
Dan siapapun gadis yang melihat nya akan terpesona dengan ketampanan yang dia miliki.
Sepuluh menit berlalu terlihat dari pintu cafe terlihat seorang gadis cantik,berkulit putih dengan rambut hitam sebahu yang terlihat menengok ke kanan dan kiri, untuk mencari keberadaan seseorang yang mengajaknya untuk bertemu dengannya hari ini.
Setelah dia berhasil menemukan sosok yang di carinya, dengan tubuh yang sedikit bergetar Alea berjalan menghampirinya.
Awalnya Alea terlihat ragu-ragu dan sempat mengurungkan niatnya untuk menemui laki-laki itu, dan saat Alea hendak berbalik menuju pintu.
Langkahnya pun terhenti tatkala di dengarnya suara laki-laki itu memergoki Alea yang hendak pergi tiba-tiba Jery memanggilnya.
Apa yang sebenarnya dia inginkan, kenapa dia datang kembali setelah dia menghakhiri hubungan kami secara sepihak?Pertanyaan-pertanyaan itu seolah menari-nari denngan indahnya di kepala Alea.
“Ada apa? Apa mas sudah lama menungguku disini?” Ucap Alea menatap Jery datar.
“Ya, lumayan lama sayang, kenapa kamu melihat mas seperti itu??” Tanya Jery.
“Ohh tak apa, aku hanya sedikit terkejut saja melihat mas tiba-tiba ada di sini dan ingin menemuiku.”ucap Alea..
“Aku mengurus kepindahanku disini, dan juga karena aku merindukanmu.”jawab Jery.
“Benarkah? Bukan kah hubungan kita sudah berakhir?” Ucap Alea seraya menatap jery datar.
Kenapa kamu bicara begitu??” Ucap jery seraya mencoba menggenggam tangan Alea di atas meja.”
“Memang seperti itu kan kenyataan nya.” Seru Alea
Ya, bagi Alea kata break tak ubah nya sebuah kata putus, dan sejak Jery mengikrarkan kata tersebut yang berarti hubungan mereka memang benar-benar sudah berakhir.
Ngga sayang kamu salah.” Mas ngga pernah dan tidak akan pernah putusin kamu,” ucap Jery.
Lalu?”Apa perlu Alea ingatkan lagi, siapa yang ngomong break dan tidak usah saling komunikasi lagi.
Bahkan mas juga terlihat baik-baik saja bukan hubungan kita berakhir, bahkan mas juga terlihat sudah mengganti nomor ponsel mas juga.” Ucap Alea dengan suara bergetar menahan air mata yang telah menggenang di pelupuk matanya, dengan sekuat tenaga ia tahan.
“Maaf.. hanya kata maaf yang bisa mas katakan sekarang, mas tahu mas telah melakukan banyak kesalahan bahkan mas sudah sangat menyakiti hatimu.”ucap Jery.”
Jika dulu setiap Jery melakukan kesalahan,ego yang menjulang tinggi,Alea akan dengan mudah selalu memaafkan nya.
Alea akan selalu mencintainya dengan sepenuh hatinya.
__ADS_1
Akan tetapi sekarang Alea terlihat berubah. Tak ada lagi tatapan penuh cinta di matanya saat bertemu Jery, tak ada sikap lemah lembut yang dulu selalu ia tunjukan kepada Jery.
atau bahkan ucapan cinta pun sekarang tak ia tunjukan lagi seperti dulu.
Seperti saat dulu mereka bersama.
Entah sejak kapan ia menjadi berubah,
apakah saat Adrian melamarnya atau sejak Jery meninggalkan nya tanpa alasan yang pasti.
Entahlah Alea pun tak tahu pasti. Jika dulu ia selalu meyakinkan dirinya jika di dalam hatinya masih ada Jery, Akan tetapi mendadak semua rasa itu hilang, tidak ada lagi rasa takut kehilanganya seperti dulu.
“Sudahlah mas semua sudah terjadi, nasi sudah menjadi bubur.
“Dan semua nya telah berlalu menjadi masalalu.”ucap Alea datar.
“Alea, aku sungguh menyesal. Melakukan semua itu kepadamu, dan tidak seharusnya kita seperti ini. Seharusnya saat ini kita pasti sudah akan menikah.”seru Jery.
