
Sudah dua hari Alex tidak masuk kerja, dan itu membuat Jupiter semakin kelabakan saja. Ditambah Moza dan Jizzy yang setiap hari menggantikan tugas Alex untuk mengawasinya dari serangan ulat gatal, membuat Jupiter mendadak pusing. Bukan apa - apa, Moza selalu mengawasinya bahkan saat ia akan pergi ke toilet. Ia takut jika ada orang yang mengintip suaminya itu, yang benar saja. Memangnya siapa yang mau mengintip seorang CEO di toilet, ada-ada saja Mommy keju ini.
"Sayang, tak bisakah kau menjauh dari depan toilet. Aku tidak bisa keluar!" teriak Jupiter dari dalam.
"Aku hanya ingin memastikan suamiku aman dari gangguan!" jawab Moza sambil menggendong Jizzy. Dia betah sekali menjaga suaminya ini.
"Astaga, ada apa dengan istriku? Kenapa ia posesif sekali," gumam Jupiter.
"Semua ini gara-gara Alex, bahkan gagang sapuku ikut gugup karena istriku selalu berjaga di sekitarku," gumamnya lagi. Jupiter memutuskan akan menghubungi Alex setelah ia menyelesaikan kegiatannya, yang tersendat gara-gara Moza. Dan daripada ia menunggu lama, akhirnya Jupiter pun memutuskan untuk keluar dari toilet saja. Ia tidak bisa melakukan apa - apa di sana, karena Moza yang menungguinya di depan pintu. Jupiter takut, jika nanti ia mengeluarkan suara-suara menyeramkan, yang akan membuat ketampanannya luntur di depan Moza. Jupiter takut Moza akan berpaling jika ia tidak terlihat keren lagi, untuk itu ia lebih baik keluar saja dan menunda kepentingannya itu.
Namun, saat Jupiter keluar dari toilet ternyata Moza tidak ada di depan pintu, Jupiter heran kemana dia. Bukankah sejak tadi ia menjadi penunggunya di sana. Jupiter pun kemudian kembali ke ruang kerjanya, dan melihat Moza tengah menidurkan Jizzy. Tahu begitu, ia tuntaskan saja tadi urusannya.
"Sayang, kenapa kau tidak bilang jika kau tidak menungguiku lagi di depan toilet?" tanya Jupi-jupi merasa kesal tapi ia tahan dan hanya mampu mengeluarkan senyum manisnya pada Moza. Namun, bukannya menjawab Moza malah meletakkan telunjuknya di depan bibirnya, mengisyaratkannya jika Jupiter jangan berisik. Suami tercinta Moza pun menurut, karena ia tidak ingin menganggu tidur putrinya itu. Setelah menidurkan Jizzy, Moza pun menghampiri Jupiter dan malah duduk di pangkuannya. Tak tahukah Moza jika saat ini Jupiter sedang menahan sesuatu. Hingga saat Moza duduk di pangkuannya, membuat sesuatu itu terdorong dan mendesak ingin keluar. Namun, Jupiter juga tidak mungkin melarang Moza bermanja-manja padanya.Karena ia juga sangat suka jika Moza manja padanya. Hanya saja, saat ini waktunya memang kurang tepat.
"Kak Jupi, tadi aku sudah memeriksa area toilet yang ada di sana. Dan ternyata semuanya aman. Sama sekali tidak ada cctv ataupun sesuatu yang mencurigakan. Makanya tadi aku langsung kembali saat sudah bicara denganmu." ucap Moza sambil mencium pipi Jupiter dan kemudian mencubitnya dengan gemas.
"Memangnya siapa yang mau memasang cctv di sana, kurang kerjaan. Lagi pula ruangan ini khusus milikku, keamanan dan kenyamanannya sudah pasti terjamin." Jupiter mengerucutkan bibirnya kesal, tapi bibir itu langsung dicium oleh Moza. Hingga rasa kesal dan tidak nyaman di perutnya pun hilang begitu saja. Berganti dengan rasa yang sangat bahagia, karena ia memiliki istri yang masih muda dan juga sangat cantik. Tak lupa, jika Istrinya juga adalah fans fanatiknya.
"Maaf, aku lupa kau kau adalah pemilik dari perusahaan ini." jawabnya sambil tertawa, tanpa merasa bersalah. Tingkah Moza ini malah membuat Jupi-jupi gemas saja, jika saja ia tidak sedang sibuk saat ini. Sudah pasti ia akan di ehem-ehem dulu oleh Jupi-Jupi.
