Cinta Tuan Muda Impoten

Cinta Tuan Muda Impoten
Bab 56


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan sore hari, dimana para pencari nafkah sebagian sudah ada yang menuju pulang dan kembali berkumpul dengan keluarganya. Bahkan mereka sudah tidak sabar ingin cepat sampai ke rumah untuk melepas penat setelah seharian bekerja, bergumul dengan peliknya pekerjaan yang mereka hadapi setiap harinya. Sore ini seorang pria workaholic, tidak seperti biasanya ia sangat bersemangat untuk pulang. Karena ada hal yang ingin ia lakukan. Tepatnya ia ingin menemui seseorang, ya seseorang yang beberapa waktu terakhir tiba-tiba mampu mengisi hatinya yang selama ini kesepian dengan segala kelembutannya.


Alex, seorang pria tampan namun ia juga seorang workaholic. Sebelumnya ia tak pernah memikirkan dirinya sendiri. Yang hanya ia pikirkan adalah tentang pekerjaan dan juga adiknya, akan tetapi setelah adiknya menikah. Sangat terasa sekali jika ia menjadi sangat kesepian. Ia hanya menjalani hari-harinya seorang diri. Tak ada lagi orang yang akan ia perjuangkan dengan segala lelahnya, dan tak ada lagi yang membuat keributan di hari-harinya setelah ia pulang bekerja. Yang selalu membuat ia kesal dengan segala tingkahnya.


Haaahh, jika mengingat semua itu hati Alex menjadi bertambah sedih. Ia tahu jika hal ini akan terjadi, akan tetapi ia tidak pernah menyangka akan secepat ini. Ia sendiri tidak menyangka jika adiknya yang bar-bar mampu menghilangkan kesucian seorang pria, astaga kalau mengingat hal itu ia menjadi malu sendiri. Padahal selama ini ia tidak pernah mendidiknya menjadi seorang gadis yang bar-bar. Ia mendidik dan mendoktrinnya agar jangan menjadi orang yang lemah. Dan tidak mudah untuk ditindas. Nyatanya ia tumbuh menjadi gadis yang kuat dan malah ia yang menindas suaminya sekarang. Ya karena itulah yang Alex lihat, untung saja sikap Venus mampu mengimbangi sikap adiknya Alma. Alex sendiri tidak pernah menyangka jika dibalik sikap manja Venus dan juga sangat egois serta menyebalkan. Ia mampu mengimbangi sikap Alma yang terkadang suka seenaknya.


Akan tetapi, seorang malaikat tak bersayap yang berwujud induk kuda poni. Telah mengenalkannya pada seorang gadis cantik dan sederhana, ia sangat lembut, kalem dan terlihat penyayang. Baru satu kali Alex bertemu dengannya, tapi gadis itu mampu mencuri hatinya. Dan di sinilah ia sekarang di rumah orang tua Nayla untuk menemui Kinan.


Tadinya Alex ingin pulang dulu untuk berganti pakaian, tetapi ia mengurungkan niatnya itu. Karena menurutnya jika ia akan terlihat sangat tampan jika ia masih memakai setelan kerja, ia terlihat sangat gagah dan berkharisma saat memakai jas yang sangat rapi. Tak lupa ia membeli dulu seikat bunga mawar merah agar Kinan mengerti jika ia memang sudah jatuh hati padanya. Alex juga membawa beberapa makanan untuk ia bawa agar tidak merepotkan orang tua Nayla di sana.


Rencananya malam ini Alex akan mengajak Kinan untuk makan malam bersama, ia akan mengajaknya untuk makan malam romantis. Dan sekalian ia juga ingin mengungkapkan isi hatinya pada Kinan. Dan Alex berharap jika Kinan akan menerima cintanya. Setelah itu Alex akan mengajaknya menikah dan main kuda-kuda dan akhirnya Kinan hamil dan mereka punya anak. Astaga, itu sangat menyenangkan bahkan hal yang paling membuat Alex tidak sabar adalah karena ia ingin main kuda-kudaan serta ehem-eheman dengan Kinan. Ya Tuhan, semakin malu-malu ayam saja pria tampan ini gara-gara membayangkan hal yang tidak-tidak dengan Kinan.


"Jadi kau mau mengajak Kinan makan malam?" tanya Ayah Nayla.


"Iya, jika Tuan dan Nyonya tidak keberatan," jawab Alex. Mereka berdua tersenyum kearah Alex.


"Kami sama sekali tidak keberatan, akan tetapi Kinan apa kau mau makan malam dengan pria jangkung ini?" tanya ibunya Nayla pada Kinan.


