.


"Maaf Tuan, kami harus minta persetujuan anda untuk melakukan operasi pada istri anda," Jupiter pun terkejut mendengarnya, ia sangat tahu jika jarum suntik saja membuatnya sangat ketakutan. Dan sekarang ia harus di operasi. Tidak ... Moza pasti sangat ketakutan saat ini. Dan ia tidak bisa berada di sampingnya jika Moza akan dioperasi.


"Apa tidak ada cara lain?" tanya Jupiter dan Dokter pun menggelengkan kepalanya.


"Maaf Tuan, tapi ketubannya sudah pecah dan hampir mengering itu berbahaya untuk bayi. Sedangkan Nona Moza sama sekali tidak ada pembukaan, jika menunggu adanya pembukaan saya khawatir ketubannya habis dan Nona Moza akan terus merasakan sakit yang luar biasa di perutnya. Dan tentu saja itu akan membahayakan nyawa ibu dan bayinya.


"Apa! Tidak! Tidak boleh terjadi sesuatu pada anak dan istriku!"


***


Kasih vote sama bunga yang banyak dong 😭😭😭 biar Mimin semangaaaattt 💃💃💃

__ADS_1


__ADS_2