Cinta Tuan Muda Impoten

Cinta Tuan Muda Impoten
Bab 71


__ADS_3

Perasaan tidak nyaman di perutnya Moza, ternyata terus berlanjut. Moza berpikir tidak mungkin ia akan melahirkan sekarang karena menurut perhitungan perkiraan tanggal ia melahirkan masih ada waktu sekitar sepuluh hari lagi. Itu terlalu lama dan itu juga tidak mungkin terjadi pikirnya. Ia juga sudah bertanya pada ibunya Danisa, yang mengatakan jika kontraksi palsu akan sering ia rasakan saat kehamilannya mulai membesar. Jadi ia tidak terlalu mempermasalahkannya setelah mendengar penjelasan dari Danisa


Moza pun kini aktif berjalan - jalan kecil setiap harinya di halaman rumah atau di taman belakang miliknya. Tapi pagi ini ia memilih untuk berjalan-jalan di halaman depan rumah saja. Halaman depan rumah yang sangat luas membuatnya sangat nyaman dan sinar matahari pagi uang menghangatkan tubuh membuatnya merasa lebih nyaman berada di sana.


Hari ini ia berjalan-jalan sendirian saja tanpa ditemani oleh Jupiter karena ia sudah pergi kekantor pagi - pagi tadi, akan ada meeting penting yang akan diadakan pagi ini. Jadi Jupiter pun berangkat lebih awal. Sedangkan Alma ia sedang berada di kamarnya dan membereskan tempat tidurnya. Selama ini ia memang membereskan kamarnya dan Venus tanpa pelayan. Karena Alma yang pengangguran ingin terkuat bermanfaat walaupun hanya membereskan kamar saja. Itu juga karena ia merasa bosan dan hanya ingin menghabiskan waktunya saja agar tidak terlalu jenuh. Dan sikapnya yang sederhana itu malah membuat Venus bangga, sungguh terlalu berlebihan planet itu Dan untuk Nyonya rumah si nenek sihir Salma. Jika semuanya sudah berangkat ke kantor perempuan ini hanya sibuk dengan gadgetnya, ia tak pernah mau mau melakukan apapun di rumah karena sudah ada banyak pelayan di sana, jadi untuk apa ia repot-repot jika sudah ada pelayan yang melakukan semuanya.


Moza yang sedang berjalan di halaman depan pun, dikejutkan oleh kedatangan seseorang yang sudah cukup lama tidak ia temui dan tak pernah ia dengar lagi tentang kabarnya. Siapa lagi kalau bukan Cindy, perempuan yang selama ini mendapatkan hukuman dari Jupiter itu sudah kembali ke rumahnya atas bantuan orang tuanya, ia sudah tidak tahan menjadi cleaning servis di kantor Jupiter. Untuk itu ia meminta bantuan orang tuanya agar bisa terlepas dari pekerjaan yang menurutnya sangat tidak pantas untuknya itu. Dan ia beruntung karena Jupiter pun memaafkannya dan mengatakan padanya agar jangan mengganggu lagi kehidupannya bersama dengan Moza. Karena jika itu sampai terjadi, maka bersiaplah jika ia akan mendapatkan hukuman yang lebih berat dari Jupiter.


Dan kini ia kembali untuk bertemu dengan Salma, ada hal penting yang ingin ia bicarakan dengannya. Ia ingin meluapkan kekesalannya selama ini pada Salma, karena kebohongannya yang sudah membuat ia menderita selama ini. Sejak kedatangannya ke rumah kediaman Bramana, ia dijanjikan oleh Alma jika ia akan menikah dengan Jupiter. Dan akan menjadi Nyonya di sana, dan menjadi bagian keluarga Bramana adalah impiannya sejak dulu. Maka saat Salma menawarkan Jupiter padanya, tentu wanita ambisius ini sangat tertarik. Sayang, keinginannya untuk menjadi istri dari Jupiter tak pernah kesampaian dan janji yang Salma berikan tak pernah ia dapatkan. Karena ternyata Jupiter bukanlah pria yang mudah ditaklukkan.


Dan yang lebih buruknya lagi, akibat ia melukai Moza sampai ia masuk rumah sakit. Membuat hidupnya semakin susah saja, karena Jupiter menghukumnya dengan sangat berat. Berbulan-bulan menjadi cleaning servis membuat hidupnya sangat menderita. Hingga setelah Jupiter melepaskannya barulah ia merasa lega, dan kini saatnya wanita ini membalas dendam pada Salma. Karena iming-iming menikqh dengan Jupiter membuat hidupnya menderita beberapa bulan terakhir ini.


