
"Aaaaaarrggghhhh... tolong!!!" Venus berusaha untuk membuat tubuh Alma menjauh darinya. Tapi tentu saja Alma tidak menyerah, ia akan terus memaksa Venus untuk menghamilinya. Entah makanan apa yang diberi oleh Alex pada Alma, hingga ia menjadi sangat bar-bar seperti ini. Ataukah mungkin karena ia tinggal dengan seorang kakak laki-laki sejak ia kecil. Maka dari itu, ia selalu meniru apa yang dilakukan oleh Alex. Akan tetapi Alex bukanlah tipe pria pemaksa, lalu kenapa adiknya ini sangat pemaksa pada pria, tidak... maksudnya adalah Alma hanya memaksa suamnya saja.
"Diam dan jangan berisik!" ucap Alma sambil membekap mulut Venus.
Emmmmppttt
'Tuhan kenapa aku mendapatkan istri seperti dia,' batin Venus, apakah malam ini ia akan kehilangan keperjakaannya yang selama ini ia jaga ataukah ia akan selamat dari cengkraman istri bar-barnya nya ini. Entahlah hanya Alma dan Tuhan yang tahu, karena kini Venus sudah pasrah jika Istrinya akan mengambil kesuciannya yang selama ini ia jaga dan pertahankan. Akan tetapi suara ketukan pintu terdengar dari luar, sepertinya Tuhan sedang menolong Venus dari cengkraman istrinya.
"Oh ya ampun, siapa yang mengetuk pintu malam-malam begini mengganggu saja!" ketus Alma, kemudian ia pun turun dari tubuh suaminya ini dan berjalan ke arah pintu untuk melihat siapa yang sudah mengganggunya. Venus bernapas lega karena saat ini ia lolos dan tidak jadi dinodai oleh istrinya itu. Venus langsung bangkit dan buru-buru duduk sambil membetulkan posisinya serta membetulkan pakaiannya yang acak-acakan akibat ditarik oleh Alma.
"Siapa?" tanya Alma, namun saat membuka pintu ia malah melihat wajah mertuanya. Membuat Alma berdecak sebal karena mertuanya yang tidak baik hati ini tengah mengganggunya.
"Apa yang kau lakukan pada putraku sampai dia berteriak minta tolong?" tanya Salma dengan tatapan menyelidik pada Alma. rupanya teriakan planet itu sampai ke luar kamar. Alma sampai lupa jika di kamar ini memang belum ada peredam suaranya.
"Aku tidak melakukan apa-apa padanya," bohong Alma.
"Jangan bohong!"
"Ya sudah kalau tidak percaya,"
"Venus!" panggilnya pada putra kesayangannya itu, mendengar namanya dipanggil Venus pun langsung menghampiri ibunya. Itu pun ia berusaha untuk menetralkan napasnya yang tadi memburu gara-gara Alma.
"Kenapa Mah?" tanya Venus berusaha sesantai mungkin, tidak mungkin ia mengadu pada ibunya hanya gara-gara Alma minta di hamili sampai celananya tadi ditarik-tarik oleh Alma. Dimana harga diri Venus jika sampai ada yang tahu jika ia akan diperkos4 oleh istrinya sendiri.
"Apa yang gadis bar-bar ini lakukan padamu?"
"Tidak ada," jawab Venus santai, sedangkan Alma merasa menang karena planet miliknya tidak berkata dengan jujur.
"Lalu kenapa kau tadi minta tolong, kau jangan berbohong. Mamah mendengar sendiri teriakanmu itu!"
__ADS_1
"I-itu, itu karena aku sedang bercanda dengan Alma Mah, dia menggelitik ku sampai aku minta tolong, Mamah tahu sendiri jika aku ini tidak tahan dengan geli," ucap Venus. Salma terlihat tidak puas dengan jawaban Venus. Tapi bagaimana lagi, jika saat ini ia juga tidak mungkin terlalu mencampuri hubungan anaknya. Ya walaupun Alma bukan menantu idamannya, akan tetapi Salma tidak boleh mencampuri hubungan pribadi anaknya dengan Istrinya itu.
"Ya sudahlah, tapi kalian jangan berisik! Ini sudah malam," setelah mengatakan hal itu Salma pun pergi ke kamarnya.Tadi ia memang sangat jelas mendengar anaknya berteriak minta tolong, karena saat itu ia sedang berada di lantai bawah. Tapi ya sudahlah, sebaiknya Salma tidur dan memeluk suaminya.