__ADS_1
*
*
*
Di rumahnya, Alma kini sedang tidur siang. Ia sangat lelah dan juga mengantuk. Padahal, sedari pagi ia tidak melakukan apa-apa. Ia hanya jalan-jalan sebentar, makan dan kemudian memainkan ponselnya. Tapi, ia merasa sangat mengantuk sekali. Venus yang melihat istrinya tertidur pun tersenyum, dengan begitu ia bisa lebih berkonsentrasi saat bekerja. Karena jika Alma terbangun, Venus sama sekali tidak bisa berkonsentrasi dan pandangannya selalu ia jaga agar tetap fokus pada Alma.
Ada sekitar satu jam Alma tertidur, ia kemudian membuka matanya dan melihat Venus masih fokus pada pekerjaannya. Alma salut pada kerja keras suaminya ini, ia bekerja keras siang dan malam untuk dirinya dan juga anak mereka.
"Aakhh ...!" tiba-tiba Alma memekik kesakitan, membuat Venus yang sedang bekerja pun menghentikan aktivitasnya, dan segera menghampiri Alma.
"Sepertinya bukan, karena sakitnya sudah hilang. Tapi tadi tiba-tiba saja perutku sakit," jawab Alma.
"Apa mungkin karena posisi tidurmu yang tidak berubah, membuat perutmu jadi sakit?" tanya Venus,
"Iya mungkin saja, tapi sekarang sudah tidak apa-apa," jawab Alma, padahal sebenarnya ia merasakan sesuatu yang lain di perutnya. Bukan sakit, tapi ada rasa tidak nyaman yang entahlah. Alma pun tidak bisa menerangkannya, tapi sudahlah mungkin ini bukan apa-apa karena ia tidak merasakan sakit. Ia tidak ingin Venus terlalu khawatir padanya, untuk itu ia memilih untuk diam dan tidak memberitahukan apa yang ia rasakan kepada Venus. Nanti saja jika ia benar-benar merasakan sakit maka ia akan bicara pada Venus, pikirnya.
Venus pun akhirnya kembali melanjutkan pekerjaannya yang barusan tertunda akhir-akhir ini Ia memang sangat sibuk. Karena pekerjaannya sudah mulai menumpuk, akan tetapi calon Ayah ini sangat bersemangat karena ia bekerja keras untuk anak dan juga istrinya. Ia tidak pernah merasa bersemangat seperti ini, Alma dan juga Baby B, seolah menjadi motivasi untuknya supaya bisa lebih sukses.
__ADS_1
Alma pun kemudian memainkan ponselnya setelah ia mencuci muka sebelumnya, ia memainkan ponselnya hanya untuk menghilangkan rasa jenuh saja. Hingga, Salma datang dan membawakan Alma susu, dan makanan lainnya. Mertua durjana kini sudah berubah menjadi mertua baik hati dan sangat perhatian.
"Alma, ayo minum susunya. Mamah sengaja menyiapkannya untukmu," ucap Salma. Alma yang sebenarnya tidak suka susu, kini terpaksa bisa minum susu demi anaknya.
"Sampai kapan aku harus minum susu Mah?" tanya Alma.
"Sampai kau melahirkan, eh tidak ... setelah melahirkan pun kau harus tetap minum susu agar asi mu bisa tetap terjaga dan juga banyak," jawab Salma, membuat Alma mendes@h kesal. Karena ia harus tetap minum susu bahkan jika nanti ia sudah melahirkan.
"Tapi aku mual harus meminum susu terus," jawab Alma. Ucapan Alma memancing Venus. Sebagai suami dan calon ayah yang teladan, ia harus memberikan pencerahan kepada Alma jika minum susu itu sangatlah baik untuk kesehatan dirinya dan juga bayinya.
"Alma kau harus tetap minum susu agar kau menjadi sehat sepertiku, lihatlah aku yang setiap hari minum susu dari pabrik mu. Aku pun sangat sehat bukan, dan itu semua berkat susu murni milikmu," ucap Venus sambil tertawa, seolah ia lupa jika di sana ada Salma ibunya.
"Dasar planet tidak tahu malu," ucap Alma.
'Oh ya ampun, kenapa putraku jadi begitu. Apa itu efek samping karena ia kebanyakan minum susu,' batin Salma.
****
Kasih like dan juga komentar dong, biar Mimin tambah semangat ❤️❤️❤️
__ADS_1