
Pagi yang cerah menyambut pasangan suami istri yang baru saja membuka matanya, syukurlah pagi ini tidak ada drama mengidam atau pun mencium aroma - aroma yang aneh. Alma bersyukur karena apa yang dialami Venus selama ini, mulai berkurang dan tidak membuat kepalanya pusing serta kesal karena Venus selalu saja rewel serta banyak keluhan tentang apa yang ia rasakan.
"Venus ... " panggil Alma, ia kini sedang mendekap tuhan kekar suaminya meskipun terhalang oleh perutnya yang semakin besar itu.
"Panggil aku sayang," protesnya.
"Aaaarrrrkkkhhhhh ... kenapa kau menggigitku!" protes Venus karena dadanya barusan jadi sasaran gigi tajam Alma.
"Itu karena kau sangat menggemaskan," jawab Alma santai, sehingga Venus dibuat tidak bisa berkata - kata. Menggemaskan katanya, itu berarti Venus tidak boleh bersikap menggemaskan dihadapan Alma, karena jika ia bersikap seperti itu sudah pasti tubuhnya akan habis dikunyah oleh Alma.
"Astaga, jika aku sangat menggemaskan kenapa kau menggigitku? Kenapa tidak mencium wajahku yang tampan saja!" protes calon ayah ini.
"Karena kau sangat seksi, jadi aku gemas dan ingin menggigitmu." Alma berkata sambil memainkan tangannya di tubuh Venus yang sangat seksi, membuat gagang sapu Venus yang tadi tengah tidur menjadi bangun dan tegak berdiri. Seolah ia telah bersiap untuk bertempur pagi ini.
"Kau sedang menggodaku?" tanya Venus dan kemudian mengecup leher jenjang Alma. "Iya sayang, aku memang sedang menggodamu. Apa kau mau berolahraga sebentar?" tanya Alma dan kemudian mengusap rahang Venus dan kemudian mengecup bibir Venus dengan lembut, membuat Venus semakin bersemangat untuk olahraga pagi.
"Dengan senang hati Nyonya Venus." Kini tubuh kekar itu sudah berada di atas Alma dan kemudian mengungkungnya. "Baby V bersiaplah Papa akan menjengukmu sekarang,"
"Pelan-pelan sayang," Alma sengaja memberi tahu Venus jika ia harus berhati-hati dalam melakukannya nanti.
"Jangan khawatir, Jhony sudah tahu harus bagaimana," akhirnya terjadilah acara olahraga pagi antara Venus dan Alma.
__ADS_1
*
*
*
Setelah acara gulat tadi tadi pagi, wajah Venus ini menjadi berseri-seri dan terlihat sangat cerah serta bersemangat untuk menjalani aktivitas hari ini. Lain hanya dengan Jupiter yang sangat keluar dari kamar terlihat sangat kusut dan juga mata yang sayu, terlihat sangat jelas jika pria ini semalam kurang tidur. Ia juga terlihat lelah dan juga sangat lemas, tidak seperti biasanya. Entahlah sebenarnya keadaan Jupiter yang seperti ini sudah sering terjadi sejak Moza melahirkan.
Itu karena Moza dan jupiter memutuskan untuk merawat bayi mereka tanpa bantuan baby sitter, meskipun sebenarnya Jupiter juga menyediakan seorang perawat untuk membantu Moza. Akan tetapi Baby J lebih sering dipegang oleh Moza, karena ia sangat ingin menikmati momen-momennya menjadi seorang ibu. Dan jupiter pun sama sekali tidak keberatan dengan keinginan Moza, jika saat ini ia sering merasa lelah dan juga mengantuk Jupiter anggap itu adalah sebagai salah satu perjuangannya menjadi seorang ayah. Karena tugas seorang ayah bukanlah hanya untuk mencari uang dan nafkah saja, tetapi tugas seorang ayah juga ikut andil dalam merawat putrinya, bukankah Jupiter itu Ayah yang sangat manis.
saat hendak pergi ke meja makan untuk sarapan Venus dan juga Jupiter saling berpapasan, Venus menatap heran kepada kakak sambungnya ini kenapa akhir-akhir ini wajah Jupiter terlihat lebih sering terlihat suram dan juga sangat lelah bahkan mata pandanya terlihat sangat jelas dan kantung matanya itu menjadi pusat perhatian penuh saat ini.
