Cinta Tuan Muda Impoten

Cinta Tuan Muda Impoten
Bab 67


__ADS_3

Kehamilan Moza kini sudah menginjak usia lima bulan, dan perutnya juga sudah kelihatan membuncit. Terlihat sangat lucu, hingga Jupiter selalu memeluknya dan mengusap perutnya. Ada rasa gelenyar hangat, saat Jupiter melakukan kontak fisik dengan bayi yang ada di perutnya Moza. Masa mengidam pun sepertinya sudah selesai. Sudah cukup Moza harus mengidam hal aneh yang selalu ia inginkan dan membuat kepala Jupiter menjadi pusing.


Malam ini Jupiter sedang memeluk Moza dari belakang di ruang keluarga, karena katanya ia ingin menonton televisi. Padahal di kamarnya juga ada televisi yang tak kalah besar di sana, tapi ia malah memilih ruang keluarga yang banyak di lewati orang-orang. Hingga Jupiter tidak bisa bebas bermesraan dengannya.


Alma yang baru keluar dari kamar pun melihat pasangan yang selalu mesra itu pun menghampirinya. Jupiter berdecak kesal saat melihat adik iparnya, karena baru saja ia akan mencium istrinya tapi pengganggu malah datang.


"Sedang apa kalian di sini?" tanya Alma, ia pun kemudian duduk di hadapan pasangan yang sedang bermesraan ini tanpa canggung.


"Kami sedang bermesraan dan kau malah datang mengganggu!" ketus Jupiter, hingga capitan tangan Moza mendarat di perut sixpack Jupiter. Ia merasa tidak enak pada Moza karena ucapan suaminya. Padahal ucapannya itu sama sekali tidak membuat Alma tersinggung. Sepertinya Moza lupa bagaimana Alma.


"Oh, kalau begitu lanjutkan saja aku tidak akan mengintip. Dan jika aku mau, aku tinggal menghampiri suamiku saja," jawabnya santai. Adik perempuan Alex ini jika bicara memang selalu seperti buang angin saja, bunyinya tidak terdengar menyenangkan.


'Menyebalkan,'


"Aku tidak nyaman jika ada yang melihatku," jawab Jupiter lagi.


"Huuuh ... suamimu ini ribet sekali Moza, padahal kalau dia mau menciummu tinggal cium saja apa susahnya. Apa jangan-jangan kalau ada orang Kak Jupi selalu lupa cara melakukannya ya ... Ya sudah aku juga akan mencari suamiku saja." ucap Alma dan kemudian pergi meninggalkan mereka berdua.


"Dasar menyebalkan, ayo sayang kita ke kamar. Kasihan dia, sudah lama berdiri menunggumu dari tadi," ajak Jupiter pada Moza. Sambil menunjuk ke arah gagang sapunya yang sudah berdiri tegak sempurna dari tadi.


"Suruh dia duduk dulu, sebentar lagi filmnya akan selesai," jawab Moza santai.


"Apa! Mana bisa dia duduk!"


"Kalau begitu ajarkan," jawab Moza masih santai.


"Aku tidak mau menyuruhnya duduk, biarkan saja dia berdiri menunggumu," planet ini sedang merajuk rupanya.


"Ya sudah, nanti kalau pegal suruh dia duduk dulu,"


"Ya ampun,"

__ADS_1


*


*


*


Alma kini sedang mencari Venus, sejak makan malam selesai ia tidak melihat suaminya. Apa mungkin ia sedang berada di ruang kerja, pikir Alma. Ia pun kemudian mencari suaminya ke ruang kerja, akan tetapi sebelum sampai di sana ia malah bertemu dengan mertuanya. Nenek sihir dari negeri prindavan, Salma. Mertua Alma ini senang sekali bergentayangan di rumah dan membuat orang terkejut saja karena kedatangannya.


"Mau ke mana kau berkeliaran malam-malam begini? Apa kau tidak bisa duduk saja atau tidur di kamarmu?" ucap Salma menyebalkan seperti biasanya.


"Aku sedang mencari suamiku,"


"Dia sedang bekerja jangan diganggu!"


