
Keesokan harinya, Alma terbangun dengan tubuh yang terasa remuk. Bagian intinya terasa sangat perih, bagaimana tidak jika ia dan Venus terus melakukan hal itu sampai beberapa ronde hingga mereka kelelahan. Alma mulai membuka matanya dan melihat ke sekelilingnya namun Venus sama sekali tidak ada di sana. Ia mencoba perlahan bangun dan mendapati jika ia tak menggunakan pakaian sehelai pun. Jangan lupa tanda cinta ada dimana-mana akibat serangan Venus. Oh ya ampun, kenapa percintaan semalam membuatnya sangat kelelahan. Sangat berbeda dengan saat pertama kali ia menodai Venus. Karena ia tak merasakan apa-apa saat itu.
"Kau sudah bangun?" terdengar suara Venus bertanya padanya, Alma pun langsung menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut yang ia pakai. Dan hanya menyisakan kepalanya saja yang terlihat di sana. Sungguh saat ini ia tengah malu pada Venus. Melihat tingkah Alma, Venus pun tersenyum dan kemudian mendekatinya.
"Ada apa, apa roh nenek gayung sudah pergi dari tubuhmu?" kekeh Venus.
"Cerewet! Apa yang kau lakukan padaku, tubuhku sudah seperti macan betina yang mempunyai banyak warna"
"Kau pikir, hanya kau saja yang berwarna. Apa kau ingin melihat tubuhku yang juga terdapat banyak bekas gigitan dan juga ciumanmu?"
"Hei, mana ada! Aku tidak seganas itu, jangan suka memfitnah!" sanggah Alma tidak terima, meskipun sebenarnya ia pun yakin jika ia memang mengeksekusi tubuh Venus dengan ganasnya. Ingatan semalam terlintas sepintas - sepintas dalam pikirannya. Hanya saja Alma terlalu malu untuk mengakuinya.
"Lalu kau pikir siapa yang sudah menodaiku semalam? Hanya kau yang ada di sini, meskipun semalam kau kesurupan nenek gayung tapi tetap saja tubuhmu yang digunakan untuk mengeksekusi tubuhku. Kau sangat ganas tahu," Alma memalingkan wajahnya karena malu, sudah menodai Venus untuk yang kedua kali. Alma berpikir jika saat ini ia merasakan sakit karena semalam ia terpengaruh obat hingga ia sangat aktif hingga ia merasakan sakit. Berbeda dengan saat sebelumnya, ia sama sekali tidak menggunakan obat apapun jadi ia tidak merasakan apa-apa. Ya itulah yang ada dalam pikiran Alma sekarang.
Alma mencoba untuk bangun dari tempat tidurnya, tapi ia memekik dan kembali duduk berharap rasa sakit itu akan berkurang. Venus mengerti jika Alma pasti merasakan sakit, karena semalam adalah yang pertama bagi Alma. Terbukti dari segel yang terkunci rapat dan juga bercak darah yang tertinggal di sprei berwarna putih yang semalam menjadi saksi kegiatan panas mereka berdua.
Melihat Alma yabg yang kesakitan, akhirnya Venus pun membantu Alma dan kemudian menggendongnya. "Kau mau membawaku kemana?"
"Diamlah, atau kau aku tenggelamkan di kamar mandi!" jawab Venus hingga Alma berdecih sebal mendengarnya. Andai saja saat ini ia sedang tidak merasa sakit sudah pasti suami planetnya ini akan mendapatkan juris tendangan saktinya, yang sudah pasti akan membuat Venus terkapar.
Untung saja tadi Venus sudah menyiapkan air hangat untuk Alma, dan memasukkan Alma kedalam bathroom. Hingga Alma merasakan sensasi nikmat saat air hangat itu menyentuh kulit dan menghilangkan rasa pegal-pegal di tubuhnya.
"Aku akan langsung pergi ke kantor, karena aku sudah terlambat. Kau tidak masalah kan aku tinggalkan?" Alma menganggukan kepalanya, ia juga ingin berlama-lama di sana untuk menikmati mandi paginya.
__ADS_1
"Baiklah tidak masalah, kau pergi saja aku bisa sendiri," jawab Alma, setelah itu Venus pun pergi meninggalkan Alma di kamar mandi dan pergi duluan untuk sarapan.
*
*
*
"Akhir-akhir ini kau sering terlambat Venus?" tanya Salma.
