Cinta Tuan Muda Impoten

Cinta Tuan Muda Impoten
Ujian atau Hukuman


__ADS_3

Acara resepsi pernikahan pun digelar di kediaman Bramana saja, karena tidak ada waktu untuk mempersatukan resepsi yang mewah. Lagi Venus enggan untuk mengadakan resepsi yang mewah, menurutnya acara pernikahan di rumah pun tak masalah yang terpenting Alma kini sudah sah menjadi istrinya. Di balik kebahagiaan Venus, ada dua orang yang patah hati mereka adalah Mirzha dan juga Melvian. Mereka berdua tidak menyangka jika gadis yang mereka sukai kini menjadi milik orang lain. Akan tetapi Moza mengatakan pada mereka jika ada sesuatu yang aneh antara mereka berdua, hingga kedua pria tampan itu pun berpikir jika Alma memanglah dijebak oleh Venus. Untuk itu mereka merasa masih memiliki kesempatan untuk memiliki Alma.


Melihat pria yang ia nobatkan sebagai rivalnya itu kecewa, Venus malah semakin bahagia. Ia pun kemudian menghampiri Mirzha dan juga Melvian, untuk mengejeknya memangnya untuk apalagi. Venus merasa bahagia karena diantara mereka bertiga ialah pemenangnya. Meskipun dengan cara yang tidak baik, tapi Venus yakin jika ia sudah melakukan hal yang tepat. Karena jika ia tidak melakukan hal itu, Alma pasti mengganggu kehidupan rumah tangga ibunya. Sebagai anak yang berbakti tentu menikahi Alma bukanlah sebuah hal yang sulit bagi Venus. Meskipun sebenarnya ada hal lain yang mendorongnya untuk melakukan hal itu. Hanya saja ia masih berontak dengan hatinya. Dan terus menyangkal dengan apa yang ia rasakan.


"Hallo anak - anak yang kurang tampan," sapa Venus sambil tersenyum menyebalkan. Membuat kedua pria yang difitnah Venus tidak tampan itu mengumpat dalam hati.


"Kau bicara pada kami?" tanya Melvian, sedangkan Mirzha ia merasa jengah saat melihat Venus yang kini terlihat seolah mengejek mereka. Ya ... karena memang itu yang sedang ia lakukan, mengejek rivalnya hingga kesal kalau bisa sampai otaknya meledak sekalian pikir Venus.


"Memangnya siapa lagi pria-pria kurang tampan, kalau bukan kalian. Karena aku adalah pria yang memiliki ketampanan yang paripurna, kalian bisa lihat sendiri kan?" ucap planet gila ini menyombongkan diri. Mereka berdua hanya mencebikkan bibirnya melihat kelakuan Venus yang menggemaskan itu. Menggemaskan tangan mereka tentunya, karena sudah tidak sabar ingin menyapa wajah Venus dengan kepalan tangannya.


"Aku kasihan pada Alma, kenapa harus menikah dengan pria gila sepertimu, kenapa tidak menikah denganku saja. Setidaknya aku jauh lebih waras jika dibandingkan denganmu," ucap Mirzha.


"Tapi sayangnya, gadis cerewet itu sudah menjadi istriku sekarang. Kalian bisa apa selain menunggunya menjadi janda. Dan sayangnya aku tidak berniat untuk menjadikannya janda. Jadi nikmatilah kekecewaan kalian,".ucap Venus dan kemudian pergi meninggalkan Mirzha dan Melvian, sudah cukup menggoda mereka hari ini, Venus tahu jika saat ini hati mereka tengah porak poranda. Ia tidak mau terlalu kejam membuat mereka sakit hati. Anggap saja jika ia kini sedang berbaik hati.


Di tempat lain, jika Venus sedang menyapa para tamunya. Alma memilih untuk duduk dan diam saja di pelaminan ditemani oleh kakaknya. Ia masih benar-benar belum terima dengan pernikahan ini. Ia ingin lari dari kenyataan yang sekarang ia jalani.


"Kakak, katakan padaku kalau aku sedang bermimpi buruk." ucap Alma sambil menatap ke arah kakaknya dengan wajah memelas. Alex hanya bisa menghembuskan napas kasar. Bagaimana pun juga ia merasa kasihan pada adiknya yang harus tiba- tiba menikah. Apalagi menikah dengan pria yang ia benci. Tapi apa boleh buat, ia pun tak bisa melakukan apa-apa selain pasrah.

