
Setelah merasakan bagaimana nikmatnya bercinta, kini Venus menjadi ketagihan melakukannya. Hingga ia ingin lagi dan lagi, hingga Alma kelelahan. Alma bahkan merasa sangat aneh kenapa stamina suaminya seperti tak pernah habis. Sedangkan ia selalu merasa kelelahan jika sudah ehem-eheman.
"Sudah jangan minta lagi, aku ini sangat lelah!" ketus Alma pada Venus, mereka baru saja selesai memproses seorang bayi.
"Iya ... iya, sudah cukup. Lagi pula Jhoni sudah tidur." jawabnya santai.
"Kenapa aku jadi sering lelah ya, apa aku sudah hamil" ucap Alma. Venus berdecak sebal mendengarnya.
"Apa dulu kau pernah sekolah?" tanya Venus tiba-tiba.
"Tentu saja pernah, memangnya kenapa?"
"Aku yakin jika kau tidak pernah menyimak pelajaranmu dengan baik,"
"Dari mana kau tahu?" Tanya Alma penasaran, kenapa suaminya ini bisa tahu kalau ia tidak pernah menyimak pelajaran di sekolah. Bahkan ia sering menghabiskan waktunya untuk tidur di sana. Setiap hari hanya membuat masalah, berkelahi dengan anak laki -laki dan tidak pernah mengerjakan tugas. Hingga Alex sudah sangat sering ditegur dan dipanggil oleh gurunya. Suatu mukjizat yang luar biasa saat Alma bisa lulus sekolah.
"Terlihat dari otakmu yang tidak ada isinya itu! Kau pikir kau ayam yang saat di tembak langsung hamil. Hamil itu perlu proses. Aku baru menebar benih kurang lebih sepuluh hari. Iya kalau tidak salah, nanti aku lihat lagi tanggalnya soalnya aku lupa. Masa kau langsung hamil!". Planet ini sangat sewot jika bicara dengan Alma. Entah kenapa ia selalu gemas jika bicara dengan Istrinya ini. Apa tidak bisa sekali saja jika bicara Alma menggunakan otaknya. Astaga, Venus lupa kalau otaknya itu kosong.
"Dan apa kau pikir, kalau kau itu pintar Pluto!"
"Aku sangat pintar," jawabnya dengan penuh percaya diri.
"Pintar dari mana, kau bilang ayam jika ditembak langsung hamil. Kau salah besar tahu!"
"Lalu?"
"Tentu saja dia akan mati kalau ditembak!"
"Astaga, maksudku bukan ditembak dengan senapan;"
"Lalu?"
__ADS_1
"Pakai ini," tunjuknya pada gagang sapunya yang baru saja tertidur karena kelelahan.
"Dasar planet gila,"
*
*
*
Atas saran dari Jupiter akhirnya Alex pun bertanya pada Kinan tentang apa status hubungan mereka. Jujur saja ditanya seperti itu malah membuat Kinan menjadi malu. Karena tidak mendapatkan jawaban yang pasti, akhirnya Alex pun memutuskan untuk mengungkapkan perasaannya dan keinginannya untuk mempersunting Kinan. Dan tanpa berpikir lama, gadis cantik ini langsung menerima lamaran Alex yang ingin menjadikannya seorang istri. Dan kabar bahagia ini Alex sampaikan pada Jupiter karena ia sudah berjanji pada Alex kalau ia akan menjadi keluarga dari pihak laki-laki, mengingat jika Alex sudah tidak memiliki siapapun lagi.
Jupiter pun setuju dan langsung berbicara pada Nayla, Nayla pun sangat bahagia karena ternyata Alex mau menikah dengan keponakannya. Nayla yakin jika Alex pria yang sangat baik, dan ia pasti akan membahagiakan keponakannya, Nayla yakin itu.
"Oh ya ampun aku senang sekali kau mau menikah dengan keponakanku," ucap Nayla di kediaman Guntara. Sengaja Jupiter dan Alex mendatangi Nayla dulu, karena ialah yang pertama kali mengenalkannya pada Kinan.
"Aku juga senang akhirnya Alex bisa menikah dan melepaskan masa jomblonya, semoga Alex dan Conan hidup bahagia," jawab Jupiter.
"Kinan Tuan," ralat Alex, bibirnya sangat lelah mengingatkan Jupiter siapa nama calon istrinya yang cantik dan lembut itu, padahal di mata Alex, gadis itu sangat istimewa dan yang paling spesial dari Kinan adalah jika ia waras. Ya ia waras tidak seperti Moza yang setengah-setengah wkwkwwk.