“Basi mas...” ucap Alea.
Jery meraih tangan Alea dan menggenggam erat, ketika ia berusaha melepaskan genggaman nya, dan semakin erat juga Jery menggenggam nya.
Lepaskan mas..”ucap Alea.”
“Sejak kapan mas jadi sekasar ini??” Tanya Alea.
“Sejak kamu membuatku gila karena kehilanganmu, bahkan aku tidak lagi bisa berpikir jernih sejak saat itu.” Jery mengusap wajahnya kasar.
“Kembalilah mas, pulanglah jika kamu masih seperti ini. Aku tidak lagi perduli dengan semua ini dan bahkan semua nya sudah berakhir.” Ucap Alea.
Jery memijat pangkal keningnya yang terasa pusing, raut wajahnya terlihat guratan kesedihan dan kecemasan. Sejenak ia menatap Alea.
“Tidak bisakah kita bicarakan semuanya baik-baik??? Tanya Jery.
“Apa yang mas inginkan dariku?” Ucap Alea.
“Aku masih sangat mencintaimu tapi aku juga masih ingin meraih cita-citaku dan ada sesuatu hal yang belum bisa mas sampaikan kepadamu.
“Dan mas menjadi ragu untuk melamarmu. Bisakah mas meminta waktu untuk memperbaiki hubungan kita.
__ADS_1
“Tidak bisakah kamu memberikan mas kesempatan untuk bisa memperjuangkanmu kembali?” Seru Jery menatap Alea nanar.
Bagaimana ini, jawaban apa yang harus aku berikan untuk nya kali ini? Dia adalah pria yang telah menemaniku selama ini.
Pria yang sangat aku cintai, tapi bagaimana dengan Adrian, bahkan kami akan menikah dua bulan lagi.” Monolog Alea dalam hati.
“Bagaimana dengan kuliahmu??” Tanya nya kembali.
“Semuanya baik-baik saja.”ucap Alea !”
Apakah kamu mau memberiku waktu??”tanya” Jery.
Alea terdiam lalu berkata.”
“Buktikan saja jika memang semuanya masih pantas untuk di perjuangkan.” seru Alea.
“Baiklah, berikan mas waktu dua bulan untuk membuktikan semuanya.”seru Jery.
“Tiba-tiba saja ia berdiri berjalan menghampiri Alea dan memeluknya dengan erat.
“Alea hanya bergeming di tempat,”
Dua bula adalah waktu yang sangat singkat. Mungkinkah semua akan berbubah seperti dullu?” Di tambah rencana pernikahanku dan Adrian yang sudah semakin dekat.
“Apa mas benar-benar yakin dengan ucapan mas barusan?? Waktu dua bulan waktu yang singkat.” Seru Alea.
“We”ll see honey. Mas jery menepuk bahu Alea dan berlalu pergi meninggalkan Alea sendiri di dalam cafe.
Ahhh...kenapa semuanya menjadi serumit ini sih??” Kepalaku bahkan jadi pusing memikirkan semua ini. Alea tak lama juga terlihat pergi, berjalan gontai keluar cafe dan segera pulang karena waktu sudah menunjukan pukul empat sore.
Alea berjalan keluar cafe, ia terlihat tenga masuk ke dalam taxi yang berlalu pergi membelah padatnya jalanan ibukota.
Tidak lama taxi telah sampai di depan rumah. Dibukanya pintu samping tempat Alea duduk, ia keluar dari dalam taxi dan berjalan gontai di depan gerbang rumah yang terlihat tengah di buka oleh pak Mamat satpam rumah Alea.
Saat Alea tengah berjalan memasuki rumahnya, langkahnya seketika berhenti. Keningnya berkerut tatkala ia melihat mobil yang terparkir di depan rumahnya.
Matanya membulat sempurna ketika ia menyadari jika mobil yang terparkir di depan rumahnya tidak lain tidak bukan milik Adrian calon suaminya.
Adriannn...” ucap Alea
__ADS_1
Sedang apa dia sudah ada di sini di jam segini bukankah seharusnya dia masih kerja? Batin Alea.
Sudahlah, aku ke gazebo saja, duduk menikmati senja di sana.