
Di sebuah hotel yang berada di kota B, Jupiter dan Alex sedang melepas rasa penatnya. Mereka merasa sangat lelah akibat perjalanan yang jauh dan juga pekerjaan yang langsung menanti mereka, sesaat mereka sudah baru saja sampai di sana. Sedari siang mereka berkutat dengan pekerjaan mereka yang sangat banyak, membuat mereka ingin sejenak saja merebahkan diri di kamar double suite yang sudah mereka pesan sebelumnya.
"Ahhh ... nyaman sekali," ucap Jupiter yang sedang merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk yang sangat nyaman itu.
"Hari ini sangat melelahkan ya Tuan," jawab Alex yang juga duduk di atas ranjang sambil menyandarkan tubuhnya di heardboard. Tak lupa ia mengotak-atik ponselnya sambil tersenyum-senyum sendiri. Jupiter yang penasaran dengan apa yang dilakukan oleh anak buahnya itu langsung bertanya.
"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Jupiter, sambil menoleh ke arah Alex yang tengah fokus menatap ponselnya.
"Saya sedang memberi kabar pada Kinan, jika saya baru saja selesai bekerja. Dan juga saya menanyakan jika ia sedang apa sekarang, juga bertanya apa ya sedang makan atau belum," jawab Alex sangat perhatian kepada Kinan. Mendengar itu Jupiter pun langsung bangun lalu menatap tajam ke arah Alex. Alex yang tidak mengerti pun merasa bingung ada apa jupiter ini. Apakah ia barusan membuat kesalahan ataukah ia sudah salah bicara, pikir Alex.
"Ada apa Tuan? Apa ada yang salah dengan ucapanku?" tanya Alex penasaran.
__ADS_1
"kau ini adalah orang yang sangat menyebalkan! Kenapa kau tidak memberitahuku, seharusnya kau mengingatkanku jika aku juga harus memberi kabar kepada Moza. Saat ini ia pasti sedang khawatir kepadaku, Kau asisten yang tidak perhatian!" ucap Jupiter dengan kesal kepada Alex. Alex hanya menanggapi ucapan bosnya itu dengan geleng-geleng kepala. Kenapa ia harus diingatkan untuk memberi kabar kepada istrinya, bukankah seharusnya hal itu dilakukan dari hati dan juga perasaannya. Ahhh ... mungkin saja bosnya ini sedang sangat lelah hingga ia tidak memikirkan hal itu.
"Dimana ponselku? Aku ingin menelepon istriku aku sudah tidak sabar ingin melihat wajah cantiknya," ucap Jupiter. Alex pun kemudian mengambil ponsel Jupiter yang berada di tas kerja, yang ia taruh di meja tadi. Dengan sigap Jupiter pun langsung mengotak-atik ponselnya dan kemudian melakukan panggilan kepada Moza, akan tetapi Moza sama sekali tidak mengangkat panggilan dirinya. Akhirnya ia pun meminta Alex untuk menghubungi Alma dan menanyakan keberadaan istrinya dan apa yang sedang dilakukannya. Dan Alma pun menjawab jika Moza sedang tidur, ia bilang akhir-akhir ini ia sering merasa lelah, mungkin karena kehamilannya yang semakin membesar. Jupiter pun paham, dan meminta Alma untuk tidak membangunkan Moza. Pria tampan ini merasa kasihan pada istrinya yang kini tengah mengandung anaknya.
"Hei Alex, kau jangan bertukar pesan terus dengan istrimu!" ucap Jupiter dengan mendelik ke arah Alex. Astaga ada apa dengan Jupi-jupi ini, sensitif sekali melihat asistentnya bahagia.
"Iya Tuan sebentar," jawab Alex, kemudian ia pun mengakhiri acara berbalas pesan dengan Kinan. Padahal ia masih sangat merindukan istrinya itu.
"Tidak ada," jawab Jupi-jupi ini santai sambil mengangkat bahunya acuh.
'What ...' Alex tidak habis pikir, karena ia mengira jika Jupiter membutuhkan sesuatu. Untuk itu ia terus memanggil Alex dan memintanya untuk mengakhiri acara tabur rindu dengan Kinan. Apa planet ini tidak sadar jika, Alex adalah pengantin baru yang masih hangat - hangatnya. Yang masih ingin uhhh aahh meskipun hanya lewat pesan saja.
__ADS_1
"Lalu?" tanya Alex, jujur saja saat ini ia mendadak kesal pada planet ini. Bisa-bisanya ia bersikap santai di saat Alex kebakaran gagang sapu.
"Jangan bermesraan di saat ada orang lain, itu tidak sopan," jawab Jupiter. Aihhh sepertinya planet ini amnesia jika ia selalu bermesraan dengan bocah keju di hadapannya. Dan selalu mengotori pandangan dan juga pikiran Alex yang suci murni. Bahkan ia yang sebelumnya tak pernah memikirkan nasib gagang sapunya, mendadak merasa merana karena ia tidak mempunyai tempat penyaluran yang tepat. Itu semua gara-gara ia sering melihat Jupiter dan Moza bermesraan. Hingga akhirnya ia bertemu dengan Kinan dan akhirnya ia bisa ehem-eheman.
"Baik Tuan," jawab Alex sebaiknya ia berkata ya saja, kepada Jupiter. Ia tidak mau berkata lebih lanjut lagi padanya. Padahal sebenarnya Alex tahu, jika sebenarnya planet ini tidak terima menjadi obat nyamuk yang menjaga orang cinta-cintaan, padahal itu hanya lewat ponsel saja Alex mesra-mesraan tapi tetap saja ia tidak terima. Bagaimana jika melakukannya secara live, sudah pasti planet ini akan meledak karena kepanasan.
'Dasar permen kenyal menyebalkan,' Alex membatin.
***
Jangan lupa like dan komentarnya 😚😚😚
__ADS_1