Cinta Tuan Muda Impoten

Cinta Tuan Muda Impoten
Bab 58


__ADS_3

Pagi ini terdengar suara tawa yang pecah di kediaman Bramana, suara tawa yang sangat nyaring itu terdengar sampai ke ruang tengah tepat dimana sang ibu Ratu sedang menghabiskan waktunya untuk melihat barang-barang branded yang tengah di posting di ponselnya. Perempuan setengah baya, namun masih terlihat sangat cantik itu berdecak sebal mendengar suara menantu - menantunya yang memiliki suara cempreng dan berisik jika bicara dan tertawa. Terkadang Salma selalu introspeksi diri, dosa apa yang telah ia lakukan hingga ia mempunyai menantu seperti Moza dan Alma, dua perempuan cantik yang tidak satu aliran dengannya.


Perempuan ini mungkin hanya introspeksi diri setengah hati, karena ia tidak mendapatkan apa saja kesalahannya. Padahal kesalahannya sangat banyak, apalagi pada Jupiter. Kesalahan wanita ini sangatlah banyak, hingga tidak bisa dihitung oleh jari.


Dan sekali lagi, ia berdecih mendengar suara berisik yang mengganggunya. Entah kenapa, sejak kehadiran Moza dan juga Alma ia tidak pernah lagi mendapatkan ketenangan hati dan pikiran bahkan ia takut jika jiwanya ikut terguncang. Karena ia memiliki menantu yang mampu membuat suasana hatinya seperti roaler coaster yang naik turun dengan cepatnya. Untung saja, lama - kelamaan jantungnya mulai terlatih menghadapi mereka berdua. Hingga ia bisa sedikit menyisihkan kesabarannya yang tidak banyak itu.


"Sebenarnya apa yang mereka bicarakan, ya telinga ku sakit sekali," Salma tak henti - hentinya menggerutu saking kesalnya. Namun, ia pun belum mau menegur mereka berdua karena ini masih pagi yang bahkan jantungnya belum pemanasan untuk menghadapi mereka berdua. Tak apa, ia sisihkan kesabarannya dulu, yang ia kumpulkan setiap hari demi kesehatan jiwa dan jantungnya.


Sedangkan di lantai atas Moza tak henti-hentinya menertawakan Alma, yang dengan bodohnya meminum obat perangsang yang ia tujukan sebelumnya untuk Venus. Ya ... Alma baru menceritakan hal itu pada Moza setelah beberapa hari. Karena saat itu Alma menyembunyikan kejadian yang sebenarnya, ia merasa sangat malu pada dirinya sendiri terutama pada Venus. Dan sekarang ia menceritakan hal ini pada Moza, untuk menghilangkan sedikit rasa malunya. Sayang, ia berbicara pada orang yang salah. Karena Moza sama sekali tidak membuatnya merasa lebih baik, justru ia merasa bercerita pada Alma hanya membuatnya tambah malu saja.


"Sudah hentikan tawamu itu! Kau sangat berisik!" kesal Alma,


"Hei ... hei, aku sedang bahagia dan kau tidak boleh menghentikannya," jawab Moza dengan tawa yang masih menghiasi bibirnya.


"Kau senang sekali melihatku malu, aku terlihat bodoh tahu!"


"Aku tahu, kau sangat konyol,"


"Oh astaga, hibur 'lah aku sedikit saja aku sedang down."


"Down kenapa? Bukankah kau tetap berhasil memperkos@ suami mu


Meskipun kau sendiri yang meminumnya,"

__ADS_1


"Oh ya ampun, justru karena aku yang memulainya. Itu terlihat sangat memalukan, ia bahkan mengatakan jika aku ini kesurupan nenek gayung karena aku memegang-megang gagang sapunya," Alma mengerucutkan bibirnya kesal.


"Apa! Aku baru tahu kalau nenek gayung suka memegang gagang sapu,"


"Memangnya biasanya dia suka memegang apa?" tanya Moza penasaran.


"Gagang cangkul," jawab Moza sambil tertawa lagi, ingin sekali Alma menyumpal bibir Moza dengan bantal yang ia pegang. Sayangnya, jika ia berani melakukan itu maka ia akan berhadapan dengan planet Jupi-jupi. Bisa-bisa Alma dibuat gulai oleh pria bucin itu.