Moza yang melihat kedatangan Cindy ke rumahnya setelah sekian lama pun bertanya.


"Hei kau, mau apa kau datang kemari?" tanya Moza sambil memegang perutnya yang sudah sangat besar itu. Cindy pun melepaskan kacamata yang bertengger di hidungnya, dan menata Moza tidak suka. Sungguh saat ini ia ingin sekali mencaci dan juga memaki Moza. Hanya saja, mengingat hukuman yang diberikan oleh Jupiter padanya, membuat ia harus berpikir ribuan kali. Karena jika itu sampai terjadi, maka ia akan mendapatkan hukuman yang lebih berat lagi jika ia sampai berurusan dengan Moza.


"Aku ada urusan dengan mertuamu," jawabnya, lebih baik menghindar dari pada mencari masalah dengan Moza bukan, begitu pikirnya.


"Jangan membuat masalah, kau tahu konsekwensinya jika itu terjadi,"


"Aku tahu, dan aku kesini memang hanya untuk bertemu dengan mertuamu saja," setelah mengucapkan itu pada Moza, Cindy pun pergi ke dalam dan hendak menemui Salma.


*


*

__ADS_1


*


Jari-jari Salma yang sedang berselancar di atas ponsel pintarnya terhenti saat melihat kedatangan Cindy yang tiba-tiba. Ia merasa sangat aneh, kenapa perempuan yang sudah ia hapus dari daftar rekannya ini tiba-tiba saja ada di hadapannya.


"Cindy..."


"Apa kabar Tante?" ucapnya sambil tersenyum smirk, Salma melihat ada yang berbeda dari Cindy. Gadis yang masih ada hubungan keluarga dengannya itu.


"Ada apa kau datang kemari?" tanya Salma.


"Aku datang kemari untuk memberi perhitungan padamu!"


"Apa maksudmu?" tanya Salma ia menyimpan ponselnya dan mulai menghampiri keponakan jauhnya itu


"Maksudku adalah, aku ingin membalas semua perbuatanmu!" ucapnya sambil mendorong Salma hingga jatuh.


"Aku hanya ingin melakukan sesuatu yang seharusnya dari dulu aku lakukan!"


"Dasar kurang ajar!"


"Aku! Kurang ajar? Dasar manusia tidak tahu diri, seharusnya kau sadar diri siapa dirimu dan apa yang kau lakukan pada menantumu!" hardik Cindy.


"Sebenarnya kau ini kenapa?" tanya Salma yang mulai ketakutan melihat Cindy.


"Aku benci padamu! Kau yang sudah membawaku kemari, kau memberikan harapan tentang kehidupan-kehidupan yang indah. Tapi nyatanya saat aku menderita kau sama sekali tidak peduli!"

__ADS_1


"Kau yang bodoh dan sudah melakukan banyak kesalahan, lalu kenapa kau menyalahkan aku!"


"Dasar wanita licik, setelah aku mendapatkan hukuman kau hanya diam saja dan tidak mau menolongku!"


"Kau yang salah, tanggung sendiri kesalahanmu, kenapa kau harus melibatkan aku!"


"Kau yang melibatkan aku untuk menghancurkan anak tirimu, akan tetapi saat aku mendapat masalah Kau hanya diam saja dan malah balik menyalahkan kepada seorang wanita kurang ajar!"


"Jaga bicaramu!" teriak Moza. Cindy melihat ke arah Moza dengan tatapan meremehkan.


"Bocah bodoh, masih saja kau membelanya padahal kau sangat dibenci olehnya.


"Aku tidak peduli! Bagaimana pun kurang ajarnya dia, dia tetap mertuaku!"


"Bocah bodoh!"


"Sebaiknya kau pergi dari sini!"


"Tidak! Sebelum aku membalas semua sakit hatiku dan semua yang terjadi padaku!" Cindy mengeluarkan pisau lipat dari tas yang ia bawa, sepertinya ia memang sudah merencanakan semuanya.


"Aku sudah tidak peduli dengan apa yang terjadi padaku nanti, yang penting bagiku adalah saat ini kau hancur!" senyum jahat ia perlihatkan.


"Oh tidak ... "


****

__ADS_1


Mohon maaf lahir dan batin semuanya πŸ™πŸ˜˜ maafkan bila selama ini aku banyak salah sama kalian ya ☺️


__ADS_2