__ADS_1


"Alma, aku yakin kau gadis yang kuat. Aku tahu menikah dengan pria gila itu adalah cobaan yang berat. Akan tetapi aku yakin kau bisa menghadapinya. Bukankah selama ini kau sudah mampu membuatnya kewalahan, tunjukan keahlianmu padanya. Lihatlah dia sangat senang dengan pernikahanmu. Aku tahu semua ini adalah rencana bodoh yang dibuat oleh pria gila itu. Jadi, buatlah dia menyesal karena sudah membuatmu menikah dengannya." Alex mencoba memberikan nasihat pada adiknya agar tidak merasa down dengan pernikahan ini. Karena bukan hanya dirinya yang merasa kesal dan patah hati, akan tetapi Alex juga sama frustasinya, kenapa ia bisa mendapatkan adik ipar macam Venus. Pria jomblo ini bahkan sampai mengingat-ingat dosa apa yang telah ia lakukan di masa lalu. Hingga Tuhan menghukumnya dengan mempunyai adik ipar planet gila


'


"Menurutmu, pernikahan ini adalah hukuman atau ujian dari Tuhan, Kak?" tanya Alma, barus saja Alex akan menjawabnya terdengar suara dari orang yang mereka bicarakan saat ini.


"Menikah denganku itu bukanlah, hukuman atau ujian dari Tuhan. Tapi mempunyai suami sepertiku adalah anugerah yang sangat indah untukmu, itu berarti Tuhan sangat menyayangimu," jawa Venus dan kemudian duduk di samping Alma. Alma langsung melihat Venus dengan tatapan tajam, seperti hendak mengulitinya. Venus pun menelan ludah kasar melihat tatapan Alma yang menakutkan. Ia jadi takut membayangkan malam pertama dengannya nanti, bisa-bisa gagang sapunya dikunyah olah Alma seperti yang ia tuduhkan padanya. Oh tidak ... itu sangat menyeramkan Venus tidak mau di su nat untuk yang kedua kalinya.. Bisa-bisa gagang sapunya koyak jika Alma. Semoga itu tidak terjadi Venus berdoa dalam hati.


"Anugerah kepalamu!" ucap Alex yang menahan gatal di tangannya karena sebenarnya ia ingin menjitak adik iparnya ini.


"Tentu saja seharusnya kau merasa bahagia karena bisa menjadi istriku,". jawab Venus menetralkan isi hatinya.


*


*


*

__ADS_1


Pesta pernikahan sudah selesai, para tamu juga sudah pulang. Kini tinggal tuan rumah yang sedang merasa lelah karena sudah menyambut para tamu. Karena tamu yang datang sangat banyak. Dimana keluarga Bramana adalah keluarga yang cukup terpandang dan mempunyai kolega dan rekan bisnis yang cukup banyak.


"Aku lelah sekali, astaga ternyata menikah itu sangat melelahkan." ucap Venus dan kini ia merebahkan tubuhnya di atas kasurnya yang empuk.


"Bagaimana kau tidak lelah jika seharian di pesta kau selalu berputar- putar seperti gasing saja!" jawab Alma yang memilih duduk di kursi karena ia pun juga sama merasa sangat lelah.


" Aku ini menyapa para tamu, masa mereka datang ke pernikahanku aku tidak menyapanya," jawab Venus tanpa menoleh Alma. Namun, kemudian ia pun melihat kearah Alma.


"Ngomong-ngomong, sedang apa kau di sini?" tanya Venus dengan wajah bodohnya, membuat Alma gemas dan ingin menelan suaminya sekarang juga. Namun, bukan Alma namanya jika ia tidak mampu membuat Venus shock, ia ingin memberikan serangan kejutan dadakan pada suaminya ini. Alma kemudian tersenyum kearah Venus.


"Aku di sini untuk melihat gagang sapumu yang lecet, karena ulahku. Apa sekarang sudah baik-baik saja atau masih sakit?" Biar aku memeriksanya," goda Alma.


"Tidak!" sentak Venus ketakutan.


*****


Jangan lupa like sama komentarnya ya 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2