Cinta Tuan Muda Impoten

Cinta Tuan Muda Impoten
Bab 89


__ADS_3

Mendengar kabar adiknya akan melahirkan, Alex pun langsung pergi menuju rumah sakit ditemani oleh Kinan. Ia juga ingin melihat keadaan adik iparnya yang akan melahirkan. Salma pun bersiap-siap untuk menyusul Alma dan yang yang lainnya karena mereka sudah duluan pergi ke rumah sakit, sedangkan dia bersiap-siap dulu dan menyiapkan segala kebutuhan untuk Alma dan bayinya.


"Kak Ali, jangan terlalu terburu-buru kita harus tenang jangan sampai karena kau khawatir pada adikmu, lalu sesuatu yang buruk terjadi padamu. Percayalah Alma ingin kau pun baik-baik saja, agar bisa melihat keponakanmu yang sebentar lagi akan melihat pamannya," ucap Kinan, kelembutan Kinan memang mampu membuat hati Alex luluh dan bisa berpikir dengan baik. Benar apa yang diucapkan oleh Kinan, jika ia harus tetap tenang agar semuanya bisa baik-baik saja.


"Terima kasih Kinan, kau memang yang terbaik,"


"Sama-sama suamiku," jawabnya dengan tersenyum manis pada Alex.


*


*


*


Di rumah sakit, Venus berusaha untuk menenangkan Alma yang kesakitan. Alma menangis dan terus merintih kesakitan. Venus benar-benar tidak tega melihatnya. Andai saja ia bisa menggantikan rasa sakitnya, Venus sangat rela melakukannya.


"Alma," panggil Venus sambil terus mengusap rambut Alma dengan sayang. Alma pun menatap Venus dengan air mata yang terus mengalir, ia merasa perutnya sangat sakit dan juga terasa mulas luar biasa. Ternyata benar yang dikatakan oleh orang-orang, jika kita akan melahirkan bayi kita ke dunia. Semua terasa seperti sedang berada diambang nyawa, antara hidup dan mati kini sedang Alma rasakan.


"Ini sangat sakit," lirihnya, Venus mengusap air mata di wajah Alma yang pucat dan berusaha memberikan kekuatan agar Alma bisa kuat dan bertahan demi bayi mereka.


"Bertahanlah, aku akan selalu berada di sampingmu," ucap Venus dan mengecup kening Alma.


"Alma!" panggil Alex yang baru sampai di rumah sakit. Ia langsung masuk ke ruangan dimana Alma diperiksa, karena menurut dokter Alma baru saja pembukaan lima. Dan masih harus menunggu untuk pembukaan lengkap.


"Kakak," Alma menangis saat melihat Alex. Pria yang bergelar kakak dari Alma ini, langsung memeluk adiknya dan mencium wajahnya sambil menangis. Selama hidupnya ia tidak pernah membiarkan adiknya ini menangis, ia selalu menjaga dan melindungi adiknya walaupun ia sangat bodoh dan juga ceroboh.

__ADS_1


"Jangan takut, Kakak ada di sini." Alex membelai lembut rambut Alma, rasa sakitnya agak sedikit berkurang dan Alma bisa bernapas. Venus pun membantu Alma untuk merubah posisinya agar lebih baik.


"Bagaimana sekarang?" tanya Venus.


"Sakitnya agak sedikit berkurang," jawab Alma meskipun ia masih meringis kesakitan. Tapi semua itu tidak bertahan lama, dan kini Alma mulai memekik kembali.


"Aaaarrrrkkkhhhhh," Alma kembali berteriak bahkan tangannya mencengkram tangan Venus dengan sangat erat. Hingga kuku-kuku nya menancap di tangan Venus. Venus menahan rasa sakit ditangannya, ia berpikir jika rasa sakit yang ia rasakan sama sekali tidak sebanding dengan apa yang Alma rasakan saat ini.


"Dokter! Kenapa dia kesakitan lagi?" tanya Alex panik, Kinan berusaha menenangkan suaminya dengan mengusap lembut bahu kokoh Alex.


"Maaf Tuan, tapi yang Nona Alma rasakan saat ini. Itu adalah hal yang normal yang dirasakan oleh semua calon ibu yang akan melahirkan." jawab dokter itu memberikan keterangan pada Alex tentang bagaimana proses melahirkan secara normal.


