Cinta Tuan Muda Impoten

Cinta Tuan Muda Impoten
Menatu Vs Mertua


__ADS_3

Jika di kamar Venus sedang terjadi tentang kegaduhan gara-gara gagang sapu, maka di kamar Jupiter Moza merasa tidak enak badan, kepalanya pusing tubuhnya juga lemas. Jupiter khawatir dengan keadaan istrinya, namun saat Jupiter memeriksa suhu badannya Moza juga tidak sedang demam. Istrinya yang langka ini juga terus meracau tidak jelas dan terus mengatakan jika suaminya ini terlihat tampan berkali-kali lipat dari biasanya. Padahal menurut Jupiter ia biasa-biasa saja dan tidak merubah penampilan. Tapi menurut Moza, hari ini Jupiter terlihat sangat keren. .


" Kak Jupi, kenapa kau terlihat sangat tampan sekali hari ini. Lihatlah jantungku sampai tidak mau diam dan terus tersipu malu saat melihatmu," ucap Moza sambil terus memeluk Jupiter dan memainkan jarinya di dada bidang Jupiter.


"Aku tahu aku memang tampan, tapi jangan menyiksaku seperti ini," jawab Jupiter, bagaimana ia tidak tersiksa jika Moza memintanya untuk bertelanj4ng dada dan jari-jari mungilnya terus bermain di sana seolah sedang menggambar sesuatu. Membuat Jupiter ingin menerkam istrinya saat ini juga. Tapi Moza menolaknya dengan alasan ia merasa pusing, tapi itu memang benar Moza rasakan. Ia merasa pusing dan lemas, Jupiter berpikir mungkin ini akibat ia sering sekali mengajak istrinya main jungkat-jungkit.


"Tapi aku sedang pusing, memangnya kau tega padaku Kak Jupi," ucap Moza dengan merengek manja padanya. Jupiter langsung menciumi wajah cantik istrinya dengan gemas. "Mana mungkin aku tega padamu, kau tahu aku sangat mencintaimu. Jadi tidurlah dan istirahat lah jika kau pusing," ucap Jupiter sangat perhatian.


"Tidak bisa, aku belum mengantuk biarkan aku bermain dengan tubuhmu yang seksih ini," ucapnya.


"Astaga, ini akan jadi malam yang berat," gumam Jupiter.


*


*


*


"Menjauh Alma! Jangan kau coba - coba ingin melihat gagang sapuku yang indah, karena aku tidak akan pernah mau memperlihatkannya padamu!" Venus berkata dengan panik, sungguh ia sangat takut jika Alma memaksanya untuk memperlihatkan burungnya yang pemalu. Venus tidak rela, ia bahkan tidak sanggup membayangkannya. Bagaimana kalau Alma yang bar-bar tiba-tiba mencekiknya sampai lemas bahkan tidak bisa bangun lagi. Venus bergidik ngeri membayangkanya.


"Suamiku ini pelit sekali, padahal aku hanya khawatir saja padanya. Kau bilang kan dia lecet, mungkin saja aku bisa membantunya memeriksa. Aku hanya takut terjadi hal yang tidak diinginkan," ucap Alma masih dengan menggoda Venus yang panik. Karena mana mungkin ia juga mau melihat aset berharga suaminya, ia pun sama belum siapa. Bisa-bisa ia juga pingsan duluan.


"Tidak! Tidak usah, biarkan saja begini."


"Kau yakin?"


"Sangat yakin!"

__ADS_1


"Baiklah jika terjadi sesuatu, tolong beritahu aku. Karena aku tidak mau terjadi sesuatu pada aset berharga suamiku," jawab Alma santai, dan kemudian merebahkan tubuhnya lagi di sofa. Venus pun bernapas lega karena akhirnya Alma mengurungkan niatnya untuk melihat gagang sapu miliknya.


Tapi kemudian Alma terbangun lagi, hingga membuat Venus terjingkat kaget, takut jika istri barunya itu berubah pikiran.


"Kenapa kau?" tanya Alma mengernyit heran saat melihat Venus yang panik.


"T-tidak, kau mau kemana kenapa tiba-tiba kau bangun?" tanya Venus.


"Aku mau mandi, mataku mengantuk tapi tubuhku tidak nyaman jadi aku ingin membersihkan tubuhku dulu,"


"Ohh ... ya sudah sana!"


'Bikin kaget saja,' gumam Venus dalam hati.


