
Hari ini Venus sengaja datang ke perusahaan Jupiter karena ia sedang membutuhkan investor untuk perusahaan barunya, yang ia dirikan beberapa waktu terakhir ini. Tepatnya setelah hampir semua harta dan perusahaan Bramana diserahkan pada Jupiter. Perusahaannya sedang membutuhkan dana yang tidak sedikit, dan orang yang tepat adalah tentunya sang kakak sendiri yang notabene memiliki beberapa perusahaan besar dan juga banyak memiliki cabang dimana-mana. Jadi, ia sengaja datang ke sana dan berharap Jupiter mau bekerja sama dengannya.
"Jadi bagaimana, apa kau bersedia?" tanya Venus
"Apa keuntungan untukku?" tanya Jupiter.
"Barusan kau membacanya, kenapa masih bertanya," ucap Venus. Jupiter berdecak sebal melihat kelakuan adiknya ini. Dia mengajaknya bekerja sama tapi tingkahnya malah membuat Jupiter tersinggung, apa lagi jika ia masih tetap menganggap Jupiter makhluk yang bau. Dia datang menemui Jupiter dengan masker di wajahnya, belum lagi dengan jarak duduk yang cukup jauh. Menyebalkan...
"Aku ingin mendengarnya langsung dari mulutmu yang menyebalkan itu,"
"Astaga, aku sesak napas jika bicara!"
"Kalau begitu buka maskermu itu!"
"Tidak mau!"
"Kalau begitu aku tidak mau menandatanganinya," jawab Jupiter acuh.
"Bilang saja kalau kau ingin menyiksaku, dasar planet bau!"
Bugh ....
Astaga, ia sengaja duduk jauh dari kakaknya agar tidak terkena serangan Jupi - Jupi, tapi kini ia malah mendapat serangan dari Ali - Ali. Ya ... itu karena Alex berada tak jauh dari adik ipar durjananya ini. Entah kenapa, Alex selalu gemas pada tingkah Venus. Dan sialnya ia malah menjadi adik iparnya. Andai saja waktu itu, Alma menodai pria yang lain mungkin ia tidak akan sekesal ini pada pria yang bergelar suami adiknya ini.
"Kenapa kau memukulku! Tidak adiknya tidak kakaknya kalian senang sekali menyiksaku," ucap Venus dengan wajah yang sedih. Entah kenapa ia menjadi sangat sensitif akhir-akhir ini. Ia jadi gampang merasa sedih dan mudah tersinggung oleh tingkah dan ucapan seseorang. Tanpa ia juga sadari jika kelakuannya selalu membuat orang lain tersinggung.
"Berhenti memperlihatkan wajah bodohmu itu, menggelikan!" ucap Alex, kemudian kakak ipar durhaka itu pun duduk tak jauh dari Venus. Hingga planet sensitif ini menggeser duduknya. Sekali lagi, adik ipar durjana memancing amarah kakak ipar durhaka. Melihat Venus membuat Alex mendadak lapar, dan ingin makan makanan dengan menu gulai adik ipar.
"Kenapa kau menjauh, aku tidak akan menciummu. Jadi tidak usah takut!" ucap Alex, ia sangat kesal melihat Venus yang menganggapnya seperti virus saja.
"Kau bau!"
"Apa!"
__ADS_1
"Iya, kalian semua bau. Kepalaku pusing mencium aroma kalian,"
"Bicara sekali lagi, aku cekik kau!" ucap Jupiter.
"Hei planet jelek, sejak kemarin adikku mengajakmu untuk pergi ke dokter bukan. Kenapa kau tidak mau, tingkahmu itu sangat merepotkan. Seumur hidup baru kali ini aku merasa seperti kuman!" sentak Alex.
"Alma ingin mengoperasi hidungku, kau tahu sendiri bagaimana adikmu itu. Jika aku pulang tanpa hidung nanti, bagaimana!" ucap Venus sewot, ia kesal Kenapa semua orang di sekelilingnya tidak mengerti dengan keadaannya. Ia sangat tersiksa seperti sekarang ini, dan kenapa semua orang selalu menganggapnya aneh karena ia merasakan bau yang amat sangat.