"Jika Paman dan Bibi mengijinkan aku sama sekali tidak keberatan," Jawabnya sebagai lembut. Oh Tuhan suara Kinan terdengar bagaikan nyanyian merdu di telinga Alex. Seolah setiap suara yang keluar dari mulutnya itu terasa selembut sutra yang menyentuh hatinya. Apa memang begini orang yang jatuh cinta, pantas saja bos nya sering terlihat seperti orang gila jika sedang bersama dengan Moza. Astaga semoga Alex bisa mempertahankan kewarasannya.

__ADS_1


"Kalau begitu kami mengijinkan, ya sudah sana bersiap," ucap ayah Nayla atau paman dari Kinan.


"Ini bunganya jangan lupa bawa ke kamar, kalau kue-kue ini simpan saja Paman dan Bibi mau mencicipinya. Tidak apa-apa kan Nak Ali?" tanya Bibi Kinan pada Alex malu-malu kambing. Bagaimana ia tidak tergoda,karena makanan yang Alex bawa semuanya makanan mahal yang sangat menggugah selera. Bekerja sebagai asistent yang handal selama bertahun-tahun membuat ia tidak susah untuk mendapatkan apapun yang ia inginkan. Tempat yang bagus dan berkualitas ia paling tahu semua itu.


"Silahkan Nyonya, saya sangat senang jika anda menyukai makanan yang saya bawa,"


"Terima kasih,"


"Sama-sama,"


"Ayo Kak Ali, aku sudah siap." ucapnya sambil tersenyum ke arah Alex. Kinan baru saja keluar dari kamarnya.


"Baiklah, ayo." ajak Alex, mereka pun akhirnya pergi menuju ke sebuah restoran yang cukup mahal dan mewah. Akan tetapi Kinan menolaknya dan memilih restoran biasa saja, ia merasa tidak pantas masuk ke dalam tempat yang mewah seperti itu. Alex pun akhirnya menyetujuinya, apa pun itu asalkan belahan jiwanya itu bahagia.


"Kak Ali tidak marah, kita makan ditempat ini?" tanya Kinan merasa tidak enak.


"Tentu saja tidak, yang penting kau nyaman, itu yang terpenting untukku. Lagi pula tempat ini sangat bagus. Aku suka," mereka kini berada di sebuah restoran yang menyajikan pemandangan alam yang sangat indah jika dilihat saat malam hari. Saat mata memandang pemandangan yang indah terpampang di depan matanya. Restoran itu juga menghadap ke sebuah kolam yang sangat indah jika terkena pantulan sinar lampu. belum lagi suasana yang sejuk dan tidak bising membuat pelanggan yang datang betah berlama-lama di sana.


"Ngomong - ngomong, kau tahu tempat seperti ini dari mana?" tanya Alex. Kinan tersenyum malu-malu pada Alex, hingga Alex semakin gemas saja melihat Kinan.

__ADS_1


"Aku melihatnya dari beberapa konten yang sering aku tonton," jawabnya sambil tertawa, Kinan merasa malu karena ia termakan konten yang sering ia tonton. Jika Kinan merasa malu, lain halnya dengan Alex yang merasa jika jantungnya sedang bermain bola di dalam sana. Sungguh senyum Kinan membuat jiwanya seakan melayang-layang, manis sekali.


"Ya Tuhan Kinan, hentikan tawamu. sungguh aku sudah tidak kuat lagi melihatnya." ucap Alex, Kinan pun langsung terdiam dan merasa malu dengan tingkahnya.


"Maaf," ucap Kinan sambil menunduk malu.


"Kinan,"


"Ya,"


"Apa kau tahu kenapa aku menyuruhmu untuk tidak tersenyum?" tanya Alex. Namun, Kinan masih menundukkan kepalanya dan tidak melihat kearah Alex. Mungkin ia merasa malu pada Alex, Alex yang kini duduk di samping Kinan mengangkat dagu Kinan dan mengarahkan wajah cantik itu pada wajah tampan Alex.


"Kau tahu Kinan, karena senyummu itu mampu meruntuhkan jantungku,"


"A-apa?" Baru saja Kinan mau bicara lagi, tapi bibir Alex lebih dulu membungkam bibir mungilnya dengan ciuman lembut. Kinan terkejut tapi ia pun tidak menolaknya karena ia pun menikmati sentuhan dari bibir Alex yang entah kenapa mampu menyihir hatinya hingga ia hanya bisa diam dan menikmati.


****


Puasa.....Puasa.... Puasa 🔊🔊🔊🔊

__ADS_1


Ya ampun Alex kok romantis nya Mimin jadi meleleh 😌😌😌


__ADS_2