Cinta Tuan Muda Impoten

Cinta Tuan Muda Impoten
Bab 68


__ADS_3

Venus yang pingsan kini tengah dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa. Kebetulan sekali, Venus dibawa ke rumah sakit karena selama ini ia tidak pernah mau diperiksa lantaran takut terjadi sesuatu pada hidungnya itu. Alex pun mengabari Alma, jika saat ini suaminya tengah berada di rumah sakit karena pingsan. Namun, penyebab pingsan Venus masih dirahasiakan. Karena itu tidak baik untuk keselamatan telinga Alex dan Jupiter nanti, mereka berdua tidak mau mendengar ocehan Alma yang mampu merusak gendang telinganya.


"Apa! Pingsan? Bagaimana bisa?" tanya Alma dibalik teleponnya.


[Sudahlah, cepat datang kemari dan lihat keadaan suamimu]


"Iya baiklah, tolong jaga dia Kak. Aku tidak mau menjadi janda,"


[Iya cepatlah, kalau kau lama suamimu akan aku telan]


"Kau memang Kakak yang menyebalkan!" Alma pun segera bersiap pergi ke rumah sakit untuk menemui suaminya yang pingsan. Namun, baru saja ia akan keluar dari rumah ia berpapasan dengan Salma yang sepertinya akan pergi menemui teman-temannya. Terlihat dari dandanannya yang cetar membahana, wanita berstatus mertuanya ini pasti akan pergi untuk menggosip atau mencari calon istri suaminya lagi. Jika itu benar-benar terjadi, Alma tidak akan segan-segan memberikan pelajaran pada mertuanya itu.


"Mau kemana kau?" tanya Salma.


"Aku ... "


'Tunggu dulu, aku tidak boleh mengatakan jika aku akan pergi ke rumah sakit untuk menemui anaknya. Jika aku memberi tahunya, nenek sihir ini pasti akan ikut dan membuat keributan di sana.' batin Alma.


"Aku mau keluar menghabiskan uang suamiku, memangnya kenapa?" tanya Alma.


"Kau jangan boros, Venus bekerja keras setiap hari dan kau mau menghabiskan uang suamimu. Jangan membuat ulah!"


"Oh ya ampun, sepertinya ada amnesia di sini. Apa kau punya cermin Nyonya, lihatlah dirimu yang seperti selebritis dari kahyangan sangat cetar membahana. Dan jangan pikir aku tidak tahu, jika kau selalu menghambur-hamburkan uang calon suamiku!"


"Jangan sembarangan bicara, siapa calon suamimu!"


"Tentu saja suamimu, memangnya kau belum pernah mendengar skandal mertua dan menantu,"

__ADS_1


"Jangan macam-macam!"


"Jika kau tidak membuat ulah, aku akan diam. Dan jika kau macam-macam, akan aku rebut suamimu itu!" ucap Alma penuh penekanan. Ia tidak akan diam saja jika mertuanya itu membuat masalah. Jika Salma sampai berani mengusiknya, maka Alma akan membalasnya seribu kali lipat. Untuk itulah, Salma menjadi serba salah dalam melangkah. Apapun yang ia lakukan, semuanya akan membuatnya jatuh ke jurang. Entah musibah atau hukuman, ia mempunyai menantu seperti Alma.


"Dasar menantu menyebalkan!" Alma tidak mau mendengarkan ocehan mertuanya itu, dan segera meninggalkan Alma dan pergi ke rumah sakit. Tak lupa ia dengan sengaja membawa mobil Venus yang dihadiahkan untuknya, membuat Salma semakin kebakaran bulu mata. Kenapa anaknya itu sangat perhatian pada Alma. Bukankah dulu ia sangat membencinya, Salma berpikir jika Alma melakukan cara yang licik untuk membuat anaknya bertekuk lutut padanya. Salma tidak tahu saja, karena Alma hanya memberikan jadwal minum susu teratur saja pada suaminya itu. Dan pemberian nutrisi yang tepat akan mampu membuat otak suaminya bekerja dengan baik dan membuatnya sedikit demi sedikit melakukan hal yang benar. Sungguh luar biasa bukan Alma ini.


