Cinta Tuan Muda Impoten

Cinta Tuan Muda Impoten
Bab 54


__ADS_3

WARNING! DI BACA NANTI SETELAH BUKA PUASA. KARENA DOSA DITANGGUNG MASING-MASING 😆😆😆😆 MIMIN UDAH KASIH PERINGATAN YA


Beberapa saat setelah meminum obat itu, Alma merasakan ada seseorang yang beda dalam tubuhnya. Karena tiba-tiba ia merasa kepanasan dan juga merasa tidak nyaman. Entah seperti apa rasa ini, yang jelas tubuhnya menginginkan sesuatu di luar nalar. Ia ingin disentuh, begitulah yang ia rasakan. Jika sebelumnya ia hanya menginginkan memproses seorang bayi tanpa rasa. Akan tetapi saat ini, ia menginginkan sesuatu yang tak pernah ia inginkan selama ini. Akan tetapi Alma mencoba untuk menahannya sebisa mungkin.


Semakin lama tubuhnya semakin panas dan juga tidak nyaman, hingga Alma berguling-guling tidak jelas. Dan membuat kasur bergoyang - goyang hingga akhirnya membangunkan Venus. Karena merasa tidak kuat kepanasan akhirnya Alma membuka pakaiannya dan hanya meninggalkan tank topnya yang sangat rendah hingga memperlihatkan setengah bagian dari balon heliumnya.


Merasa terganggu dengan gerakan yang terus dibuat oleh Alma, Venus pun memutuskan untuk menegurnya agar dia diam dan tidak menggangunya. Namun, saat berbalik ia terkejut mendapati Alma sedang duduk dan memakai tank top yang rendah hingga memperlihatkan pabrik susunya, melihat itu Venus mendadak menjadi haus. Belum hot pant yang ia pakai memperlihatkan kaki jenjangnya yang mulus, ia juga mengesampingkan rambutnya yang panjang sambil melakukan gerakan mengibaskan tangan seperti orang yang sedang kegerahan.


Melihat pemandangan yang indah di depannya mendadak rasa kantuk Venus hilang berganti dengan rasa haus yang melanda. Bagaimana pun juga ia adalah pria sejati yang akan tergoda jika melihat perempuan dalam keadaan setengah terbuka, membuat jiwa laki-lakinya tergerak untuk melihat terus ke arah Alma. Syukur - syukur jika ia bisa menyentuhnya, akan tetapi jika sampai Venus berani menyentuh Alma tanpa ijin sudah pasti jika Alma akan mengajaknya bergulat. Venus sangat tahu bagaimana kekuatan perempuan mungil ini. Meskipun tubuhnya kecil tapi Alex melatihnya dengan sangat baik, hingga ia tidak bisa mudah diserang dan dikalahkan.


Pikiran Venus menjadi berkelana entah kemana hingga ia tidak sadar jika Alma kini tengah memandanginya dengan tatapan yang aneh. Ada apa dengan Alma pikir Venus, kenapa ia terlihat kepanasan sedangkan AC di kamar berfungsi dengan baik.


"Venus," panggil Alma.


"Kenapa?" tanya Venus sambil terus melihat ke arah pabrik susu yang sudah setengah terbuka itu.


"Aku ... " Alma bingung harus mengatakan apa pada Venus, tidak mungkin jika mengatakan pada Venus kalau dia ingin melakukan hal itu dengannya. Karena rasa yang sekarang ia rasakan sangat berbeda, tapi jika ia diam saja sungguh rasa ini sangat menyiksanya. Hingga Alma pun memutuskan untuk tidak bisa berdiam diri lagi, ia akan semakin tersiksa jika ia hanya diam saja.

__ADS_1


Greb


Venus yang sedang duduk karena tadi ia hendak menegur Alma yang mengganggunya. Namun, tidak jadi karena ia terpesona dengan pemandangan di depannya. Dan kini ia malah dikagetkan oleh Alma yang tiba-tiba duduk di atas pangkuannya, lalu tangan kecil itu melingkar di leher kokohnya. Membuat jantung Venus mendadak berhenti berfungsi karena terkejut.


