Cinta Tuan Muda Impoten

Cinta Tuan Muda Impoten
Bab 70


__ADS_3

Setelah dokter menyatakan jika ia baik-baik saja, Venus pun diperbolehkan pulang, karena memang tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan. Venus dan Alma memutuskan untuk pulang ke rumah untuk beristirahat saja, meskipun aroma-aroma aneh masih sering mengganggunya akan tetapi ia akan tetap bertahan demi anaknya.


Venus dan Alma pun akhirnya sampai di rumah, tetapi saat sampai di rumah Venus memutuskan untuk keluar sebentar. Ia mengatakan jika ada makanan yang ingin ia makan. "Kenapa tidak tadi saja membelinya!" protes Alma.


"Keinginannya ini sangat mendadak, sudahlah kau masuk duluan. Aku mau keluar dulu sebentar,"


"Kau yakin bisa menyetir sendiri?" tanya Alma yang memang sedari tadi Alma lah yang menyetir karena Venus masih pusing katanya.


"Aku yakin, jangan cerewet aku hanya pergi sebentar,"


"Terserah, setelah itu Venus pun pergi meninggalkan Alma yang baru saja sampai di rumah. Tak di sangka baru saja ia melangkahkan kakinya, mertua sekaligus rivalnya menghadang Alma. Salma itu ibarat bayangan hitam yang selalu menghantuinya.


"Kerjamu memang hanya merepotkan suamimu saja!" Alma langsung memutar bola mata malas seraya mengelus perutnya yang masih rata itu.


'Amit-amit ... amit-amit,'


"Aku tidak merepotkan suamiku, justru suamiku yang sudah merepotkan kakak dan juga kakak iparku karena dia pingsan," jujur Salma, ia tidak peduli jika mertuanya ini akan mengomel lagi, karena telinga dan hatinya sudah kebal dengan ucapan-ucapan Salma yang selalu membuat tekanan darahnya naik.


"Apa kau bilang pingsan, bagaimana Venus bisa pingsan?" tanya nenek sihir ini khawatir pada pangeran planet kesayangannya.


"Dia pingsan karena aku sedang hamil,"


Duaaarrr ....


"Apa! K-kau hamil? Jangan berbohong!"


"Untuk apa aku berbohong, cucumu ada di sini. Nenek cantik," ucap Alma sambil tersenyum menyebalkan. Dan tentu saja sikap Alma selalu sukses membuat mertuanya terkena serangan otak mendadak.


"Astaga ..."


Mendengar kabar kehamilan Alma, Salma cukup shock dibuatnya. Karena ia tidak pernah menyangka jika hubungan antara Venus dan juga Alma, sudah sampai tahap bercocok tanam. Ia berpikir jika Venus sama sekali tidak pernah menyentuh Alma, karena mereka sama-sama tidak saling mencintai. Akan tetapi jika dilihat secara benar dari sudut pandangnya, Salma mencoba berpikir lagi. Jika Alma adalah seorang perempuan bar-bar, bisa saja ia memaksa Venus untuk melakukannya. Bahkan sebelum mereka menikah pun, Alma sudah membuat gagang sapu anaknya itu lecet, itu sudah membuktikan betapa ganasnya menantunya ini. Dan untuk Venus, ia adalah pria dewasa yang normal. Mustahil jika ia tidak tergoda oleh Alma. Karena ia akui sendiri jika Alma itu sangat cantik meskipun tanpa riasan. Ia cantik Alami dan juga sangat menarik secara fisik, mustahil jika iman Venus yang sebesar biji jagung itu tidak tergoda.


"Apa jantungmu baik-baik saja Mamah mertua? Asam lambungmu juga tidak naik kan?" tanya Alma, ia sangat suka melihat ekspresi dari Salma yang sangat shock setelah ia mengatakan jika ia memang hamil padanya. Aaahhh senangnya ia sudah berhasil membuat mertuanya kembali mengalami tegang otak.

__ADS_1


"Aku tidak apa-apa, memangnya kenapa?" jawab Salma menutupi rasa terkejutnya. Padahal sebenarnya ia sangat terkejut, dan entahlah ia pun masih bingung dengan perasaannya saat ini. Sebentar lagi ia akan memiliki cucu, dan putra kesayangannya akan memiliki bayi dari menantu bar-barnya.