Setelah pintu tertutup Alma langsung menguncinya, dan kemudian tersenyum kearah Venus. Merasakan firasat buruk, Venus buru-buru lari ke atas kasur dan menggulung dirinya dengan selimut. Berharap selimut itu bisa melindunginya dari serangan Alma.
"Dasar menyebalkan," gumam Alma, kemudian ia pun menyusul Venus ke atas kasur dan memikirkan rencana bagaimana agar Venus mau menghamilinya. Mungkin ia akan bertanya pada Moza nanti, sahabatnya sekaligus kakak iparnya itu pasti punya solusi bagaimana caranya agar suaminya bisa membuat ia hamil.
*
*
*
Keesokan harinya, Alma menyiapkan segala keperluan Venus seperti biasanya. Venus pun bersikap seperti biasa seolah semalam tidak terjadi apa-apa. "Al ... tolong buatkan aku kopi," titah Venus
"Kau buta ya, kopi ada di meja didepanmu," jawab Alma.
"Aku tunggu di bawah saja," ucap Alma dan kemudian ia pun pergi ke lantai bawah untuk sarapan. Di sana sudah ada Salma dan juga Bramana, dibelakangnya terlihat Jupiter dan Moza yang saling menggandengkan tangan, sangat mesra sekali.
"Dimana Venus?" tanya Salma.
"Dia sedang bersiap," jawab Alma.
"Kak Jupi, kau mau sarapan apa?" tanya Moza
"Ambilkan aku sandwich saja," jawab Jupiter, Moza pun langsung melayani suaminya. Tak lama setelah itu Venus pun ikut bergabung untuk sarapan, "kau mau makan apa?" tanya Alma, ia ingin berusaha menjadi istri yang baik untuk Venus. berharap Venus menyerahkan dirinya dengan sukarela jika ia bersikap dengan baik.
"Aku mau makan nasi goreng saja dengan telurnya juga," Alma pun kemudian langsung mengambilkan nasi goreng dengan jumlah yang besar dan memberikan dua buah telur ceplok untuk Venus, hingga Venus terkejut dibuatnya.
__ADS_1
"Makanlah yang banyak," ucap Alma dengan senyum manisnya.
"Oh astaga aku ini pekerja kantoran bukan kuli bangunan, kenapa sarapanku harus sebanyak itu?"
"Itu adalah bentuk perhatianku, dan juga agar kau kuat menghadapi kenyataan," ucap Alma.
"Apa!"
"Jangan lupa nanti malam kita tidak boleh gagal lagi," bisik Alma. Wajah Venus langsung memucat, karena membayangkan bagaimana Alma yang akan mempretelinya nanti malam.
*
*
*
Setelah sarapan selesai, mereka semua pun mengantar suami mereka masing-masing ke depan. Sebagaimana layaknya pasangan harmonis Jupiter maupun Bramana selalu memberikan kecupan sayang saat mereka akan pergi bekerja. Akan tetapi tidak dengan Alma, karena Venus tidak pernah melakukan hal itu padanya. Padahal Alma pun menginginkan hal yang sama, meskipun ia belum mencintai Venus akan tetapi ia pun ingin dianggap sebagai istri. Tapi bukan Alma namanya, jika ia akan sakit hati. Alma tipe gadis kuat yang akan berusaha mendapatkan apapun yang ia inginkan.
"Venus!" panggil Alma, Venus yang hendak masuk kedalam mobil pun melihat kearah Alma.
"Ada apa?"
"Menunduklah sedikit," tanpa curiga Venus pun menurut saja. Dan tanpa ia tahu jika Alma langsung mengalungkan tangannya dan kemudian langsung mengecup bibir Venus.
Cup
Jantung Venus mendadak berhenti berdetak saking terkejutnya, astaga barusan Alma sudah mencuri ciuman pertamanya.
"Hati-hati ya," ucap Alma tanpa mempedulikan wajah Venus yang shock gara-gara ia kecup bibirnya
__ADS_1
****
Hari senin waktunya vote ya πππ jangan lupa nanti Mimin syedih kalau kalian gak vote dan kasih bunga π₯Ίπ₯Ίπ₯Ί