Cinta Tuan Muda Impoten

Cinta Tuan Muda Impoten
Pingsan


__ADS_3

Tidak ingin berlama-lama dekat dengan kedua menantunya, Salma memutuskan untuk pergi keluar rumah untuk menghibur diri. Ia ingin pergi bertemu dengan teman-teman sosialitanya untuk melupakan rasa penat yang ada. Moza dan Alma pun memutuskan untuk pergi ke rumah Moza, karena Delisa menelepon dan meminta Moza untuk datang. Delisa bilang ia sudah membuatkan makanan kesukaannya, Moza dan Alma pun bersemangat dan pergi kesana.


Tak membutuhkan waktu lama, Moza dan Alma kini sudah sampai di kediaman Hendrik. Pria itu dan kedua putranya sudah pergi bekerja, jadi hanya ada Delisa saja di rumah. Moza juga sedang tidak ingin bertemu papanya, ia masih kesal saat Hendrik memintanya untuk menunda kehamilan. Ia tidak mau jika ia harus menunda untuk mempunyai anak, memangnya kenapa kalau ia hamil. Meskipun usianya masih sangat muda, tapi Moza yakin jika ia mampu dan bisa mengurus anak. Justru ia ingin membuktikan dan memperlihatkan pada Hendrik, bagaimana caranya mengurus anak yang benar. Mau perempuan atau pun laki-laki, semua pantas mendapatkan kasih sayang yang sama.


"Mamah," panggil Moza. Delisa yang sedang menyiapkan kue untuk Moza pun langsung menghampiri putri kesayangannya. "Hallo sayang, Mamah rindu sekali padamu,"


"Aku juga," jawab Moza sambil memeluk putrinya, melihat kedekatan antara Moza sany Delisa membuat Alma jadi merindukan sosok ibunya. Dulu ia berharap jika nanti ia menikah, ia ingin mendapatkan mertua yang baik dan akan ia anggap sebagai ibunya sendiri. Sayang, realita tak tak seindah ekspektasinya. Karena ia mendapatkan mertua durjana si ratu Dugong. Dan semua ini gara-gara planet gila itu, ia menghancurkan impiannya yang menginginkan seorang mertua yang baik hati.


"Apa kabar Alma," sapa Delisa dan kemudian memeluk Alma seperti ia memeluk Moza. Sifat Delisa sangat kalem dan lembut, berbeda jauh dengan sifat Moza yang bar-bar dan juga keras kepala. Sifatnya sangat menurun dari Hendrik.


"Aku baik Tante,"


"Ayo duduk, kue nya sudah siap kalian pasti suka," mereka bertiga pun menuju meja makan dan kemudian menikmati kue buatan Delisa yang sangat enak itu. Mereka bertiga mengobrol dan juga menghabiskan waktu dengan bercanda. Hingga waktu tak terasa sudah hampir sore, mereka berdua pun memutuskan untuk pulang sebelum Jupiter pulang ke rumah.


Tapi di tengah jalan, Moza memutuskan untuk pergi ke kantor suaminya untuk memberi kejutan. Ia ingin melihat wajah suaminya yang tampan, entah kenapa akhir-akhir ini Moza selalu ingin melihat Jupiter dan ingin terus memeluknya. Dan tentu saja Jupiter senang dengan apa yang dilakukan oleh Moza, apalagi jika bukan hanya memeluk yang ia lakukan. Tapi main jungkat-jungkit hingga ehem-ehem, ahhh planet Jupi-jupi itu sangat bahagia tentunya.


Tak lama mereka pun kini sampai di kantor Jupiter, akan tetapi Moza tiba-tiba merasa tidak enak badan. Alma pun khawatir melihat Moza yang tiba-tiba terlihat pucat. "Moza, apa kau baik-baik saja?"


"Aku tidak tahu kenapa kepalaku tiba-tiba pusing ya, dan aku juga merasa lelah dan lemas." jawab Moza, mereka berdua masih berada di dalam mobil dan belum masuk ke kantor Jupiter. Alma pun memberikan air minum pada Moza, lalu ia hendak menghubungi Alex tapi ditahan oleh Moza. Ia tidak ingin kejutan untuk Jupiter menjadi gagal.