"Oh ya Mamah mertua, mulai saat ini aku ingin memberitahumu, untuk jangan pernah coba-coba untuk membawa wanita gatal kehadapan suamiku. Kalau kau tidak mau jika cucumu menjadi anak tirimu!" ancam Alma padanya. Sejak mengetahui kehamilannya, Alma memutuskan untuk hidup bersama Venus selamanya. Untuk itu ia tidak akan membiarkan siapa pun merebut suaminya. Ia tidak mau menjadi janda satu anak nanti. Bagaimana nasib anaknya jika lahir tanpa ayah.


"Hei kau jangan macam-macam!" sentak Salma tidak terima, kenapa berharap menjadi madunya. Padahal yang kamu ucapkan kepadanya itu hanyalah sebuah ancaman agar ia tidak berbuat macam-macam kepadanya.


"Kalau kau ingin suamimu aman, maka jangan usik rumah tanggaku," ucap Alma, baru saja Salma akan menjawab ucapan dari Alma terdengar suara Venus memanggilnya. "Alma ... !" panggil Venus.


"Ada apa, aku di sini," jawab Alma. Venus pun kemudian menghampiri istri dan ibunya yang tidak pernah akur itu. Sang calon ayah terus memberikan senyum yang mengembang padanya. Bahagia sekali rasanya karena sebentar lagi ia akan segera memiliki seorang bayi.


"Hentikan senyum bodohmu itu, ada apa?" tanya Alma, Venus tersenyum dan kemudian membawa beberapa bungkusan makanan yang ternyata isinya adalah mangga muda dan juga beberapa buah lainnya yang di campur dengan bumbu rujak.


"Lihatlah aku membeli rujak, ayo kita makan," ajak Venus.


"Tapi aku sedang tidak ingin makan itu,"


"Kau kan sedang hamil muda, kau sedang mengidam jadi kau harus memakan rujak ini,"


"Ahhh planet ini mulai lagi, kau yang mengidam tapi aku yang disuruh makan buah asam itu,"


"Kalau aku tidak mau kenapa aku harus memakannya,"


"Karena putraku menginginkannya,"


"Oh ya ampun,"


"Sudahlah kalau kau tidak mau, temani aku saja," ajak Venus.


"Nah ... kalau begini kan manis, tidak usah memaksaku. Aku akan menemanimu," ucap Alma.


"Ayo," ajak Venus, mereka pun kemudian meninggalkan Salma yang masih betah berdiri mematung di sana.


Alma sampai dibuat ngilu beberapa kali saat melihat Venus memakan buah-buahan yang masih muda dan asam itu. " Ya ampun ini sangat enak," ucap Venus.

__ADS_1


"Enak kepalamu, gigiku sampai dibuat ngilu melihatnya. Ayo cepat habiskan!"


"Nanti dulu makannya harus memakai perasaan supaya bisa sampai ke hati,"


"Cara makanmu itu salah alamat, harusnya makananmu itu sampai ke usus kenapa sampai ke hati," protes Alma


"Astaga, istriku ini memang bodoh kau bahkan tidak paham dengan apa yang aku ucapkan," gumam Venus.


*


*


*


Di kamarnya Moza sedang tiduran sambil dipeluk oleh Jupiter, setelah acara bercocok tanamnya tadi sore. Kini mereka sedang beristirahat setelah sebelumnya membersihkan diri. Dari cara berbaringnya, sepertinya Moza sedang merasa tidak nyaman. Hingga ia terus mengganti posisi tidurnya.


"Ada apa?" tanya Jupiter.


"Aku merasa tidak nyaman, perutku terasa begah."


"Apa tadi dia kekenyangan yah, karena sudah disiram oleh ..."


"Aiih mana ada yang seperti itu," bantah Moza pada ucapan konyol suaminya. Mana mungkin perut ia begah karena kekenyangan oleh siraman cinta yang tadi ia berikan di lahan miliknya.


"Lalu?"


"Mana aku tahu, aku kan baru pertama hamil."


"Kalau begitu tanyakan pada ibumu,"


"Sudahlah, nanti juga tidak apa-apa." jawab Moza dan kemudian ia pun memejamkan matanya karena mengantuk.


***

__ADS_1


Moza kenapa ya, apa itu pertanda baby J mau launching 🤔


__ADS_2