Cinta Tuan Muda Impoten

Cinta Tuan Muda Impoten
Bab 78


__ADS_3

Demi kenyamanan Moza dalam beristirahat, akhirnya bayi kecil itu dibawa oleh suster untuk di tidurkan di ruangan yang berbeda. Dengan segala kenyamanan tentunya. Sedangkan Moza dan Jupiter masih berada di ruangan yang sama. Moza kini sedang berbaring di tempat tidurnya, sedangkan Jupiter ia duduk di kursi di samping Moza untuk menjaganya. Akan tetapi keadaan Jupiter sepertinya benar -benar sedang shock, ia sama sekali tidak menyangka jika istrinya kini sudah sadar bahkan tanpa ia ketahui. Mungkin ia terlalu lelah, sampai ia tidak mendengar jika Baby terbangun dan menangis. Hingga pada akhirnya, tangisan Baby J itu mampu membangunkan Moza dari tidur panjangnya. Akan tetapi, Jupiter sangat bahagia karena tangisan bayinya yang kencang mampu membawa Moza ke alam sadarnya kembali. Akhirnya ia bisa berkumpul dengan anak dan juga istrinya.


"Moza, kau tidak apa-apa? Apa perutmu sakit?" tanya Jupiter khawatir, kini di ruangan itu hanya tinggal mereka berdua saja. Karena dokter dan yang lainnya sudah kembali ke tempat mereka masing-masing.


"Tadi perutku terasa sangat ngilu, saat menggendong Jizzy." ucap Moza sambil tersenyum, ia membayangkan wajah cantik putrinya yang tadi ia gendong. Walaupun hanya sebentar, dan sambil menahan sakit saat menggendongnya tapi Moza sangat bahagia.


"Jizzy, siapa Jizzy?" tanya Jupiter heran, sebenarnya siapa yang ia bicarakan. Apa tadi di alam mimpinya yang panjang Moza menggendong seseorang bernama Jizzy. Sepertinya kesadaran planet ini belum sempurna, otaknya baru separuh terkumpul, dan sebagian lagi masih berada di alam mimpinya.


"Anakku dan juga anakmu, memangnya siapa lagi!" ketus Moza, astaga baru saja ia sadar dari tidurnya yang panjang dan kini ia sudah mengomel pada suaminya yang setengah sadar ini.


"Oh ..." jawab Jupiter yang sepertinya memang belum konek dengan apa yang Moza ucapkan. Dan Moza pun mengerti, kenapa suaminya ini bisa sampai seperti sekarang ini. Itu pasti karena ia sangat kelelahan, ia harus bekerja dan juga menjaga anak dan istrinya. Benar - benar suami idaman bukan planet Jupi-jupi ini. Moza merasa kasihan padanya, dan lebih baik ia meminta Jupiter untuk kembali tidur saja.


"Kak Jupi," panggil Moza pada Jupiter yang kini sedang duduk dengan mata setengah terpejam.


"Hemm, ada apa Jizzy." jawabnya sambil menguap, Moza benar - benar ingin tertawa melihat suaminya. Sungguh lucu tapi juga sangat manis.


"Tidurlah," titah Moza lembut.


"Heemm ..." jawab Jupiter, tanpa banyak bertanya pada Moza, kemudian ia pergi ke arah sofa untuk membaringkan tubuhnya yang terasa sangat lelah itu. Dan kemudian memejamkan matanya kembali tidur.


"Untung saja ia setengah sadar, jika tidak aku khawatir ia akan tidur di toilet," kekeh Moza, ia pun tidur kembali. Moza pun harus mempersiapkan tenaganya untuk esok hari. Karena ia ingin menjaga anaknya, dan mengurus anaknya sendiri. Moza akan memberikan seluruh kasih sayangnya pada Jizzy, ia tidak ingin jika apa yang ia alami sejak kecil harus dialami oleh putrinya. Jizzy tidak akan pernah kekurangan kasih sayang sepertinya. Moza akan melimpahkan seluruh cintanya pada Jizzy. Dan ia sangat yakin, jika Jupiter akan menjadi ayah yang baik untuk putri mereka.