"Kau yakin tidak apa-apa? Wajahmu pucat sekali Moza,"


"Aku tidak apa-apa, ayo kita masuk. Aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan suamiku," Alma pun akhirnya mengiyakan keinginan Moza, tapi secara diam-diam ia menghubungi Alex karena ia khawatir dengan Moza. Ia tidak mau terjadi sesuatu dengannya, karena itu akan membuat Jupiter murka.

__ADS_1


*


*


*


Setelah mendapatkan pesan dari Moza, Alex pun memberitahukan Jupiter dan memintanya untuk pura-pura terkejut saja saat melihat istrinya. Sebenarnya mendengar Moza datang ke kantornya saja sudah membuat mood Jupiter baik. Akan tetapi mendengar keadaannya yang sedang tidak baik-baik saja membuat Jupiter jadi khawatir.


"Dimana mereka sekarang?"


"Mereka sedang naik lift, Tuan." jawab Alex sambil terus bertukar pesan dengan Alma sambil memantau Moza.


"Baiklah, sepertinya mereka sebentar lagi sampai. Oh ya Alex ..."


"Ya Tuan,"


"Anda selalu terlihat mempesona, Tuan." senyum mengembang pun langsung terbit dari wajah tampan Jupiter. Ia takut saat bertemu dengan istrinya ia sedang tidak dalam keadaan tampan.


"Alex, sebaiknya kau segera mencari kekasih dan menikah. Aku takut jika burungmu nanti tidak bisa bangun karena terlalu lama tidak masuk sarang dan karatan," ucap Jupiter perhatian. Namun sayangnya perhatian Jupiter membuat hati jomblo ini terluka. Ia jadi meratapi kehidupannya sebagai jomblo abadi. Dan untuk masalah gagang sapunya Alex yakin jika gagang sapunya tidak akan bermasalah seperti milik Jupiter dulu.


"Iya Tuan, nanti saya akan mencari pacar atau mencari calon istri sekalian. Dan untuk gagang sapuku, dia baik-baik saja. Ia tetap segar dan bugar setiap hari,"


"Aku hanya takut jika gagang sapumu merajuk seperti punyaku dulu, aku takut kau terpuruk sepertiku," ucap Jupiter.

__ADS_1


"Apa," Oh astaga kini Alex menjadi mendadak takut jika itu terjadi padanya. Bagaimana nanti jika ia miliknya tidak bisa bangun dan bertempur membuat bayi. Tidak ... itu tidak boleh terjadi, saat sedang berpikir tentang bagaimana caranya mencari calon istri, Alma dan Moza sampai di ruangan Jupiter.


"Hallo suamiku yang tampan!" ucap Moza dengan senang, Jupiter langsung tersenyum bahagia saat mendengar suara cempreng Moza yang kini selalu terdengar merdu di telinganya. Apalagi jika mereka sedang ehem-ehem, Jupiter sangat suka jika Moza memanggil namanya dengan mesrah.


Planet itu tersipu saat melihat wajah cantik Istrinya, ekspresi malu-malu kambing pun tak luput dari wajah tampannya. Alex dan Alma sampai merinding dibuatnya. Tapi melihat wajah istrinya yang pucat, Jupiter pun langsung menghampirinya.


"Sayang, kau sakit?" tanya Jupiter, saat ditanya Moza bukannya menjawab ia malah memeluk Jupiter dan menyandarkan tubuh kecilnya di dada bidang suaminya yang sangat nyaman itu.


"Aku tidak sakit, aku hanya pusing saja." jawabnya sambil menguyel-uyel kepalanya di pelukan Jupiter.


"Ayo kita berobat, aku khawatir kau sakit."


"Tidak mau, aku mau dipeluk saja."


"Ya sudah," akhirnya Jupiter pun membiarkan Moza berada dalam pelukannya selama ia mau. Namun, lama kelamaan tubuh Moza seperti tidak bisa menopang tubuhnya sendiri. Saat Jupiter melihatnya mata Moza terpejam dan ia pun tidak bergeming saat di panggil.


"Moza!"


"Alex dan Alma yang melihat wajah panik Jupiter pun langsung menghampiri dan bertanya padanya." Tuan, ada apa?"


"Kita ke rumah sakit, Moza pingsan."


"Apa!"

__ADS_1


****


Neng Moza kenapa tuh 😯


__ADS_2