Cinta Tuan Muda Impoten

Cinta Tuan Muda Impoten
Bab 77


__ADS_3

Malam ini Jupiter beserta anak dan istrinya tidur dalam satu ruangan, sesuai dengan apa yang ia inginkan. Jupiter bahkan sudah menyiapkan segala keperluan putri cantiknya, mulai dari susu hingga diapers. Karena ia ingin mengurus anaknya sendiri untuk malam ini, ia yakin bisa melakukannya dan berharap Moza bangun dan melihat apa yang ia lakukan. Baru membayangkannya saja, Jupiter sudah sangat bahagia apalagi jika Moza benar-benar bangun dan melihatnya mengurus bayi. Sudah pasti istrinya itu akan sangat bangga padanya, pikir Jupiter.


Melihat putrinya yang terlelap membuat Jupiter tersenyum, ia terlihat sangat lucu dan menggemaskan. Jupiter ingin sekali mencubit pipinya tapi itu tak mungkin ia lakukan, karena bayinya itu pasti kesakitan dan juga menangis karenanya.


"Tidurlah sayang, Papa akan menjagamu dan juga Bundamu." Jupiter berucap sambil mengelus pipi chubby anaknya, mereka sudah sepakat jika Baby J launching maka Moza akan dipanggil Bunda, dan Jupiter ingin dipanggil Papa. Karena ia tidak mau dipanggil ayahanda wkwkwkwk, sangat terasa aneh jika nanti ayahnya akan memanggilnya seperti itu.


Baru beberapa jam ia memejamkan matanya, putrinya terbangun dan menangis karena ingin minum susu. Jupiter lekas bangun dan membuatkan susu untuk putrinya, setelah itu ia menggendongnya dan memberikan susu yang baru ia buat. Untung saja, ia sudah belajar sebelumnya untuk takaran dan juga suhu susu untuk diminum baby J. Bayi itu cepat sekali menghabiskan susunya, setelah kenyang ia pun tertidur kembali. Perlahan Jupiter memasukan bayinya ke dalam box bayi untuk menidurkannya. Dan kemudian ia pun kembali tidur, baru saja ia hendak masuk ke alam mimpi. Kesadarannya pun ditarik kembali oleh putrinya, karena ia telah mengeluarkan susu yang sudah ia cerna.


Oh ya ampun, ternyata mengurus bayi itu menguji imannya Jupiter, hingga ia pun akhirnya terbangun dengan mata yang sangat mengantuk dan kemudian membersihkan sisa-sisa kehidupan yang barusan dikeluarkan oleh bayinya itu. Setelah semuanya bersih dan wangi, bayi itu pun kemudian menagih lagi susunya, karena ia merasa haus kembali setelah apa yang ia minum tadi ia keluarkan. Dengan sabar, Jupiter pun membuatkan lagi susunya dan menggendong bayinya lagi sampai tertidur.


"Kau sama seperti Bundamu sayang, senang sekali mengganggu Papamu." Jupiter berkata sambil mengayun-ayunkan bayinya yang sedang menyusu dan kembali memejamkan matanya. Untuk kedua kalinya, Jupiter menidurkannya lagi di box bayinya dan berharap jika kali ini tidurnya akan nyenyak.


"Tidurlah yang nyenyak sayang, Papa mengantuk." ucapnya perlahan dan mengecup wajah cantik bayinya itu. Hingga akhirnya, Jupiter pun bisa memejamkan matanya. Hingga beberapa jam, bayinya itu tidur nyenyak dan ia pun bisa tidur dengan nyaman.


Entah berapa jam Jupiter tertidur, sayup-sayup ia mendengar suara bayi menangis. Namun, suara itu tak mampu membawanya ke alam nyata. Dan malah terbawa mimpi olehnya. Dalam mimpinya, Jupiter membuatkan susu untuk bayinya dan kemudian menggendong seperti yang ia lakukan sebelum - sebelumnya. Namun, entah kenapa bayinya terus saja menangis. Dan tidak mau diam. Masih berada dalam mimpinya ia berusaha menenangkan bayinya, tapi Baby J masih saja terus menangis. Ya ampun Jupiter bingung harus berbuat apa, hingga setelah agak lama Baby J menangis. Tiba - tiba bayi cantik itu diam, Jupiter pun merasa senang karena akhirnya bayinya tak menangis lagi.

