Cinta Tuan Muda Impoten

Cinta Tuan Muda Impoten
Bab 50


__ADS_3

Hari ini minggu dan Alex pun tidak pergi ke kantor, biasanya ia sangat malas jika harus menghadapi hari minggu. Karena pada hari Minggu Iya kan habiskan seluruh waktunya di rumah sendirian apalagi kini Alma sudah menikah hidupnya semakin terasa sepi saja. Akan tetapi karena kejadian kemarin ia bertekad jika setiap hari libur, ia akan mencari seorang pendamping agar hidupnya tidak terus merana dan kesepian.


Kali ini Alex pergi keluar dan meninggalkan pakaian formalnya, ia memakai pakaian yang lebih santai. Dan menggunakan style anak muda, ya karena Alex memang masih sangat muda. Hanya saja selama ini ia selalu disibukkan oleh pekerjaan yang sangat menyita waktu. Bahkan selama ini ia tidak pernah memikirkan dirinya sendiri, dan hanya fokus mengurus Alma. Alex sudah terlihat sangat tampan saat ini, dan kini ia siap berburu wanita cantik. Ah iya selain cantik ia juga harus baik hati, dan semoga ia tidak mendapatkan istri seperti Moza ataupun Alma. Alex sangat butuh kewarasan dalam menjalani hari-harinya. Jika ia sampai mendapatkan istri seperti Moza ataupun Alma, bisa-bisa ia menjadi pria setengah-setengah seperti Jupiter. Setengah waras dan setengah gila, itu karena Jupiter sudah terkontaminasi virus Moza gila.


Dan di sinilah Alex sekarang, ia berada di sebuah pusat perbelanjaan. Ia sengaja pergi kesana untuk mencari seorang gadis sekalian membeli barang-barang yang ia butuhkan. Pergi ke pusat perbelanjaan sepertinya ide yang sangat bagus karena ia bisa mencari kekasih sambil pergi belanja, sambil menyelam minum air begitulah kata pepatah. Sungguh Alex pria yang sangat hebat bukan.


Pertama - tama ia memutuskan untuk mencari pakaian saja dulu, sepertinya mulai saat ini Alex harus banyak bergaya agar banyak perempuan yang tertarik padanya. Ia pun kemudian memilih - milih t-shirt dan juga sebuah Hoodie. Entah kenapa sekarang ia merasa sangat tampan jika memakai t-shirt ataupun jaket juga Hoodie. Saat sedang memilih pakaian, ia mendengar suara cempreng yang pernah ia dengar sebelumnya. Tapi dimana ia mendengarnya, ia lupa dimana. Sudahlah Alex tidak peduli lagi pula yang dipanggil oleh suara cempreng itu bukan dirinya.


"Ali ... Ali ... Oh ya ampun, kau benar Ali kan?" tanyanya pada Alex. Astaga hanya satu orang di muka bumi ini yang memanggilnya Ali. Siapa lagi kalau bukan induk kuda poni yang kini sedang menatapnya dengan tersenyum manis, hingga manisnya mengalahkan rasa gulali dicampur dengan madu.


"N-nyonya, sedang apa anda di sini?" tanyanya.


"Aku sedang belanja, ya ampun kau tampan sekali. Tidak biasanya pria workaholic sepertimu ada di tempat seperti ini. Apa kau sudah mulai bosan dengan kehidupanmu?"


"Apa?"


"Ahhh ... aku tahu jika kau sekarang sedang mencari pasangan atau pacar atau calon istri, ayo cepat katakan!" Nayla bicara sambil tertawa riang, sepertinya induk kuda poni ini sangat senang menggoda makhluk meteor yang selalu ia panggil dengan sebutan Ali ini.


"Nyonya aku ..."


"Sudahlah aku sudah tahu, jangan mengelak lagi. Kau tahu insting seorang ibu itu tidak akan pernah salah."

__ADS_1


"Tapi anda kan bukan ibu saya,"


"Aku tahu ... aku tahu, tapi aku selalu menganggapmu dan dan Jupi adalah anakku sendiri." Alex sangat terharu pada ucapan Nayla, ia memang wanita yang sangat baik hanya saja bicaranya seperti petasan banting, selalu membuat orang terkejut.