*

__ADS_1


*


*


Di kediaman Bramana saat ini, calon papa muda sedang merajuk dan mengidam sesuatu. Membuat calon mamah muda yang kesabarannya hanya setipis tisu basah itu sirna begitu saja. Alma benar-benar dibuat kesal olehnya, bagaimana tidak kesal jika malam-malam begini Venus ingin memakan buah mangga muda yang langsung dipetik dari pohonnya. Menyebalkan ...


"Apa kau tidak bisa meminta yang lain saja, kenapa harus mangga muda kenapa tidak minta makan yang lain saja, makan calon mamah muda seperti aku misalnya! Kau sangat menyusahkan tahu!" sentak Alma.


"Jangan berteriak, aku sudah bilang jangan pernah berteriak kasihan anak kita. Dia pasti sangat terkejut mendengar suaramu yang mirip petasan banting itu," jawab Venus, kini pria tampan itu tengah memakai jaket untuk bersiap mencari mangga muda milik tetangga. Astaga, planet ini benar-benar sedang mengidam rupanya.


"Hei ... hei tunggu, mau kemana kau? Kenapa kau sudah rapi begini, apa kau mau mencari...."


"Mangga muda milik tetangga," jawab Venus memotong ucapan Alma.


"Hei, kenapa kau jadi menakutiku. Aku kan jadi merinding," ucap Venus kemudian mendekati Alma dan kemudian memeluknya.


"Kalau kau takut makanya diam! Kau tidak khawatir pada anakmu kalau kau jatuh dari pohon bagaimana nanti," ucap Alma sambil menepuk pundak Venus.


"Anakku akan aman, bukankah dia ada di perutmu," ucap Venus, hingga Alma pun tertawa sambil menepuk keningnya. Membuat Venus jadi heran kenapa istrinya mendadak gila seperti ini. Eh tapi bukankah Alma memang agak lain orangnya, Venus tidak tega jika harus mengatakan jika istrinya ini agak gila. Itu terdengar kurang sopan menurutnya, percayalah saat ini Venus sedang mode sadar jadi tidak ingin membuat Alma tersinggung.


"Kenapa kau?" tanya Venus yang penasaran kenapa istrinya kini malah tertawa malam - malam begini, membuat Venus takut saja.


"Aku lupa kalau anakku ada di sini." Alma berkata sambil mengusap perutnya yang sudah terlihat membuncit itu.

__ADS_1


"Dasar gila," ucap Venus sambil menoyor kening Alma perlahan.


"Aku lupa karena selama ini kau yang mengidam dan merepotkan," jawab Alma masih dengan tawanya.


"Menyebalkan,"


"Ututuutuu, planetku marah rupanya," Venus malah semakin memalingkan wajahnya karena kesal pada Alma yang menertawakannya. Entah kenapa sejak Alma hamil perasaan Venus menjadi semakin sensitif, segala sesuatu yang seharusnya dirasakan oleh Alma malah terjadi kepada Venus.


"Aku tidak marah!"


"Lalu?"


"Aku hanya kesal saja,"


"Bukankah marah dan kesal itu adik kakak?" ucap Alma.


"Iya dan sebal adalah tetangganya! Dosa apa aku di masa lalu sampai aku harus mempunyai istri yang menguji mentalku setiap hari."


"Sudahlah jangan marah-marah lagi, apa bayi besarku mau minum susu?" bujuk Alma, siapa yang bisa menolak pesona pabrik susu yang berlebel halal. Hingga Venus pun tak mampu menolak pesonanya langsung menganggukan kepalanya mantap, mendapatkan tawaran dari Alma.


"Mau ... mau ...mau!"


***

__ADS_1


Like dan komentarnya jangan lupa ya 😚😚😚 bentar lagi ending nihh 🤭


__ADS_2