'Bilangnya tahu tapi salah terus dalam mengucapkan, aku curiga kalau lidahnya miring,' gumam Alex dalam hati.
"Jadi, kapan rencana pernikahan kalian. Aku akan menyiapkannya?" Nayla sangat antusias rupanya.
"I-itu ... " Alex jadi bingung ditanya kapan ia akan menikah. Karena kalau bisa ingin malam ini saja. Tapi, ia juga harus memikirkan Kinan yang mungkin ia ingin mempunyai pernikahan impian.
"Hei jangan bilang kalau kau masih ragu, Ali?" tatap Nayla dengan tatapan menyelidik.
"Tidak! Aku tidak ragu sama sekali, justru aku sangat senang akan menikah dengan Kinan. Bahkan malam ini pun aku sangat siap menikah dengannya," jawab Alex mantap.
"Woahh, kau memang sangat romantis," Nayla sampai berdecak kagum pada Alex, karena bicara dengan sangat jantan.
__ADS_1
"Suamimu yang paling romantis sayang," ucap Reyhan baru buka suara. Karena ia tidak suka istrinya memuji pria lain. Nayla mencebikkan bibirnya, suaminya ini memang sangat posesif. Apalagi sejak Nayla koma dulu, pesesif dan juga sangat protektif berlebihan menurut Nayla. Tapi dibalik itu semua, Nayla sangat bahagia mempunyai suami yang sangat mencintainya.
"Iya, kau adalah suami paling romantis dan paling tampan,"
"Terima kasih sayang,"
"Sama - sama cintaku," jawab Nayla, kemesraan mereka membuat dua pria tampan dihadapannya ini saling pandang. Karena mereka jadi merinding saat mereka seperti itu.
"Oh ya Ali, aku dengar kau punya adik perempuan," tanya Nayla
"Iya Nyonya, tapi adik saya sudah menikah dengan adiknya Tuan Jupiter."
"Oh ya ampun, benarkah. Kenapa bisa kebetulan, apa karena mereka sering bertemu hingga jadi jatuh cinta?"
"Tidak Nyonya, mereka menikah karena adik saya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya yang sudah memperkos@ adiknya Tuan Jupiter.
"Apa!!!" Reyhan dan Nayla sangat terkejut mendengarnya. Tidak aneh jika laki-laki menodai seorang perempuan, tapi ini perempuan yang menodai seorang laki-laki. Rafa dan Zayan yang kebetulan lewat pun mendengar ucapan jujur dari seorang Alex..
"Astaga, jadi adikmu planet pluto itu di perkos@ oleh adiknya. Pantas saja pernikahan mereka terkesan mendadak?" tanya Zayan pada Jupiter.
"Iya, dia pantas mendapatkannya. Biar saja, dia sangat cocok dengan Alma. Karena Alma mampu mendidiknya menjadi seorang pria. Tidak seperti sebelumnya yang hanya bisa bersembunyi di ketiak ibunya," jawan Jupiter santai. Ia memang melihat perubahan pada diri Venus sekarang. Ia lebih bisa mengontrol bicaranya dan bisa bicara sedikit lebih sopan pada Jupiter. Karena jika ia salah bicara sedikit saja, Alma akan menghajarnya. Jupiter tersenyum geli jika mengingat hal itu.
"Aku tidak bisa bayangkan, apa adikmu itu bar-bar?" tanya Rafa penasaran, karena ia sangat tahu sifat Venus yang menyebalkan. Itu karena ia pernah bertemu dengannya beberapa kali. Dan sikap pria itu memang sangat buruk.
"Sangat, adikku itu sangat bar-bar. Entahlah, padahal aku tidak mendidiknya seperti itu," ucap Alex, tapi meskipun begitu ia sangat menyayangi Alma.
"Apa planet Pluto itu hamil setelah dinodai adikmu?" ejek Reyhan, ia bahkan tidak bisa menahan gelak tawanya. Ia kini sedang terbahak-bahak membayangkan seorang pria dinodai seorang wanita.
"Tidak, tapi dia bilang gagang sapunya lecet," jawab Jupiter santai.
"Apa!!!"
__ADS_1
****
Jangan dibawa serius novel ini hanya hiburan ya 😌, like dan komen dong 😚😚😚