"Baiklah, kembali ke topik awal kau pasti sedang mencari pacar kan?"


"Itu ..." Alex mengusap tengkuknya merasa serba salah dan juga malu, karena semua yang dikatakan oleh Nayla adalah benar.


"Oh ya ampun kau terlihat semakin lucu saat sedang malu-malu kuda," Nayla tertawa melihat ekspresi dari Alex yang terlihat sangat lucu.


"Sudahlah tidak usah malu begitu, kau tahu aku punya rekomendasi seorang gadis untukmu. Kau pasti akan cocok dengannya." Astaga Nayla ingin mencarikannya seorang kekasih, tidak itu tidak boleh terjadi. Alex ragu mendapatkan rekomendasi seorang kekasih dari Nayla. Ia sangat tahu Nayla seperti apa, dan sudah pasti rekomendasi yang akan dia berikan adalah seorang gadis yang tak jauh memiliki sifat seperti Nayla. .Itu tidak boleh terjadi, Alex tidak mau seorang gadis yang memiliki sifat yang aneh. Ia ingin seorang kekasih yang waras, yang tidak membuatnya gila. Itu saja sudah cukup.


"Hei Ali, kau itu tidak bisa membohongiku. Wajah jomblomu itu sangat kentara. Kau sama sekali belum punya pacar aku tahu itu, kau jangan takut aku akan mencarikan gadis yang tidak-tidak untukmu. Kau tenang saja, dia seorang gadis yang sangat baik dan juga lemah lembut kau tenang saja,"


"Tapi Nyonya,"


"Sudahlah lihat saja dulu. Kalau kau tidak suka kau bisa menolaknya nanti." Alex hanya bisa menghela napas panjang. Sepertinya ia sudah tidak bisa lagi menolak keinginan Nayla. Sudahlah, toh Nayla bilang jika ia tidak menyukainya maka ia bisa menolaknya nanti.


*


*

__ADS_1


*


Akhirnya hari ini ia berbelanja ditemani oleh Nayla, ia jadi merasa seperti mempunyai seorang ibu baru. Ia juga dipilihkan beberapa pakaian oleh Nayla yang menurutnya sangat cocok untuknya. Setelah menelpon Reyhan dan meminta ijin untuk mengantar Alex, akhirnya mereka pergi ke rumah orang tua Nayla. Meskipun awalnya Reyhan menolak karena ia takut jika Istrinya itu akan selingkuh dengan Alex. Namun, jurus suara cempreng dan ancaman tidak akan mendapatkan jatah minum susu nanti malam. Akhirnya Reyhan pun mengalah. Apalagi Nayla mengatakan jika ia akan menjodohkan Alex dengan keponakannya dari desa. Orang tuanya meninggal beberapa bulan yang lalu. Untuk itu orang Nayla sebagai kerabat satu-satunya yang bertanggung jawab untuk mengurus keponakannya itu. Lagi pula mereka juga merasa kesepian, dengan datangnya keponakan Nayla membuat mereka merasakan lagi keluarga yang hangat.


Mereka berdua kini telah sampai di rumah orang tua Nayla, mereka di sambut hangat oleh keduanya. "Nay, kenapa kau datang tanpa memberitahu kami dulu," ucap ibunya Nayla.


"Aku sengaja ingin memberi kejutan, oh ya kenalkan ini Alex."


"Siapa dia? Apa dia calon suamimu yang baru? Jangan begitu Nay Reyhan sangat mencintaimu," Astaga baru saja Alex sampai, ia sudah mendapatkan fitnah kejam. Orang yang ia anggap sebagai ibunya malah dianggap selingkuhannya. Mungkin karena Nayla masih terlihat sangat cantik di usianya yang sudah tidak muda lagi. Nayla lebih terlihat seperti kakaknya dibandingkan mirip ibunya.


"Dia bukan selingkuhanku, dia ini calon menantuku!"


"Jangan bilang kalau dia kekasih Rafasya!" Oh astaga fitnah macam apalagi ini, jahat sekali mereka menuduh Alex sebagai penyuka pedang.


***


Hayooo nanti Alex bakal suka gak sama keponakan Nayla 🙃😌


Bonus visual Alex yang lagi jalan-jalan


__ADS_1


__ADS_2