"Kalian berdua, sebenarnya apa yang kalian bicarakan pagi-pagi begini? Kalian sangat berisik!" sentak Salma. Sepertinya kesabarannya yang sedikit itu tengah habis. Hingga pada akhirnya Salma memutuskan untuk menegur kedua menantunya.


"Kami sedang membicarakan cara membuat cucu untukmu, Mah." jawab Alma dengan gaya menyebalkannya seperti biasa.


"Apa kau bilang? Jangan bilang kau memaksanya! Karena aku yakin jika Venus tidak akan pernah mau menyentuhmu jika bukan kau yang memaksanya!" tunjuk Alma, wajahnya kini sangat merah entah karena malu atau marah pada Alma, karena mungkin saja ia membayangkan adegan ehem-ehem nya bersama dengan Venus. Karena dalam bayangannya Salma, Alma tengah memaksa Venus dan menarik- narik gagang sapu anaknya. Malang sekali nasib Venus, pikir Salma.


"Aku memang memaksanya untuk menghamiliku, karena aku ingin punya bayi!" jawab Alma tidak mau kalah.


"Aku perempuan yang agresif Mah, dan putramu itu pasti sangat bangga memiliki istri sepertiku," jawab Alma dengan gaya yang dibuat seolah ia adalah wanita panas penggoda pria.


"Ya Tuhan, kenapa kau mengirimkan aku menantu seperti dia," Alma memijat kepalanya yang mendadak berdenyut.


"Alma sudah lah, kau jangan mengganggu Mamah." ucapan Moza terdengar seperti tetesan embun di hati Salma yang tengah terbakar karena amarah. Hingga Salma tidak menyangka jika Moza kini dalam mode waras.


"Aku tidak menggangunya, aku hanya memberitahukan kenyataan saja padanya." jawab Alma santai.

__ADS_1


"Oh ya ampun Alma, sudah-sudah. Jangan menggodanya, kasihan Mamah ... Mamah itu sudah tua. Kalau tiba-tiba ia terserang serangan lambung bagaimana, aku bahkan sangat yakin jika saat ini ginjalnya tengah shock mendapati menantunya yang sangat bar-bar dan agresif sepertimu!" ucap Moza pada Alma.


"Apa!" Salma malah makin dibuat kesal, awalnya Salma pikir ucapan Moza seperti embun yang menyejukkan hatinya yang panas. Nyatanya, ucapan Moza bagai bensin yang di tabur di atas bara api yang ada di hatinya.


*


*


*


Karena Alex terus terlihat galau dan tidak tenang, akhirnya Jupiter memutuskan untuk memberikan ijin pada Alex. Untuk menemui Kinan. Agar asistennya ini bisa menentukan statusnya saat ini. Dan ijin itu sungguh membuat pria yang baru saja merasakan jatuh cinta ini sangat bahagia.


"Pergilah, tanyakan padanya apa sebenarnya status kalian. Jika ia menganggapmu sebagai pacar katakan padanya kalau kau menganggapnya sebagai calon istri. Dan jika ia menganggapmu sebagai calon suami. Katakan padanya, jika akhir minggu ini kau akan melamarnya." ucap Jupiter.


"Apa! Jadi aku bisa melamarnya, aku senang jika itu terjadi tapi ... " Jupiter yang mengerti dengan apa yang diinginkan oleh Alex langsung menyahutnya.


"Aku akan menemanimu kalau kau ingin melamar gadis yang bernama Conan itu," ucap Jupiter lagi.


"Kinan Tuan, namanya Kinan bukan Conan." ralat Alex.


"Ah iya aku lupa, karena yang ada dalam otakku hanya Mozarella yang lumer," jawab Jupiter sambil tertawa. Hingga Alex berdecak sebal, tapi meskipun begitu hatinya merasa senang karena Jupiter akan menemaninya melamar Kinan.


'*Nama calon istriku yang cantik berubah jadi nama seorang detektif kecil yang berasal dari negeri sakura," gumam Alex dalam hati.

__ADS_1


***


maafkan terlambat up, bulan puasa susah banget bagi waktu 🥲*


__ADS_2