"Hei kenapa wajahmu terlihat sangat jelek?" tanya Venus.
"Apa di kamarmu tidak ada cermin Tuan planet yang sok tampan, lihatlah wajahmu itu sudah terlihat seperti panda yang kurang makan. Oh tidak kau lebih terlihat seperti panda yang kurang main kuda-kudaan," jawabnya sambil terbahak-bahak.
"Berhenti menertawakan suamiku atau kau akan merasakan akibatnya, asal kau tahu saja wajah suamiku itu adalah sebuah bukti jika ia adalah seorang ayah yang sangat baik dan juga bertanggung jawab. Dia adalah pria yang sangat menyayangi anak dan istrinya, tidak sepertimu yang tahunya hanya menunggang saja!"
"Hei ...hei Mozarella, enak saja kau mengatakan jika aku hanya tahu menunggang saja. Aku adalah suami yang sangat manis dan juga sangat sayang kepada istriku, aku juga sangat menyayangi calon anakku. Asal kau tahu saja aku adalah pria yang lebih manis daripada suamimu itu," jawab Venus dan kemudian meninggalkan pasangan suami istri itu. Sebaiknya Venus menghindar, jika sudah ada Moza di sana. Karena aduh mulut dengan Moza hanya akan membuat asam lambungnya naik.
*
__ADS_1
*
*
Hari ini Moza pergi ke rumahnya untuk menemui Denisa. Ia juga membawa Jizzy ikut serta dengannya, karena Denisa ingin bertemu dengan cucunya. Ia juga sudah meminta izin kepada Jupiter dan jupiter pun mengijinkannya, tidak masalah jika anak dan istrinya ingin berkunjung ke rumah nenek dan kakeknya. Daripada ia melihat mertuanya berada di rumahnya yang hanya akan membuat ia senam jantung saat melihat mertuanya, bukankah ebih baik jika Hendrik menemui anaknya di rumahnya saja. Hingga mata, telinga dan juga hati serta otak Jupiter akan merasa aman, begitupun dengan asam lambungnya yang akan stabil. Dan jantungnya juga akan bekerja dengan normal jika tidak bertemu dengan Hendrik.
Sedangkan di rumah tinggallah Alma dan juga Salma, mertua dan menantu itu kini sedang belajar untuk mendekatkan diri. Meskipun sebenarnya mereka berdua masih merasa canggung untuk berdekatan, lebih tepatnya hanyalah Salma yang canggung. Karena Alma sama sekali tidak merasakan apa-apa saat berdekatan dengan mertuanya, perasaannya hanya biasa-biasa saja sama seperti dulu. Karena selama ini ia juga tidak pernah menganggap mertuanya sebagai orang lain ataupun musuh. Justru selama ini ia selalu berusaha untuk menghormati Salma, meskipun dengan cara yang ekstrem.
Karena yang ada dalam pikiran Alma, ia tetaplah harus menghormati Salma sebagai mertuanya. Meskipun selama ini mertuanya itu selalu berbuat yang tidak - tidak padanya. Dan selalu melakukan hal yang tidak menyenangkan. Namun, selalu berhasil membuat keadaannya terbalik dan malah membuat Salma menjadi tertekan, hingga akhirnya Salma pun menyadari kesalahannya dan ingin membuat hubungannya dengan Alma menjadi lebih baik untuk kedepannya dan juga selamanya.
Seperti hari ini saya mau mulai mendekati Alma lagi, ia mendekati Alma yang sedang menonton televisi di ruangan keluarga. Alma sudah tahu jika mertuanya ini ingin mendekatinya lagi. Ia pun hanya menahan senyum dan juga geli melihat sikap Salma yang malu-malu kambing padanya.
"Ah ya ampun, kenapa baby V menendang aku. Ini sakit sekali." ucap Alma sambil memegang perutnya karena memang benar, Baby V barusan menendangnya.
"Kenapa? apa dia menendangmu karena kedatanganku. apa ini adalah tanda-tanda jika cucuku sangat senang berada dekat denganku," Salma berkata sambil tersenyum dan melihat ke arah perut Alma yang besar.
"Tidak! Justru ia kaget karena melihat Ratu Dugong,yang ingin berubah menjadi Ratu peri," jawab Alma.
"Astaga, untung saja sekarang jantungku sudah kuat," ucap Salma.
****
__ADS_1
Kasih like dan komentar dong biar Mimin seneng 😌😚😚