"Venus ..." panggil Alma perlahan.


"Ada apa sayang," jawab Venus yang sedang menahan tangisnya agar tidak pecah.


"Tidak, kau tidak punya salah padaku. Aku menyayangimu Alma, aku mencintaimu." Venus berucap sambil mencium kening Alma.


"Jangan bohong, aku tahu aku banyak sekali melakukan kesalahan padamu. Sampaikan juga maaf ku pada Mamah karena selalu menggodanya," ucap Alma tersengal-sengal. Venus sudah tidak bisa lagi menahan air matanya. Ia menangis sesenggukan membayangkan hal yang tidak-tidak terjadi pada Alma. Ia tidak rela jika ia kehilangan Alma.


Pandangan Alma pun kini mengarah pada Alex yang juga tak mampu menutupi kesedihannya.


"Kakak ..." panggil Alma.


"Iya Alma ada apa?" tanya Alex .

__ADS_1


"Maafkan aku," ucapnya lemah.


"Tidak ... tidak, kau tidak punya salah pada Kakak. Kakak lah yang banyak salah padamu." ucap Alex.


"Aaaaarkhhhh ..." Alma kembali berteriak karena ia merasakan sakit di perutnya, terasa ada sesuatu yang mendorong dan ingin keluar dari sana. Dokter pun yang melihat Alma kesakitan kemudian segera mendekati dan memeriksanya. Alex dan Venus pun menyingkir dan memberikan ruang pada dokter untuk memeriksa Alma.


"Pembukaannya sudah lengkap, Nona ikuti arahan dari kami ya," ucap dokter itu lembut pada Alma. Ia pun sama berusaha membuat Alma tenang, agar ia bisa mengejan dengan baik. Alma hanya mampu mengganggukan kepalanya, kini bahkan ia sudah tidak sanggup lagi berkata-kata, dan hanya air mata mengalir yang mewakili apa yang ia rasakan saat ini.


Alma mulai mengejan dan mengikuti arahan dari dokter, akan tetapi bayi itu masih saja belum keluar. Alma beristirahat sejenak dan kemudian mencoba mengejan lagi, akan tetapi bayinya masih tetap belum mau keluar. Hingga sudah berapa kali ia mencoba, namun tetap saja bayinya belum mau keluar. Hingga Alma merasa lemas dan mulai putus asa.


"Aku sudah tidak kuat," ucap Alma sambil menangis.


"Ayo Nona sedikit lagi, jangan menyerah kasihan bayinya. Ia juga pasti sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Mamahnya yang cantik," ucap dokter yang terlihat tenang sedari tadi, ia bahkan terus memberikan motivasi untuk Alma. Sedangkan Venus dan Alex, ia tak henti-hentinya berdoa untuk kelancaran proses melahirkan Alma.


"Ayo sayang, lihatlah bayinya sudah mau keluar," ucap Venus.


"Alma kau harus kuat, ayo lahirkan keponakan yang lucu untuk ku," ucap Alex, sedangkan Kinan kini tubuhnya terasa panas dingin, karena melihat proses melahirkan dari Alma yang terlihat sangat menyakitkan. Sebagai perempuan ia mencoba merasakan bagaimana rasa sakit yang sedang dirasakan oleh Alma. Meskipun sebenarnya Ia pun belum pernah melahirkan.


Mendapat semangat dari orang-orang terdekatnya, seolah memberikan Alma tenaga yang baru untuknya. Ia pun kemudian berusaha mengeluarkannya tenaganya yang tersisa dan kembali mengejan. Hingga di titik tenaga penghabisan akhirnya Alma pun, mampu melahirkan bayinya. Hingga suara tangisan bayi memecahkan keheningan malam itu.


Semua orang bahagia karena Alma mampu melahirkan anaknya dengan selamat. Ia tersenyum saat mendengar suara bayinya yang sedang menangis kencang.


"Selamat Tuan dan Nona, bayi anda lahir dengan selamat dan juga sehat. Baby V telah launching," ucap dokter itu, menirukan Alma dan Venus yang selalu memanggilnya dengan sebutan Baby V saat mereka memeriksa kandungannya.


****

__ADS_1


Baby V launching 😚😚😚😚


__ADS_2