"A-Alma apa yang kau lakukan?" tanya Venus, astaga sikap Alma membuat pisang tanduknya yang tadi bergerak - gerak kini malah membangunkannya. Alma tidak menjawab pertanyaan Venus dan ia malah langsung mencium bibir Venus dengan lembut tapi menuntut. Jujur saja Venus terbuai, akan tetapi ia pun tidak bisa menolak Alma karena ia pun menikmatinya. Sejenak Alma melepaskan pagutannya dengan napas terengah-engah, gejolak yang ia rasakan semakin terasa menggebu-gebu. Astaga ia sudah tidak tahan lagi.


"Planet jelek," panggil Alma lemah.


"Sebenarnya kau ini kenapa, kau kerasukan apa lagi sekarang?" tanya Venus.


"Aku ... aku ... pokoknya kau harus menolongku!"


Sudah cukup Alma bermain - main dengan tubuhnya, kini giliran Venus yang ingin bermain dengan Alma. Hingga kini Venus membalikan tubuh Alma dan mengungkungnya, Venus mencium bibir Alma dan kemudian tangannya yang sedari tadi gatal ingin menyentuh mangga ranum itu langsung saja menarik pakaian Alma hingga kini ia bisa memandang serta merasakannya dengan tangan dan bibirnya. Hingga aliran darah Alma terasa berdesir hebat.


Venus tak mempedulikan lagi jika kini istrinya kerasukan nenek gayung atau nenek Baskom, yang terpenting baginya adalah kini ia sangat menikmati minum susu langsung dari pabriknya. Venus juga melakukan gigitan-gigitan di sana hingga Alma mengeluarkan suara lucknutnya dan membuat Venus semakin bersemangat.


Puas dengan apa yang dilakukannya, kini Venus bersiap untuk melakukan penembakan bibit bayi. Venus mencoba untuk menerobos pabrik yang masih disegel itu. Namun, sepertinya itu tidak mudah karena pabrik ditutup dengan sangat rapat.

__ADS_1


"Venus pelan - pelan ini sangat sakit," lirih Alma.


"Bersabarlah aku akan mencobanya lagi," Venus kembali mencium bibir Alma untuk mengalihkan perhatian Alma. Ia juga kembali memainkan mangga ranum milik Alma yang terlihat terus menggodanya. Hingga tanpa sadar Venus memberikan banyak gigitan di sana. Dan hampir seluruh tubuh Alma banyak bekas gigitannya. Begitu pun dengan tubuh Venus yang juga banyak terdapat bekas bibir nakal Alma yang sejak tadi menyusuinya. Venus tidak menyangka jika Alma sangat agresif, akan tetapi ia sangat suka karena mereka berdua sangat - sangat menikmati apa yang mereka lakukan.


Venus kembali mencoba memasukkan lagi kunci kedalam pabrik ori milik Alma, tidak ingin berlama-lama lagi. Venus menerobosnya dengan agak paksa hingga akhirnya ia berhasil. Awalnya Alma menjerit kesakitan tapi lama-lama ia pun menikmatinya begitu pun dengan Venus. Ia yang baru saja pertama kali merasakan rasanya bercinta, sepertinya akan terus ketagihan dengan apa yang kini mereka lakukan.


"Semoga setiap hari kau kesurupan nenek gayung, Alma," gumam Venus sambil terus melakukan kegiatannya. Ia bahkan tidak mau berhenti menciumi wajah Alma dan memainkan balon heliumnya. Membuat Alma pun semakin menjadi - jadi. Apalagi reaksi obat itu belum hilang.


Kini giliran mereka pindah posisi, membuat Venus semakin terpukau dengan permainan Alma yang memang sangat ia masih dikuasai oleh obat itu.


"Oh astaga aku, sebenarnya kau kesurupan hantu apa?" ucap Venus, namun ia sangat menikmatinya.


"Diam dan nikmatilah!" ucap Alma yang kini aktif di atas tubuh Venus.


"Dengan senang hati ..." Mereka pun terus melakukan kegiatan itu sampai beberapa kali sampai mereka puas.


****

__ADS_1


YA AMPUN KALIAN MASIH TETAP BACA, INGAT YA DOSA DITANGGUNG MASING-MASING 😌


__ADS_2