Cinta Tuan Muda Impoten

Cinta Tuan Muda Impoten
Bab 85


__ADS_3

Pagi ini Alex ijin untuk tidak bekerja, karena dia sedang tidak enak badan. Hal yang sangat jarang sekali terjadi. Alex adalah seorang workaholic yang tak pernah mengenal sakit, kecuali sakit kepala akibat melihat kelakuan adiknya. Namun, saat ini sepertinya adiknya sedang dalam perjalanan menuju jalan yang waras. Karena akhir-akhir ini ia tidak membuat ulah, atau mungkin karena hubungannya dengan Salma semakin membaik. Syukurlah, kini Alex tak terlalu khawatir lagi padanya. Karena ia disayangi oleh suami dan mertuanya.


Bagaimana pun juga selama ini Alex selalu mengkhawatirkan kehidupan Alma. Di mana rumah tangganya tidak berjalan dengan mulus, ia harus menikah dengan suami yang tidak dia cintai, dan mempunyai mertua yang membencinya. konflik yang sangat sempurna dalam rumah tangga namun Alex selalu bersyukur karena selama ini Alma mampu menghadapinya sendiri tanpa merengek ataupun meminta bantuan padanya, Alex memang selalu yakin jika Alma adalah sosok yang kuat dan tak mudah untuk ditindas Dan kali ini ia berhasil membuktikan bahwa seorang Alma yang ia pikir bodoh, mampu membawa suami dan juga mertuanya ke jalan yang benar.


"Kak Ali, ayo dimakan buburnya." ucap Kinan, ia mencoba menyuapi suaminya yang masih betah berbaring di kasurnya. Hal yang sangat jarang ia lakukan, kecuali saat ia ehem-ehem dengan Kinan.


"Mulutku terasa pahit, aku tidak mau makan," jawab Alex.


"Ayolah makan sedikit saja," Kinan masih menyodorkan sendok yang berisi bubur itu pada Alex. Karena tidak tega melihat Kinan yang sudah susah payah membuat bubur dan juga mengurusnya, akhirnya Alex pun mau memakannya walaupun tidak banyak.


"Ayo habiskan,"


"Sudah Kinan," jawab Alex hingga akhirnya Kinan pun menyerah dan membiarkan Alex. Setidaknya suami kesayangannya ini mau makan walaupun sedikit. Kinan pun menyimpan bubur yang ia pegang di meja yang terletak di samping tempat tidurnya. Dan kemudian ia naik ke atas kasur dan berbaring di samping Alex, kemudian memeluknya. Tubuhnya yang mungil bersandar di dada bidang Alex yang selalu membuatnya nyaman dan aman.


"Hei kau sedang menggodaku?" tanya Alex tersenyum dan kemudian merengkuh tubuh kecil itu. Kinan tersenyum dan mencium pipi Alex dengan sayang, membuat si Jhon pun mulai bangkit dari tidurnya.


"Aku tidak menggodamu, aku hanya sedang ingin memelukmu saja. Kau sedang sakit dan aku hanya memberikan perhatian padamu," jawab Kinan sambil terus mengeratkan pelukannya pada Alex.


"Benarkah?" Kinan hanya membalasnya dengan anggukan kepalanya. Alex pun kemudian mencium bibir mungil yang selalu membuatnya candu itu.


"Sepertinya istriku ini sangat tahu obat manjur saat aku sakit seperti ini." ucap Alex dan kemudian ia mengungkung Kinan. Hingga olahraga pagi pun dimulai. Mantan jomblo ini lupa kalau saat ini ia sedang sakit.


*

__ADS_1


*


*


Akibat Alex tidak bekerja, kini Jupiter sangat kerepotan di kantor. Biasanya Alex yang selalu menyiapkannya tapi kali ini, ia harus melakukan semuanya sendiri. "Ahhh ya ampun, kenapa Alex harus sakit. Aku kan jadi repot begini," gumamnya sambil terus melihat berkas-berkas yang sedang ia pegang.


Saat pikirannya sedang kacau, ia dikagetkan dengan kedatangan Moza dan juga Jizzy ke kantornya. Mood nya yabg yang tadi sangat buruk mendadak jadi sangat baik karena melihat anak dan istrinya yang cantik dan lucu.


"Hallo Papa," sapa Moza.


"Hei sayang, ada apa kalian kemari? Apa sengaja ingin membuat kejutan untuk Papa," ucap Jupiter menghampiri Moza dan kemudian mengambil Jizzy.