"Ohh ... kalau begitu aku akan kesana," jawab Alma tanpa mempedulikan ucapannya yang melarang dia untuk mengganggu suaminya. dan tingkah Alma ini sukses membuat Salma menjadi kesal entah kenapa menantunya ini senang sekali membuat dirinya marah dan membuat tensi darahnya menjadi tinggi.


"Hei bukankah aku sudah memperingatkanmu, kalau kau jangan mengganggu putraku. Dia sedang bekerja Apa tidak bisa sekali saja kau mendengar ucapanku!" hardik Salma.


"Dasar menantu kurang ajar! Aku harus memisahkan mereka, bagaimanapun juga aku sangat tidak suka jika Venus memiliki istri seperti dia. Apa yang harus aku lakukan, apakah aku harus mencari calon menantuku yang baru. Tapi apakah Venus mau jadi dia meninggalkan bocah menyebalkan itu, dan menikah dengan wanita pilihanku," gumamnya.


*


*


*


Perlahan Alma masuk ke dalam ruangan kerja, ia melihat jika suaminya itu sedang fokus bekerja. Mengetik sesuatu di laptopnya dan kemudian mencocokkannya dengan kertas- kertas yang ia pegang. Entah, seperti apa pekerjaannya Alma tidak tahu. Yang terpenting baginya adalah ia dicukupi nafkah lahir dan batin dari suaminya itu.


"Hallo My Pluto ... " ucapnya sambil menghampiri Venus. Venus yang tadinya sedang fokus bekerja pun kemudian melihat ke arah Alma yang sedang tersenyum ke arahnya.


"Ada apa kau ke sini? Apa sudah jadwalnya?" tanya Venus.

__ADS_1


"Jadwal apa?" tanya Alma, planet itu berdecak sebal karena istrinya tiba-tiba amnesia.


"Jadwal jungkat-jungkit, apalagi!" sewot Venus.


"Oh itu, kau tenang saja aku bisa menunggu mu dengan sabar,"


"Oh baguslah, kebetulan pekerjaanku juga belum selesai. Aku selesaikan pekerjaanku dulu nanti kita akan mencetak anak lagi." jawab penuh sambil mengetikkan sesuatu di laptopnya.


"Oh ya ada apa kau kemari? Apa ada urusan penting," tanya Venus tanpa menatap Alma.


"Tidak ada, aku kemari hanya ingin memberimu semangat bekerja," mendengar jawaban Alma. Planet ini mendadak malu-malu kambing, ia tidak pernah menyangka istri bar-barnya sangat perhatian.


"Oh, kau perhatian sekali," jawab Venus sambil tersipu-sipu.


"Iya, tentu saja aku kan istri yang baik,"


"Tahu kau akan kesini, kenapa kau tidak membawa kopi agar aku tidak mengantuk," Alma tersenyum ke arah Venus, banyak sekali kemajuan rupanya pasangan ini. Karena sekarang mereka sudah sangat sering melempar senyum.


"Tidak usah minum kopi,"


"Kenapa?"


"Kalau ada susu kenapa harus minum kopi," ucap Alma sambil membuka kancing bajunya. Membuat mata bayi besar ini berbinar senang karena sebentar lagi akan meminum sumber nutrisi alaminya. Venus langsung menarik Alma ke atas pangkuannya. Baru saja ia akan membuka pabrik susu milik Alma. Mereka berdua dikagetkan oleh suara deheman yang sangat keras.


"Eeehheeemmmm....!" Venus pun langsung memeluk istrinya karena takut ada yang melihat pabrik indah milik Alma.


"Kenapa tidak kalian lakukan di kamar saja! Astaga ... !" ucap Bramana, ia sampai geleng-geleng kepala melihat kelakuan anak dan menantunya itu. Bisa-bisanya mereka melakukan hal yang tidak-tidak di hadapannya. Venus pun merutuki kebodohannya, ia sampai lupa jika papanya berada satu ruangan dengannya sedari tadi. Gara-gara melihat sumber ia sampai lupa segalanya. Memalukan ...


****


Jangan lupa dukungannya bestie 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2