*


*


*


Sesampainya di rumah sakit, Alma langsung menuju ke ruangan dimana Venus dirawat. Alex dengan setia menunggui adik iparnya itu, lebih tepatnya merasa terpaksa karena ia sama sekali malas berada di sana. Sedangkan Jupiter, ia bergegas kembali ke kantornya karena banyak pekerjaan yang menunggunya di sana.


"Kakak, apa yang terjadi dengan suamiku?" tanya Alma pada Alex, tapi yang ditanya malah mengangkat bahunya acuh.


"Mana aku tahu dia tiba-tiba pingsan begitu saja," jawab Alex datar.


"Memangnya aku apakan suamimu itu! Aku sudah kerepotan membawa suamimu ke rumah sakit. Tubuhnya sangat berat, karena banyak mengandung dosa!" cerca Alex pada adiknya itu, dan Alma hanya mencebikkan bibirnya sebal pada kakaknya itu.


"Lalu apa kata dokter? Apa hidungnya harus dioperasi?" tanya Alma, yang kemudian teringat jika suaminya ini akhir - akhir ini memang mengalami gangguan penciuman.


"Aku tidak tahu, tapi dokter bilang dia seperti sedang terkena sindrom. Sindrom apa aku tidak mengerti, tapi tadi dokter memintamu untuk menemuinya," terang Alex.


"Untuk apa?"


"Mana aku tahu aku bukan dokter,"

__ADS_1


"Isshh ... ya sudah aku mau menemui dokter dulu," Alex hanya menganggukan kepalanya saja. Alma pun keluar dari ruangan Venus, dan mencari ruangan dokter yang memeriksa suaminya. Kebetulan Alex tadi sudah memberi tahu nama dokter yang harus di temuinya. Jadi Alma hanya tinggal bertanya pada orang-orang yang ada di sana dimana ruangan dokter itu.


Sampailah Alma di depan ruangan dokter yang harus akan ia temui , Alma pun mengetuk pintu ruangan itu. Dan Dokter pun mempersilahkan Alma untuk masuk.


"Permisi dokter,"


"Silahkan masuk Nona," jawab dokter yang tengah terlihat menulis sesuatu itu.


"Dokter aku ingin bertanya tentang keadaan suamiku, apa ia mengidap penyakit yang parah? Apa hidungnya harus dioperasi?" tanya Alma.


"Oh jadi anda istri dari tuan Venus?"


"Iya benar?". dokter tampan itu pun tersenyum melihat Alma yang terlihat panik.


"Tidak, hidung suami anda tidak perlu dioperasi. Tapi sebenarnya dari gejala yang saya dengar dari tuan Alex. Saya curiga jika suami anda terkena Sindrom Couvade,"


"Sindrom apa itu?" tanya Alma yang memang tidak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh dokter itu.


"Untuk lebih jelasnya, mari ikut saya Nona. Karena anda juga harus diperiksa." ucap dokter itu, Alma yang takut terjadi sesuatu pada suaminya itu pun langsung mengikuti dokter yang katanya akan memeriksa dirinya. Alma memang takut jika selama ini Venus sakit dan penyebab ia sakit adalah dirinya. Dan mungkin saja jika Alma memiliki penyakit yang ditularkan kepada Venus. Untuk itu ia setuju untuk diperiksa oleh dokter itu.


Kini sampailah Alma di depan ruangan yang bertuliskan obigyn itu. Di sana ia diminta untuk berbaring. Dan dokter yang memeriksanya juga seorang dokter perempuan. Dan dokter pria itu hanya memantau saja di sana. Alma pun diminta untuk membuka pakaiannya sedikit oleh dokter perempuan itu, kemudian ia olesi dengan gel dingin di atas perut rampingnya itu. Setelah itu, dokter mulai menggerakkan alat yang ada di perut Alma.


Terlihatlah di layar yang ada di depan Alma ada sebuah benda kecil di sana, yang Alma tidak tahu apa itu. Dokter pun tersenyum pada Alma


"Selamat Nona, anda kini sedang hamil dan usia kandungan anda sudah memasuki delapan minggu," ucap dokter itu.


"Apa! Jadi aku hamil?" tanya Alma terkejut sekaligus bahagia mendengarnya.

__ADS_1


****


Akhir - akhir puasa Mimin sibuk, karena berburu baju lebaran wkwkwkwk biar keliatan sibuk 😆🤭 Jadi maaf kalau telat up nya 😂😂


__ADS_2