"Kami sengaja datang kemari untuk menjagamu," jawab Moza. Jupiter mengernyit heran, Moza datang untuk menjaganya, menjaga dari apa maksudnya.


"Karena hari ini Alex tidak bekerja, dan tugas ku adalah untuk menjaga suamiku dari serangan bibit-bibit ulat bulu,"jawabnya santai.


"Oh ya ampun, memangnya siapa yang menggodaku?" tanya Jupiter sambil menciumi pipi Jizzy yang sedang tertawa karena kegelian.


"Hei manusia planet, apa kau lupa jika di kantor ini banyak sekali yang ingin menjadi selirmu. Suamiku ini sangat tampan dan juga kaya, banyak wanita cantik di luar sana yang akan rela menjadi kekasihmu, dan aku sebagai istri yang bertanggung jawab akan menjaga suamiku. Dan agar pandanganmu tidak tergoda oleh godaan syaiton, sengaja aku dan Jizzy datang kemari untuk menjaga pandanganmu itu," jawab Moza panjang lebar.


Jupiter hanya mampu mengiyakan saja apa yang diucapkan oleh Moza, lebih baik menurut saja. Padahal, ia tidak mungkin tergoda oleh perempuan manapun. Karena hanya ada Moza di hatinya.


"Kau tidak perlu khawatir sayang, cintaku hanya untukmu." Jupiter berucap sambil mengecup bibir cerewet itu.

__ADS_1


Jupiter pun kemudian melanjutkan pekerjaannya, sambil sesekali ia melihat kearah anak dan istrinya yang sedang bermain. Hingga beberapa menit sekali ia mendengar suara tawa mereka berdua yang sangat nyaring.


Dan itu menjadi hiburan sendiri untuk Jupiter. Pekerjaan yang sangat banyak, mampu ia kerjakan dengan sangat cepat karena ia semangat saat melihat jantung hatinya.


Tak berselang lama, suara tawa itu berhenti dan Jupiter melihat jika Moza dan Jizzy yang tertidur di sofa. Untung saja sofanya itu besar hingga bisa menampung tubuh kecil Moza dan Jizzy. Jizzy tertidur dalam keadaan menyusu pada ibunya. Pemandangan itu membuat Jupiter ingin menggantikan posisi Jizzy saja. Ia pun kemudian melanjutkan pekerjaannya dan berkonsentrasi penuh agar pekerjaannya cepat selesai.


Hingga suara ketukan pintu membuyarkan konsentrasinya saat bekerja, sebelum memberikan ijin pada orang yang mengetuk pintu untuk masuk. Jupiter segera mengambil jas nya dan menyelimuti aset Moza yang berharga, takut jika ada orang lain yang melihatnya. Jupiter sangat tidak rela jika itu sampai terjadi.


"Masuk," ucap Jupiter memberikan ijin masuk pada orang yang mengetuk pintu yang ternyata adalah sekretarisnya.


"Tuan, ada Tuan Zayan Guntara dan Tuan Rafasya Guntara ingin menemui anda," ucapnya. Jupiter sampa lupa jika siang ini ia memang ada pertemuan dengan kedua makhluk aneh itu.


"Baiklah, pinta mereka menunggu di ruang meeting saja." jawab Jupiter, setelah itu sekertaris Jupiter pun langsung meminta Zayan dan Rafa menunggu di sana, agak sedikit aneh untuk kedua orang itu. Karena biasanya mereka membicarakan pekerjaannya di dalam ruangannya saja. Tapi mereka berdua tidak banyak bertanya, dan menurut saja. Tak lama, Jupiter pun menyusul mereka berdua ke ruang meeting.


"Selamat siang, maaf membuat kalian menunggu." ucap Jupiter dan duduk berhadapan dengan mereka.


"Kita hanya akan membahas sedikit pekerjaan dan kau menyuruh kami duduk di sini. Kau tahu, duduk di ruang meeting itu membuat pinggangku pegal-pegal," protes Zayan.


"Maaf atas ketidaknyamanannya, karena di ruang kerjaku Moza sedang memberikan sumber kehidupannya pada Jizzy. Dan aku tidak akan membiarkan ada orang yang melihatnya," ucap Jupiter. Membuat anak ayam dan kuda poni ini salah tingkah dan malu karena sudah protes pada Papa planet ini.


***


Jangan lupa dukungannya ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2