"Aku sangat lelah Mah, aku banyak pekerjaan akhir - akhir ini. Proyek baruku berjalan dengan lancar."
"Syukurlah, tapi kau juga harus menjaga kesehatanmu."
Sedangkan Jupiter yang sudah selesai sarapan dari tadi dibuat bingung oleh Moza yang tidak mau melepaskannya. Istri kecil Jupiter ini senang sekali menempel padanya, hingga membuat Jupiter sulit bergerak.
"Moza aku akan pergi ke kantor, sampai kapan kau akan seperti ini?" tanya Jupiter pada Moza yang menempel padanya seperti seekor cicak yang menempel pada tubuh Jupiter. Dan pertanyaan Jupiter itu malah membuat hati Moza yang sensitif menjadi terluka.
"Jadi Kak Jupi tidak suka aku peluk?" tanyanya dengan mata yang berkaca-kaca.
"B-bukan begitu sayang, aku hanya bertanya saja," Jupiter pun jadi merasa bersalah sudah membuat istrinya tersinggung.
"Ternyata Kak Jupi sudah tidak mencintaiku lagi, apa kau mempunyai selingkuhan di luar sana?"
__ADS_1
"Apa! Siapa yang selingkuh, mempunyai suami istri sepertimu saja sudah cukup membuatku pusing. Jadi untuk apa aku membuat kepalaku bertambah pusing dengan berselingkuh!"
"Kau tidak sedang berbohong kan?" tanya Moza sambil memeluk Jupiter lebih erat lagi.
"Benar aku tidak berbohong, kau istri yang sangat merepotkan. Masa kau tidak menyadarinya?" tanya Jupiter.
"Terima kasih Kak Jupiku sayang," ucap Moza sambil menguyel-uyel kepalanya di dada Venus dengan gemas.
"Sama-sama sayang, tapi meskipun kau cerewet dan dan sangat menyebalkan aku sangat mencintaimu," ucap Jupiter sambil mencium kening Moza dan juga menciumi seluruh wajahnya dengan gemas. Kedua manusia yang saling mencintai ini tak menyadari jika percakapan mereka itu terdengar oleh makhluk setengah jomblo yang berada satu ruangan dengan mereka, yang menatapnya dengan pandangan yang entahlah. Karena Alex hanya geleng-geleng kepala saja melihat mereka.
Ia tak habis pikir dengan Moza, sebenarnya ia sadar atau tidak dengan apa yang diucapkan suaminya jika ia sangat menyebalkan dan juga merepotkan. Jika saja wanita lain yang mendengarnya mungkin sudah terjadi perang antar suami istri. Tapi Moza malah menanggapinya dengan biasa-biasa. Atau mungkin ia tidak sadar dengan kejujuran Jupiter. Dan kini tanpa memikirkan perasaannya, mereka malah bermesraan dihadapannya. Dasar pasangan durjana memang mereka ini.
"Dasar pasangan gila, Ya Tuhan, aku harap jika aku menikah dengan Kinan nanti aku masih bisa bersikap dengan waras dan tidak bersikap menyebalkan seperti mereka," gumam Alex, beberapa detik kemudian ia pun mendadak tersenyum sendiri saat membayangkan wajah Kinan yang cantik dan juga lembut. Aahh membuat Alex jadi malu-malu ayam membayangkannya. "Astaga baru membayangkan bagaimana wajahnya saja jantungku sudah bergeser, bagaimana nanti jika aku benar-benar menciumnya, astaga aku malu...aku malu..." ucapnya sambil menggaruk - garuk kepalanya saking bahagianya karena ia sedang membayangkan mencium Kinan.
Dan kelakuan Alex itu langsung dilihat oleh adik ipar durjananya yang akan berangkat bekerja. Venus merasa simpati pada orang yang kini berstatus kakak iparnya itu, karena menurutnya ia menjadi gila karena terlalu lama menjomblo dan sering melihat adegan - adegan yang membuat jiwa jomblonya terus meronta
Karena di sana Venus melihat Jupiter dan Moza tengah bermesraan di ruang keluarga.
"Kasihan sekali Kakak iparku, ia menjadi gila gara-gara tidak punya pacar," gumam Venus.
***
Kasih like dan juga komentarnya ya 😘😘😘 jangan lupa mampir di karya baru Mimin yang judulnya SUAMI BAYARAN
__ADS_1