
Matahari telah kembali ke peraduannya, lalu lintas sore ini juga terlihat padat karena banyaknya kendaraan yang berseliweran. Suara klakson sudah seperti sebuah alunan musik yang menghiasi jalan raya, semuanya sibuk untuk membunyikan benda itu. Berharap kendaraan yang ada di depannya bisa menyingkir, dan memberi jalan untuk mereka pulang ke rumah masing-masing . Agar mereka bisa segera istirahat dan menghilangkan rasa penat dan lelah yang dirasakan seharian.
Begitu pun dengan Alex, yang kini berada diantara salah satu kendaraan yang saling sahut menyahut itu. Ia sedang ada dalam perjalanan pulang menuju apartemennya setelah mengantar Jupiter tadi. Jalanan yang ia lalui saat mengantar Jupiter tadi, lalu lintas tidak seramai ini. Akan tetapi, setelah ia kembali dan memutar jalan ia mendapati jalanan sudah sangat padat dengan banyak kendaraan di sana-sini.
Apartemen Jupiter dan Alex berada di arah yang berlawanan, membuat Alex harus melewati jalan itu dua kali dan itu membuatnya merasa lelah. Mungkin setelah ini dia akan berpikir untuk pindah saja dari apartemennya yang sekarang dan mencari tempat tinggal yang satu arah dengan Jupiter. Agar ia tidak terlalu lelah seperti sekarang ini, apalagi sejak Jupiter memiliki bayi, pekerjaan Alex semakin bertambah banyak saja.
Meskipun sebenarnya Alex merasa berat harus meninggalkan apartemen yang sejak dulu ditempati, banyak sekali kenangan di sana yang tidak bisa ia lupakan begitu saja. Akan tetapi jika terus seperti ini tubuhnya akan terasa hancur, dan yang lebih parahnya ia tidak bisa bermain kuda-kudaan bersama dengan Kinan, sudah dua hari ini saja ia tidak menengok lahannya karena ia merasa lelah. Dan itu tidak boleh terus dibiarkan, ia takut jika lahannya menjadi kering karena tidak pernah disiram olehnya.
__ADS_1
"Kenapa jalanan macet sekali, sebenarnya orang-orang ini mau kemana!' sentak Alex sambil memu-kul setirnya karena kesal. Mantan jomblo ini mungkin merasa jika hanya dirinyalah yang habis bekerja seharian dan ingin pulang dan istirahat, ia sudah tidak sabar ingin segera berendam di air hangat dan juga melihat wajah cantik Istrinya. Setelah itu ia minum susu hangat, mengingat minum susu hangat pipi mantan jomblo ini mendadak merah merona karena malu - malu kambing. Untuk sejenak ia melupakan rasa kesalnya karena membayangkan minum susu hangat.
***
Setelah beberapa lama akhirnya Alex sampai di apartemennya, seperti biasa senyum manis yang menyejukkan hatinya selalu menyambut kedatangannya setiap hari. Rasa lelahnya sedikit berkurang karena melihat wajah teduh Kinan. Langsung saja, bibir itu mengecup bibir manis Kinan walaupun hanya sekilas. Bahkan kini wajah Kinan yang bersemu merah karena malu dengan sikap romantis dari seorang mantan jomblo. Siapa yang menyangka, jika seorang Alex yang paling lama menyandang status jomblo justru kini dia menjadi pria yang paling romantis diantara yang lainnya.
"Kak Ali, sebaiknya kau mandi dulu. Aku sudah menyiapkan air hangat dan aku juga sudah menyiapkan makan malam. Nanti kita makan sama-sama ya," ucap Kinan lembut. Mendadak hati Alex yang gersang dipenuhi dengan bunga-bunga indah. Karena suara Kinan yang lembut seperti air pegunungan yang mampu menyejukkan hatinya yang gersang.
__ADS_1
"Aku jadi malu," jawab Kinan.
"Ahhh ya ampun rasanya aku mau pingsan, Kinan."
"Jangan pingsan Kak Ali aku tidak kuat menggendong mu," ucap Kinan sambil tertawa karena melihat tingkah lucu suaminya.
"Kalau aku pingsan Kau tidak perlu membangunkan ataupun menggendong ku. Hanya ada satu cara jika aku pingsan dan kau akan dengan mudah membangunkanku,"
__ADS_1
"Oh ya, bagaimana caranya?" tanya Kinan.
"Cukup suguhkan susu hangat, maka aku akan bangun. Jiaaahhhhh ..." Alex tertawa terpingkal-pingka setelah mengatakan hal itu, begitu pun dengan Kinan yang ikut tertawa karena mendengar ucapan suaminya. Karena Kinan sangat mengerti dengan apa yang di maksud oleh Alex, apalagi kalau bukan susu murni miliknya yang selalu menjadi kesukaan Alex.