"Buka maskermu dan aku akan menandatanganinya," ucap Jupiter.
"Aihhh ..."
"Cepat!"
"Astaga," Venus pun tidak ada pilihan lain selain menuruti keinginan Jupiter, karena ia ingin mendapatkan keuntungan itu. Tidak ada perusahaan lain yang mau melirik perusahaannya yang baru saja berdiri itu. Dengan terpaksa ia pun membuka masker pelindungnya. Dan seketika aroma penciumannya pun langsung menangkap aroma yang sangat menggangu. Yaitu dari Alex dan juga Jupiter.
Melihat Venus membuka maskernya, Alex dan Jupiter pun tertawa puas. Sejak dari beberapa waktu lalu mereka kesal dengan tingkah Venus uanh menyebalkan itu.
"Buka tanganmu!" ucap Jupiter.
"Kau sangat menyebalkan!" kesal Venus. Jupiter pun kemudian mengambil berkas yang di bawa oleh Venus tadi dan membacanya. Dan itu membuat Venus menjadi kesal melihat kelakuan Jupiter.
"Kau hanya tinggal tanda tangan, kenapa kau membacanya lagi,"
"Aku hanya memastikan jika penglihatanku tidak salah, siapa yang tahu kalau kau akan menipuku," ucap Jupiter santai. Sedangkan Alex, ia sangat senang melihat Jupiter sedang mengerjai adiknya itu.
"Oh ya ampun," setelah itu Jupiter terlihat mencari sesuatu.
"Kau sedang mencari apa?"
"Ballpoint ku, aku sedang mencarinya," Venus pun kemudian mengambil ballpoint miliknya dan memberikannya pada Jupiter. Tapi Jupiter langsung menolaknya, ia tidak mau menggunakan ballpoint milik Venus
"Aku tidak mau menggunakan ballpoint punyamu, aku tidak terbiasa,"
__ADS_1
"Bukankah sama saja!"
"Pokoknya aku tidak mau, nanti tanda tanganku jadi jelek kalau memakai punyamu," tolak Jupiter. Sepertinya Jupiter senang sekali membuat adiknya menderita. Terlihat sejak tadi Venus gelisah karena merasa tidak nyaman.
"Alex kau melihat ballpoint punyaku?"
"Yang mana Tuan?"
"Yang selalu aku pakai, masa kau tidak tahu,"
"Ahhh, dimana yah ... aku tidak melihatnya,"
"Apa tertinggal di rumah ya," ucap Jupiter sambil mengingat-ingat sesuatu. Dan kelakuan dua orang ini sukses membuat Venus naik darah.
"Astaga, ada apa dengan kalian! Hanya ballpoint saja tapi kalian membuatku menunggu sangat lama!" kesal Venus. Tapi kedua orang itu tidak mempedulikannya dan terus mencari ballpoint yang Jupiter cari. Dan setelah itu, Jupiter tertawa karena benda yang ia cari berada di dalam sakunya.
"Oh astaga lihatlah, dia bersembunyi di sini!" mereka berdua pun tertawa, sengaja membuat Venus kesal. Setelah itu, Jupiter pun menandatangani berkas milik Venus yang sudah dibuat frustasi oleh kakak dan kakak iparnya yang sangat kompak itu.
"Ini ambilah dan pergi sana!" ucap Jupiter, wajah Venus terlihat pucat saat mengambil berkas itu.
"Baiklah, aku pergi." ucapnya dan kemudian ia pun bangkit dan mengambil berkas itu. Setelah itu, baru beberapa langkah ia berjalan tubuhnya tiba-tiba limbung dan kemudian ia pingsan.
Bruukkkk...
Tubuh tinggi itu jatuh dan tidak sadarkan diri, Jupiter dan Alex pun terkejut melihat Venus pingsan.
"Astaga Alex, kau membuat planet bodoh ini pingsan!"
"Apa! Kenapa aku?"
***
Jupi dan Ali kenapa kalian nackal sama Venus, nanti Alma marah kalian di smack down lohhh 😌😌😌
__ADS_1