__ADS_1


Ia pun kembali terlelap, tapi tunggu. Jupiter mulai menarik dirinya ke alam nyata. Jika yang ia tadi alami bukanlah nyata. Oh tidak, jangan-jangan dari tadi anaknya memang menangis. Dan ia tidak sadar dan merasa jika ia menenangkan bayinya juga memberinya susu. Tapi yang ia lakukan tadi, semua itu di dalam mimpinya. Astaga ... Jupiter langsung terperanjat bangun karena khawatir dengan keadaan sang putri Baby J.


Namun, sedetik kemudian ia berteriak karena ia melihat seorang perempuan berambut panjang tengah menggendong bayinya. Posisi perempuan itu membelakangi Jupiter, hingga Jupiter dibuat panik olehnya. Ia ingin menyelamatkan putrinya tetapi ia juga takut jika hantu itu akan memakannya.


"Aaaaarkhhhh, hei hantu Apa yang kau lakukan pada putriku jangan memakannya. Aku tidak akan pernah memaafkanmu, jika kau sampai berani melakukan hal yang buruk padanya!" teriak Jupiter panik. Tak lupa semua doa ia rapalkan. Ia berharap hantu itu melepaskan putrinya dan mengembalikan Baby J kepadanya, akan tetapi sayangnya sesuatu yang dianggap hantu itu tidak mengembalikan bayinya dan terus membawa putrinya berjalan menjauhi Jupiter.


Karena panik dan putus asa akhirnya Jupiter pun berteriak minta tolong, berharap tiba-tiba ada seorang ustad yang menolongnya karena bayinya akan diculik oleh hantu.


"Astaga tolong!!! Anakku diculik hantu ... aaaaaarrggghhhh jangan bawa dia! Jangan bawa dia!" teriak Jupiter di ruangan itu dan membuat kegaduhan di rumah sakit. Kini banyak orang yang berlari untuk menghampiri kamar itu karena mengira ada sesuatu yang terjadi di sana. Baby J pun kembali menangis karena mendengar teriakan Jupiter yang sangat berisik itu.


"M-moza ... " ucap Jupiter gugup.


Braaaakkk..


Pintu ruangan pun terbuka dengan sangat kencang, dan di sana juga banyak orang-orang yang berdiri. Mulai dari security para dokter dan juga suster yang menatap panik ke arah Jupiter.

__ADS_1


"Tuan ada apa? Apa yang terjadi?" tanya dokter dengan panik, Iya sangat khawatir jika terjadi sesuatu kepada bayinya dan juga Moza yang belum sadar saat itu.


"Tidak ada apa-apa dokter, suamiku ini hanya sedang bermimpi saja mungkin ia mimpi buruk sampai berteriak," jawab Moza tersenyum malu karena mendapati kelakuan konyol suaminya yang dilihat oleh banyak orang dan juga membuat kegaduhan malam-malam di rumah sakit. Dokter pun terkejut saat melihat Moza sedang menggendong bayinya.


"Nona Moza, anda sudah sadar?"


"Iya dokter tadi aku mendengar bayiku menangis, makanya aku bangun dan mencoba untuk menidurkannya. Tetapi suamiku malah berisik dan berteriak-teriak lihatlah anakku jadi menangis Lagi." ucapnya biasa-biasa seolah selama ini ia tidak merasakan apa-apa. Suster pun langsung mengambil bayi yang digendong oleh Moza dan kemudian mencoba untuk menenangkannya. Moza pun diminta oleh dokter untuk kembali berbaring dan kemudian diperiksa.


"Nona, sebaiknya anda jangan dulu banyak bergerak karena anda belum lama ini melakukan operasi. Saya takut jika luka operasinya kembali terbuka sebaiknya Nona istirahat kembali," ucap dokter itu


"Baik dokter," jawab Moza, Moza pun kemudian melihat ke arah suaminya yang masih terlihat shock.


"Dokter," panggil Moza


"Ya ..."

__ADS_1


"Tolong periksa juga suamiku, aku takut jika ia barusan terkena serangan paru-paru," ucap Moza sambil menahan tawanya. Karena ia merasakan perih di perutnya.


__ADS_2