*


*


*


Ketiga pasangan yang ada di keluarga Bramana kini sedang berkumpul untuk sarapan. Venus pun sengaja tidak mengambil cuti, karena ia sedang fokus bekerja. Sejak perusahaan Bramana di alih tangankan pada Jupiter Venus memang sedang merintis usahanya sendiri, dan kini usahanya memang berjalan dengan lancar berkat kegigihannya. Dan tentu saja Bramana bangga padanya, lain halnya dengan Salma yang selalu merasa sedih melihat putranya. Padahal selama ini, Venus terlihat baik-baik saja. Meskipun pada awalnya ia pun merasa marah dengan keputusan papanya. Akan tetapi, itu tidak membuatnya menyerah dan selalu ingin membuktikan jika ia pun mampu mempunyai sebuah perusahaan. Dan kini Venus membuktikannya, meskipun belum sebesar perusahaan Jupiter. Tapi perusahaan yang ia miliki cukup untuk menghidupi istri dan selusin anak. Itu pun kalau mereka berdua mencetaknya.


Salma dan Moza terlihat melayani suaminya, ia pun kemudian mencoba melayani Venus. "Sebaiknya kau belajar melayani suamimu dengan baik, kau harus menyiapkan segala keperluannya," ucap Salma yang kini berperan sebagai mertua jahat. Sangat cocok, ratu duyung ini memang sangat cocok menjadi mertua yang jahat. Dan sayangnya, ia mendapatkan menantu yang tidak mudah ditindas. Justru ia mempunyai menantu yang senang membuatnya terkena serangan ginjal.


"Baiklah Mah, aku akan belajar menjadi istri yang baik untuk suamiku yang gila, eh maksudku suamiku yang tampan. Iya kan Kak Venus," ucap Alma pada Venus sambil mengedip-ngedipkan matanya seperti orang cacingan. Hingga Moza yang melihatnya tak bisa menahan tawanya. Jupiter pun langsung menatap istrinya akan tetapi yang ditatap malah asik tertawa. Ya sudah biarkan saja batin Jupiter.


"Diam kau! Dasar tidak sopan!" hardik Salma pada Moza.

__ADS_1


"Jangan membentak Istriku!" Jupiter menatap tajam pada Salma.


"Dan kau juga jangan membentak ibuku!' jawab Venus yang tidak terima dengan sikap Jupiter pada ibunya.


"Lanjutkan sarapan kalian!" ucap Brama yang tidak mau drama sarapannya berlanjut. Akhirnya mereka semua pun diam dan melanjutkan sarapan mereka. Setelah mereka selesai sarapan pun kini para pria pergi ke kantor. Dan tinggallah para istri di rumah. Dengan kubu menantu vs mertua yang tidak pernah akur.


"Dengan menjadi menantuku, jangan berharap aku akan berlaku baik padamu!" ucap Salma. Kini mereka bertiga masih ada di ruangan depan karena baru saja mengantarkan suaminya untuk pergi bekerja.


"Dan jangan pernah berharap jika aku akan menjadi menantu yang tertindas, jadi sebaiknya simpan saja tenagamu itu," jawab Alma.


"Ya ampun, nasib kita memang kurang beruntung. Kita mempunyai suami yang baik, tapi kita mendapatkan mertua yang jahat," ucap Moza.


"Kau beruntung karena suamimu itu normal, bagaimana dengan suamiku yang setengah waras," ucap Alma.


"Jangan bicara sembarangan tentang putraku. Aku sangat heran kenapa Venus bersikukuh ingin menikah dengan gadis bar-bar sepertimu! Seperti tidak ada wanita lain saja!" gerutunya. Untung saja Alma dan Moza bukan tipe perempuan yang baperan hingga akan tersinggung dengan ucapan Salma.


"Sudahlah Mamah mertua, bukannya jika Alma menikah dengan anakmu itu artinya Alma tidak akan menjadi madumu" ucap Moza hingga Salma pun dibuat tersentak oleh ucapan bocah keju itu.


"Ya memang aku tidak jadi menjadi adik madumu, tapi apa kau tahu aku masih bisa menjadi selingkuhan suamimu. Pasti akan seru jika ada skandal akan antara mertua dan menantu," goda Alma.


"Apa! Kau .... !"


Astaga baru satu hari Alma menjadi menantunya tapi Alma sudah membuat jantung dan lambungnya bergeser.


****


Kuatkan mentalmu Salma 😌😌😌

__ADS_1


__ADS_2